• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk memberikan gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan objektif (Notoatmojo,2012).

4.2 Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling 4.2.1 Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoadmodjo,2012).Pada bulan Januari sampai April 2016 kunjungan rawat jalan terdapat sebanyak 3.653 orang penderita Skizofrenia.

4.2.2 Sampel

Sampel merupakan objek yang di teliti dan dianggap mewakili seluruh populasi(Notoadmodjo, 2012). Sampel dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia yang dirawat jalan di RS Jiwa Prof. Dr M. Ildrem Medan dengan kriteria inklusi sebagai berikut: 1) Usia 15-60 Tahun, 2.) Bisa berbahasa Indonesia, 3.) Bersedia ikut serta dalam penelitian, dan 4.) Memiliki nilai BPRS <40.

Rumus besar sampel sebagai berikut rumus Slovin:

n= 𝑁

1 + 𝑁(𝑑)2

n= Besar Sampel N= Besar Populasi

d= Derajat ketepatan yang digunakan ( 10%= 0,1) Perhitungan besar Sampel

n= 𝑁

1+𝑁(𝑑)2

n= 3.653

1+3.653 (0,1)2

n= 3.653

1+3.653 (0,01)

n= 3.653

1+36,53

n= 3.653

37,53

= 97,33 digenapkan 98 orang sampel 4.2.3 Teknik Sampling

Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik Accidental sampling, merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk pengambilan berdasarkan kebetulan, artinya siapapun orangnya yang bertemu dengan peneliti dapat dijadikan sebagai sampel dengan catatan bahwa peneliti melihat orang tersebut layak digunakan sebagai sumber, Sugiyono (2015), dan Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota yang ada didalam populasi untuk dijadikan sampel.

4.3 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini sudah dilakukan di Rumah Sakit Prof Dr M Ildrem Medan dengan pasien Skizofrenia yang dirawat jalan pada bulan Apri-Mei 2018. Rumah sakit ini di pilih sebagai tempat penelitian karena banyak pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit tersebut.

4.4 Pertimbangan etik

Penelitian ini sudah dilakukan dan peneliti sudah mendapatkan rekomendasi dari program studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera

Rumah Sakit Jiwa Medan. Setelah mendapatkan izin dari Rumah Sakit Jiwa Medan, peneliti melakukan pengumpulan data dengan memberikan lembar persetujuan(informed consent) kepada responden yang akan diteliti. Sebelum responden mengisi dan menandatangani lembar persetujuan, peneliti menjelaskan maksud, tujuan dan prosedur penelitian. Peneliti menanyakan kesedian responden untuk berpartisifasi dalam penelitian dengan menandatangani lembar persetuan tersebut.

Untuk menjaga kerahasian responden, peneliti tidak mencantumkan nama lengkap tetapi hanya mencantumkan inisial nama responden atau hanya kode di lembar kuesioner. Kerahasian responden dijamin oleh peneliti dan hanya kelompok data tertentu saja yang akan dilaporkan sebagai hasil penelitian.

Perinsip etik yang di penuhi adalah sebagai berikut( Potter & Perry, 2010):

(1) Autonomy, komitmen terhadap responden dalam mengambil keputusan tentang penelitian. Persetujuan yang di baca dan ditanda tangani responden sebelum sebelum penelitian menggambarkan penghargaan terhadap otonomi. Persetujuan yang ditandatangani merupakan jaminan bahwa peneliti telah mendapatkan persetujuan dari responden sebelum penelitian dilakukan; (2) Beneficence, melakukan niat baik; peneliti ini merupakan kegiatan positif untuk membantu responden; (3) Nonmaleficence, tidak mencederai orang lain; penelitian ini tidak berbahaya sehingga tidak akan mencederai responden; (4) Fidelity, kesetian;

persetujuan untuk menepati janji; (5) Justice, prinsip ini merujuk kepada keadilan,;

dalam melakukan penelitian, peneliti melakukanya dengan cara yang sama kepada responden.

