• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1 Teori Penunjang

2.1.3 Mikrokontroler NodeMCU ESP8266

SimSimi. Chatbot menggunakan berbagai teknologi yang mutakhir di dalamnya, seperti Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, Deep Learning, dan Natural Lenguage Processing (NLP).

Machine Learning dapat di aplikasikan sebagai mesin yang mempelajari, menganalisa dan mengenal bermacam-macam Bahasa pada chatbot, sementara Natural Lenguage Processing (NLP) memiliki kemampuan untuk mengerti dan memahami Bahasa manusia lalu memberikan respon yang sesuai dengan Bahasa yang digunakan pengguna chatbot.

2.1.3 Mikrokontroler NodeMCU ESP8266

NodeMCU adalah sebuah platform IoT yang bersifat Opensource.

terdiri dari perangkat keras berupa System On Chip ESP 8266 dari ESP8266 buatan Espressif System,juga firmware yang digunakan,yang menggunakan bahasa pemrograman scripting lama atau yang bias kita sebut tua.

Gambar 2.3 : NodeMCU ESP8266

(www.nn-digital.com/penjelasan-mikrokontroler/nodemcu-ESP8266/)

Mikrokontroler ESP 8266 Input Tegangan 3.3V~5V

Tabel 2.1 : Spesifikasi ESP 8266

2.1.4 Modul Saklar Relay

Relay adalah suatu komponen elektronika yang bekerja berdasarkan elektromagnetik untuk menggerakan sejumlah kontaktor yang tersusun atau sebuah saklar elektronis yang dapat dikendalikan dari

7

rangkaian elektronik lainnya dengan memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber energinya. Kontaktor akan tertutup (menyala) atau terbuka (mati) karena efek induksi magnet yang dihasilkan kumparan (induktor) ketika dialiri arus listrik. Berbeda dengan saklar, pergerakan kontaktor (on atau off) dilakukan manual tanpa perlu arus listrik.

Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik.

Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan sebagai berikut.

Sebagai komponen elektronika, relay mempunyai peran penting dalam sebuah system rangkaian elektronika dan juga rangkaian listrik untuk menggerakan sebuah perangkat yang memerlukan arus besar tanpa terhubung langsung dengan perangakat pengendali yang mempunyai arus kecil. Dengan demikian relay dapat berfungsi sebagai pengaman. Relay terdiri dari 3 bagian utama, yaitu:

1. Common, merupakan bagian yang tersambung dengan Normally Close (dalam keadaan normal).

2. Koil (kumparan), merupakan komponen utama relay yang digunakan untuk menciptakan medan magnet.

3. Kontak, yang terdiri dari Normally Close dan Normally Open.

Gambar 2.4 : Modul Saklar Relay

(www.nandasyaputra.id/apa-itu-modul-saklarelay/)

2.1.5 Lampu LED

“Salah satu energi yang banyak dipakai dalam kehidupan keseharian adalah energi untuk pencahayaan ruangan. Lampu LED adalah produk dioda pancaran cahaya (LED) yang disusun

8

menjadi sebuah lampu. Lampu LED memiliki usia pakai dan efisiensi listrik beberapa kali lipat lebih balik daripada lampu pijar dan tetap jauh lebih efisien daripada lampu neon, beberapa chip bahkan dapat menghasilkan lebih dari 300 lumen per watt.

Lampu LED hanya butuh energi sebesar 10% dari energi yang dibutuhkan lampu pijar”(Nur Laela Latifah,ST. MT., 2015 : 106 ).

Menurut Nur Laela Latifah dalam bukunya Fisika Bangunan 2 (2015 :106 – 108) “LED dulu umumnya digunakan pada gadget seperti ponsel atau PDA serta komputer. Sebagai pesaing lampu bohlam dan neon, saat ini aplikasinya mulai meluas dan bahkan bisa kita temukan pada korek api yang kita gunakan, lampu emergency dan sebagainya. LED sebagai model lampu masa depan dianggap dapat menekan pemanasan global karena lampu LED sekarang sudah digunakan untuk: (1). Penerangan untuk rumah, (2). Penerangan untuk jalan, (3). lalu lintas, (4).

