NPemadaman orthopiroksen
A. Kelompok Mineral Mika
1) Microcline • Triklinik
• Dicirikan oleh sifat pola kembaran menetak / melintang (tartan plaid) • Bidang optis hampir ┴ bidang 010
• Sifat optis negatif 2VX = 65-88°,
Gambar 59. Sifat optis mineral mikroklin dalam sayatan tipis 2) Ortoklas
• Sifat optis negatif dengan 2VX = 40-~70°; • Bidang optis ┴ pada 010.
Gambar 60. Bentuk kristal dan belahan mineral ortoklas.
Gambar 61. Ortoklas pada nikol silang 3) Sanidin
• Monoklinik
• Sifat optis negatif, 2VX - 0 - 40 • Bidang optis║pada 010
• Sanidine sudut tinggi: monoklin optis negatif 2VX 0 - 47° dan bidang optis ┴ pada 010
Gambar 62. Bentuk kristal dan belahan mineral sanidin.
BAB III
PETROGRAFI
III.1. Dasar Teori Petrografi
Petrografi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang analisis batuan secara mikroskopis dan merupakan suatu metode yang sangat mendasar untuk mendukng pembelajaran dalam menganalisis data geologi.
Dalam mempelajari petrografi mahasiswa dapat mengetahui dan memerikan batuan beku, batuan gunungapai (vulkanik), batuan sedimen dan batuan metamorf. Dan untuk memahami asosiasi mineral, proses pembentukan dan petrogenesis limpahamnya pada batuan beku (asam, intermediet dan basah), batuan gunungapai (vulkanik), batuan sedimen dan batuan metamorf.
III.2. Batuan Beku
Batuan beku adalah batuan yang terjadi dari pembekuan larutan silikat cair, pijar, yang dikenal dengan magma. Penggolongan batuan beku dapat didasarkan pada ketiga patokan utama yaitu berdasarkan genetik batuan, senyawa kimia yang terkandung, dan susunan mineraloginya.
Pembagian yang didasarkan pada genetik atau tempat terjadinya batuan beku dapat dibagi atas :
a. Batuan ekstrusif, terdiri dari semua material yang dikeluarkan kepermukaan bumi baik didarat maupun dibawah permukaan laut. Material ini mendingin dengan cepat, ada yang bersifat encer atau bersifat kental dan panas, bisa disebut lava.
b. Batuan intrusif sangat berbeda dengan batuan ekstrusif. Tiga prinsip tipe bentuk intrusif batuan beku berdasarkan bentuk dasar dan geometri adalah :
• Bentuk tidak beraturan pada umumnya diskordan dan biasanya memiliki bentuk yang jelas dipermukaan (batholite dan stock).
• Intrusi berbentuk tabular, terdiri dari dua bentuk berbeda yang mempunyai bentuk diskordan dan disebut korok/dyke, dan yang berbentuk konkordan diantaranya sill dan lakolit.
• Tipe ketiga dari intrusif relatif memiliki tubuh yang kecil. Bentuk khas dari group ini adalah intrusif silinder atau pipa.
Pengertian Magma :
Magma adalah cairan atau larutan silikat pijar yang terbentuk secara alamiah bersifat mobile, bersuhu antara 900°-1200° atau lebih dan berasal dari kerak bumi bagian bawah atau selubung bumi bagian atas (F.F.Grotus, 1974; Tumer dan Verhoogen 1960, H. Williams, 1962).
Bunsen (1951, W.T. Huang) mempunyai pendapat bahwa ada dua jenis magma primer yaitu basaltis dan granites, dan batuan beku merupakan hasil campuran dari dua magma ini yang kemudian mempunyai komposisi lain.
Dally 1933, Winkler (Vide W.T. Huang, 1962) berpendapat lain yaitu magma asli (primer) adalah bersifat basa yang selanjutnya akan mengalami proses diferensiasi menjadi magma bersifat lain. Magma basa bersifat encer (viskositas rendah) kandungan unsur kimia berat, kadar H+, OH- dan gas tinggi sedangkan magma asam sebaliknya.
