• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Sampel Untuk Mengetahui Laju dan Persen Penurunan CO 2

.

Analisis Data Statistik:

-Analisis Deskriptif

- Uji Regresi Linear Sederhana - Uji Korelasi

Kesimpulan dan Saran

Selesai BAB III

METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tahap Penelitian

Metode yang akan digunakan dapat dilihat pada diagram alir penelitian pada Gambar 3.1 dibawah ini.

Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian Tugas Akhir

III-2 3.2 Variabel Penelitian

Adapun variabel dalam penelitian ini adalah:

3.2.1 Variabel Bebas

Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi waktu pemaparan, waktu penyerapan dan suhu dalam ruang uji.

3.2.2 Variabel Terikat

Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsentrasi karbon monoksida (CO) dalam ruang uji.

3.3 Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan digarasi rumah yang berlokasi di Jl. Karya Wisata I No. 7, Pangkalan Mashyur, Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara.

3.4 Alat dan Bahan Penelitian 3.4.1 Alat

Peralatan yang digunakan:

a. Sepeda Motor Honda Vario 125 Tahun 2015

Tipe Mesin : 4-Langkah, SOHC, eSP, Pendinginan Cairan Sistem Suplai Bahan Bakar : PGM-FI (Programmed Fuel Injection)

Volume Langkah : 124,8 cm3

Diameter X Langkah : 52,4 x 57,9 mm Perbandingan Kompresi : 11,0 : 1

Tipe Tranmisi : Otomatis , V – Matic

Daya Maksimum : 8,2 kW (11,1 PS) / 8.500 rpm Torsi Maksimum : 10,8 Nm (1,1 kgf.m) / 5.000 rpm

Tipe Starter : Elektrik

Tipe Kopling : Automatic Centrifugal Clutch Dry Type

Tipe Minyak Pelumas : Basah

Tipe Rangka : Underbone

Tipe Suspensi Depan : Telescopic

Tipe Suspensi Belakang : Swing Arm dengan suspensi Tunggal Ukuran Ban Depan : 80/90 - 14M/C 40P Tubeless

Ukuran Ban Belakang : 90/90 - 14M/C 46P Tubeless

Rem Depan : Cakram Hidrolik, Piston Tunggal

Rem Belakang : Tromol

Sistem pengereman : CBS

III-3

Kapasitas Tangki Bahan Bakar : 5,5 liter

Kapasitas Minyak Pelumas : 0,8 liter pada Penggantian Periodik

Kapasitas U-Box : 18 liter

Tipe Baterai Atau Aki : MF 12V-5 Ah Sistem Pengapian : Full transistorized

Tipe Busi : NGK CPR9EA-9 / Denso U27EPR9

Kandungan CO dalam Gas Buang : 00,26%

b. Alat ukur CO dengan Wӧhler CM 220 Skala pengukuran : 0-999 ppm

Akurasi : +/- 20% di 0 - 100 ppm

Kelembaban Operasional : 5-99% RH (tidak terkondensasi) Kondisi Penyimpanan : -20 – 60oC

Temperatur Operasional : 0 – 45oC

Dimensi Alat : 175 x 47 x 28 mm

Prinsip Kerja : Menggunakan sensor infra merah sehingga dapat mendeteksi konsentrasi CO secara digital

c. Pipa penghubung

d. Ruang uji yang terbuat dari fiberglass

e.

Termometer batang

3.4.2 Bahan

Bahan yang digunakan:

a. Tanaman Lidah Mertua

b. Gas Buang Kendaraan Bermotor c. Media Tanaman

III-4 Penelitian ini menggunakan tanaman lidah mertua yang diletakkan pada sebuah ruangan yang disebut Ruang Uji. Ruangan tersebut berukuran 1 m x 1 m x 1 m sebanyak 2 buah. Ruang uji dipilih karena sebagai pertimbangan ruangan tersebut merupakan tempat parkir di ruang bawah tanah. Ketika gas buang kendaraan dipaparkan di dalam ruangan, maka dapat dipastikan senyawa atau polutan gas beracun akan tertangkap di dalamnya. Kondisi ruang uji memiliki satu pipa inlet sebagai tempat masuknya gas polutan dan satu lubang sampling untuk pengukuran kadar karbon monoksida (CO).

Kondisi awal pemaparan (T0) pada ruang uji berisi tanaman lidah mertua dan gas buang dipaparkan sesuai dengan periode waktu yang telah ditentukan yaitu 13 menit dan 30 menit. Pengukuran konsentrasi karbon monoksida langsung dilakukan setelah pemaparan selesai.

Gambar 3.2 Sketsa Penelitian dengan 1 Pot Tanaman Lidah Mertua

Gambar 3.3 Sketsa Penelitian dengan 2 Pot Tanaman Lidah Mertua

III-5 Keterangan Gambar:

A : Ruang Uji Ukuran 1 m x 1 m x 1 m B : Pipa Inlet Diameter 4 cm, Panjang 30 cm C : Tutup Ruang Uji

D : Lidah Mertua (Sansevieria sp.) tinggi 50 cm E : Lubang Sampling Ukuran 5 cm x 3 cm 3.5 Metode Pengambilan Data

Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi;

3.5.1 Pengukuran konsentrasi CO dengan menggunakan CO Meter 3.5.1.1 Prosedur Alat

CO Meter merupakan alat untuk mengukur kadar gas disuatu lingkungan. CO Meter yang digunakan yaitu: Wöhler CM 220. Adapun cara penggunaannya adalah:

a. Tekan tombol daya untuk menghidupkan dan mematikan alat;

b. Ketika alat dihidupkan, nilai alarm yang telah ditetapkan dan suhu udara saat ini akan berkedip dilayar;

c. Kemudian alat akan melakukan swa-uji dan selesai dalam waktu sekitar 15 detik dengan bunyi bip pendek;

d. Kemudian hasil pengukuran karbon monoksida akan terbaca dalam satuan ppm.

