• Tidak ada hasil yang ditemukan

Milestone Proyek Perubahan

Dalam dokumen SEMINAR PROYEK PERUBAHAN (Halaman 27-0)

BAB II RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN

3. Milestone Proyek Perubahan

Milestone dalam sebuah proyek perubahan merupakan tonggak penting yang mempengaruhi aktivitas proyek.Milestone merupakan roadmap atau langkah tahapan menuju kondisi yang diinginkan tercapai.

Tabel 7. Milestone Proyek Perubahan

No TAHAP UTAMA Waktu

Jangka Pendek

1 Mengkonsultasikan hasil Seminar Rancangan Proyek

Perubahan Kepada Mentor 11 Agustus 2020

2 Mengadakan rapat koordinasi internal dan

membentuk Tim Efektif Proyek Perubahan 14 Agustus 2020 3 Menyusun draft Peraturan Bupati tentang Percepatan

Pemerataan Mutu Pendidikan Wilayah Pinggiran 25 Agustus 2020

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

17 4 Mengkonsultasikan draft Peraturan Bupati pada

Bagian Hukum Sekretariat Daerah 31 Agustus 2020 5 Melakukan revisi dan pengajuan pengesahan kepada

Bupati Berau

29 September 2020 6 Mensosialisasikan rencana penerapan pembelajaran

berbasis komputerisasi pada lembaga/sekolah yang ditetapkan

5,10 September 2020 7 Mengadakan rapat koordinasi dengan stakeholder

eksternal pembahasan rencana penerapan pembelajaran berbasis komputerisasi

23 September 2020 8 Melakukan pengadaan sarana prasarana penunjang

pembelajaran berbasis komputerisasi untuk pelatihan dan simulasi

28 September – 5 Oktober 2020 9 Memberikan pelatihan singkat terhadap tenaga

pendidik, tenaga teknis penggunaan media pembelajaran berbasis komputerisasi

7 – 10 Oktober 2020 10 Melakukan simulasi pembelajaran berbasis

komputerisasi

12 – 22 Oktober 2020 11 Melakukan evaluasi dari simulasi pembelajaran

berbasis komputerisasi yang sudah dilaksanakan 23 Oktober 2020 Jangka Menengah

1 Mengajukan usulan pembangunan jaringan listrik di daerah pedalaman

2 Mengajukan usulan anggaran pengadaan sarana prasarana berbasis IT penunjang pembelajaran berbasis komputerisasi

2 Melakukan pendataan sarana, guru dan kepala sekolah sasaran

Jangka Panjang

1 Mengadakan kerjasama dengan lembaga /instansi terkait dalam program penguatan jaringan internet 2 Melakukan pengadaan sarana prasarana berbasis IT

penunjang pembelajaran berbasis komputerisasi 3 Pelatihan Guru, Kepala Sekolah dan tenaga teknis

dalam Manajemen IT

4 Mengadakan pelatihan pengawas sekolah

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

18 4. Tata Kelola Proyek Perubahan

Dalam pelaksanaan tiap tahapan proyek perubahan, pastilah akan melibatkan beberapa stakeholder terkait, baik itu internal maupun eksternal. Tata Kelola Proyek Perubahan ini digambarkan dalam Bagan berikut.

Pembina Bupati Berau

Pengarah

Sekretaris Daerah Kabupaten Berau

Pelaksana Kepala Dinas Pendidikan

Unsur Pelaksana Internal

Unsur Pelaksana Eksternal

Regulator Bagian Hukum

Gambar 4. Tata Kelola Proyek Perubahan

Secara singkat, tata kelola proyek perubahan dapat dijelaskan sebagai berikut.

a. Pembina

Memberikan ijin pelaksanaan kegiatan proyek perubahan Mengesahkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan

b. Pengarah

Memberikan bimbingan terkait penentuan judul /fokus proyek perubahan

Memberikan pertimbangan-pertimbangan terkait rencana dan pelaksanaan tahapan proyek perubahan

