Waktu dan lokasi penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan tanggal 23 Maret 2012 yang berlokasi di perairan Teluk Ambon Bagian Dalam (TAD), Pulau Ambon, Propinsi Maluku. Perairan ini memiliki kedalaman berkisar antara 3 – 30 m dan diduga memiliki struktur komunitas organisme plankton yang berbeda-beda pada beberapa strata kedalaman. Pengambilan data pada satu titik pencuplikan dan perekaman yang menjadi fokus kajian pada penelitian ini. Gambar 3 menunjukkan peta lokasi penelitian.
Gambar 3 Lokasi penelitian
Pengolahan data akustik dilakukan di Laboratorium Akustik dan Instrumentasi Kelautan, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK – IPB Bogor. Pengolahan data Osenaografi dan plankton di lakukan di Unit Pelaksana
16
Teknis Balai Konservasi Biota Laut Lembaga Ilmu Pengatahuan Indonesia di Ambon.
Perangkat dan peralatan penelitian Instrumen BIOSONIC DT-X scientific echosounder system
Pengambilan data akustik menggunakan perangkat BIOSONIC DT-X
scientific echosounder system. Transducer split beam dioperasikan dengan menggunakan frekuensi 200 kHz, transmitted power dapat dipilih pengguna pada rentang 100-1000 watt, kecepatan suara sebesar 1546,35 m/dtk dan dengan nilai
transmitted pulse length 0,1 – 1,0 mdtk (dapat dipilih pengguna). Selain itu, digunakan laptop untuk merekam data secara real time dan juga GPS (Global Positioning System) untuk mengetahui posisi lintang (latitude) dan bujur (longitude). Spesifikasi BIOSONIC DT-Xdapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1 Spesifikasi BIOSONIC DT-X Series scientific echosounder system
Spesifikasi Operation setting
Operating frequency 206 kHz
Transmission power 1,000 Wrms, standard dan 100 Wrms, low power
Maximum ping rate 30 pps (depending on operational mode, range, and target threshold)
Data collection range 0 to 1000 m
Noise Floor -140 dB
Pulse duration 0.1 – 1.0 ms, user selectable
Pulse Repetition Rates 0.01 - 30 pulses/second
Echo level threshold User Selectable
Transducer Sidelobes To -35 dB
Transmit power 1000 Wrms (stand) & 100 Wrms (power rendah)
Receiver instantenous dynamic range 160 dB
Sumber: Biosonic Guide, 2006
Kapal
Survei pengambilan data akustik dilakukan dengan menggunakan kapal nelayan setempat. Penempatan komponen BIOSONIC DT-X Sistem (Laptop dan GPT) harus berada pada tempat yang aman dan mudah dioperasikan. Penempatan posisi transducer harus masuk ke dalam air, sehingga transducer diletakkan di sisi luar kapal tepatnya pada bagian kiri kapal dengan kedalaman transducer 0,5 m.
Transducer diletakkan di sebelah kiri karena perputaran baling-baling kapal berlawanan dengan arah jarum jam. Hal ini dilakukan karena noise yang ditimbulkan oleh baling-baling lebih besar pada satu sisi kapal daripada sisi yang lain. Dalam hal ini, sisi kanan kapal memiliki noise yang besar karena baling-baling kapal berputar ke arah kiri. Namun pada saat pengambilan data akustik, lokasi pengambilan data hanya difokuskan pada posisi yang stasioner sehingga mesin kapal dimatikan untuk mengurangi noise yang mungkin saja ditimbulkan oleh baling-baling kapal.
17
Tabel 2 Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian akustik plankton
Alat dan bahan Jenis Kegunaan
Split beam echosounder BIOSONIC DT-X Pengambilan data akustik
Notebook/Laptop Hp Compac Pemrosesan dan penyimpanan
data akustik
Van dorn water sampler Volume 2,5 liter Pengambilan contoh Plankton
Botol Plastik Volume 250 ml Penyimpan contoh plankton
Pipet Tetes Kaca Memasukan pengawet
plankton di lapangan
Mikroskop Binokuler Nikon SMZ 645
(Zooplankton) Nikon Eclipse 50i
(Fitoplankton)
Membantu proses identifikasi plankton
Sedwick counting cell Mengamati fitoplankton
Talam bolgorof Mengamati zooplankton
Gelas Ukur Kaca Digunakan untuk
menghomogenkan larutan
plankton
Formalin 4% Pengenceran Bahan pengawet sampel
plankton Conductivity,
Temperatur Depth
Untuk pengambilan parameter Fisik perairan
Kapal/Wahana Apung Motor Tempel Wahana apung dan tempat
pemasangan alat survei akustik
Alat pengambilan contoh plankton
Pengambilan contoh plankton dilakukan pada tiap stasiun pengamatan yang memiliki data akustik. Proses pengambilan sampel plankton menggunakan botol van dorn bervolume 5 liter dan menggunakan saringan dengan ukuran mesh size sebesar 300
μm untuk menyaring contoh plankton, botol plastik volume untuk menempatkan contoh plankton, pipet tetes, mikroskop untuk identifikasi jenis plankton serta buku pedoman identifikasi.