4.5 Instrumen penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner yang digunakan dibuat oleh peneliti sendiri yang merupakan kuesioner perawatan diri berdasarkan teori. Kuesioner dalam penelitian ini ada tiga, yaitu: kuesioner pertama yakni alat skrining untuk menseleksi sampel penelitian dengan menggunakan Brief PsychiatricRating Scale (BPRS) dimana nilai BPRS harus dibawah dari <40 untuk dijadikan responden dan melakukan wawancara langsung kepada calon responden, kuesioner skor BPRS diadopsi dari Overall dan Gorham (1962) dalam bahasa Inggris kemudian dibantu oleh ibu Roxsana Devi Tumanggor untuk menerjemahkan kedalam bahasa Indonesia, bentuk instrumen ini adalah dalam bentuk skala penilaian psikiatrik yang terdiri dari 18 item yang terdiri dari keparahan simptom positif dan simptom negatif pada pasien gangguan psikotik, termasuk gangguan berfikir, emotional withdrawel, retardasi, ansietas dan depresi, sifat permusuhan dan kecurigaan, dengan menggunakan skala likert (0) tidak dinilai, (1) tidak ada, (2) sangat ringan, (3) ringan, (4) sedang, (5) agak berat, (6) berat, (7) sangat berat. Hasil penelitian terhadap keseluruhan responden di ukur dengan skala ordinal. Setelah seleksi pasien, maka sampel kemudian diberikan instrumen kedua dan ketiga yakni kuesioner Data Demografi (KDD) dan kuesioner Perawatan Diri (KPD). Kuesioner data demografi digunakan untuk mengkaji data demografi responden yang meliputi nama (inisial), umur, jenis kelamin, pendidikan dan agama. Kuesioner persepsi pasien Skizofrenia tentang Perawatan Diri meliputi Perawatan Diri mandi, berpakaian, makan, dan toileting.

Kuesioner ini digunakan untuk melihat persepsi pasien Skizofrenia tentang perawatan diri. Kuesioner ini terdiri dari 24 pernyataan negatif dan positifyang dibagi menjadi mandi (1-6), berpakaian (7-12), makan (13-20), toileting (21-24).Kuesioner ini berpedoman pada Skala Likert dengan pilihan jawaban yang tersedia di kuesioner yaitu:Sangat tidak setuju diberi (skor 4), Tidak setuju diberi (skor 3), Setuju diberi (skor 2), dan Sangat setuju diberi (skor 1). Hasil dari jawaban kuesioner ini akan di kelompokkan menjadi persepsi pasien Skizofrenia tentang perawatan diri seperti:

Berdasarkan rumus statistik p = π‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘›π‘”

π‘π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜ π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘ 

Maka dapat dikategorikan tingkat persepsi sebagai berikut:

Skor 16-24, dikategorikan sebagai persepsi mandi yang baik Skor 6-15, dikategorikan sebagai persepsi mandi yang buruk Skor 16-24, dikategorikan sebagai persepsi berpakaian yang baik Skor 6-15, dikategorikan sebagai persepsi berpakaian yang buruk Skor 21-32, dikategorikan sebagai persepsi makan yang baik Skor 8-20, dikategorikan sebagai persepsi makan yang buruk Skor 11-16, dikategorikan sebagai persepsi toileting yang baik Skor 4-10, dikategorikan sebagai persepsi toileting yang buruk

4.6 Validitas dan Reliabilitas Instrumen 4.6.1 Validitas

Suatu ukuran yang menunjukkan suatu instrumen benar-benar dapat dijadikan alat untuk mengukur apa yang akan diukur dan instrumen dianggap valid (Setiadi, 2007). Uji validitas pada penelitian ini sudah dilakukan oleh peneliti menggunakan metode validitas isi yaitu dengan menguji instrumen yang mengacu pada isi dan telah di validitaskan oleh ibu Sri Eka Wahyuni, S.kep., Ns., M.kep, selaku dosen keperawatan jiwa di Departemen Komunitas Jiwa Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Menurut Polit & Beck (2012) suatu alat ukur dianggap valid jika content validity index (CVI) >0,6.