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

19 c. Pelaksana

Melaksanakan tahapan-tahapan proyek perubahan sesuai dengan rencana yang disusun sebelumnya

Mengkoordinir Tim Efektif

Melaporkan progress kegiatan kepada Pengarah

d. Regulator

Melakukan koreksi terhadap draft regulasi yang akan diusulkan pengesahanya

Memfasilitasi pengesahan dan penerbitan regulasi untuk kepentingan proyek perubahan

e. Unsur Pelaksana

Mendukung dan membantu Pimpinan Proyek dalam melaksanakan tahapan-tahapan proyek perubahan sesuai dengan bidang tugasnya

5. Manajemen Stakeholder

Tahapan identifikasi stakeholder proyek perubahan melalui beberapa tahapan sebagai berikut.

a. Identifikasi Stakeholder

Stakeholder didefinisikan sebagai “perorangan maupun kelompok-kelompok yang terkait, baik berasal dari dalam maupun dari luar organisasi yang berpengaruh maupun terpengaruh oleh tujuan-tujuan dan tindakan-tindakan sebuah Tim”.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

20 Tabel 8. Identifikasi Stakeholder

No Stakeholder Internal No. Stakeholder Eksternal

1 Sekretaris Daerah 1 Bupati Berau

2 Sekretaris Dinas Pendidkan

2 Kepala Bagian Hukum

3 Kepala Bidang P2TK 3 Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika

4 Kepala Bidang Pembinaan Pembinaan PAUD, Dikmas,

serta Bahasa dan Sasra

4 Kepala Bapelitbang

5 Kepala Bidang Pembinaan SD

5 Kepala PLN Cab. Tanjung Redeb

6 Kepala Bidang Pembinaan SMP

6 Guru

7 Kepala SKB 7 Pengawas Sekolah

8 Kepala Sub Bagian/Kepala Seksi

8 Peserta Didik

b. Posisi Stakeholder

Dari stakeholder tersebut, selanjutnya dapat diketahui pengaruh dari masing-masing stakeholder sebagai berikut :

Tabel 9. Posisi Stakeholder Internal No Stakeholder Internal

Posisi Pengaruh

2 Sekretaris Dinas

Pendidikan

5 Kepala Pembinaan

SD

6 Kepala Bidang

Pembinaan SMP

7 Kepala Sub

Bagian/Kepala Seksi

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

21 Tabel 10. Posisi Stakeholder Eksternal

No Stakeholder

c. Kedudukan Stakeholder

Dalam organisasi publik, sangat penting untuk mengetahui siapa stakeholder yang memiliki kepentingan dan pengaruh terhadap program yang dimiliki oleh organisasi. Untuk itu perlu dikenali jenis stakeholder sebagai berikut :

Tabel 11. Kedudukan Stakeholder

Stakeholder Nama Stakeholder

Stakeholder

Primer Stakeholders yang langsung dipengaruhi oleh program yang dijalankan oleh organisasi publik tertentu. Pengaruh disini dapat bersifat positif maupun negatif.

Sekretaris Dinas Pendidikan

Kepala Bidang P2TK

Kebid Pembinaan PAUD, Dikmas, serta Bahasa dan Sasra

Kepala Bidang Pembinaan SD

Kepala Bidang Pembinaan SMP

Kepala Sub Bagian / Kepala Seksi Stakeholder

Sekunder Stakeholders yang tidak langsung dipengaruhi oleh program yang dijalankan oleh organisasi publik tertentu. Pengaruh disini dapat bersifat positif maupun negatif

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

22

Kepala Dinas Kominfo

Kepala Cabang PLN (Persero) Tanjung Redeb

Kepala Sekolah

Guru

Pengawas Sekolah

Peserta Didik Stakeholder

Utama Stakeholders yang memiliki pengaruh/kewengan legal dalam hal pengambilan keputusan terhadap program yang dijalankan oleh organisasi publik tersebut

Bupati Berau

Sekretaris Daerah

Kepala Bapelitbang

Kepala Bagian Hukum

d. Pengaruh dan Kepentingan Stakeholder

Berdasarkan pengaruh dan kepentingannya, stakeholder dibagi menjadi 4 (empat) jenis dengan penjelasan sebagai berikut.

