• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.1 Kerangka Perencanaan

Penyusunan perencanaan pengembangan desa pesisir pada tahun pertama untuk Desa Tambakreo, lebih mengarah pada usulan kegiatan yang telah dijaring dari beberapa Kelompok Masyarakat Pesisir (KMP) yang mengusulkan program-program untuk persiapan yang dijalankan untuk Tahun 2013. Program tersebut mengacu kepada 5 Bina yakni bina sumberdaya, bina usaha, bina lingkungan dan infrastruktur, bina siaga bencana, dan bina manusia. Sehingga proses perjalanan RPDP tetap berjalan sesuai dengan alur yang telah dibentuk oleh program PDPT, tetapi tetap tidak mengesampingkan yang telah tertuang pada RPJM-Desa .

Penyusunan perencanaan di Tahun Kedua, mengarah kepada perencanaan yang belum terealisasi pada tahun pertama sehingga di lanjutkan pada tahun kedua.

Disamping itu, pada tahun kedua ini lebih ditekankan pada terwujudnya rehabilitasi sumberdaya dan penguatan ekonomi pada masyarakat yang selama ini kurang ditingkatkan.

A. Visi Desa Tambakrejo

Untuk meraih visi desa Tambakrejo dengan mempertimbangkan potensi dan hambatan baik internal maupun eksternal maka disusunlah misi desa tambakrejo sebagai berikut :

1. Mewujudkan dan mengembangkan kegiatan keagamaan untuk menambah keimanan dan ketakwaan kepada tuhan yang Maha Esa.

2. Mewujudkan dan mendorong teradinya usaha-usaha kerukunan antar dan intern warga masyarakat yang disebabkan karena adanya perbedaan agama keyakinan, organisasi, suku, budaya, dan hal-hal lainya dalam suasana saling menghargai dan menghormati.

3. Membangun dan meningkatkan pelayanan hasil pengelolaan potensi yang ada secara optimal dan berkelanjutan.

4. Menata pemerintahan desa tambakrejo yang kompak dan bertanggung jawab dalam mengemban amanat masyarakat.

20 Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT - 2013)

5. Meningkatkan pelayanan masyarakat secara terpadu dan serius.

6. Mencari dan menambah debet air untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

7. Menumbuhkembangkan kelompok-kelompok usaha yang ada dan memfasilitasi kelompok-kelompok tersebut untuk bersinergi dengan lembaga-lembaga pemerintah terkait maupun lembaga swasta.

8. Menumbuhkembangkan usaha kecil dan menengah.

B. Misi Desa Tambakrejo

Hakekat misi desa Tambakrejo merupakan turunan dari visi desa Tambakrejo yang merupakan tujuan jangka pendek dari visi yang akan menunjang keberhasilan dari visi. Dengan kata lain desa tambakrejo merupakan penjabaran yang kebih operatif dari visi, penjabaranini diharapkan dapat mengikuti dan mengantisipasi setiap terjadinya perubahan situasi dan kondisi lingkungan di masa yang akan datangdari usaha-usaha mencapai visi desa Tambakrejo.

3.2 Fokus

Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh merupakan aksi yang menitikberatkan pada Coastal Resilient Village dimana partisipasi komunitas desa pesisir sangat menentukan keberhasilan dan keberlanjutan program ini. Namun demikian, peran pemerintah (pusat maupun daerah) sebagai fasilitator tidak dapat diabaikan sebagai faktor pendorong untuk mewujudkan desa pesisir yang tangguh.

Fokus pengembangan kegiatan adalah sebagai berikut :

1. Bina Manusia, yaitu kegiatan yang mancakup peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat baik formal maupun informal, memperluas dan meningkatkan kerja sama, memperbaiki budaya kerja, gotong royong, tanggung jawab, disiplin, dan hemat serta menghilangkan sifat negatif boros dan konsumtif.

2. Bina Usaha, yaitu kegiatan yang mencakup peningkatan keterampilan usaha, perluasan mata pencaharian alternatif, pengelolaan bisnis skala

21 Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT - 2013)

kecil dan penguasaan teknologi. Selain itu, program ini meningkatkan dan mempermudah akses terhadap sumberdaya, teknologi, modal, pasar, dan informasi pembangunan. Dengan dilaksanakannya program ini diharapkan terbangun kemitraan dengan pelaku usaha dan terbangunnya sistem insentif administrasi serta pendanaan secara formal dan informal.