4.6.2 Reliabilitas Instrumen

Setelah dilakukan uji validitas kemudian dilanjutkan dengan uji reliabilitas.

Uji reliabilitas ialah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukuran dapat dipercaya dan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan dua kali atau lebih dengan menggunakan alat ukur yang sama (Notoatmodjo, 2010).

Instrumen penelitian ini berbentuk kuesioner perawatan diri dan lembar wawancara BPRS. Uji reliabilitas dilakukan untuk menguji konsisten responden dalam merespon instrumen. Dalam penelitian ini sudah dilakukan uji reliabilitas pada 30orang responden yang berbeda dari responden penelitian dengan karakteristik yang sama. Uji reliabilitas ini dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr M Ildrem Medan. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan internal consistency yaitu melakukan uji coba satu kali saja, kemudian hasil yang diperoleh dengan teknik tertentu. Uji reliabilitas sudah dilakukan menggunakan program

komputerisasi yaitu analisis cronbach alpha jika nilai apha >0.7 artinya reliabilitas mencukupi(sufficientreliability) sementara jika nilai alpha > 0.80 ini mensugestikan seluruh item reliabel dan seluruh tes secara konsisten memiliki reliabilitas yang kuat. Hasil uji reliabilitas diperoleh 0,802 sehingga dapat disimpulkan kuesioner dalam penelitian ini sudah reliabel.

4.7 Pengumpulan Data

Pengumpulan data sudah dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr M Ildrem Medan selama bulan April-Mei 2018. Proses-proses dalam pengumpulan data dalam penelitian ini melalui beberpa tahap. Pengumpulan data dilakukn setelah peneliti menerima surat izin pelaksanaan penelitian dari institusi pendidikan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara dan surat izin dari lokasi penelitian. Selanjutnya menentukan responden sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, cara pengambilan sampel dilakukan dengan menskrining pasien terlebih dahulu untuk kemungkinan pasien yang akan di jadikan sebagai responden dengan menggunakan BPRS,dalam menilai skor BPRSini dilakukan pemeriksaan menggunakan lembar wawancara langsung kepada penderita saat penderita atau responden sedang dilakukan penilaian skor BPRS, responden dapat dijadikan sampel jika nilai BPRS <40. Setelah didapat pasien untuk menjadi responden maka peneliti menjelaskan waktu, tujuan, manfaat,dan prosedur pelaksanaan penelitian kepada calon responden dan yang bersedia berpartisipasi diminta untuk menandatangani surat persetujuan sebagai responden/informed consent. Responden diminta mengisi kuesioner yang diberikan oleh peneliti.

Selama pengisian kuesioner responden diberi kesempatan untuk bertanya pada

peneliti bila ada pertanyaan yang tidak dipahami. Selanjutnya data yang diperoleh dikumpulkan untuk dianalisa.

4.8 Analisa Data

Setelah data semua terkumpul, maka dilakukan pengolahan data melalui beberapa tahapan. Tahapan pertamaediting, yaitu mengecek nomor responden, kelengkapan (semua pertanyaan sudah terisi) sesuai petunjuk. Tahap kedua coding yaitu melakukan peng”kodean” yaitu memberi kode atau angka tertentu pada kuesioner untuk mempermudah peneliti saat memasukkan data (data entry). Tahap yang ketiga processing, yaitu memasukkan jawaban-jawaban dari masing-masing responden yang sudah diberi kode kedalam program atau software komputer. Tahap keempat adalah cleaning, yaitu mengecek kembali untuk melihat kemungkinan-kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan kode, ketidaklengkapan, dan sebagainya, kemudian dilakukan pembetulan atau koreksi (Notoatmodjo, 2010).

Analisa data yang digunakan untuk instrument penelitian adalah analisis univariat yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan setiap variabel penelitian.

Hasil analisa data penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase.

29

BAB V

Dokumen terkait