Promoters : influence besar, interest besar, memiliki kepentingan besar terhadap upaya dan juga kekuatan untuk membantu membuatnya berhasil (atau menggelincirkannya).

Defenders : influence kecil, interest besar, memiliki kepentingan pribadi dan dapat menyuarakan dukungannya dalam komunitas, tetapi kekuatannya kecil untuk mempengaruhi upaya.

Latents : influence besar, interest kecil, tidak memiliki kepentingan khusus maupun terlibat dalam Upaya, tetapi memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi Upaya jika mereka menjadi tertarik.

Apathetics : influence kecil, interest kecil, kurang memiliki kepentingan maupun kekuatan, bahkan mungkin tidak mengetahui adanya upaya.

Dari penjelasan tersebut, maka pengaruh dan kepentingan stakeholder dapat digambarkan dalam bagan berikut.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

23 Gambar 5. Pengaruh dan Kedudukan Stakeholder

Upaya-upaya yang digunakan dalam memobilisasi stakeholders, menggunakan strategi komunikasi yang dapat dibangunkan tim yang efektif, dengan menyampaikan tujuan dan manfaat kepada semua stakeholders dari proyek perubahan ini dengan komunikasi dua arah, dengan cara :

a. Promoter:

Terus dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan mentor.

Terus dilaporkan tahapan dan kemajuan kegiatan perubahan kepada mentor.

Terus diminta arahan setiap ada kendala sekecil apapun

Diberikan kesempatan pada setiap anggota tim menyampaikan pendapat dan gagasan secara lisan maupun tulisan.

b. Latens:

Diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan baik secara lisan maupun tulisan.

Disampaikan hasil proyek perubahan, khususnya yang menjadi perhatiannya seperti peningkatan pelayan publik

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

24 c. Defender:

Diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat baik secara lisan atau tulisan.

Dilibatkan dalam proses proyek perubahan sesuai dengan kebutuhan.

Tetap dijaga komunikasi tahap proyek perubahan d. Appathetic:

Stakeholders apathetic, tetap dilibatkan sesuai dengan tahap yang dibutuhkan dengan tujuan memberikan pengertian atau meminta pendapat sehingga kelompok ini dapat berperan sebagai kelompok defender

e. Tim Efektif

Dalam upaya implementasi proyek perubahan disusun organisasi pelaksana proyek kegiatan (Tim Efektif) yang meliputi pejabat dan staf fungional umum, sebagaimana pada gambar berikut :

MENTOR

Gambar 6.Struktural Tim Efektif Proyek Perubahan

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

25 Adapun tugas dan fungsi dari masing-masing tim antara lain dijelaskan sebagai berikut.

1) Mentor (Sponsor)

Bertindak sebagai pembimbing dan pengawas peserta berdasar sikap profesionalisme,

Memberikan dukungan penuh kepada peserta diklat dalam mengimplementasikan Proyek Perubahan

Memberikan dukungan kepada peserta dalam mendayagunakan seluruh potensi sumberdaya yang diperlukan dalam melakukan implementasi Proyek Perubahan

Memberikan bimbingan kepada peserta dalam mengatasi kendala yang muncul selama proses implementasi berlangsung Berperan sebagai inspirator bagi peserta diklat

2) Pembimbing (Coach)

Melakukan monitoring secara reguler terhadap kegiatan peserta selama tahap laboratorium kepemimpinan melalui media Teknologi Informasi (IT)

Memberikan feedback terhadap laporan progress implementasi proyek perubahan yang disampaikan peserta bimbingan minimal seminggu sekali

Melakukan intervensi bila peserta mengalami permasalahan selama tahapan Laboratorium Kepemimpinan

Mengembangkan instrumen monitoring dan perekaman terhadap progress yang dilaporkan oleh peserta bimbingan Mengkomunikasikan proses, kemajuan dan hasil coaching

kepada penyelenggara Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II

3) Pimpinan Proyek (Project Leader)

