• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode ini dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan subjek atau objek penelitian seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain, pada

saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya.32

2. Jenis Penelitian

Metode ini digunakan Karena peneliti berupaya menggambarkan bagaimana Kontribusi Gereja sebagai mobilisator suara dalam pemilihan calon DPRD 2014 diTapanuli Tengah kecamatan Sibabangun.

Dalam penelitian ini , peneliti menggunakan metode penelitian Kualitatif. Penelian kualitatif merupakan sebuah penelitian yang digunakan untuk mengungkapkan permasalahan dalam kehidupan masyarakat. Menurut Sugiyono33

Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia

“Masalah dalam penelitian kualitatif bersifat sementara, tentative dan akan berkembang atau berganti setelah peneliti berada dilapangan”.

34

32

Nawawi Handari. 1987. Metodologi Bidang Sosial. Yogyakarta: gajah Mada University Press. Hal. 63

Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terperinci dari pandangan informan baik lisan maupun tulisan dengan melakukan studi pada situasi yang alami. Bogdan dan Taylor mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata- kata tertulis maupun lisan dari orang-orang

33

Sugiyono, 2008. Metode Penelitian kuantitatife, Kualitatife, dan R & D. Bandung: ALFABETA. Hal. 203

34

Jhon W, Creswell. 2002. Research Design: Qualitative and Quantitative Approaches. London: Sage Publications. Hal. 15

dan perilaku yang diamati35. Tujuan dasar penelitian deskriptif ini adalah membuat deskripsi atau gambaran secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta serta fenomena yang diselidiki36

Jenis penelitian ini sifatnya subyektif, hal ini menitik beratkan pada pemahaman atau penilaian dari masing-masing orang, yang pada hakikatnya berbeda-beda. Oleh karena itu, metode kualitatif berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri.

.

Pada penelitian ini, penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Teknik ini bisa diartikan sebagai suatu proses pengambilan sampel dengan menentukan terlebih dahulu jumlah sampel yang hendak diambil, kemudian pemilihan sampel dilakukan dengan berdasarkan tujuan-tujuan tertentu, asalkan tidak menyimpang dari ciri-ciri sampel yang ditetapkan37

a. Dari kecamatan Sibabangun, lokus penelitian akan dilakukan di 2 Desa yaitu Desa Simanosor dan Desa Hutagur-gur,

. Adapun kriteria informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah :

35

Moleong, Lexy J.2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya. Hal. 3

36

Sanafiah Faisal. Format Penelitian Sosial Dasar-dasar Aplikasi, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1995. Hal. 20

37

b. Di desa Simanosor ada 5 Gereja, yaitu: HKBP Simanosor, BNKP Simanosor, GPDI Simanosor, GKPI Simanosor dan Gereja Katolik Simanosor. Peneliti akan meneliti 4 Gereja yang ada di desa Simanosor. Yakni, HKBP Simanosor, BNKP Simanosor, GPDI Simanosor dan Gereja Katolik Simanosor.

c. Di desa Hutagur-gur ada 6 Gereja, yaitu: HKBP Hutagur-gur, BNKPI Hutagur-gur, GKII Hutagur-gur, GPI Sibira-bira, GPDI Gunung Serasi dan Katolik Singali-ngali. Peneliti akan meneliti 3 Gereja dari desa Hutagur-gur, yakni: HKBP Hutagur-gur, BNKPI Hutagur-gur dan GKII Hutagur-gur.

d. Pemimpian Gereja baik itu Pendeta atau Sintua. e. Jemaat yang berperan aktif dalam pelayanan Gereja.

f. Jemaat yang tempat tinggalnya (rumah) yang dekat dengan Gereja. g. Dalam satu Gereja akan diwawancarai 3 informan atau Jemaat dan

1 orang pengurus Gereja serta Pimpinan Gereja.

h. Calon wakil rakyat yang mendatangi Gereja untuk meminta dukungan (sesuai dengan informasi yang diperoleh dari Jemaat maupun dari pengurus Gereja).

i. Jika informasi atau data yang diperoleh dari informan atau nara sumber dianggap sudah cukup mewakili bagi peneliti, maka kagiatan wawancara akan diakhri.

