BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. KAJIAN TEORI
5. Metode Team Game Tournament
a. Pengertian Metode Team Game Tournament (TGT)
Team Game Tournament (TGT) pada mulanya dikembangkan oleh David
DeVries dan Keith Edwards, ini merupakan metode pembelajaran pertama dari John Hopkins. Metode ini mengunakan pelajaran yang sama yang disampaikan guru dan tim kerja yang sama seperti STAD, tetapi menggantikan kuis dengan turnsmen mingguan, di mana siswa memainkan game akademik dengan anggota lain untuk menyumbangkan poin bagi skor timnya (Slavin 2008 : 13).
Menurut Isjoni (2009 : 83) TGT adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang yang memiliki kemampuan, jenis kelamin suku kata atau ras yang berbeda.
Pembelajaran metode Team Game Tournament (TGT) adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa adanya perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya, dan mengandung unsur permainan dan reinforcement (Hamdani, 2011: 92).
Sedangkan menurut Slavin sendiri metode Team Game Tournament (TGT) adalah salah satu metode pembelajaran kooperatif yang mengunakan turnamen akademik, dan mengunakan kuis-kuis dan sistem skor kemajuan individu, di mana
para siswa berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain yang kinerja akademik sebelumnya setaraseperti mereka.
Bisa disimpulkan Team Game Tournament (TGT) adalah sebuah turnamen yang melibatkan semua aktivitas siswa dengan kelompok yang terdiri dari 5 sampai 6 untuk melibatkan mereka dalam pembelajaran dengan sistem permainan yang menyenangkan. Tanpa adanya perbedaan status, ras, agama dan lain-lain. Demi tercapainya anggota tim yang memiliki kemampuan akademik yang setara.
b. Komponen Metode Team Game Tournament (TGT)
1) Presentasi di Kelas
Materi dalam Team Game Tournament (TGT) pertama-tama diperkenalkan dalam presentasi di dalam kelas. Ini merupakan pengajaran langsung seperti yang sering kali dilakukan atau diskusi pelajaran yang dipimpin oleh guru, tetapi bisajuga memasukan presentasi audiovisual. Bedanya presentasi kelas dengan pengajaranbiasanya hanyalah bahwa prsentasi tersebutharuslah benar-benar berfokus pada unit Team Game Tounament (TGT). Dengan cara ini, para siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-benar memberi perhatian penuh selama presentasi kelas, karena dengan demikian akan sangat membantu mereka mengerjakan kuis-kuis, dan skor kuis mereka menentukanskor tim mereka (Robert E. Slavin dalam Narulita Yusron, 2008: 143-144).
2) Tim
Fungsi utama dari tim adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar, dan lebih khususnya lagi, adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk bisa mengerjakan game dengan baik. Yang ditekankan adalah membuat anggota tim, dan tim pun harus melakukan yang terbaik untuk
membantu tiap anggotanya (Robert E. Slavin dalam Narulita Yusron, 2008: 144).
3) Game
Terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang kontennya relevan yang dirancang untuk menguji pengetahuan siswa yang diperolehnya dari presentasi dikelasdan pelaksanaan kerja tim. Game tersebut dimaikan di atas meja tim, yang masing-masing mewakili tim yang berbeda. Kebanyakan game hanya berupa nomor-nomor pertanyaan yang ditulis di lembar yang sama. Seorang siswa mengambil sebuah kartu bernomor dan harus menjawabpertanyaan sesuai nomor tertera pada kartu tersebut (Robert E. Slavin dalam Narulita Yusron, 2008: 166).
4) Turnamen
Turnamen adalah sebuah struktur di mana game berlangsung, setelah guru memberikan presentasi di kelas dan tim telah melaksanakan kerja kelompok terhadap lembar kegiatan. Pada turnamen pertama, guru menunjuk siswa untuk berada pada meja turnamen, tiga siswa berpretasi tinggi sebelumnya di meja 1, tiga berikutnya dimeja 2, begitu seterusnya.
Setelah turnamen petama, para siswa akan bertukar meja tergantung padakinerja merekapada turnamen terakhir. Pemenang pada tiap meja “naik
tingkat” ke meja berikutnya yang lebih tinggi, skor tertinggi kedua tetap tinggal pada meja yang sama, dan yang skornya paling rendah “diturunkan.” Dengan
cara ini, jika pada awalnya siswa sudah salah ditempatkan, untuk seterusnya mereka akan terus dinaikan atau diturunkan sampai mereka mencapai tingkat kinerja mereka yang sesungguhnya (Robert E. Slavin dalam Narulita Yusron, 2008: 166-167).
5) Rekognisi Tim
Tim akan mendapat sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. Skor tim siswa dapat juga digunakan untuk menentukan dua puluh persen dari peringkat mereka (Robert E. Slavin dalam Narulita Yusron, 2008: 146).
c. Langkah Memulai Team Game Tournament (TGT)
Hitunglah jumlah siswa di dalam kelas. Mintalah siswa untuk berhitung dari angka 1 sampai 5 hingga terbentuk 5 kelompok, sehingga ada beberapa kelompok yang memiliki anggota sama dengan jumlah anggota lain dan juga ada kelompok yang memiliki jumlah anggota yang lebih dari kelompok lain, kelompok yang memiliki anggota lebih ditempatkan pada kelompok nomer satu begitu kelompok seterusnya. Dan mintalah masing angota kelompok dari tiap untuk menjadi pembaca penulis dan juga pemberi pendapat atau jawaban.
Setelah mengajarkan pelajaran, umumkan pembagian tim dan mintalah para siswa untuk memindahkan meja mereka bersama untuk membuat meja tim. Katakan kepada para siswa bahwa mereka akan bekerja dalam tim selama beberapa putaran dan bermain game akademik untuk menambah poin pada skor tim mereka, dan tim yang mimiliki poin yang tinggi akan menerima penghargaan.
d. Skenario Permainan Team Game Tournament (TGT)
Untuk memulai permainan, para siwa menarik kartu untuk menentukan pembaca pertama-tama yaitu siswa yang menarik nomor tinggi. Pembaca pertama mengocok kartu dan mengambil kartu yang teratas. Dia lalu membacakan dengan keras soal yang berhubungan dengan nompor yang ada dikartu. Setelah pembaca memberikan jawaban, siswa yang ada disebelah kiri atau kanannya (penantang pertama) punya opsi untuk menantang dan memberikan jawaban yang berbeda.
Apabila semua peserta punya jawaban, ditantang, atau melewati pertanyaan, penantang kedua (atau peserta yang kanan pembaca) memeriksa jawaban dan membacakan jawaban yang benar dan keras. Si pemain yang membacakan jawaban yang benar akan menyimpan kartunya. Jika kedua penantang memberikan jawaban yang salah, mereka harus mengembalikan kartu yang telah dimenangkan.
Gambar 2.1 Skenario Permainan TGT
Pembaca
1. Ambil kartu bernomor dan carilah soal yang berhubungan dengan nomor tersebut pada lembar permainan.
2. Bacalah pertanyaan dengan keras 3. Cobalah untuk menjawab
Penatang I
Menantang jika memang Dia mau (dan memberikan Jawaban berbeda) atau Boleh melewatinya.
Penantang II
Boleh menantang jika penantang I melewati, dan jika dia memang mau.
Pembaca
Penantang II Penantang I
memeriksa lembar jawaban. Siapapun yang jawabannya benar berhak menyimpan kartunya. Jika si pembaca salah, tidak ada sanksi, tapi jika kedua penantangnya yang salah, maka dia harus mengembalikan kartu yang dimenangkannya.
e. Kelebihan dan Kekurangan Team game Tournament (TGT)
1) Kelebihan metode Team Game Tournament (TGT)
a) Meningkatkan perasaan/persepsi peserta didik bahwa hasil yang mereka peroleh tergantung dari kinerja bukan dari keberuntungan.
b) Rasa kepercayaan pada diri murid meningkat.
c) Dengan waktu sedikit siswa mampu menelaah lebih dalam mengenai materi yang disampaikan guru.
d) Meningkatkan rasa jiwa sosial yang tinggi kepada siswa. e) Proses belajar berlangsung dengan keaktifan para siswa.
f) Menciptakan rasa kegembiraan dan kenyaman dalam proses belajar.
g) Keterlibatan yang amat tinggi pada peserta didik dalam belajar bersama dengan mengunakan waktu yang relatif banyak.
h) Lebih mencurahkan sebagian waktu untuk tugas. 2) Kekurangan metode Team Game Tournament (TGT)
a) Bagi pemula metode ini menggunakan waktu yang relatif banyak.
b) Sulitnya mengelompokkan siswa yang mempunyai kemampuan heterogen dari segi akademis.
c) Membutuhkan waktu yang banyak dalam berdiskusi, sehingga tidak sesuai dengan waktu yang ditetapkan.
d) Siswa sudah terbiasa belajar dengan ceramah dan tanya jawab.
e) Membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai menggunakan metode ini.