BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
13. Bagian Biaya Produksi dan Umum
3.6 Jenis-jenis Metode Upah Perangsang Yang Berkaitan Dengan Produktivitas
3.6.2 Metode Upah Perangsang Berdasarkan Waktu yang Dihemat
Seperti halnya rencana upah yang lain, Rencana upah perangsang ini berdasarkan pada jumlah waktu yang dapat dihemat tiap pekerja. Rencana upah ini bertujuan untuk menurunkan ongkos produksi dan menambah penghasilan pekerja. Beberapa metode tentang sistem upah perangsang berdasarkan waktu yang dihemat ini antara lain :
a. Sistem Upah perangsang Halsey (The Halsey Plan)
Rencana upah ini memungkinkan seseorang dibayar berupa jaminan upah per jam ditambah dengan upah yang diperoleh menurut waktu yang dihematnya. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap unit pekerjaan ditentukan berdasarkan pengalaman dan premi dihitung berdasarkan waktu yang dihemat karyawan. Jika seseorang karyawan dapat menghemat waktu beberapa jam, berarti ongkos untuk pekerjaan tersebut akan turun, sedangkan karyawan bisa memanfaatkan waktu sisanya sebagai tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan berikutnya, sehingga memberikan tambahan penghasilan baginya.
Sistem upah perangsang Halsey ini memberikan perangsang yang didasarkan pada jumlah waktu yang dihemat, dengan persentase premi 50 % dari
waktu yang di hemat. Alasannya adalah tidak adanya standar kerja yang tepat sekali.
Pola premi berdasarkan Halsey merupakan salah satu pola upah deviasi dari pola piece work. Pada pola ini bonus yang dihasilkan dari total waktu yang disisihkan dibagi untuk para pekerja dan perusahaan dengan perbandingan secara bervariasi antara 1/3 sampai ½ (yang umum adalah 50-50) . maka dari itu sering disebut sebagai Halsey 50-50 plan. Rumusnya adalah sebagai berikut :
1. Jika pekerja tidak berhasil mencapai standar E = Ta x R
2. Jika pekerja berhasil mencapai atau melebihi standar E = Ta . R +
Di mana :
E = Pendapatan atau upah dalam rupiah. Ta = Waktu aktual dalam jam.
Ts = Waktu standar dalam jam. R = Tarif dalam rupiah per jam. Keuntungan dari metode halsey adalah :
1. Rencana upah perangsang tersebut mudah untuk dimengerti dan dijelaskan kepada pekerja, sehingga karena kemudahannya para pekerja dapat dengan mudah menghitung sendiri upah yang mereka peroleh.
2. Majikan dan pekerja dapat berkompromi berdasarkan pada upah sebagai bukti yang membuat rencana tersebut diterima
3. Pekerja yang lebih baik menerima bonus dari hasil kerjanya yang efisien, sementara pekerja rata-rata menerima upah yang telah ditetapkan.
4. Dari hasil laporan produksi yang disusun, pihak manajemen dapat dengan mudah mendefenisikan level efisiensi dari setiap pekerja sebagai dasar untuk perbaikan.
5. Tidak ada standar kerja yang aktual Kekurangan dari metode ini adalah :
1. Metode ini tidak diterima oleh metode-metode lainnya karena metode inti juga diterapkan pada pekerja yang tidak berpengalaman, dengan alasan bahwa yang menjadi kunci utama standar waktu dan produktivitas yang maksimum.
2. Perihal pembagian merupakan kekurangan paling utama yakni bagi pekerja pada umumnya, bahwa mereka kecewa pada pihak perusahaan karena hasil yang mereka peroleh dibagi rata.
b. Sistem Upah Perangsang Bedaux (The Bedaux Plan)
Pola upah ini disebut Bedaux Plan yaitu dengan menggunakan faktor pembagi sebagai bonus bagi pekerja dari jumlah waktu yang dapat dihemat. Sebelumnya standar kerja dinyatakan dalam point yang telah ditetapkan dan besarnya bonus yang diberikan tergantung dari kebijaksanaan perusahaan. Pekerja yang tidak berhasil mencapai standar akan mendapatkan upah yang dijamin, sedangkan pekerja yang dapat melampaui standar akan mendapat premi 100%. Formula dari metode Bedaux adalah sebagai berikut :
1. Jika pekerja tidak berhasil mencapai standar : E = Ta x R
2. Jika pekerja berhasil mencapai atau melebihi standar : E= Ta. R+P.(Ts-Ta).R
Di mana :
E = Pendapatan atau upah dalam rupiah. Ta = Waktu aktual dalam jam.