3. Bina Sumber Daya, yaitu kegiatan yang menitikberatkan pada upaya memperkuat kearifan lokal dalam pengelolaan sumberdaya, revitalisasi hak ulayat dan hak masyarakat lokal, penerapan monitoring, controlling and surveillance dengan prinsip partisipasi masyarakat lokal, penerapan teknologi ramah lingkungan, mendorong pengembangan teknologi asli, merehabilitasi habitat, konservasi, dan memperkaya sumber daya.

4. Bina Lingkungan atau Infrastruktur, yaitu kegiatan yang mencakup pembangunan infrastruktur, rehabilitasi vegetasi pantai dan pengendalian pencemaran melalui pendekatan perencanaan dan pembangunan secara spasial dalam rangka mendorong peningkatan peran masyarakat pesisir dalam penataan dan pengelolaan lingkungan sekitarnya.

5. Bina siaga bencana atau perubahan iklim, yaitu kegiatan yang mencakup usaha-usaha pengurangan risiko bencana dan dampak perubahan iklim, rencana aksi dalam pengurangan resiko bencana, penyadaran masyarakat, gladi/latihan secara reguler, memudahkan akses data dan informasi bencana, pembangunan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, pembangunan sarana dan prasarana penanggulangan bencana ( antara lain jalur evakuasi, shelter, struktur pelindung terhadap bencana, fasilitas kesehatan, dan cadangan strategis desa) yang menekankan pada partisipasi dan keswadayaan dari kelompok-kelompok sosial yang terdapat pada masyarakat/komunitas pesisir.

Pada tahun 2013, ini program kegiatan yang akan dijalankan di Desa Tambakrejo akan termasuk kedalam bina yang ada dan akan diuraikan sebagai berikut :

22 Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT - 2013)

No. Bina Program Usulan Program

1 Bina Usaha 1. Pembangunan stokies hasil industri rumah tangga desa Tambakrejo

2. Pengadaan perahu wisata 20 GT 2 Bina Manusia 1. Pelatihan Pengelolaan koperasi

2. Pelatihan masyarakat tentang pembudidayaan hasil pertanian / perikanan

3. Pelatihan tanggap bencana 3 Bina Lingkungan dan

Infrastruktur

1. Pembangunan TPA dan MCK

2. Renovasi jembatan di dusun Tamban 3. Paving Jalan di RT 21, 26, 08, dan 05 4. Pembuatan Drainase dan gorong – gorong sepanjang jalan di RT 08, 26 dan 27

5. Rabat beton di RT 03, 02, dan 04

6. Pembuatan tandon air dan pemasangan pipa 4 Bina Sumberdaya 1. Pembuatan istana ikan ddan konservasi terumbu

karang

2. Penanaman vegetasi pantai dan mangrove 3. Rehabilitasi hutan lindung

5 Bina Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim

1. Pengadaan perahu karet dengan kapasitas 8 orang

2. Pembuatan Pos Pantau di Dusun Tamban RT 12 dan membeli peralatan untuk perlengkapan pos pantau

3. Pembuatan jalur dan rambu-rambu evakuasi bencana

4. Pembuatan Talud / Penahan tanah

3.3 Pendekatan

Metode pendekatan yang digunakan dalam penyusunan Rencana Pengembangan Desa Sidoasri ini adalah pendekatan perencanaan partisipatif (Partisipatory Rural Appraisal atau PRA) dan Focus Discussion Group (FGD).

23 Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT - 2013)

(Partisipatory Rural Appraisal atau PRA) merupakan pendekatan dan metode yang memungkinkan masyarakat secara bersama-sama menganalisis masalah kehidupan dalam rangka merumuskan perencanaan dan kebijakan secara nyata. Sedangkan Focus Discussion Group (FGD) merupakan suatu proses pengumpulan informasi dari suatu permasalahan melalui diskusi kelompok yang dalam proses pengumpulan informasinya bukan melalui wawancara yang ditujukan pada perorangan.

Penggunaan metode pendekatan perencanaan partisipatif ini diharapkan agar dapat mengidentifikasi semua permasalahan dan potensi yang ada di wilayah Desa Sidoasri, serta dapat diperoleh gambaran umum wilayah dan aspek-aspek kehidupan masyarakat yang perlu mendapat perhatian khusus dalam pelaksanaan pembangunan Desa. Focus Discussion Group (FGD) ditujukan karena permasalahan bersifat lokal dan spesifik yang melibatkan masyarakat setempat untuk turut andil dalam menjaring setiap aspirasi atas topik yang didiskusikan.

24 Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT - 2013)

BAB IV

Dokumen terkait