Berdasarkan uraian di atas, jumlah informan ditentukan pada saat penelitian berlangsung. Karena penelitian kualitatif jarang ditentukan jumlah informannya hanya dilihat sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.

3. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian akan dilaksanakan di:

a) Gereja-gereja di 2 Desa kecamatan Sibabangun b) Jemaat Gereja

c) Kantor DPRD

Lokasi penelitian ini dipilih dengan tujuan untuk mendapatkan data dan informasi dari narasumber yang terkait dalam penelitian ini. peneliti juga akan mendatangi Kantor Camat Sibabangun untuk mendapatkan data tentang profil kecamatan Sibabangun tersebut.

Pemilihan lokasi penelitian ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode purposive sampling dilakukan dengan cara mengambil subyek bukan didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Sibabangun. Lokasi tersebut saya pilih sebagai tempat penelitian dengan pertimbangan sebagai berikut : 1. Dilokasi penelitian terdapat fenomena bahwa ada pengurus Gereja yang

secara pasif terlibat dalam politik praktis yaitu menjadi agen pendongkrak suara calon elit politik tertentu dengan berbagai motif, yakni:

a) Pengurus Gereja maupun pimpinan Gereja menjadi agen mobilisasi dalam pemenangan calon elit politik tertentu dikarenakan adanya sejumlah dana yang diberikan oleh calon elit politik tersebut dalam bentuk ucapan syukur.

b) Dikarenakan adanya Ikatan Marga (kesukuan) c) Persamaan Kepercayaan

d) Kepentingan Pribadi

e) Karena satu organisasi yakni STM

f) Karena calon anggota DPRD tersebut merupakan warga dari kampung itu sendiri.

2. Peneliti mendapatkan kemudahan akses untuk masuk dan

mewawancarai kedalam lokasi-lokasi tersebut karena berada di lingkungan para jemaat tersebut.

4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan peneliti dalam hal ini adalah menggunakan teknik Data Primer dan Data sekunder. Adapun pengertian dari data primer dan data sekunder adalah sebagai berikut:

a) Data Primer

Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Dalam pengambilan data, penulis mengumpulkan data dengan cara Interview (wawancara). Wawancara merupakan alat rechecking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Teknik

wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam. Wawancara mendalam (in-depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama38

Interview adalah usaha mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk-dijawab secara lisan pula. Ciri utama dari interview adalah kontak langsung dengan tatap muka (face to face relation ship) antara si pencari informasi (interviewer atau informan hunter) dengan sumber informasi (interviewee)

.

39

Adapun yang menjadi narasumber dalam penelitian ini adalah: Pengurus Gereja (baik Pendeta maupun Penatua-penatua Gereja), Jemaat Gereja dan Anggota DPRD Tapanuli Tengah. Pemilihan narasumber dimaksudkan agar kebutuhan informasi terkait dengan judul penelitian dapat terpenuhi sesuai objek penelitian yaitu Agama dan Politik. Studi kasus Gereja sebagai agen sosialisasi dan mobilisasi suara dalam pemilahan DPRD di Tapanuli Tengah Kecamatan Sibabangun pada tahun 2014.

.

38

HB, Sutopo. 2006, Metode Penelitian Kualitatif, Surakarta: UNS Press. Hal. 72

39

b) Teknik data sekunder

Teknik data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari lapangan. Pengumpulan data Sekunder dalam pengamatan ini dilakukan dengan penelitian kepustakaan dan pencatatan dokumen yaitu dengan mengumpulkan data-data dan mengambil informasi dari buku-buku referensi, dokumen, jurnal dan internet yang dianggap relevan dengan masalah.

Dokumen terkait