• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data di dalam penelitian menggunakan skala. Skala merupakan kumpulan dari kalimat-kalimat yang menjadi acuan variabel yang diukur yang menghasilkan data kuantitatif dan dapat diubah ke dalam bentuk angka (Hasan, 2002).

Skala yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Skala Beck Depression Inventory (BDI) dan skala kelekatan objek transisi (KOT).

1. Skala Depresi pada Masa Dewasa

a. Penyusunan item

Beck Depression Inventory merupakan instrumen untuk

mengukur derajat depresi dari Dr. Aaron T. Beck. Mengandung skala depresi yang terdiri dari 21 item yang menggambarkan 21 kategori, yaitu: (1) perasaan sedih, (2) perasaan pesimis, (3) perasaan gagal, (4) perasaan tak puas, (5) perasaan bersalah, (6) perasaan dihukum, (7) membenci diri sendiri, (8) menyalahkan diri, (9) keinginan bunuh diri, (10) mudah menangis,(11) mudah tersinggung, (12) menarik diri dari

hubungan sosial, (13) tak mampu mengambil keputusan, (14) merasa tidak berharga, (15) kehilangan energi, (16) perubahan pola tidur, (17) mudah marah, (18) perubahan nafsu makan, (19) kesulitan dalam berkonsentrasi, (20) merasa lelah, (21) kehilangan libido (Beck, 1996). Di dalam Beck Depression Inventory terdiri dari empat pernyataan untuk setiap kategori item dan setiap itempernyataan memiliki nilai yang berbeda yaitu 0,1,2 dan 3. Subjek diminta untuk melingkari nomor di sebelah jawaban yang paling mencerminkan keadaan yang sebenarnya, jika lebih dari satu jawaban yang cocok maka subjek melingkari nomor yang paling tinggi.

Tabel 3.1

Distribus Item Beck Depression Inventory Item sebelum Uji Coba 1) Perasaan sedih :

0. Saya tidak merasa sedih. 1. Saya merasa sedih.

2. Sepanjang waktu saya sedih 3. Saya demikian sedih atau tidak

bahagia sehingga saya tidak tahan lagi rasanya.

12) Menarik diri dari hubungan sosial:

0. Saya tidak kehilangan minat saya terhadap orang lain dan aktifitas saya.

1. Saya agak kurang berminat terhadap orang lain dibandingkan biasanya. 2. Saya kehilangan hampir

seluruh minat saya pada orang lain dan aktifitasnya.

3. Saya telah kehilangan seluruh minat saya pada apapun. 2) Perasaan pesimis:

0. Saya tidak terlalu berkecil hati mengenai masa depan saya. 1. Saya merasa kecil hati mengenai

masa depan saya.

13) Tidak mampu mengambil keputusan:

0. Saya mengambil keputusan-keputusan hampir sama baiknya dengan yang biasa

2. Saya merasa bahwa tidak ada suatu pun yang dapat saya harapkan.

3. Saya merasa bahwa masa depan saya tanpa harapan dan bahwa semuanya tidak dapat membaik.

saya lakukan.

1. Saya menunda mengambil keputusan-keputusan lebih sering dari yang biasa saya lakukan.

2. Saya mengalami kesulitan lebih besar dalam mengambil keputusan-keputusan dari pada sebelumnya.

3. Saya sama sekali tidak dapat mengambil keputusan-keputusan lagi.

3) Perasaan gagal:

0. Saya tidak mengganggapdiri saya sebagai orang yang gagal.

1. Saya merasa bahwa saya telah gagal lebih daripada kebanyakan orang.

2. Saat saya menengok ke masa lalu, maka yang terlihat oleh saya hanyalah kegagalan.

3. Saya merasa bahwa saya adalah seorang yang gagal total.

14) Merasa tidak berharga:

0. Saya tidak merasa bahwa keadaan saya tampak lebih buruk dari yang biasanya. 1. Saya khawatir saya tampak

tua atau tidak menarik. 2. Saya merasa bahwa ada

perubahan-perubahan yang permanen dalam penampilan saya sehingga membuat saya tampak tidak menarik.