Pengambilan data akustik
Pengambilan data akustik dilakukan dengan menggunakan instrumen split beam echosounder BIOSONIC DT-X, dimana prinsip kerja instrumen ini adalah pemancaran gelombang suara melalui transmitting transducer secara vertikal ke kolom dan dasar perairan. Gelombang suara yang dikirim ke kolom perairan akan dipantulkan lagi dan diterima oleh receiver transducer. Instrumen ini dilengkapi dengan frekuensi 206 kHz.
Instrumen split beam echosounder Biosonic DT-X dioperasikan pada stasiun pengamatan (stasioner). Kondisi kapal dalam keadaan diam dan tetap pada posisi yang telah ditentukan sehingga proses perekaman data diharapakan berasal dari kolom perairan. Perekaman dilakukan selama 1 x 24 jam. Selama perekaman
18 Sea bed Plankton/ikan Transducer Laptop Biosonic DTX GPS GPT
dilakukan pula pengambilan contoh dan parameter fisik perairan secara insitu. Diagram alir pengambilan data akustik dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4 Diagram alir pengambilan data akustik
Pengambilan Contoh dan Identifikasi Plankton
Pengambilan contoh plankton dilakukan pada 1 (satu) titik pengamatan secara verikal. Contoh plankton diambil dengan menggunakan plankton net selama 1 x 24 jam dengan selang waktu 3 jam. Botol Van Dorn ditarik perlahan-lahan secara vertikal ke permukaan perairan dengan pencuplikan untuk stratifikasi kedalaman 5 meter disesuaikan dengan kedalaman lokasi penelitian. Pekerjaan ini diulang 2 kali. Contoh plankton kemudian di saring dengan saringan bermata jaring 0,11 mikron untuk fitoplankton dan 0,33 mili mikron untuk zooplankton. Contoh plankton yang tersaring kemudian dimasukkan ke dalam botol contoh dan diawetkan dengan menambahkan beberapa tetes larutan formalin 4%.
Plankton yang telah diawetkan dianalisis di bawah mikroskop binokuler yang meliputi identifikasi, kepadatan dan komposisi plankton yang dinyatakan dalam satuan ind/m3 untuk zooplankton dan sel/m3 untuk fitoplankton. Identifikasi genus plankton dilakukan dengan menggunakan buku identifikasi Yamaji (1976), Hutabarat, Evans (1988) dan Tomas (1997).
Selama pengambilan sampel plankton juga dilakukan pengambilan parameter perairan lainnya seperti temperatur, salinitas, densitas, dan konduktivitas dengan menggunakan instrumen CTD. Dilakukan pula pencatatan waktu pengambilan sampel plankton dan parameter fisik-kimia perairan.
19
Analisis data Analisis Plankton Kelimpahan Plankton
Kelimpahan plankton dinyatakan dalam individu/m3 untuk zooplankton dan sel/m3 untuk fitoplankton. Rumus yang digunakan dalam penghitungan kelimpahan zooplankton adalah sebagai berikut (Wickstead, 1965):
(1)
dimana: D = jumlah individu plankton per satuan volume (ind/m3)
q = jumlah individu dalam subsampel (ml)
f = fraksi yang diambil (vol. subsampel per vol. sampel) (ml)
v = volume air tersaring (liter) Sedangkan untuk fitoplankton yaitu :
.. (2)
dimana : N = Jumlah Kepadatan Fitoplankton (sel/m3)
n = Jumlah Fitoplankton dalam subcontoh yang dicacah (sel)
Vt = Volume Botol sampel (ml).
Vsrc = Volume subcontoh cuplikan (ml)
Asrc = Luas penutup sedgwich rafter sel (mm2)
Ap = Luas suatu lapang pandang sedgwich rafter sel (mm2)
Va = Volume air (ml)
Keanekaragaman, Keseragaman dan Dominansi
Keanakaragaman, keseragaman dan dominansi dapat ditentukan berdasarkan besarnya nilai indeks yang ada. Indeks keanakaragaman, keseragaman dan dominansi dihitung dengan menggunakan persamaan Shannon - Weanner.