METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian
E. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah suatu cara atau teknik peneliti dalam mengumpulkan data yang paling diperlukan karena tujuan penelitian adalah mendapatkan data atau informasi. Dalam pengumpulan data bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat terkait masalah yang sedang diteliti.
Dalam penelitian kualitatif, metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dalam latar yang wajar/alamiah (natural settings), menelaah fenomene-fenomena sosial dan budaya dalam suasana yang berlangsung secara wajar/alamiah, bukan dalam kondisi yang terkendali atau laboratoris sifatnya.38 Adapun metode
38 Hardani., dkk, “METODE PENELITIAN: KUALITATIF & KUANTATIF”, (Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Group Yogyakarta, 2020), h. 17
40 pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam deskripsi ini antara lain sebagi berikut:
1. Observasi
Observasi ialah pengamatn dengan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti (Usman dan Purnomo, 2004).
Pengumpulan data dengan menggunakan observasi berperanserta ditunjukkan untuk mengungkapkan makna suatu kejadian dari setting tertentu, yang merupakan perhatian esensial dalam penelitian kualitatif.39
Adapun jenis-jenis teknik observasi, yaitu: 40 a. Partisipasi lawannya nonpartisipasi;
b. Sistemasi lawannya nonsistematis;
c. Eksperimental lawannya noneksperimental.
Observasi partisipasi (participant observation) ialah jika observer terlibat langsung secara aktif dalam objek yang teliti atau ikut ambil bagian dalam kehidupan orang yang dobservasi. Begitupun sebaliknya bagi non observasi partisipasi.
Observasi sistematis atau observasi berkerangka (structured observation) ialah observasi yang sudah ditentukan terlebih dahulu kerangkanya.
39 Salim & Syahrum., “METODE PENELITIAN KUALITATIF: Konsep dan aplikasi dalam ilmu sosial, keagamaan dan pendidikan”, (Bandung: Citapustaka Media, 2012, h. 114
40 Hardani.,dkk, “METODE PENELITIAN: KUALITATIF & KUANTATIF”, (Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Group Yogyakarta, 2020) h. 129
41 Sedangkan observasi non sistematik ialah observasi yang tidak menggunakan instrumen pengamatan. Observasi eksperimental ialah observasi yang dilakukan terhadap situasi yang disiapakan sedemikian rupa untuk meneliti sesuatu yang dicoba.
2. Wawancara
Wawancara ialah tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung atau percakapan dengan maksud tertentu.41 Dalam melakukan wawancara diperlukan dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai atau narasumber (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan pewawancara.
Kemudian pewawancara harus memiliki pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan kepada nerasumber/responden agar wawancara berjalan dengan lancar. Serta situasi wawancara yang telah disepakati kedua pihak. Dan terakhir, informasi secara jelas dan lengkap dari responden sebagi tujuan wawancara tersebut.Adapun faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam proses wawancara yaitu:
a. Pertanyaan pembuka yang informal dan ringan;
b. Gaya bicara, nada dan irama yang menarik;
c. Ajukan kalimat pertanyaan yang pendek dan tegas;
d. Hindari pertanyaan yang bersifat intimidasi;
e. Mengadakan paraphase (menguraikan dengan kata-kata sendiri);
41 Hardani.,dkk, “METODE PENELITIAN: KUALITATIF & KUANTATIF”, (Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Group Yogyakarta, 2020), h. 137
42 f. Melakukan pencatatan;
g. Melakukan prodding (dorongan) atau probing (pertanyaan pendalaman); dan
h. Menilai jawaban responden.42
Adapun jenis-jenis wawancara ada 2 (dua), yaitu :
a. Wawancara tidak terpimpin yaitu wawancara yang tidak terarah.
b. Wawancara terpimpin yaoitu wawancara yang terarah untuk mengumpulkan data-data yang relevan dalam penelitian.
3. Dokumentasi
Tekhnik pengumpulan data dengan cara dokumentasi yaitu dengan mengambil data yang diperoleh dalam bentuk dokumen-dokumen.
Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Metode dokumentasi berarti cara mengumpulkan data dengan mecatat data-data yang sudah ada.43
Dalam metode pengumpulan data dengan cara dokumentasi memiliki keuntungan seperti biaya lebih murah, waktu dan tenaga lebih efisien.
Akan tetapi kelemahannya yaitu terkadang dokumen yang didapatkan adalah dokumen yang sudah lama.
42 Hardani.,dkk, “METODE PENELITIAN: KUALITATIF & KUANTATIF”, (Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Group Yogyakarta, 2020), h. 143
43 Hardani.,dkk, “METODE PENELITIAN: KUALITATIF & KUANTATIF”, (Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Group Yogyakarta, 2020), h. 149
43 F. Instrumen Penelitian
Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, baik data yang kualitatif maupun kuantatif.44 Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Peneliti sebagai instrumen penelitian;
b. Pedoman Wawancara;
c. Handphone;
d. Kamera; dan e. Alat Tulis.
G. Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data 1) Teknik Pengolahan Data
Seleksi Data yaitu memilih mana data yang sesuai dengan pokok permasalahan yang akan dibahas;
Pemeriksaan data yaitu meneliti kembali data yang diperoleh mengenai kelengkapan serta kejelasan data; dan
Klasifikasi data yaitu pengelompokkan data menurut pokok bahasan agar memudahkan dalam mendekripsikan data.
2) Analisis Data
44Sitti Mania, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial, h. 120
44 Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menentukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari serta memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.
Analisis data merupakan proses berkelanjutam yang membutuhkan refleksi terus menerus terhadap data, mengajukan pertanyaan analitis dan menulis catatan singkat sepanjang penelitian. Adapun tahapan analisis data yakni:
Mengolah dan mempersiapkan data yang akan dianalisis;
Membaca keseluruhan data;
Menganalisis lebih detail dengan mengkoding data. Koding merupakan proses mengolah materi atau informasi menjadi segmen-segmen tulisan sebelum memaknainya;
Terapkan proses coding untuk mendeskripsikan setting, orang-orang, kategori-kategori dan tema yang akan dianalisis;
Tunjukkan bagaimana deskripsi dan tema-tema ini akan disajikan kembali dalam narasi atau laporan kualitatif;
Langkah terakhir dalam analisis data adalah menginterpretasikan atau memaknai data.
45 H. Pengujian Keabsahan Data
Demi terjaminnya keakuratan data, maka peneliti akan melakukan pengujian keabsahan data. Data yang salah akan menghasilkan penarikan kesimpulan yang salah, demikian pula sebaliknya data yang sah akan menghasilkan kesimpulan hasil penelitian yang benar.45 Dalam keabsahan data ini dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triagulasi atau pemeriksaan keabsahan data ( triangulasi merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan peneliti untuk menggali dan melakukan teknik pengolahan data kualitatif) dan diskusi dengan teman sejawat.
45Sugiyono, Metode Penelitian Kuantatif, Kualitatif dan R & D (Bandung:
Alfabet, 2009), h. 270
46 BAB IV