Advertising, (5). Interior / eksterior gedung.

LED mempunyai beberapa keunggulan dibandingkandengan lampu pijar konvensional. LED tidak memiliki filamen yang terbakar, sehingga usia pakai LED jauh lebih panjang daripada lampu pijar, LED tidak memerlukan gas untuk menghasilkan cahaya. Selain itu bentuk dari LED yang sederhana, kecil dan kompak memudahkan penempatannya. Dalam hal efisiensi, LED juga memiliki keunggulan. Pada lampu pijar konvensional, proses produksi cahaya menghasilkan panas yang tinggi karena filamen lampu harus dipanaskan. LED hanya sedikit menghasilkan panas, sehingga porsi terbesar dari energi listrik yang ada digunakan untuk menghasilkan cahaya dan membuatnya jauh lebih efisien.

9

Gambar 2.5 : Bagian-bagian lampu LED (www.obengplus.com/inilah-bagian-LED/)

2.1.6 Sensor Suhu DHT 11

Sensor DHT11 merupakan serangkaian komponen senor dan IC kontroller yang dikemas dalam satu paket. Sensor ini ada yang memiliki 4 pin ada pula yang 3 pin. Tapi tidak menjadi masalah karena dalam penerapannya tiak ada perbedaan. Didalam bodi sensor yang berwarna biru atau putih terdapat sebuah resistor dengan tipe NTC (Negative Temperature Coefficient).

Resistor jenis ini memiliki karakteristik dimana nilai resistansinya berbanding terbalik dengan kenaikan suhu. Artinya, semakin tinggi suhu ruangan maka nilai resistansi NTC akan semakin kecil. Sebaliknya nilai resistansi akan meningkat ketika suhu disekitar sensor menurun.

Selain itu didalamnya terdapat sebuah sensor kelembapan dengan karkteristik resistif terhadp perubahan kadar air di udara. Data dari kedua sensor ini diolah didalam IC kontroller. IC kontroller ini akan mengeluarkan output data dalam bentuk single wire bi-directional.

Gambar 2.6 : Sensor Suhu (elektronika-dasar.web.id/sensor-dht11/)

10

Sebagai acuan dan informasi pendukung, sensor ini memiliki spesifikasi dan susunan pin sebagai berikut:

Spesifikasi

- Tegangan Input 3-5VArus 0.3mA, Iddle 60uA - Periode sampling 2 detik

- Output data serial - Resolusi 16bit

- Temperatur antara 0°C sampai 50°C (akurasi 1°C ) - Kelembapan antara 20% sampai 90% (akurasi 5%)

Susunan Pin

- Sensor DHT11 memiliki 2 versi, yatu versi 4 pin dan versi 3 pin.

Tidak ada perbedaan karakteristik dari 2 versi ini. Pada versi 4 pin,. Pin 1 adalah tegangan sumber, berkisar antara 3V sampai 5V. Pin 2 adalalah data keluaran (output) . Pin ke 3 adalah pin NC (normall y close ) alias tidak digunakan dan pin ke 4 adalah Ground. Sedangkan pada versi 3 kaki, pin 1 adalah VCC antara 3V sampai 5V, pin 2 adalah data keluaran dan pin 3 adalah Ground.