Melakukan eksekusi keseluruhan tahapan yang telah dirancang dalam project charter dengan mendayagunakan seluruh sumberdaya yang dimiliki

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

26 Mengambil inisiatif dalam dialog dengan mentor dan coach Secara aktif melakukan diskusi dengan bertanya atau

melaporkan progress implementasi proyek perubahan kepada coach minimal satu, minggu sekali

Mengacu rumusan milestones dalam project charter sebagai dasar pencapaian target perubahan

Menggerakkan seluruh elemen stakeholders terkait (internal dan eksternal) dalam mendukung keseluruhan tahapan implementasi perubahan

Mengembangkan instrumen monitoring dan melakukan perekaman terhadap setiap progress yang dihasilkan dalam proses implementasi proyek perubahan

Menyusun laporan proyek perubahan kedalam sebuah diskripsi utuh mulai dari proses penyusunan project charter sampai dengan hasil/capaian dari implementsi proyek perubahan.

Menyerahkan laporan implementasi proyek perubahan kepada penyelenggara Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II pada tahap Evaluasi.

4) Tim Agile

a) Koordinator Tim

 Mengkoordinir perencanaan dan pelaksanaan tahapan kegiatan proyek perubahan

 Bertanggung jawab langsung dan melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kepada Pimpinan Proyek (project leader)

b) Tim Agile I (Administrasi& Koordinasi)

 Bertugas dalam bidang keadministrasian sebagai kelengkapan pelaksanaan kegiatan proyek perubahan.

 Menjembatani komunikasi antara project leader dengan stakeholder internal dan eksternal terkait proyek perubahan c) Tim Agile II (Regulasi)

 Menyusun draft regulasi

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

27

 Memfasilitasi pengesahan/penerbitan regulasi melalui koordinasi dengan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Berau

d) Tim Agile III (Koordinasi)

 Mempersiapkan sarana prasarana untuk simulasi pembelajaran berbasis komputerisasi

 Memberikan pelatihan singkat (transfer knowledge) kepada guru /tenaga pendidikan yang akan melakukan simulasi pembelajaran berbasis komputerisasi

e) Tim Agile IV (Perencanaan)

 Menyusun perencanaan tahapan jangka menengah dan jangka panjang proyek perubahan

 Mengkoordinasikan rencana pelaksanaan tahapan jangka menengah dan jangka panjang dengan stakeholder terkait

B. RENCANA STRATEGIS MARKETINGPROYEK PERUBAHAN

Strategi marketing adalah keseluruhan rencana pemasaran bisnis untuk menjangkau orang dan mengubahnya menjadi pelanggan untuk produk atau layanan yang kita sediakan. Strategi ini dalam suatu perusahaan berisi proposisi nilai perusahaan, cara pemasaran terbaik, informasi tentang sasaran pelanggan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan rencana pemasaran.Untuk menerapkan strategi marketing dalam proyek perubahan, maka ditetapkan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Perubahan Rencana Strategi

Dalam Perubahan Rencana Strategis, tahapan yang dilalui dengan urutan sebagai berikut.

a. Mandat Kebijakan

Peraturan Perundang-undangan yang mendasari pelaksanaan proyek perubahan ini antara lain :

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

28 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

Peraturan PemerintahNomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan PemerintahNomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 sebagai dasar penyusunan rencana kerja pemerintah telah mengakomodasi Nawacita Ketiga, yaitu membangun Indonesia dari Pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan

b. Analisis Lingkungan Strategis

Analisa lingkungan strategis meliputi Analisa lingkungan eksternal dan Analisa lingkungan internal.Analisa lingkungan eksternal dilakukan untuk mengeksplorasi lingkungan di luar organisasi guna mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi organisasi.Sementara analisa lingkungan internal dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahanorganisasi (aspek-aspek dari organisasi yang membantu/ menghambat pencapaian visi dan pemenuhan mandat organisasi).