3. Saya yakin bahwa saya tampak jelek.

4) Perasaan tidak puas:

0. Saya memperoleh banyak kepuasan dari hal-hal yang saya lakukan, sama seperti sebelumnya.

1. Saya tidak lagi menikmati berbagai hal, seperti yang pernah saya rasakan dulu.

2. Saya tidak memperoleh kepuasan dari apapun lagi.

3. Saya tidak puas atau bosan dengan segalanya.

15) Kehilangan energi:

0. Saya dapat bekerja sama baiknya dengan waktu-waktu sebelumnya.

1. Saya membutuhkan suatu usaha ekstra untuk mulai melakukan sesuatu.

2. Saya harus memaksa diri sekuat tenaga untuk melakukan sesuatu.

3. Saya tidak mampu mengerjakan apapun lagi.

5) Perasaan bersalah:

0. Saya tidak terlalu merasa bersalah.

1. Saya merasa bersalah dihampir seluruh waktu.

2. Saya agak merasa bersalah disebagian besar waktu.

3. Saya merasa bersalah sepanjang waktu.

16) Perubahan pola tidur:

0. Saya tidak mengalami perubahan dalam pola tidur saya.

1. 1a. Saya dapat tidur lebih dari biasanya.

1b. Saya tidur lebih sedikit daripada biasanya

2. 2a. Tidur saya jauh lebih banyak dari biasanya.

2b. Tidur saya jauh lebih sedikit dari biasanya.

3. 3a. Saya tidur sepanjang hari. 3b. Saya terbangun 1-2 jam lebih awal dari biasanya dan tidak dapat tidur kembali. 6) Perasaan dihukum:

0. Saya tidak merasa seoalah saya sedang dihukum.

1. Saya merasa mungkin saya sedang dihukum.

2. Saya pikir saya akan dihukum. 3. Saya merasa bahwa saya sedang

dihukum.

17) Mudah marah:

0. Saya tidak lebih mudah marah dari pada biasanya. 1. Saya lebih mudah marah

daripada biasanya.

2. Saya jauh lebih mudah marah daripada biasanya.

3. Saya mudah marah sepanjang waktu.

7) Membenci diri sendiri:

0. Saya tidak merasa kecewa terhadap diri saya sendiri.

1. Saya kecewa dengan diri saya sendiri.

2. Saya muak dengan diri saya sendiri.

3. Saya membenci diri saya sendiri.

18) Perubahan nafsu makan: 0. Saya tidak mengalami

perubahan nafsu makan. 1. 1a. Nafsu makan saya lebih

sedikit dari biasanya.

1b. Nafsu makan saya lebih banyak daripada biasanya 2. 2a. Nafsu makan saya jauh

lebih sedikit dari biasanya. 2b. Nafsu makan saya jauh lebih banyak dari biasanya. 3. 3a. Saya tidak memiliki nafsu

makan sepanjang waktu. 3b. Saya menginginkan makanan sepanjang waktu. 8) Menyalahkan diri:

0. Saya tidak merasa lebih buruk daripada orang lain.

1. Saya mencela diri saya karena kelemahan-kelemahan atau kesalahan saya.

2. Saua menyalahkan diri saya sepanjang waktu karena kesalahan-kesalahan saya. 3. Saya menyalahkan diri saya untuk

semua hal buruk yang terjadi.

19) Kesulitan dalam berkonsentrasi: 0. Saya dapat berkonsentrasi

dengan baik setiap saat. 1. Saya tidak dapat

berkonsentrasi seperti biasanya.

2. Sangat sulit untuk mempertahankan pikiran saya pada hal apapun dalam waktu yang lama.

3. Saya tidak dapat berkonsentrasi pada hal apapun.

9) Keinginan bunuh diri:

0. Saya tidak punya sedikit pun pikiran untuk bunuh diri.

1. Saya mempunyai pikiran-pikiran untuk bunuh diri, namun saya tidak akan melakukannya. 2. Saya ingin bunuh diri.

3. Saya akan bunuh diri jika saya ada kesempatan.

20) Merasa lelah:

0. Saya tidak merasa lelah atau capek dari biasanya.

1. Saya lebih mudah lelah atau capek lebih awal dari biasanya.

2. Saya merasa lelah atau capek untuk melakukan banyak hal. 3. Saya merasa lelah atau capek

untuk melakukan sebagian hal. 10) Mudah menangis:

0. Saya tidak lebih banyak menangis dibandingkan biasanya.

1. Saya lebih banyak menangis daripada sebelumnya.

2. Saya menangis karena masalah kecil.

3. Saya merasa ingin menangis, namun saya tidak dapat menangis walaupun saya menginginkannya.

21) Kehilangan libido:

0. Saya tidak melihat adanya perubahan dalam minat saya terhadap seks.

1. Saya kurang berminat dibidang seks dibandingkan biasanya.

2. Saya sangat kurang berminat terhadap seks.

3. Saya telah kehilangan minat terhadap seks sama sekali.

11) Mudah tersinggung:

0. Saya tidak lebih terganggu oleh berbagai hal dibandingkan biasanya.

1. Kini saya sedikit lebih pemarah daripada biasanya.

2. Saya agak jengkel atau terganggu dan membuat saya sulit untuk bertahan.

3. Saya merasa jengkel atau terganggu ketika melakukan sesuatu.

b. Penskoran item

Interpretasi pengukuran Beck Depression Inventory(dalam Burns, 1988) adalah sebagai berikut:

1) Nilai 1-9 menunjukkan naik turunnya perasaan yang tergolong wajar.