2.1.7 Air Conditioner

“Secara umum pengertian dari AC (Air Conditioner) suatu rangkaian mesin yang memiliki fungsi sebagai pendingin udara yang berada di sekitar mesin pendingin tersebut.Secara khusus pengertian dari AC (Air Conditioner) adalah suatu mesin yang di gunakan untuk mendinginkan udara dengan cara mensirkulasikan gas refrigerant berada di pipa yang di tekan dan di hisap oleh kompresor. Gas refrigerant dipilih sebagai bahan yang di sirkulasikan, yaitu karena bahan ini mudah menguap dan bentuknya bisa berubah-ubah, yang berbentuk cairan dan gas. Panas yang berada pada pipa kondensor berasal dari gas refrigerant yang di tekan oleh kompressor sehingga bahan tersebut menjadi panas dan pada bagian Expantion Valve pipa tempat sirkulasi gas refrigerant di perkecil,sehingga tekanannya semakin meningkat dan pada pipa evaporator menjadi dingin. Dan AC (Air Conditioner ) ini mempunyai karakteristik apabila suhu ruangan telah mencapai setingan atau suhu yang di tetapkan maka AC (Air Conditioner) akan mati sendiri begitu pula sebaliknya jika suhu tidak sesuai dengan suhu setingan, maka AC (Air Conditioner) akan

11

menyala sampai suhu ruangan yang ditetapkan akan tercapai” (Quaid Walton Minich,1983:270). Siklus refrigerasi kompresi uap ini menggunakan empat komponen yang berperan penting dalam proses kerjanya, diantaranya yaitu : kompresor, kondensor, katup ekspansi dan evaporator.

Gambar 2.7 : Siklus Refrigerant

(https://teachintegration.wordpress.com/apa-saja-siklus-refrigerant/)

 Jenis-Jenis AC 1. AC Split Wall

Prinsip Kerja:

Kompresor sebagai alat yang memompa zat pendingin dalam sistem adalah jantung sistem AC. Sebelum masuk ke kompresor, zat pendingin adalah gas bertekanan rendah.

Kompresor menekan gas tersebut menjadi gas bertekanan tinggi, lalu menjadi panas dan mengalir menuju ke kondensor.

Dalam kondensor, gas bertemperatur dan bertekanan tinggi melepaskan panasnya ke udara luar dan menjadi cairan

"subcool" bertekanan tinggi. Cairan bertekanan tinggi melalui expansion volve, yang menurunkan tekanan dan sekaligus temperaturnya di bawah temperatur ruangan atau materi yang didinginkan. Proses demikian menghasilkan cairan zat pendingin yang dingin dan bertekanan rendah.Zat pendingin cair bertekanan rendah mengalir ke evaporator tempat zat itu menyerappanas dari udara ruangan melalui proses penguapan dan menjadi gas bertekana rendah. Gas mengalir kembali ke kompresor tempat siklusnya dapat berulang kembali seperti awalnya.

12

Prinsip kerja unit penanganan udara ini adalah mengambil atau menyedot udara yang ada di dalam ruangan (return air) yang selanjutnya dicampur (mix) dengan udara segar (fresh air) dari lingkungan berdasarkan komposisi yang dikehendaki. Dalam artian antara udara ruangan dengan udara lingkungan dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan. Campuran udara ini akan masuk menuju AHU dan melewati filter, fan sentrifugal dan terakhir cooler coil (koil pendingin). Secara diagram alurnya seperti di bawah ini:

Udara Mixer – AHU – Filter – Centrifugal Fan – Cooler Coil.

Apabila udara telah sampai ke bagian unit cooler coil maka selanjutnya akan didistribusikan secara merata ke ruangan masing-masing dengan melewati unit ducting. Dan perlu diketahui bahwa ducting ini berfungsi membagi rata udara yang masuk ke setiap ruangan dan mengalirkan udara hingga lokasi yang jauh sekalipun. Akan tetapi sistem ini memiliki sejumlah kelemahan. Apabila satu komponen saja mengalami kerusakan dan AC sentral mati (off) maka setiap ruangan tidak akan merasakan udara sejuk bahkan menimbulkan bau tak sedap. Dan jika temperatur udara ruangan terlalu dingin atau panas maka mengaturnya harus ke bagian coil pendingin yang terdapat pada komponen AHU. Dari uraian singkat kami diatas penerapan AC sentral sangat berbeda dengan AC split. Baik itu penerapan dari segi fungsi maupun dari segi instalasi atau pemasangan. Akan tetapi AC sentral akan lebih berguna jika dipasang di dalam gedung yang tiap ruangnya tidak memiliki pengatur suhu udara sendiri. Karena semuanya diatur atau dikontrol pada satu titik dan udara sejuk akan mengalir atau terdistribusi ke masing-masing ruangan melalui pipa-pipa yang terpasang di setiap ruangan.