Evolusi Magma :
Sekurang-kurangnya genesa batuan beku, vulkanik maupun plutonik ditinjau dari tiga aspek yaitu :
• Faktor yang memerikan bagaimana dan dimana larutan bergenerasi didalam selubung atau pada kerak bumi bagian bawah.
• Kondisi yang berpengaruh terhadap larutan sewaktu naik ke permukaan. • Proses-proses didekat permukaan yang menyempurnakan generasi.
Magma dapat berubah menjadi magma yang bersifat lain oleh proses-proses sebagai berikut :
• Hibridisasi adalah pembentukan magma yang baru karena percampuran dua magma yang berlainan jenisnya.
• Sinteksis adalah pembentukan magma baru karena proses asimilasi dengan batuan samping.
• Anateksis adalah proses pembentukan magma dari peleburan batuan pada kedalaman yang sangat besar.
Dari magma dengan kondisi tertentu ini selanjutnya mengalami diferensiasi magmatik. Diferensiasi magmatik ini meliputi semua proses yang mengubah magma dari keadaan awal yang homogen dalam skala besar menjadi masa batuan beku dengan komposisi yang berbeda.
Reaksi Bowen seri dari mineral utama pembentuk batuan beku :
Seri reaksi bowen merupakan suatu skema yang menunjukkan urutan kristalisasi dari mineral pembentuk batuan beku yang terdiri dari dua bagian. Mineral-mineral tersebut dapat digolongkan dalan dua golongan besar yaitu :
• Golongan mineral hitam atau mafic mineral. • Golongan mineral putih atau felsik mineral.
Dalam proses pendinginan magma dimana itu tidak langsung semua membeku, tetapi mengalami penurunan temperature secara perlahan bahkan mungkin cepat. Penurunan temperatur ini disertai mulainya pembentukan dan pengendapan mineral-mineral tertentu yang sesuai dengan temperaturnya. Pembentukan mineral dalam magma karena penurunan temperatur telah disusun oleh Bowen. Bowen telah membuat sebuah tabel pembentukan mineral dan tabel tersebut sangat berguna sekali dalam menginterpretasikan mineral-mineral tersebut.
Sebelah kiri mewakili mineral mafic, yang pertama kali terbentuk dalam temperature sangat tinggi adalah olivine. Akan tetapi jika magma tersebut jenuh oleh SiO2, maka piroksenlah yang terbentuk pertama kali. Olivine dan piroksen adalah pasangan Ingcongruant Melting dimana setelah pembentukannya olivine akan bereaksi dengan larutan sisa membentuk piroksen. Temperatur menurun terus dan pembentukan mineral berjalan sesuai dengan temperaturnya. Mineral yang terakhir terbentuk adalah biotite, ia terbentuk dalam temperatur yang rendah.
Mineral disebelah kanan diwakili oleh mineral kelompok plagioklas, karena mineral ini paling banyak terdapat dan tersebar luas. Anorthite adalah mineral yang pertama kali terbentuk pada suhu yang tinggi dan banyak terdapat pada batuan beku basa seperti Gabro atau Basalt. Andesite terbentuk pada suhu menengah dan terdapat pada batuan beku Diorit atau Andesit. Sedangkan mineral yang terbentuk pada suhu rendah adalah albite, mineral ini banyak tersebar pada batuan asam seperti Granit atau Ryolite. Reaksi berubahnya komposisi Plagioklas ini merupakan deret Solid-Solution yang merupakan reaksi kontinu, artinya kristalisasi Plagioklas Ca-Plagioklas Na, jika reaksi setimbang akan berjalan menerus. Dalam hal ini anorthite adalah jenis plagioklas yang kaya Ca, sering disebut Calcic Plagioklas, sedangkan albite adalah Plahioklas kaya Na (Sodic plagioklas/Alkali Plagioklas). Lihat tabel W.T. Huang bagian bawah.
Mineral sebelah kanan dan kiri bertemu pada mineral potassium Feldspar dan mineral-mineral Muscovite dan terakhir sekali mineral Kwarsa, maka mineral kwarsa merupakan mineral yang paling stabil diantara seluruh mineral Felsik atau Mafic dan sebaliknya mineral yang terbentuk pertama kali adalah mineral yang sangat tidak stabil dan mudah sekali berubah menjadi mineral lain.