• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode penelitian adalah cara kerja yang sistematis yang dipakai untuk memahami sesuatu subjek dan objek penelitian, sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Metode penelitian diperlakukan agar penelitian mengetahui dengan cara apa dan bagaiman data yang diperlukan dapat dikumpulkan sehingga hasil dari penelitian dapat menyajikan informasi yang valid dan reliabel (Bungin, 2003: 420).

Metodologi yang digunakan dalam penelitian proses komunikasi lintas budaya mantan Au pair Indonesia dengan keluarga angkat selama berada di Jerman adalah metodologi penelitian deskriptif kualitatif. Metode ini bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, meringkas berbagai kondisi, situasi atau berbagai fenomena realitas sosial yang ada di masyarakat yang menjadi objek penelitian dan berupaya menarik realitas sosial tersebut ke permukaan sebagai suatu ciri, karakter, sifat, model, tanda atau gambaran tentang kondisi, situasi ataupun fenomena tertentu (Bungin, 2010: 68). Berbagai macam karakteristik dari penelitian kualitatif dalam Moleong (2009:14), antara lain:

a. Berlatar alamiah

b. Manusia sebagai alat (instrument) c. Metode kualitatif

d. Analisis data secara induktif

e. Teori dari dasar (grounded theory) f. Deskriptif

g. Lebih mementingkan proses daripada hasil h. Adanya batas yang ditentukan oleh fokus i. Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data j. Desain yang bersifat sementara

k. Hasil penelitian dirundingkan

3.2.Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah oknum yang memiliki kriteria yang memenuhi ukuran yang dibutuhkan dan sesuai dengan penelitian. Subjek penelitian ini adalah

35

adalah mantan Au pair Indonesia yang menjadi informan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik snowball sampling. Kriteria dalam pemilihan subjek penelitian ini adalah mantan Au pair Indonesia yang telah menyelesaikan kontrak selama satu tahun sebagai Au pair di Jerman dengan masa kerja dari Januari 2013 hingga November 2015.

3.3. Objek Penelitian

Adapun objek penelitian ini adalah proses komunikasi lintas budaya mantan Au pair Indonesia dengan keluarga angkat selama berada di Jerman.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data kualitatif menggunakan metode pengamatan yang umumnya digunakan dari tradisi kualitatif seperti wawancara, observasi dan diskusi (Bungin, 2008: 115).

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Wawancara Mendalam (In Depth Interview)

Wawancara mendalam secara umum adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan. Materi wawancara adalah tema yang ditanyakan kepada informan, berkisar antara masalah atau tujuan penelitian. Metode wawancara mendalam adalah sama seperti metode wawancara lainnya, hanya peran pewawancara, tujuan wawancara, peran informan dan cara melakukan wawancara yang berbeda dengan wawancara pada umumnya. Wawancara ini dilakukan berkali-kali dan membutuhkan waktu yang lama bersama informan di lokasi penelitian, hal di mana kondisi ini tidak pernah terjadi pada wawancara pada umumnya (Bungin, 2008:108).

Kegiatan wawancara mendalam juga tidak dinilai dari skala waktu, dikarenakan kedalaman data hingga menghasilkan data jenuh tidak ditentukan oleh lama atau tidaknya wawancara, akan tetapi bagaimana upaya peneliti menghasilkan data dari setiap proses wawancara mendalam. Wawancara

36

melainkan sesuai dengan keadaan informan di lapangan. Dalam metode ini peneliti juga menggunakan berbagai macam strategi untuk menghimpun data yang diperlukan seperti catatan kecil, alat rekam audio dan video, media online seperti

skype atau video call, serta foto dokumentasi.

Pedoman wawancara yang telah disusun oleh peneliti berkisar tentang identitas pribadi subjek penelitian, wawancara mengenai motivasi dan tujuan menjadi Au pair di Jerman, deksripsi pekerjaan sebagai Au pair dan proses komunikasi dengan keluarga angkat, hambatan dan upaya yang dialami dan ditempuh selama menjadi au pair, mengetahui sampai sejauh mana pertukaran budaya yang telah diperoleh, mengetahui dalam tahap mana gegar budaya yang dialami oleh mantan Au pair dan keuntungan apa yang diperoleh mantan Au pair setelah menyelesaikan masa kontrak Au pair nya.

2. Dokumentasi

Penggunaan data dokumentasi dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan data tentang berbagai hal yang berhubungan dengan penelitian. Dokumentasi merupakan data sekunder berupa bukti fisik yang mendukung penelitian ini, dokumentasi dalam penelitian ini adalah berupa foto dari mantan Au pair bersama keluarga angkatnya selama menjadi Au pair di Jerman, kegiatan atau aktivitas yang dilakukan mantan Au pair dan lain-lain.