13

c) AC Standing Floor

Prinsip Kerja:

Pada umumnya cara kerja AC Standing Floor sama dengan

AC Split Wall Hanya saja, AC ini memiliki bentuk yang berbeda. Jika pada AC lainnya beberapa komponen terpisah di mana ada unit indoor dan unit outdoor, maka AC Standing Floor ini hanya terdiri dari satu unit saja tanpa perlu pipa untuk menghubungkan. AC Standing Floor juga tidak perlu dipasang di mana-mana tapi cukup dipindahkan saja. Hampir sama seperti kipas angin biasa namun Cara kerja AC terbaik ini adalah dengan cara mengubah air menjadi udara dingin yang akan dialirkan ke seluruh ruangan. Di dalam AC Standing Floor ini Anda bisa menemukan sebuah tangki yang digunakan untuk menampung air yang akan menjadi cikal bakal udara dingin.

 Fungsi Komponen AC:

a) Evaporator

Refrigent menyerap panas dalam ruangan melalui kumparan pendingin dan kipas evaporator meniupkan udara dingin ke dalam ruangan. Refrigent dalam evaporator mulai berubah kembali menjadi uap bertekanan rendah yang masih mengandung sedikit cairan. Sebelum melalui kompresor untuk memperoleh tekanan dan beredar dalam system, didalam evaporator dipasang silikon yang berfungsi untuk menyerap kelembapan dari refrigerant.

b) Kompresor

Kompresor merupakan unit tenaga dalam system AC dimana kompresor berperan sebagai unit penghisap, penekanan dan pemompa. Refrigerant dari evaporator dikondensasi dalam temperatur yang rendah ketika tekanan refrigerant dinaikkan sehingga refrigeran menjadi bertekanan tinggi. Sedangkan kompresor sebagai pemompa yaitu untuk menyirkulasikan refrigerant berdasarkan hisapan dan kompresi.

14

c) Kondensor

Didalam kondensor, refrigerant yang sudah dimampatkan akan mengalami perubahan fase dari fase uap menjadi fase cair. Di kondensor refrigerant dikondensasikan dan diturunkan tekanannya serta temperaturnya. Kondensor melakukannya dengan menghilangkan panas dari refrigerant ke temperatur atmosfir. Kondensor terdiri dari coil dan fan yang berfungsi mendinginkan refrigerant.

d) Katub Ekspansi

Refrigerant dari kondensor menuju katub ekspansi untuk diturunkan tekanan dan temparaturnya menjadi lebih rendah dari sebelumnya. Dengan demikian penyerapan panas dan perubahan bentuk zat pendingin dari cair menjadi gas akan berlangsung dengan sempurna sebelum keluar evaporator untuk didistribusikan ke ruangan yang dikondisikan.

 Teori Sistem Kendali AC

Gambar 2.8 : Sistem Kendali AC

(www.tptumetro.com/contoh-teori-sistem-kendali/)

Dari diagram di atas, masukan berupa setting suhu yang dilakukan dengan memutar selektor tingkat kedinginan. Suhu keluaran akan dideteksi oleh umpan balik yang berupa sensor suhu, jika suhu tidak sesuai dengan masukan seumpama saja lebih tinggi, maka ketidaksesuain ini akan dilaporkan ke kontroler. Modul PCB akan menghidupkan plant/beban yang berupa kompresor. Saat kompresor hidup, suhu udara di dalam lemari es berangsur turun. Jika suhu keluaran sudah sesuai

15

dengan masukan (setting suhu) maka kontroler akan mematikan kompresor sehingga suhu udara tidak didinginkan lagi.