Dalam proyek perubahan ini, analisa lingkungan strategis yang digunakan adalah Analisa SCOPE (Situation, Core competencies, Obstacles, Prospects, Expectations).

Situation (situasi) mengacu pada kondisi yang memiliki dampak pada perencanaan terkait faktor lingkungan internal atau eksternal.

Core Competence mengandung arti kemampuan unik yang memberikan dasar untuk penyediaan dan penciptaan nilai kepada pelanggan, dan keunggulan kompetitif.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

29 Obstacles merupakan masalah potensial atau ancaman yang dapat

membahayakan implementasi Kompetensi Inti dan dengan demikian berdampak pada prospek di masa depan.

Prospects adalah peluang yang ada secara internal atau eksternal untuk bisnis yang dapat meningkatkan keuntungan, diciptakan melalui peningkatan Kompetensi Inti dan mengatasi Hambatan.

Expectations merupakan future-view, yakni prediksi kondisi internal dan eksternal di masa depan yang kemungkinan akan mempengaruhi secara material, secara positif atau negatif, penyampaian rencana untuk memenuhi Prospek yang diidentifikasi.

Tabel 12. Analisis SCOPE

Situation Pemerataan mutu Pendidikan Dasar di Kabupaten Berau

Core

Competence

Tersedianya regulasi yang mengatur tentang standar pendidikan dan pembangunan daerah pinggiran

Obstacles Kualitas lulusan pendidikan dasar

Prospects Menerapkan pembelajaran berbasis komputerisasi Expectations Pengelola sekolah (kepala sekolah dan guru) serta

peserta didik menguasai teknologi (berbasis komputerisasi)

c. Visi Perubahan

Proyek Perubahan ini memiliki visi yang dikaitkan dengan peningkatan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Berau yaitu “Mewujudkan Masyarakat Yang Cerdas dan Berdaya Saing”.

d. Rumusan Strategi

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka diterapkan beberapa strategi sebagai berikut.

1) Penerbitan regulasi sebagai payung hukum

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

30 2) Pengadaan sarana dan prasarana berbasis IT

3) Penerapan pembelajaran berbasis komputerisasi

4) Pelatihan bagi kepala sekolah, guru, tenaga teknis dan pengawas sekolah

e. Sasaran Jangka Pendek, Menengah dan Panjang

Sedangkan sasaran yang ditetapkan untuk tolak ukur suksesnya proyek perubahan ini antara lain sebagai berikut.

1) Jangka Pendek

 Terbitnya Regulasi

 Terbentuknya Tim Efektif

 Terealisasinya tahap awal pembelajaran berbasis komputerisasi 2) Jangka Menengah

 Tersedianya anggaran pengadaan sarana prasarana berbasis IT penunjang pembelajaran berbasis komputerisasi

 Terlaksananya kerjasama dengan lembaga /instansi terkait dalam program penguatan jaringan internet

3) Jangka Panjang

 Terlaksannya pendataan sarana, guru dan kepala sekolah sasaran

 Terlaksananya pengadaan sarana prasarana berbasis IT penunjang pembelajaran berbasis komputerisasi

 Terlaksananya Pelatihan Guru,Kepala Sekolah dan tenaga teknis dalam Manajemen IT

 Terlaksananya pelatihan pengawas Sekolah

2. Design Content Marketing

Desain content marketing menggunakan empat strategi atau yang lebih dikenal dengan 4 P product (produk), price (harga), place (tempat), promotion (promosi). Keempat strategi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

Product adalah barang dan jasa yang ditawarkan sebagai sebuah kebutuhan.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

31

Price merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk.

Place adalah bidang atau wadah yang digunakan sebagai tempat usaha yang dijalankan.

Promotion yaitu kegiatan-kegiatan yang menghasilkan/

mengkomunikasikan manfaat produk yang ditawarkan dan mempersuasi pelanggan untuk membelinya.

Dari penjelasan tersebut, maka dapat dilakukan identifikasi sebagaimana Tabel berikut.

