Jenis penelitian yang dipergunakan adalah penelitian diskriptif.Penelitian diskriptif adalah suatu metode dalam menelitistatus kelompok manusia, yang sedang terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk memberikangambaranyang lebih rinci mengenai suatu gejala atau fenomena. Tujuan dasar penelitian diskriptif ini adalah membuat diskripsi gambaran atau lukisansecara sistematis, faktual danakurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomenayang diteliti.
40
Josep Riwo Kaho. 1991. Prospek Otonomi Daerah di Negara RI (Identifikasi Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Penyelenggaraan). Jakarta: CV. Rajawali.hal. 72.
41
Lokasi penelitian dilakukan di lembaga DPRD Kabupaten Gayo Lues.
7.3. Teknik pengambilan sampel
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposif yaitu terdapatnya kriteria-kriteria yang perlu dilakukan ataupun dibuat batasan-batasan berdasarkantujuan-tujuan tertentu sehingga sesuai dengan sumber daya yang tersedia namun tetap mencapaijumlah sampel yang ditetapkan.
7.4. Sumber Data
Dalam mengumpulkan data dan informasi yang akan diteliti , peneliti mengumpulkan data melalui, yaitu:
a. Data primer, yaitu data yang didasarkan pada peninjauan langsung ke lokasi penelitian dengan objek yang akan ditelitiuntuk memperoleh data-data. Studi lapangan yang dilakukan adalah dengan datang langsung ke lokasi yang dijadikan sebagai objek penelitiandengan cara wawancara secara mendalam kepada tokoh yang dianggap perlu untuk dimintai keterangan.
b. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh tidak langsung dari sumbernya, melalui dokumen-dokumen atau catatan tertulis. Data yang tertulis yang bersumber pada dokumen, sehingga disebut sebagai data dokumenter, yaitu data atau gambaran tentang lokasi penelitian, yang meliputi : keadaan geografis, demografi, ekonomi dan sosial budaya serta keadaan Tata Pemerintahan Daerah DPRD baik yang berupa data statis maupun yang bersifat dinamis.
7.5.Teknik Pengumpulan Data 1. Wawancara secara mendalam
Wawancara akan ditujukan kepadaketua DPRD, ketua Komisi DPRD, Anggota dan Sekretaris DPRD yang dipilih secara random, dengan tujuan semua anggota berpeluang menjadi informan, untuk memperoleh data yang
lebih baik maka peneliti juga melakukan wawancara kepada pihak-pihak yang terkait misalnya birokrat ataupun kepada tokoh dan LSM masyarakat.
2. Dokumentasi dilakukan peneliti untuk memperoleh data sekunder, dokumen-dokumen yang terkait pada instansi , pemerintah dan lembaga DPRD itu sendiri.
7.6. Teknik Analisa Data
Untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan yang ada agar sesuai dengan tujuan penelitian, maka metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif, penelitian ini ingin mendeskripsikan ataupun menggambarkan objek yang diamati berdasarkan fakta yang ada di lapangan setelah dilakukan penelitian. Dalam penelitian deskriptif kualitatif ini maka peneliti menggunakan metode wawancara sebagai data primer dan dokumentasi sebagai data sekundernya yang diuraikan dan dijelaskan sehingga pada akhirnya akan menjelaskan permasalahan yang akan diteliti. Adapun yang menjadi teknik analisa data dalam penelitian ini dimulai dari proses pengumpulan data dan kemudian dianalisis dengan variabel-variabel pada kerangka teori. Permasalahan dalam penelitian ini akan terjawab setelah data dan informasi telah terkumpul dari nara sumber dan sumber-sumber yang terkait dan kemudian dianalisis oleh peniliti.
7.7. Definisi Konsep
1. Definisi Konsep Dependent Variabel :
Kinerja DPRD dari hasil kerja yang dicapai oleh lembaga DPRD sesuai dengan fungsi dan tugasnya dengan mengindahkan Akuntabilitas, Responsibilitas dan Efektifitas yang dapat digunakan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
2.Definisi Konsep Independen Variabel :
a. Kelembagaan ( organisasi ) adalah sebagai wadah kerjasama atau suatu sistem atau kegiatan sekelompok orang untuk menjalankan tugas dan fungsi masing-masing guna mencapai tujuan organisasi.
b. Sumber daya manusia adalah semua potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing anggota legislatif dalam lembaga DPRD c. Informasi adalah segala sesuatu baik berupa angka, tulisan, gambar dan
lain-lain apapun bentuknya yang disampaikan oleh seseorang atau oleh lembaga/badan/organisasi yang dapat memberikan manfaat bagi pengambilan suatu keputusan.
7.8. Definisi Operasional
Definisi operasional sering dijelaskan sebagai suatu spesifikasi kegiatan peneliti dalam mengukur variabel. Definisi operasional dari masing-masing variabel penelitian ini adalah:
1. Kinerja DPRD (Dependent Variabel), akan diukur dengan indikator: a. Akuntabilitas dengan tolak ukur:
Apakah dari pelaksanaan kegiatan DPRD dan kebijakannya telah sesuai dengan fungsi dan wewenangnya konsisten dengan kehendak masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
b. Responsibilitas dengan tolak ukur:
Seberapa jauh anggota DPRD tanggap dan bisa memahami kondisi yang berkembang dan apa yang menjadi prioritas untuk ditangani sesuai dengan aspirasi masyarakat.
c. Efektifitas dengan tolak ukur:
Apakah tujuan, rencana dan program dari lembaga DPRD sebagai penyambung aspirasi masyarakat dapat melaksanakan fungsinya serta memberikan pelayanan dari amanat yang diembannya.
2. Kelembagaan (Organisasi), Sumber Daya Manusia dan Informasi (Independent Variabel) dengan masing-masing operasional variabel adalah: a. Kelembagaan (Organisasi), diukur dengan indikator:
Pengaruh sarana dan prasarana yang dimiliki anggota DPRD dalam lembaga legislatif daerah terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang diembannya sebagai wakil rakyat.
2) Anggaran dan Pembiayaan
Pengaruh anggaran dan pembiayaan yang dimiliki anggota DPRD dalam lembaga legislatif daerah untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi yang diembannya sebagai wakil rakyat.
b. Sumber Daya Manusia, diukur dengan indikator:
1) Latar belakang pendidikan
Pengaruh latar belakang pendidikan formal ataupun nonformal yang dilaksanakan oleh anggota dewan terhadap kompetensi anggota DPRD dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya.
2) Pengalaman dibidang organisasi, politik dan pemerintahan.
Pengaruh tingkat pendidikan informal yang dimiliki anggota dewan terhadap kompetensi anggota DPRD yang berhubungan erat dengan dunia politik praktis berdasarkan pada masa kerja dan pengalamannya terhadap pelaksanaan tugas dan fungsinya.
c. Informasi, diukur dengan indikator: 1) Sumber Informasi yang digunakan
Tersedianya sumber informasi media yang diperlukan anggota DPRD dalam menunjang pelaksanaan fungsi DPRD.
2) Keterbukaan menerima dan menyampaikan informasi
Mengenai informasi yang dimiliki oleh anggota DPRD memiliki kualitas dan dapat dipergunakan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan fungsinya.