Saat kompresor berhenti bekerja, berangsur-angsur suhu udara di dalam lemari es akan naik. Kenaikan suhu ini akan dideteksi oleh sensor suhu dan akan dilaporkan ke kontroler. Kontroler akan menghidupkan kompresor untuk mendinginkan suhu udara. Siklus tersebut akan terus berlangsung untuk menjaga suhu udara di dalam lemari es tetap terjaga.

2.1.8 Kipas AC

Kipas AC berfungsi untuk menghisap udara di dalam ruang untuk dibuang ke luar, dan pada saat bersamaan menarik udara segar di luar ke dalam ruangan.

Selain itu kipas AC juga bisa mengatur volume udara yang akan disirkulasikan pada ruang. Supaya tetap sehat ruang butuh sirkulasi udara agar selalu ada pergantian udara dalam ruangan dengan udara segar dari luar luar ruangan.

Exhaust fan merupakan salah satu jenis kipas angin yg difungsikan untuk sirkulasi udara dalam ruang atau rumah. Oleh karena itu,tata letaknya diantara indoor dan outdoor.

Gambar 2.8 : Kipas AC (https://www.lamudi.co.id/journal/)

16

2.1.9 Arduino IDE

Arduino IDE (Integrated Deveopment Environmet) adalah software yang telah disiapkan oleh arduino bagi para perancang untuk melakukan berbagai proses yang berkaitan dengan pemrograman Arduino IDE ini juga sudah mendukung berbagai sistem operasi populer saat ini seperti Windows, Mac, Linux, dan Android.

Gambar2.9 : Arduino IDE

(www.arduino.cc/example-arduinoIDE/) 2.2 Kajian Penelitian yang Relevan

Berdasaraka tema yang penulis angkat tentang Smart Buildingbukan merupakan hal yang baru. Beberapa penulis lain telah memulai pengembangan tentang Smart Building. Berikut ini merupakan penelitian yang relevan dengan tema yang penulis angkat dari jurnal ilmiah maupun sumber lain, dan dapat dipertanggung jawabkan hasil maupun prosesnya.

1) Rendy Bambang Prasetyo. 2015. RANCANG BANGUN BUILDING

AUTOMATION SYSTEM(BAS) SYSTEM PENERANGAN

TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA INTERNASIONAL ADI SOEMARMO SOLO.

Pada Penelitian ini,penulis merancang systtem kontrol dan monitoring terpusat pada suatu system kelistrikan Bandar Udara Internasional memang sangat diperlukan. Namun di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Solo kondisi saat ini untuk peralatan di lapangan untuk pengaktifannya masih dilakukan secara manual sehingga belum efektif.

Dengan system seperti itu dapat memungkinkan adanya suatu keterlambatan dalam pengaktifan system. Perbedaannya adalah pada tugas akhir terdahulu menggunakan PLC sedangan penulis saat ini menggunakan mikrokontroler.

17

2) Muhammad Kadri . 2015. SISTEM KEAMANAN PINTU DAN KONTROL RUMAH BERBASIS RASPBERRY dalam jurnal Fakultas Teknik Universitas Mataram, Agustus 2015.Pada penelitian ini, penulis merancang Sistem Pengaman dan Kontrol Rumah berbasis Raspberry.Yang dimana Raspberry memiliki kelebihan karena adanya PIN GPIO,PIN GPIO inilah yang akan berfungsi sebagai mikrokontroler yang dapat mengenali beberapa device seperti sensor ,modul,servo. Selain itu,kelebihan lain yang penulis kembangkan adalah live video streaming dengan menggunakan webcam sebagai pengganti fungsi cctv untuk memantau keadaan sekitar rumah secara langsung melalui perangkat komputer atau gadget.

3) Arifaldy,Wahyudi,Yuli . 2019. PERANCANGAN HOME AUTOMATION BERBASIS NodeMCUdalam jurnal Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas DiponegoroSemarang, 2017.