Tabel 13. Design Content Marketing

Product Pembelajaran berbasis kompetensi pada jenjang Pendidikan Dasar

Price Penerapan tahap awal pada lembaga pendidikan /sekolah yang ditetapkan sebagai pioner /uji coba Place Sekolah Dasar di wilayah pinggiran /pedalaman

Kabupaten Berau (Kecamatan Kelay dan Kecamatan Segah dan wilayah Pesisir Pantai Kecamatan Tabalar, Biatan Lempake, Talisayan, Batu Putih, Biduk-Biduk , Pulau Derawan dan Maratua)

Promotion Sosialisasi rencana penerapan/implementasi, mengadakan pelatihan-pelatihan bagi Kepala Sekolah, Guru dan Pengawas)

C. POTENSI KENDALA DAN RESIKO

Dalam setiap suatu kegiatan, pastilah akan menemui kendala dan munculnya dampak /resiko dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Berikut adalah prediksi Project Leader terhadap kendala dan resiko yang kemungkinan muncul saat pelaksanaan proyek perubahan.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

32 1. Kendala

Beberapa potensi kendala yang dimungkinkan muncul antara lain sebagai berikut.

a. Kinerja dari tim efektif maupun unsur yang ada pada tata kelola proyek perubahan dimungkinkan tidak optimal karena target pelaksanaan tahapan jangka pendek yang hanya 2 (dua) bulan

b. Koordinasi yang kurang optimal sebagai dampak dari adanya pandemi virus corona (COVID-19)

2. Resiko

Sedangkan resiko yang dimungkinkan muncul saat pelaksanaan tahapan proyek perubahan antara lain sebagai berikut.

a. Situasi yang belum sepenuhnya kondusif karena pandemi virus corona (COVID-19) di Kabupaten Berau yang saat ini sudah Zona “Kuning”

sehinggan resiko penyebaran virus bisa terjadi jika tidak mematuhi protokol kesehatan.

b. Resiko lain yang muncul adalah harus menyediakan anggaran khusus untuk pengadaan beberapa unit komputer untuk pelatihan dan simulasi pembelajaran berbasis komputerisasi pada lembaga pendidikan /sekolah yang dijadikan pioner (percobaan).

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

33

BAB III MANAJEMEN PERUBAHAN

A. CAPAIAN TAHAPAN RENCANA STRATEGIS

Dalam tahapan jangka pendek proyek perubahan ini ada 11 (sebelas) kegiatan yang dilaksanakan dalam waktu ± 3 (tiga) bulan mulai bulan Agustus sampai dengan Oktober 2020.Berikut adalah gambaran (deskripsi) dari kegiatan yang dilaksanakan oleh Project Leader dan stakeholder terkait.

1. Mengkonsultasikan Hasil Seminar Rancangan Proyek Perubahan Kepada Mentor

Awal kegiatan tanggal 11 Agustus 2020 project leader mendatangi Sekretariat Daerah Kabupaten Berau untuk melaporkan hasil Seminar Rancangan Proyek Perubahan yang dilaksanakan beberapa hari sebelumnya serta mengkoordinasikan rencana implementasi tahapan jangka pendek proyek perubahan.

Gambar 7. Temu Konsultasi dan Koordinasi Pasca Seminar dengan Mentor Pada kesempatan tersebut Mentor memberikan masukan terkait Seminar yang sudah dilalui oleh Project Leader, ada beberapa saran yang diharapkan oleh Mentor dapat disempurnakan oleh Project Leader ketika melaksanakan tahapan jangka pendek proyek perubahan.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

34 Selain itu, Mentor juga menyatakan untuk memberikan dukungan antara lain terhadap beberapa hal berikut.

a. Mentor sangat mendukung terkait Proyek Perubahan “Strategi Percepatan Pemerataan Mutu Pendidikan Dasar Wilayah Pinggiran Melalui Pembelajaran Berbasis Komputerisasi di Kabupaten Berau”.

b. Mentor juga bersedia untuk membimbing, mengawasi, mendukung serta memberikan arahan dan masukan pada project leader guna kelancaran proyek perubahan yang akan dilaksanakan.

