Penelitian ini memiliki tujuan metodologis yaitu deskriptif. Penelitian
deskriptif adalah suatu cara yang digunakan untuk memecahkan masalah yang ada
berdasarkan fakta dan data-data yang ada. penelitian ini untuk memberikan
gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena.36
34
Scott, JC. 1994. Moral Ekonomi Petani: Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara. Jakarta [ID]: LP3ES. Hal. 239
35
Ibid. hal 92
36
Bambang Prasetyo dkk, “Metode Penelitian Kuantitatif : teori dan aplikasi”, Jakarta, Raja Grafindo persada, 2005. Hal. 42
Tujuan dasar penelitian ini adalah membuat deskripsi, gambaran atau lukisan
secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta
hubungan antara fenomena yang diselidiki. Metode penelitian ini tidak sampai
mempersoalkan jalinan hubungan antara variabel yang ada, tidak dimaksudkan
untuk menarik generalisasi yang menjelaskan variabel-variabel yang
menyebabkan suatu gejala atau kenyataan sosial. Sebab pada metode deskriptif
tidak menggunakan atau tidak melakukan pengujian hipotesa seperti yang
dilakukan pada metode eksplanatif berarti tidak dimaksudkan untuk membangun
dan mengembangkan perbendaharaan teori.37 Metode penelitian yang digunakan
untuk menjawab penelitian adalah metode penelitian deskriptif. Menurut Hadari
Nawawi, metode penelitian deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan
masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek
atau objek penelitian seseorang, lembaga, maupun masyarakat pada saat sekarang
berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya.38
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis
penelitian kualitatif. Dimana menurut peneliti penelitian ini termasuk kedalam Pada penelitian kali ini penulis akan melakukan penggambaran proses
kebijakan relokasi yang ada di Desa Lingga kabupaten karo tahun 2016.
G.2. Jenis Penelitian
37
Sanafiah Faisal, “Format Penelitian Sosial Dasar-Dasar Aplikasi”. Jakarta, Raja Grafindo Persada, 1995. Hal. 20
38
jenis penelitian yang tidak menggunakan angka atau nomor untuk mengolah data
yang diperlukan. Data terdiri dari kutipan-kutipan orang dan deskripsi keadaan,
kejadian, intraksi, dan kegiatan. Dengan menggunakan jenis data ini,
memungkinkan peneliti mendekati dan sehingga mampu mengembangkan
komponen-komponen keterangan yang analitis, konseptual dan kategoris dari data
itu sendiri.
Studi ini pada dasarnya bertumpu pada penelitian kualitatif. Aplikasi
penelitian kualitatif ini adalah konsekuensi metodologis dari penggunaan metode
deskriptif. Bogdan dan Taylor mengungkapkan bahwa “metodologi kualitatif”
sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata
tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Penelitian kualitatif
dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan atau proses penjaringan informasi dari
kondisi sewajarnya dalam kehidupan suatu objek, dihubungkan dengan
pemecahan masalah, baik dari sudut pandang teoritis maupun praktis.
Pengertian diatas jelaslah bahwa penelitian kualitatif bersifat induktif,
karena tidak dimulai dari hipotesa sebagai generalisasi untuk diuji kebenarannya
melalui pengumpulan data yang bersifat khusus. Hal yang sama juga diungkapkan
oleh Bogdan dan Biklen, bahwa salah satu karakteristik penelitian kualitatif yang
memberikan perbedaan yang sangat nyata dengan penelitian kuantitatif adalah
penelitian yang bersifat deskriptif dimana data-data yang dibutuhkan pada
umumnya berbentuk kata yang dapat menggambarkan dan bukan angka atau kata
dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat suatu objek tertentu dengen
mengguakan survey data-data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara yang
didukung oleh panduan wawancara.39
39
Sinulingga, Sukaraja, 2011. Metode Penelitian. Medan : USUpress. Hal. 43.
Penelitian kualitatif dimulai dengan mengumpulkan informasi dalam
situasi sewajarnya, untuk dirumuskan menjadi satu generalisasi yang dapat
diterima oleh akal sehat manusia. Masalah yang diungkapkan dapat disiapkan
sebelum mengumpulkan data atau informasi, akan tetapi mungkin saja berubah
dan berkembang selama penelitian berlangsung. Dengan demikian data atau
informasi yang dikumpulkan terarah pada kalimat yang diucapkan, kalimat yang
tertulis dan tingkah laku kegiatan. Informasi dapat dipelajari dan ditafsirkan
sebagai usaha untuk memahami maknanya sesuai dengan sudut pandang sumber
datanya. Maka informasi yang bersifat khusus dalam bentuk teoritis melalui
proses penelitian kualitatif tidak mustahil akan menghasilkan teori-teori baru,
tidak sekedar untuk kepentingan praktis saja.
G.3. Lokasi Penelitian
Dalam penulisan ini, yang menjadi sumber penelitian studi analisis adalah
G.4. Teknik Pengumpulan Data
Penulisan penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dan
informasi yang dibutuhkan, maka peneliti melakukan beberapa teknik
pengumpulan data, yaitu :
1. Data primer yang diperoleh dari hasil wawancara atau pengamatan
( melihat, Mendengar, dan bertanya). Selain itu data primer ini dapat
melalui catatan tertulis atau alat perekam. Data primer merupakan
informasi yang telah dikumpulkan oleh peneliti langsung dari sumbernya.
Dalam hal ini yang menjadi key person pada penelitian ini adalah :
a. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku bagian
dari pemerintah yaitu bapak Suharta Sembiring, S.T selaku
kepala bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
b. Kepala Desa Lingga yaitu Bapak Servis Ginting
c. Sample masyarakat desa lingga diantaranya bapak Sarana
Sinulingga selaku tokoh masyarakat Desa Lingga bapak
Keteng Sembiring dan ibu Leni Br sembiring mewakili
masyarakat Desa Linga.
Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penelitian
kualitatif dianggap sebagai Key Person, dan dalam penelitian kualitatif key
person tidak dibatasi, yang penting key person yang dimaksud dapat
memenuhi data yang diperlukan. Dalam penelitian kuantitatif, istilah key
metode kualitatif ini jumlah sample yang diambil sesuai kebutuhan dan
tidak membutuhkan rumus perhitungan seperti yang ada dalam metode
kuantitatif.40
c. Data sekunder yang berupa pengumpulan data yang peneliti gunakan
adalah mencari data dan informasi melalui literatur-literatur,
buku-buku, jurnal, majalah, surat kabar, dan internet yang berhubungan
dengan pokok permasalahan yang akan dibahas dan berkaitan dengan
penelitian ini.
G.5. Teknik Analisa Data.
Analisa data adalah proses pengorganisasian dan mengurutkan data
kedalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema
dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan data. Analisis data
kualitatif memberikan hasil penelitian yang memperoleh gambaran terhadap
proses yang diteliti juga menganalisis data yang ada di balik informasi, data, dan
proses tersebut41
40
Noung Muhajir, Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi III, Yogyakarta: Rake Sarasin, 1996. Hal28
41
Burhan Bungin, 2009. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial lainnya. Jakarta : Kencana. Hal.153
. Proses pengolahan data pada penelitian ini dimulai dari tahap
mengedit data yang terkumpul melalui wawancara kepada pihak yang terkait yang
berhubungan dengan studi kasus yang diangkat oleh peneliti, melalui observasi
kelapangan yang menjadi lokasi penelitian yaitu pemerintah Kabupaten Karo dan
penelitian ini. Hal ini dilakukan untuk melihat kesesuaian dari data tersebut
dengan topik yang diteliti.
Setelah terkumpul data yang diolah, dilanjutkan dengan menganalisis data
secara deskriptif berdasarkan fenomena yang terjadi dilapangan dan data yang
diperoleh dari informan dan responden yang telah di tetapkan peneliti yaitu pihak
yang terkait dengan pembuat kebijakan yaitu pemerintah kabupaten Karo dan
masyarakat yang ada di Desa Lingga Kabupaten Karo. Hal ini dilakukan agar
diperoleh kejelasan atas permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya dan