Pada penelitian ini penulis merancang Home Automation dengan menggunakan NodeMCU melalui web server menggunakan situs hosting domain dan menggunakan bahasa pemrogaman web PHP dan menggunakan sinyal HSPA+ dan 4G sebagai koneksi internet pada NodeMCU ESP -12E,selain kontrol Lampu dan Kipas,penulis juga tertarik untuk mengontrol pagar dengan menggunakan Motor DC agar bisa membuka dan menutup ,kendali laju Motor DC dikontrol oleh Limit Swtich. Perbedaannya adalah pada tugas akhir terdahulu menggunakn web server dan bahasa pemrograman web PHP sedangkan penulis saat ini mengaplikasikan dengan menggunakan aplikasiMessaging.

4) Aldina Nur Adhi. 2020. RANCANG BANGUN THREE WAY VALVE BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) PADA AHU AC SENTRAL BANDAR UDARA AJI PANGERAN TUMENGGUNG PRANOTO SAMARINDA dalam jurnal Program Studi Teknik Listrik Bandar Udara Politeknik Penerbangan Surabaya,2020. Pada penelitian ini penulis merancang Three Way Valve berbasis Internet Of Things (IoT) menggunakan Wemos D1 Mini dan ESP 8266. Penulis menggunakan ESP8266 sebagai wireless untuk mengirim data dari

18

Arduino Mega2560 ke website. Salah satu kelebihannya adalah untuk menghubungkan ke router tidak memakai kabel UTP karena rangkaian ESP8266 ini sudah ada perangkat wifinya,sehingga tidak memakan banyak tempat. Perbedaannya,penulis sebelumnya memakai Air Handling sedangkan penulis sekarang menggunakan untuk Lampu dan AC.

19

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Saat ini di setiap Ruang Kelas Lab Terintegrasi terdapat Lampu TL 36 watt sebanyak 4 buah. Sedangkan AC menggunakan 2 AC dengan daya 2 PK dimana 1 PK= 700 watt. Untuk menghidupkan dan mematikan peralatan listrik tersebut masih dilakukan secara manual yaitu dengan saklar atau remote. Penggunaan seperti ini dinilai belum maksimal dan efisien sehingga banyak sekali energi yang terbuang jika fasilitas ini menyala tapi tidak digunakan. Sedangkan untuk mematikannya harus datang ketempat tersebut.

Gambar 3.0 Keadaan AC saat ini

20

Gambar 3.1 keadaan Lampu saat ini

Dengan penelitian saat ini mencoba merancang suatu system pengontrolan dan monitoring jarak jauh dengan tampilan Aplikasi Messaging berbasis Arduino sebagai server untuk memudahkan pengguna dalam melakukan kontrol dan monitoring peralatan listrik untuk mendapatkan penghematan energi dan biaya yang maksimal.

Diagram alir penyelesaian laporan akhir menjelaskan secara umum proses yang dilakukan dalam penyusunan laporan. Berikut ini adalah diagram alir penyelesaian laporan akhir beserta kondisi yang diinginkan, laporan tugas akhir ini akan menggunakan alat peraga sebagai penggati yaitu AC diganti dengan kipas AC, sensor ruangan akan menggunakan sensor gerak PIR.

Konsep dasar penulis tentang Smart Building dengan menggunakan NodeMCU sebagai System Kontrol dan Monitoring dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 3.1 : Blok Diagram Smart Building

Dari gambar di atas, Power Supply akan mensuplai tegangan ke NodeMCU,yang dimana NodeMCU berfungsi memonitoring Suhu ruangan dan Pergerakan Manusia melalui Sensor. Telegram akan

21

Mengontrolalat listrik untuk menyala dan mematikannya jika sudah selesai. Pada sistem ini terdapat 2 mode yaitu mode manual dan auto.