3.5.2 Prosedur Penelitian

Penelitian dilakukan dengan membuat ruang uji dengan bahan fiberglass. Kemudian tanaman lidah mertua diletakkan di ruang uji dan polutan yang digunakan berasal dari gas buang kendaraan.

a. Prosedur pengambilan data konsentrasi karbon monoksida (CO) dan suhu ini adalah:

1. Pembuatan ruang uji untuk tempat pemaparan;

2. Diletakkan 1 pot tanaman dan termometer ruangan ke dalam ruang uji;

3. Kemudian dipaparkan gas buang kendaraan selama 13 menit dan 30 menit pada masing-masing ruang uji;

4. Dilakukan pengambilan data konsentrasi karbon monoksida (CO) dan suhu pada setiap ruang uji setiap 12 jam sekali selama 7 hari;

5. Data konsentrasi karbon monoksida dan suhu ruangan yang diperoleh dicatat; dan 6. Ulangi prosedur dari butir (2) dengan meletakkan 2 pot tanaman.

III-6 Tabel 3.1 Tabel Pengambilan Data Konsentrasi

No Jumlah

Tabel 3.2 Tabel Pengambilan Data Suhu

No Jumlah

a. Laju Penurunan Konsentrasi Karbon Monoksida (CO)

Perhitungan laju penurunan bertujuan untuk mengetahui nilai laju penurunan karbon monoksida (CO) yang terjadi didalam ruang uji. Perhitungan laju penurunan karbon monoksida (CO) dilakukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

Laju Penurunan = (C0-Ct) T ... (3.1) Keterangan:

C0 = Konsentrasi Karbon Monoksida Pada t0 (ppm) Ct = Konsentrasi Karbon Monoksida Pada tn (ppm) ΔT = Selisih Waktu (jam)

b. Persen Penurunan Konsentrasi Karbon Monoksida (CO)

Perhitungan persen penurunan konsentrasi bertujuan untuk mengetahui nilai penurunan karbon monoksida (CO) yang terjadi didalam ruang uji oleh tanaman lidah mertua. Perhitungan persen penurunan konsentrasi karbon monoksida (CO) dilakukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

Persen Penurunan = -

... (3.2) Keterangan:

C0 = Konsentrasi Karbon Monoksida Pada t0 (ppm) Ct = Konsentrasi Karbon Monoksida Pada tn (ppm)

III-7 3.5 Analisis Data

Data-data yang didapat dari hasil pengukuran diolah dengan menggunakan metode analisis data statistik yang terbagi atas analisis deskriptif, uji regresi linear sederhana, uji korelasi:

1. Analisis Deskriptif

Analisis ini berfungsi untuk mendeskripsikan tentang penurunan konsentrasi karbon monoksida (CO) yang terjadi dalam ruang uji. Statisik ini disajikan dalam bentuk table yang berbentuk berbagai diagram, seperti: grafik garis, batang, diagram lingkaran, dan histogram.

2. Uji Regresi Sederhana

Uji regresi sederhana digunakan untuk memprediksi pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Uji regresi sederhana ini diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS. SPSS merupakan program yang dibuat khusus untuk mengelola data dengan metode statstik tertentu (Santoso, 2020).

Regresi sederhana didasari hubungan sebab akibat dari variabel terikat (Y) terhadap variabel bebas (X). Analisisi data uji regresi linear sederhana ini diolah menggunakan aplikasi SPSS 17.0 dan Microsoft Excel 2010. Variabel yang diuji adalah sebagai berikut:

a. Waktu Penyerapan terhadap Konsentrasi Karbon Monoksida (CO)

Data yang telah didapat dari pengukuran, dilakukan analisis dengan melakukan uji regresi untuk melihat bagaimana pengaruh waktu penyerapan (X) terhadap konsentrasi karbon monoksida (Y) Persamaan uji regresi sederhana dapat dilihat pada persamaan 3.3 (Bertan., dkk, 2016):

Y’ = a+bX ... (3.3) Keterangan:

Y’ = Variabel dependen (nilai yang diprediksikan) X = Variabel independen

A = konstanta (nilai Y’ apabila X=0)

b = koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan) 3. Analisis Korelasi

Analisis korelasi dalam penelitian dilakukan untuk mengetahui kekuatan hubungan antar variabel dan diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2010. Variabel yang diuji adalah suhu terhadap konsentrasi karbon monoksida (CO). Data yang telah didapat dari pengukuran, dilakukan analisis dengan menguji korelasinya untuk melihat bagaimana hubungan suhu (X) terhadap konsentrasi karbon monoksida (Y). Persamaan uji korelasi dapat dilihat pada persamaan 3.4 berikut:

=

. ... (3.4)

III-8 Keterangan :

R = nilai faktor korelasi N = jumlah data

X = data variabel bebas Y = data variabel terikat Keterangan Faktor korelasi:

0,00 - 0,199 = sangat rendah 0,20 - 0,399 = rendah 0,40 - 0,599 = sedang 0,60 - 0,799 = kuat 0,80 - 1,000 = sangat kuat

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait