I.4 Manfaat Penelitian .1 Manfaat Akademik: .1 Manfaat Akademik:
I.4.2 Manfaat Praktis:
1. Bentuk Resistensi
1.6. Metodologi Penilitian 1. Tipe Penelitian
Penelitian ini termasuk tipe penelitian deskriptif, sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif yang mana pendekatan ini di dalam usaha penelitian, proses, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai sampai dengan penulisannya mempergunakan aspek-aspek kecenderungan, non perhitungan numerik, situasional deskriptif, interview mendalam.
Berdasarkan Williams(1988) pendekatan kualitatif terikat dari ikatan konteks dan waktu (idiographic statements), penelitian kulitatif lebih menerjunkan diri dalam riak gelombang gejolak obyek penelitian dan terbenam di dalamnya. Ini agar dia menjadi mengerti, memahami, dan menghayati (verstehen) pada obyek penelitiannya (Tosolve the problem by penetrating the problem). Pendekatan kualitatif selalu on cylus process, kontinyu dan banyak arah, suatu interaksi yang dipetakan dan masing-masing berupa sebab dan akibat sebagai kutub-kutubnya. Proses sebab akibat adalah suatu kelanjutan dari proses sistem model atau paradigma tertentu, melihat segala sesuatu tidak pernah bebas nilai, termasuk si peniliti sendiri yang subyektif.
Sedangkan menurut Masri Singarimbun (1989:45) penelitian diskriptif dimaksudkan untuk dapat memahami dengan cermat fenomena sosial tertentu melihat realitas ganda (majemuk), hasil kontruksi dalam pengertian holistik. Ada subtitusi situasi dan mutual dan tumpang tindih. Penitian ini dimaksudkan untuk memahami dengan cermat terhadap fenomena sosial tentang resistensi pedagang pasar tradisional
terhadap revitalisasi dengan mengambil informan di pasar Babat Kabupaten Lamongan.
1.6.2.Batasan Konsep Penelitian
Pedagang pasar tradisional adalah aktor yang menjajakan dagangan sehari-hari yang menggatungkan pasar sebagai mata pencasehari-harian dalam kelangsungan hidupnya dan memiliki sedikitnya barang dagangan yang menetap secara permanen ataupun semi permanen yang wajib membayar karcis retribusi sebagai akibat menggunakan lahan atau kegiatan jual beli disekitar areal pasar.
Pasar tradisional adalah sebuah pranata ekonomi dan sekaligus cara hidup, suatu gaya umum dari kegiatan ekonomi yang mencapai segala aspek dalam masyarakat.
Resistensi adalah mekanisme yang dilakukan para pedagang untuk menentang keberadaan pasar yang baru. Meski sudah berdiri, tidak semua “bedhak” pasar baru terisi, hal itu karena pedagang berdagang di luar pasar.
1.6.3. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kecamatan Babat kabupaten Lamongan yang semula lokasi pasar tradisional tersebut di tengah-tengah kecamatan Babat yang direlokasikan di pinggiran kecamatan Babat yang berada pada jalur arah Surabaya.
1.6.4. Teknik Pengumpulan Data
Data yang diperoleh dalam penelitian resistensi pedagang pasar tradisional terhadap revitalisasi ini berasal dari dua jenis data, yaitu : data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan menggunakan cara :
Pertama, melakukan wawancara dengan menggunakan seperangkat interview guide untuk mendapatkan gambaran umum tentang pedagang pasar tradisional dipasar Babat Lamongan. Interview guide sebagian besar merupakan pertanyaan yang terbuka sehingga peneliti bebas menggeplore sampai yang terdalam permasalahan yang ditanyakan untuk memperoleh jawaban yang benar-benar merepresentasikan permasalahan penelitian. Interview guide digunakan dalam memahami pola-pola dalam asumsi- asumsi atau preposisi yang berkait dengan karakteristik sosial pedagang pasar tradisional dipasar Babat-Lamongan.
Wawancara secara mendalam dilakukan pada pedagang yang dipilih secara sengaja, yaitu pada strata bidang pekerjaannya sehingga diharapkan mampu mewakili secara lebih luas tentang gambaran kondisi realitas yang nampak maupun tersembunyi dari karakteristik pedagang pasar Babat Lamongan sementara data
sekunder diperoleh dari pihak laporan penelitian, jurnal, artikel, biro pusat statistic (BPS)
1.6.5. Teknik Pemilihan Informan
Teknik pemilihan informan merupakan cara menentukan sampel, yang dalam penelitian kualitatif disebut informan. Dalam penelitian tentang resistensi pedagang pasar tradisional terhadap revitalisasi pasar ini, sumber data primer (informan) diambil dengan menggunakan dua metode. Yaitu, purposive sampling dan snowball
sampling.
