PERUMUSAN MASALAH
METODOLOGI PENELI TI AN
E. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data menggunakan metode daftar pustaka. Daftar
pustaka diperoleh dari Bursa Efek Jakarta yang dipublikasikan di Indonesian
Capital Market Directory (ICMD) dan JSX Statistic yang memuat data
laporan keuangan perusahaan yang berupa data dividend payout, liquidity, dan
financial leverage. Laporan yang dipublikasikan Bank Indonesia memuat
tingkat SBI bulanan, nilai kurs bulanan dan tingkat inflasi bulanan selama
periode 2001-2004, sedangkan data beta berasal dari penghitungan beta
koreksi perusahaan tahunan yang diperoleh di PPA Pasar Modal UGM.
F. Metode Analisis Data
Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Analisis ini dimaksudkan untuk menguji apakah variabel makro (variabel tingkat bunga, tingkat inflasi, dan
lvii
kurs mata uang (USD)) dan variabel mikro ( likuiditas, leverage, dan dividend payout) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap risiko investasi saham. Model yang digunakan adalah sebagai berikut :
b = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + b4 X4 + b5 X5+ b6X6 + ei Keterangan :
b : Beta saham (risiko investasi) Variabel mikro X1 : Dividend payout X2 : Likuiditas X3 : Financial leverage Variabel makro X4 : Tingkat inflasi X5 : Kurs mata uang (USD) X6 : Tingkat bunga (SBI) a : Konstanta (intercept) b1-6 : Koefisien regresi e : Variable pengganggu
Beberapa pengujian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah normalitas data dan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedasitas sedangkan untuk menguji hipotesis dengan pengujian koefisien regresi simultan (Uji F), pengujian ketepatan perkiraan (Goodnes of Fit Test
atau uji R2), dan pengujian koefisien regresi parsial (Uji t). Untuk semua pengujian dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS (Statistical Product and Service Solutions).
1. Pengujian Normalitas Data
Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen, variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model yang baik adalah model yang dibentuk oleh variabel yang mempunyai atau mendekati distribusi normal.
Pengujian normalitas data dengan menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov pengujian dua arah (two-tailed test). Suatu distribusi dikatakan normal apabila nilai signifikansi (p-value) lebih besar dari taraf signifikansi yang ditentukan yaitu 0,05 atau apabila p > 0,05 maka data berdistribusi normal.
lviii
Pemenuhan asumsi klasik ini dimaksudkan agar variabel independen sebagai estimator atas variabel dependen tidak bias. Untuk mendeteksi adanya penyimpangan asumsi klasik dilakukan pengujian sebagai berikut :
1) Uji Multikolinearitas
Multikolinearitas adalah hubungan linier yang sempurna diantara beberapa atau semua variabel independen dari model regresi. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas satu dengan yang lain ada atau tidak. Konsekuensi adanya multikolinearitas adalah tidak validnya signifikansi variabel.
Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dilakukan Uji Colinearity Statistics dengan mendasarkan pada nilai tolerance dan nilai Variance Inflation Factor (VIF). Gujarati (2003:362), memberikan Rule of Thumb, jika nilai tolerance < 0,10 dan VIF > 10, maka terjadi multikolinearitas. 2) Uji Autokorelasi
Autokorelasi adalah korelasi yang terjadi antara anggota-anggota serangkaian observasi yang terletak berderetan secara series dalam bentuk waktu (jika datanya time series) atau korelasi antara tempat yang berdekatan (jika datanya cross sectional). Pengujian ini untuk mengetahui hubungan variabel yang sama antar waktu. Konsekuensi adanya autokorelasi adalah biasnya varian dengan nilai yang lebih kecil dari nilai yang sebenarnya, sehingga R2 dan Fhitung yang dihasilkan cenderung sangat berlebihan (over estimated).
Pengujian autokorelasi dilakukan dengan Uji Durbin Watson (statistik-d), dengan membandingkan nilai Durbin Watson hitung (d) dengan nilai Durbin Watson tabel yaitu batas lebih tinggi (upper bond atau du) dan batas lebih rendah (lower bond atau dl). Kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut :
a) Jika 0 < d < dl, maka terjadi autokorelasi positif.
b) Jika dl < d < du, maka tidak ada kepastian apakah terjadi autokorelasi atau tidak. c) Jika 4-dl < d < 4, maka terjadi autokorelasi negatif .
d) Jika 4-du < d < 4-dl, maka tidak ada kepastian apakah terjadi autokorelasi atau tidak e) Jika du < d < 4-du, maka tidak terjadi autokorelasi baik positif atau negatif. 3) Uji Heterokedastisitas
Pengujian ini dilakukan untuk melihat kesalahan pengganggu mempunyai varian yang sama atau tidak, jika varian sama disebut homoskedastisitas, jika varians berbeda atau tidak konstan disebut
heteroskedastisitas. Konsekuensi adanya heteroskedastisitas adalah lebih besarnya varian dari taksiran. Pengujian ada tidaknya masalah heterokedastisitas dapat dilakukan dengan metode Spearman’s rho, yang meregresikan nilai absolut residual terhadap variabel X, dengan kriteria pengujian :
lix
H0 : Tidak terjadi heterokedastisitas. Diterima apabila nilai sig-t masing-masing variabel melebihi nilai 0.05.
H1 : Terjadi heterokedastisitas. Diterima apabila nilai sig-t masing-masing variabel kurang dari 0.05.
3. Pengujian Hipotesis
Untuk menguji hipotesis dilakukan tiga pengujian sebagai berikut: 1) Pengujian Model Regresi Simultan (Uji F)
Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan atau bersama. Langkah-langkah untuk melakukan pengujian adalah :
a) Menentukan hipotesis Ho : b1 = b2 = b3 Ha : b1 ¹ b2 ¹ b3
b) Menentukan tingkat signifikansi 0,05. c) Menghitung Fhitung dengan komputer.
Kriteria pengujiannya adalah :
a) Ho diterima Ha ditolak yaitu apabila probabilitas > (0,05), berarti variabel independen secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
b) Ho ditolak Ha diterima yaitu apabila probabilitas < (0,05), berarti variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen.
2) Pengujian Koefisien Determinasi (Uji R2)
Pengujian ini untuk mengetahui tingkat ketepatan perkiraan dalam analisis regresi. Tingkat ketepatan regresi dinyatakan dalam koefisien determinasi majemuk (R2) yang nilainya antara 0 sampai dengan 1. Koefisien determinasi = 1 berarti bahwa variabel independen berpengaruh sempurna terhadap variabel dependen dan jika koefisien determinasi majemuk = 0 tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. 3) Pengujian Koefisien Regresi Parsial (Uji t)
Uji t digunakan untuk mengetahui variabel bebas secara parsial mempengaruhi variabel terikat apa tidak, dengan asumsi variabel independen lainnya konstan. Langkah-langkah pengujian adalah :
a) Menentukan hipotesis.
Ho : bi = 0 Ha : bi ¹ 0 b) Menentukan tingkat signifikansi 0,05.
lx
Dengan kriteria pengujian :
a) Ho diterima Ha ditolak yaitu apabila probabilitas > (0,05), berarti variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
b) Ho ditolak Ha diterima yaitu apabila probabilitas < (0,05), berarti variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen.
BAB IV