2) Nilai 10-16 menunjukkan gangguan “mood” atau rasa murung

yang ringan.

3) Nilai 17-20 menunjukkan garis batas klinis. 4) Nilai 21-30 menunjukkan adanya depresi ringan. 5) Nilai 31-40 menunjukkan adanya depresi parah. 6) Nilai 40 keatas menunjukkan adanya depresi esktrim.

2. Skala Kelekatan Objek Transisi

a. Metode skala

Skala kelekatan objek transisi merupakan skala untuk mengukur apakah seseorang lekat atau tidak dengan objek tertentu. Skala kelekatan objek menggunakan jenis skala guttman. Kategori pilihan untuk setiap pernyataan terdiri dari pilihan “YA” atau “TIDAK”. Pilihan jawaban “Ya” jika subjek menunjukkan

kesetujuan pada pernyataan yang diberikan. Sedangkan, pilihan

jawaban “Tidak” jika subjek tidak menunjukkan kesetujuan pada

pernyataan yang diberikan.

b. Penyusunan item

Di dalam skala kelekatan objek transisi, terdapat 28 pernyataan mengenai kelekatan objek transisi. Aspek yang diungkap dalam skala kelekatan objek transisi terdiri dari:

1) Benda yang memberikan kenyamanan

a) Merasa nyaman ketika berada didekat benda favorit (boneka, selimut, potongan kain, teddy bear, mainan lembut, dll) b) Merasa tenang ketika bisa menggenggam benda favorit 2) Benda yang bertahan sejak kecil

a) memiliki benda favorit seperti selimut, boneka, potongan kain, teddy bear, mainan lembut dll sejak kecil dan sebagai benda favorit

b) Memiliki benda favorit yang dimiliki sejak kecil c) Tidak pernah mencuci benda tersebut dari kecil

d) Tidak menggantikan benda tersebut dengan benda yang sejenis

e) Benda tersebut terlihat kotor dan bau f) Diri sendiri yang memilih benda itu sendiri g) Menyukai tekstur dari benda yang lembut 3) Benda yang mengurangi kecemasan

a) Merasa takut ketika tidur sendiri dan harus ada benda tersebut disamping tempat tidur

b) Kesulitan untuk tidur ketika benda tersebut tidak ada Tabel 3.2

Distribusi Dan Jumlah Item Skala Kelekatan Objek Transisi sebelum Uji Coba

Aspek sejenis Nomor item Total presentase

1) Benda yang bertahan

sejak kecil

(1,3,5, 6,7,9,11,

12,13,14,16,18,20,24,25,

26)

16 33,33%

2) Benda yang memberikan

kenyamanan

(8,15,19,22,27,28) 6 33,33%

3) Benda yang mengurangi

kecemasan

(4,2,10,17,21,23) 6 33,33%

Total 28 100%

*untuk nomor yang diberi garis bawah “_” merupakan pernyataan

c. Penskoran item

Penskoran dalam skala ini, memiliki dua penilaian. Skor untuk kelompok yang memiliki kelekatan objek transisi berada pada rentang angka 1 sampai 0, yaitu untuk pernyataan favorabel skor 1 (Ya/Sesuai) dan skor 0 (Tidak/Tidak Sesuai), kemudian untuk pernyataan unfavorabel skor 0 (Ya/Sesuai) dan skor 1 (Tidak/Tidak Sesuai). Sedangkan untuk penskoran kelompok yang tidak memiliki kelekatan objek transisi berada pada rentang angka 0 hingga 1, yaitu untuk pernyataan favorabel skor 0 (Ya/Sesuai) dan skor 1 (Tidak/Tidak Sesuai), kemudian untuk pernyataan unfavorabel skor 1 (Ya/Sesuai) dan skor 0 (Tidak/Tidak sesuai).

Subjek yang memiliki skor total sama dengan atau di atas rata-rata, akan masuk dalam kelompok yang memiliki kelekatan objek transisi. Sedangkan, subjek yang memiliki skor total di bawah rata-rata, akan masuk dalam kelompok yang tidak memiliki kelekatan objek transisi.

Dokumen terkait