Purposive sampling, dilakukan dengan maksud tidak harus mewakili seluruh
populasi. Tetapi, informan yang menjadi sumber data primer, memiliki pengetahuan yang cukup serta mampu menjelaskan keadaan sebenarnya tentang obyek
penelitian.24 Adapun yang ditentukan menjadi sampel (subyek/informan) pada awal
penelitian ini, adalah para pedagang pasar tradisional Babat yang menolak atau melakukan tindakan resistensi terhadap pembangunan atau revitalisasi pasar.
Snowball sampling, adalah teknik pengambilan sampel sumber data yang pada
awalnya jumlahnya sedikit tersebut belum mampu memberikan data yang lengkap,
maka harus mencari orang lain yang dapat digunakan sebagai sumber data.25 Dengan
demikian dalam penelitian ini menggunakan snowball sampling yang didahului dengan purposive sampling yang ditentukan selaras dengan tujuan studi.
24
Dalam penelitihan ini peneliti mengambil 7 ( Tujuh ) orang informan yang dimana 7 ( Tujuh ) orang tersebut sudah cukup memberikan informasi untuk menjawab permasalahan yang diteliti dalam permasalahan perlawanan pedagang pasar Babat terhadap revitalisasi pasar. Ke 7 ( tujuh ) informan yang diambil adalah pedagang yang sudah turun temurun berdagang di pasar tersebut yang dimana ke 7 ( tujuh ) informan sebagai anggota paguyuban PPTBB ( Persatuan Pedagang Tradisional Babat Bersatu ) dan LPPK ( Lembaga Persatuan Pemburu Korupsi ) dalam permasalahan pasar Babat.
1.6.6. Teknik Analisis Data
Dalam melakukan analisis dalam penelitian ini, ada dua tahap yang dilakukan, yaitu :
Mentraskrip hasil wawancara sesuai interview guide yang mana tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan pertanyaan yang ada menjadi lebih luas dan lebar guna memperoleh data-data yang lebih akurat dan mampu mengungkap makna dibalik realitas yang diperolehkan. Dari gambaran umum tersebut kemudian dilakukan pemilihan atau klasifikasi, dan diperoleh klasifikasi seperti tindakan apa tindakan resistensi yang dilakukan oleh para pedagang pasar.
Secara rinci beberapa tahap yang dikerjakan dalam analisis kualitatif ini adalah:
Pertama, melakukan open coding, yaitu mengidentifikasi kategori-kategori
dari suatu fenomena, kemudian diberi sebutan atau label. Identifikasi juga dilakukan terhadap atribut misalnya frekuensi, ruang lingkup bahasan, intensitas kajian, lama kegiatan dan dimensi dari masing-masing atribut seperti sering tidaknya, atau luas sempitnya ruang lingkup bahasan.
Kedua, axial coding. Dalam tahap ini, akan dilakukan pengkatagorian
fenomena yang berhasil diungkap dengan menghubung-hubungkan satu sama lain dari fakta-fakta lapangan yang berhasil dikumpulkan.
Ketiga, selective coding, yaitu suatu proses untuk menyeleksi
kategori-kategori guna menemukan kategori-kategori mana yang inti atau sentral, yang secara sistemik
dapat dipakai secara konsepsional untuk merangkai atau mengintegrasikan kategori-kategori lain ke dalam suatu jaringan kisah atau cerita.seluruh data kualitatif yang berhasil di kumpulkan dan kategori ditulis dalam bentuk essay.
Penelitian ini juga mempertimbangkan suatu kriteria tentang persoalan validitasnya. Untuk mencapai maksud tersebut maka digunakan teknik trianggulasi, yaitu, memanfatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap data tersebut. Dalam penelitian ini digunakan model trianggulasi Denzin, (1991:178) yang memanfaatkan sumber, metode penyelidikan dan teori.
Trianggulasi penyidikan dengan diskusi-diskusi orang-orang yang ada di luar struktur keluarga. Di samping itu ditelaah penelititian sebelumnya pernah dilakukan di lokasi yang sama dengan masalah yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk mengecek derajat kepercayaan bebeerapa sumber data dari pengamatan lain.
Trianggulasi teori dilakukan dengan mencari tema pembanding setelah menguraikan pola, hubungan dan penjelasan yang muncul dari analisis. Setelah kegiatan trianggulasi ini dilakukan dan diharapkan interpretasi data akan mampu menjawab permasalahan yang ada dan akhirnya kesimpulan yang diperoleh pun akan sesuai dengan tujuan penelitian yang mengarah ke bentuk dan faktor yang melatar belakangi terjadinya resistensi.
BAB II