Ts = Waktu standar dalam jam. R = Tarif rupiah dalam jam.
Keuntungan dari cara ini adalah sangat baik untuk pengendalian produksi dan dapat digunakan untuk mengetahui perbandingan kemajuan tiap bagian melalui jumlah faktor “B”. Selain itu karyawan dapat mengetahui besar penghasilannya dengan mengetahui nilai faktor “B” yang pekerjaan tulis menulis dan terlalu rumit dan sulit untuk dijelaskan pada para karyawan.
c. Sistem Upah Perangsang Rowan (The Rowan Plan)
Sistem upah perangsang Rowan menghitung suatu indeks efisiensi dengan membagi waktu yang dihemat dengan waktu standar. Kemudian presentase bonus yang diperoleh dikalikan dengan nilai dari waktu kerja.
Metode ini hampir sama dengan metode Halsey, di mana Rowan juga menetapkan standar tugas dari hasil kerja sebelumnya, hanya saja bonus yang ditetapkan sama dengan persentase waktu yang dihemat.
1. Jika pekerja tidak berhasil mencapai standar E= Ta x R
2. Jika pekerja berhasil mencapai atau melebihi standar E= Ta. R+
Di mana :
E = Pendapatan atau upah dalam rupiah. Ta = Waktu aktual dalam jam.
Ts = Waktu standar dalam jam. R = Tarif dalam rupiah per jam
Untuk lebih jelasnya keuntungan dan kerugian masing-masing metode yang dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut :
Tabel 3.1. Keuntungan dan Kerugian Metode Upah Perangsang
Jenis metode Metode Keuntungan Kerugian
Berdasarkan jumlah produksi
1. Upah Per potong Proporsional (Straight Piecework Plan)
2. Upah Per potong Taylor (TaylorDifferential Piece – Rate Plan)
3. Metode Menurut Tugas dan Bonus Gantt
4. Merrick
5. Efisiensi Dari Emerson
1. Sederhana dan mudah diterapkan pada pekerja, adil & biayanya dapat diterima pekerja, majikan mendapat keuntungan berupa hasil produksi
2. Penghasilan yang diterima pekerja lebih tinggi, ongkos satuan produk lebih murah, ongkos total lebih rendah karena produk yang tidak memenuhi syarat akan berkurang.
3. Sederhana, adil, mudah menghitung sendiri jumlah pendapatannya dan dapat diterapkan pada semua jenis pekerjaan yang dapat ditentukan standarnya dan upah perangsang yang diperoleh cukup tinggi 4. Memiliki nilai upah yang tinggi
yang dapat merubah perilaku pekerja pemula jadi pekerja rata- rata dan dari rata-rata menjadi berpengalaman.
5. Dapat digunakan untuk mengetahui kemajuan hasil kerja
1. Terjadi perubahan upah perangsang jika
tingkat upah berubah, tidak digunakan untuk proses yang saling ketergantungan, tidak ada batas maksimum
2. Standar yang ditentukan tinggi, tidak ada kesempatan bagi pemula, tidak ada jaminan bagi pekerja yang di bawah standar
3. Penentuan standar dapat memisahkan pekerja berpengalaman & tidak berpengalaman
4. Sulit dijelaskan, perhitungannya lebih sulit
dibanding metode gant & taylor
5. Sukar untuk menghitung sendiri upah yang diperoleh
Tabel 3.1. Keuntungan dan Kerugian Metode Upah Perangsang (Lanjutan)
Jenis metode Metode Keuntungan Kerugian
Berdasarkan waktu yang dihemat
1. Halsey (The Halsey Plan) 2. Bedaux (The Bedaux Plan) 3. Rowan(The Rowan Plan)
1.Mudah dimengerti dan dijelaskan kepada pekerja, pekerja dapat menghitung sendiri upah yang mereka peroleh, tidak ada standar yang aktual
2. Baik untuk pengendalian produksi, sebagai perbandingan kemajuan
1. Tidak diterima oleh metode lain ditinjau dari standar waktu & produktivitas, pembagian hasil yang
mengecewakan 2. Sulit & rumit untuk
dijelaskan pada pekerja
(Sumber:Brennan,Charles W, Wage Administration (Plans, Practises and Principles) Hal 240-262