(bukti fisik kegiatan pada Lampiran 1)

2. Mengadakan Rapat Koordinasi Internal dan Membentuk Tim Efektif Proyek Perubahan

Pada hari Jum’at 14 Agustus 2020 project leader mengundang stakeholder internal terkait di Ruang Rapat Lt II Dinas Pendidikan Kabupaten Berau untuk mengadakan rapat koordinasi untuk membahas rencana pelaksanaan tahapan jangka pendek proyek perubahan serta pembentukan Tim Efektif Proyek Perubahan.

Gambar 8. Rapat Koordinasi Internal dan Pembentukan Tim Efektif Proyek Perubahan

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

35 Tim Efektif yang dibentuk beranggotakan stakeholder internal (tim agile) yang dikoordinir oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Berau beranggotakan Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Kepala Bidang Pembinaan SMP, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan serta Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah, PAUD, Bahasa dan Sastra yang didukung oleh beberapa stag/pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Berau.

Selain itu, Tim Efektif yang dibentuk juga melibatkan stakeholder eksternal terkait antara lain Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Berau, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Berau, Kepala Cabang Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tanjung Redeb dan Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah.

Mengingat kompleksnya keterlibatan stakeholder dalam tim efektif (lintas sektor) maka dipandang perlu untuk legalitas pembentukannya perlu diajukan dalam bentuk Keputusan Bupati. Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah menyusun draft SK dan meneruskannya pada Pjs. Bupati Berau.

Menindaklanjuti usulan tersebut maka pada hari Senin 31 Agustus 2020 diterbitkan Keputusan Bupati Berau Nomor 440 Tentang Pembentukan Tim Efektif Proyek Perubahan. Adapun tugas yang dibebankan pada tim tersebut secara umum antara lain sebagai berikut.

a. Merumuskan kebijakan yang akan diterapkan dalam rangka pemerataan mutu pendidikan wilayah pinggiran dalam wilayah pesisir pantai dan pedalaman;

b. Melakukan pemetaan mutu dan pendataan satuan pendidikan dasar wilayah pinggiran;

Gambar 9. SK Tim Efektif

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2020 LAN RI Samarinda – Kalimantan Timur

36 c. Melaksanakan pembinaan dan pelatihan;

d. Berupaya melengkapi sarana dan prasarana pendidikan bersama kepala satuan pendidikan dasar;

e. Berupaya memenuhi kebutuhan pembiayaan bersama kepala satuan pendidikan; dan

f. Melaporkan kepada Bupati atas pelaksanaan tugasnya.

(bukti fisik kegiatan pada Lampiran 2)

3. Menyusun draft Peraturan Bupati tentang Percepatan Pemerataan Mutu Pendidikan Wilayah Pinggiran

Untuk legalitas dalam pelaksanaan percepatan pemerataan mutu pendidikan di wilayah pinggiran, maka project leader bersama tim pada hari Selasa 25 Agustus 2020 mendatangi Kantor Bupati Berau, tepatnya di Ruang Rapat Kakaban untuk mengadakan rapat koordinasi penyusunan draft Peraturan Bupati Tentang Percepatan Pemerataan Mutu Pendidikan di Wilayah Pinggiran.

Pembahasan draft Perbup tersebut juga dihadiri stakeholder eksternal terkait dari Bappelitbang, Inspektorat dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah selaku Mentor.Beberapa masukan dari peserta rapat koordinasi yang hadir ditampung oleh project leader, sehingga kerangka

Pembahasan draft Perbup tersebut juga dihadiri stakeholder eksternal terkait dari Bappelitbang, Inspektorat dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah selaku Mentor.Beberapa masukan dari peserta rapat koordinasi yang hadir ditampung oleh project leader, sehingga kerangka

Dalam dokumen SEMINAR PROYEK PERUBAHAN (Halaman 27-0)

Dokumen terkait