3.2 Cara Kerja Alat

Gambar 3.2 : Flowchart Sistem Smart Building dalam mode auto Berdasarkan flow chart di atas dalam mode auto apabila sensor suhu mendeteksi suhu ruangan >25℃ maka Kipas AC akan aktif,sedangkan jika suhu ruangan <25℃ maka Kipas akan berhenti dan langsung memberikan notifikasi suhu ruangan pada saat itu

22

Demikian juga dengan sensor PIR,jika sensor menemukan adanya pergerakan manusia makan sensor akan memberikan notifikasi “Selamat Datang” ke Telegram dan LCD.

Gambar 3.3 : Flowchart Smart Building dalam mode manual

Berdasarkan Flowchart diatas dalam mode manual,untuk memulai mode manual diawali dengan menekan pesan “Start” pada chat bot Telegram di Smartphone. Selanjutnya,akan muncul balasan “Selamat Datang” dari Bot Chat beserta petunjuk penggunaan untuk mengontrol lampu dan kipas tersebut. Di bot ini terdapat 2 mode yaitu mode type langsung atau melalui inline keyboard. Jika menggunakan mode Typing,dapat dilihat petunjuk awal di start untuk petunjuk pengetikan. Jika menggunakan mode Inline

Keyboard,dapat dilihat petunjuk dengan menekan “/start” di Inline Keyboard.

Setelah itu,untuk menyalakan alat listrik seperti lampu dan kipas AC.Contoh:

tekan “/ON”, maka bot chat akan mengirimkan message “/lampu_ON” ke NodeMCU. Jika input diterima oleh NodeMCU maka lampu akan menyala, lalu NodeMCU akan mengirimkan notifikasi ke Bot bahwa lampumenyala. Begitu

23

pula sebaliknya jika memilih’/lampu_OFF” maka lampu akan padam dan NodeMCU akan mengirimkan notifikasi bahwa lampu padam.

Untuk tombol “/status” ini berfungsi mengetahui suhu pada ruangan dan memberi informasi apakah semua lampu benar dalam keadaan padam atau menyala. Saat tombol ini ditekan, bot akan mengirimkan “/status” ke NodeMCU dan apabila diterima maka NodeMCU akan langsung mengirimkan balasan berupa status ke bot telegram.

3.3 Perancangan Alat 3.3.1 Perangkat Keras

3.3.1.1 Rangkaian Smart Building

Gambar 3.4 : Rangkaian Wiring System

2. Adaptor Power Supply

Adaptor Power Supply, adalah adaptor yang dapat mengubah tegangan listrik AC yang besar menjadi tegangan DC yang kecil. Dari tegangan 220v AC menjadi tegangan 5Vdc. Inputan AC Adaptor diperoleh dari tegangan 220 Volt AC yang di peroleh dari source PLN.

Output 5 Vdc akan menjadi Input arduino uno sebesar 5 Vdc.

24

Gambar 3.5 : Adaptor Power Supply (www.teknikelektronika.com/pengertian-adaptor/)

2. Rangkaian Relay

Modul relay ini akan mengontrol hidup atau matinya lampu dan AC menggunakan NodeMCU. Relay adalah Komponen elektronika atau modul elektronika yang digunakan atau berfungsi sebagai Switch untuk memutus dan menyambung suatu aliran atau arus listrik ke komponen lain melalui coil yang terdapat didalamnya

Gambar 3.6 : Rangkaian Modul Relay (www.embeddednesia.com/rangkaian-relay/)

Pada gambar menggunakan saklar SPDT (Single Pole Double Throw) yaitu Saklar yang memiliki 3 Terminal. Pin 1 output untuk beban, pin 2 untuk triger input dari arduino (D2), pin 3 normali open, pin 4 normali close, pin 5 ground.

3. Sensor Suhu DHT 11

Cara DHT11 mengukur suhu adalah dengan menggunakan sensor termistor yang terpasang di permukaan. Termistor sebenarnya adalah sebuah resistor variabel dengan resistansi yang berubah-ubah terhadap perubahan suhu.

Sensor-sensor ini dibuat dengan sintering bahan semikonduktor seperti

Sensor-sensor ini dibuat dengan sintering bahan semikonduktor seperti

Dokumen terkait