3. Kepustakaan

Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data melalui literatur. Data yang diperoleh melalui tinjauan pustaka dengan mempelajari buku-buku, jurnal dan sebagainya yang dianggap mempunyai relevansi dengan fokus masalah yang mendukung penelitian. Sebelumnya belum ada penelitian tentang Au pair Indonesia dalam perspektif komunikasi di Jerman, tetapi peneliti menemukan beberapa hasil penelitian yang dianggap memiliki substansi yang memiliki kemiripan dengan permasalahan yang dirumuskan peneliti tetapi berbeda dalam pengkajian masalahnya. Beberapa karya ilmiah tersebut ialah:

37

1. Penelitian Ulla Riikonen, yang berjudul “The Cultural Adaptation of Finnish Au pairs in England” dari Universitas Jyvaskila di Finlandia sebagai penelitian untuk A Pro Gradu Thesis pada tahun 2002. Persamaannya adalah subjek dari penelitian, yaitu: au pair, objek penelitian, yaitu: komunikasi dan gegar budaya. Perbedaanya, subjek penelitian Ulla merupakan Au pair yang berasal dari Finlandia dan masih menjalani atau bekerja sebagai Au pair di Inggris. Sedangkan penelitian ini meneliti tentang mantan Au pair Indonesia di Jerman, di mana Jerman dan Inggris memiliki peraturan yang berbeda mengenai au pair.

2. Penelitian Erliza Lopez Pedersen, yang berjudul “Mediated and non-mediated

Communication Practices of Filipino Au pairs in Denmark” yang dimuat dalam

Glocal Times no.19 pada bulan September 2013. Persamaannya adalah subjek penelitian, yaitu: au pair, objek penelitian, yaitu: proses komunikasi antara Au

pair dengan keluarga angkat. Perbedaanya adalah penelitian Erliza berfokus

kepada enam wanita asal Filipina yang memutuskan untuk menjadi Au pair di Denmark di mana ada beberapa responden yang masih menjalani atau bekerja sebagai Au pair di keluarga angkat di Denmark, sementara penelitian ini berfokus kepada responden yang sudah menyelesaikan masa Au pair nya di Jerman, penelitian Erliza juga lebih menggali tentang motif dari Au pair asal Filipina untuk memutuskan sebagai Au pair apakah untuk ajang pertukaran budaya ataukah untuk menjadi buruh atau pekerja rumah tangga lokal.

3.5Keabsahan Data

Penelitian kualitatif menghadapi persoalan penting mengenai pengujian keabsahan hasil penelitian. Banyak hasil penelitian kualitatif diragukan kebenarannya karena beberapa hal: (1) Subjektivitas peneliti merupakan hal yang dominan dalam penelitian kualitatif, (2) Alat penelitian yang diandalkan adalah wawancara dan observasi mengandung banyak kelemahan ketika dilakukan secara terbuka dan apalagi tanpa kontrol, (3) Sumber data yang kurang kredible akan mempengaruhi hasil akurasi penelitian (Bungin, 2008: 253-254). Untuk mengatasi masalah ini peneliti melakukan pengujian keabsahan data dengan metode

38

3.6Teknik Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian sosial yang menggunakan format deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggambarkan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi atau berbagai fenomena realtias sosial yang ada di masyarakat yang menjadi objek penelitian dan berupaya menarik realitas itu ke permukaan sebagai suatu ciri, karakter, sifat, model, tanda atau gambaran tentang kondisi, situasi ataupun fenomena tertentu (Bungin, 2008: 68). Dengan teknik analisis data model Miles & Huberman peneliti menganalisis data dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Melakukan reduksi data

Mereduksi artinya ialah merangkum, memilih hal yang pokok, memfokuskan hal yang penting untuk penelitian. Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya banyak sehingga diperlukan analisis data melalui reduksi data, dengan demikian akan terlihat jelas gambaran dari penelitian yang bertujuan untuk mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya jika diperlukan.

2. Penyajian data

Data yang didapatkan dari pengamatan dan metode lainnya akan disajikan berupa teks naratif, grafik, chart (grafik) dan lain sebagainya.

3. Penarikan kesimpulan

Kesimpulan yang didapat harus didukung dari data yang valid dan konsisten yang berasal dari penelitian di lapangan. Kegiatan analisis data ini akan dimulai dengan pengumpulan data dan dilanjutkan dengan menelaah data yang terkumpul baik primer ataupun sekunder. Hasil data yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data kemudian akan disusun membentuk laporan sistematis. Hasil penelitian kemudian diajikan dalam pembahasan yang didukung dengan teori dan

kemudian akan dianalisis untuk mengetahui “Bagaimanakah proses komunikasi

lintas budaya mantan Au pair Indonesia dengan keluarga angkat selama berada di

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN