BAB 4 PENGEMBANGAN MODEL
4.2 Formulasi Model Acuan
4.2.4 Model acuan penurunan harga
π(π·π‘) = π·0β πΌπ(π‘) + π½(π0πβ βππ=1πππ‘π) β₯ 0
πΈπ· = β« π(π·π‘)ππ‘0π (4.11)
Dengan πΈπ· perkiraan permintaan pada periode penjualan (0, π) dan π(π‘) adalah harga produk di retailer pada waktu ke π‘. Satu hal penting untuk diingat adalah nilai π(π‘) lebih besar dari 0 dan lebih kecil dari harga maksimum saat konsumen memutuskan berhenti membeli (0 β€ π(π‘) β€ ππ).
4.2.4 Model acuan penurunan harga
Penetapan harga menjadi hal yang penting ketika berbicara mengenai produk makanan perishable yang mengalami penurunan kualitas dari waktu ke waktu hingga akhir umur hidupnya. Gambar 4.3 menunjukkan bagaimana penurunan kualitas secara eksponensial berdampak pada permintaan apabila harga jual produk ditentukan bernilai tetap sepanjang satu periode penjualan. Terlihat perbedaan pola permintaan pada kedua strategi harga, dimana pada strategi harga tunggal permintaan terus menurun seiring dengan berjalannya waktu. Berbeda halnya dengan strategi multi harga, dimana permintaan meningkat ketika harga baru diterapkan. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan dapat dinaikkan kembali dengan penerapan harga yang berbeda (lebih rendah dari harga awal).
Model yang dikembangkan oleh Wang dan Li (2012) dievaluasi dengan menilai keuntungan yang diinginkan retailer. Keuntungan dimodelkan dalam satu periode penjualan yang ditetapkan yakni antara π‘ = 0 dan π‘ = π. Keuntungan diperoleh melalui pengurangan pendapatan yang dihasilkan dari penjualan produk dengan biaya-biaya operasional yang terlibat. Pada model tersebut perhitungan biaya-biaya operasional seperti biaya pembelian, penyimpanan, logistik dan lain sebagainya digabungkan dalam satu unit biaya operasional πΆπ. Wang dan Li (2012) juga mengasumsikan bahwa stock replenishment dari distributor atau supplier akan datang setelah periode penjualan berakhir, dan juga jumlah aktual yang terjual tidak akan melebihi jumlah yang dipesan π.
43
Gambar 4.3 Ilustrasi Dampak Penetapan Strategi Harga pada Permintaan dengan Penurunan Kualitas secara Eksponensial
(Sumber: Wang dan Li, 2012)
Dimisalkan suatu skenario dimana retailer menetapkan harga pada suatu produk selama satu periode penjualan, keuntungannya Ξ π dapat diestimasikan sebagai pendapatan selama satu periode penjualan (0, π) dikurangi biaya-biaya yang terlibat, sehingga:
Ξ π = β« π(π‘)π(π·π‘)ππ‘ β ππΆπ π
0
Subject to: πΈπ· = β« π(π·0π π‘)ππ‘β€ π (4.12) Selisih antara jumlah yang dipesan (π) dan jumlah permintaan aktual (πΈπ·) merupakan jumlah produk yang harus dibuang. Apabila dalam pembuangan produk ini membutuhkan biaya (πΆπ€), maka fungsi keuntungan akan menjadi: Ξ π = β« π(π‘)π(π·0π π‘)ππ‘ β ππΆπβ [π β β« π(π·0π π‘)ππ‘] πΆπ€ (4.13)
Pada produk makanan perishable seperti sayuran segar, visualisasi akhir umur hidupnya dapat terlihat dan staf retailer atau pelanggan dapat menghentikan penjualan atau tidak membelinya. Akan tetapi ada beberapa produk makanan
perishable yang tidak tampak secara visual perubahan kualitasnya, yang tentunya
akan membahayakan konsumen. Hal ini dapat mengakibatkan munculnya biaya baru sebagai bentuk kompensasi pihak retailer bila produk yang telah kadaluarsa
44
tidak sengaja terbeli oleh konsumen. Oleh karena itu, diperlukan strategi harga yang dapat meningkatkan minat beli konsumen sebelum akhir umur hidup produk.
Strategi harga yang dimaksud dapat berupa dynamic pricing. Penerapan perubahan harga dalam satu periode penjualan hendaknya juga melibatkan biaya per unit akibat dari perubahan harga. Biaya per unit πΆπ harus ditambahkan pada waktu masing-masing harga diterapkan.
4.2.4.1 Model acuan single price markdown
Harga saat ini telah menjadi salah satu strategi para retailer dalam meningkatkan penjualan. Sudah menjadi hal biasa ketika retailer mengadakan diskon pada periode atau momen tertentu untuk menarik minat calon konsumen. Tidak hanya produk non-perishable, produk makanan perishable pun tak lepas dari strategi penurunan harga. Tujuan optimasi harga yang dilakukan oleh retailer ialah memaksimalkan keuntungan yang diperoleh dalam satu periode penjualan. Harga optimal πβ(π‘) dapat ditentukan melalui permasalahan optimasi sederhana, misalnya mencari kebijakan harga optimal untuk periode penjualan π dimana 0 β€ π‘ β€ π, sehingga:
Ξ π[πβ(π‘)] = max
π(π‘) Ξ π[π(π‘)] (4.14)
Mayoritas retail modern menetapkan kebijakan penurunan harga yang disesuaikan dengan jenis produk makanan perishable dan dilakukan pada waktu yang berbeda-beda pula. Secara sederhana misalnya memberikan kebijakan penurunan harga dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga awal pada periode markdown agar pelanggan membeli produk yang mendekati waktu kadaluarsanya. Sehingga dalam satu periode penjualan terdapat dua penetapan harga yang berbeda:
π(π‘) = π(π₯) = {π 0 β€ π‘ β€ ππ
π(1 β π) ππ β€ π‘ β€ π (4.15)
Dimana ππ adalah waktu penurunan harga setelah harga diskon π diterapkan, dengan nilai π berkisar antara 0 dan 1 (0 β€ π β€ 1), dan π merupakan akhir periode
45
penjualan. Penurunan harga dilakukan sebelum produk mencapai akhir umur hidupnya yang menyebabkan periode penjualan terbagi menjadi dua interval, yakni periode (0, ππ) dan periode (ππ, π). Hal ini mengakibatkan fungsi permintaan menjadi:
πΈπ· = β«πππ(π·π‘)ππ‘
0 + β« πππ π(π·π‘)ππ‘
π (4.16)
π(π·) merupakan fungsi permintaan pada waktu penjualan normal dan ππ(π·) adalah fungsi permintaan selama penurunan harga hingga akhir umur hidup produk. Keberadaan dua harga dalam satu penjualan menjadikan fungsi keuntungan dapat dirumuskan sebagai berikut:
Ξ π = π β«πππ(π·π‘)ππ‘ 0 + π(1 β π) β« πππ π(π·π‘)ππ‘ π β [π β β«0πππ(π·π‘)ππ‘] πΆπβ ππΆπ Subject to: β«πππ(π·π‘)ππ‘ 0 + β« πππ π(π·π‘)ππ‘ π β€ π (4.17)
Selanjutnya dengan mensubtitusi 4.11 ke persamaan 4.17 diperoleh fungsi keuntungan sebagai berikut:
Ξ π = (π β πΆπ) [(π·0β πΌπ)ππ+π½π(1βπβπππ)
π ] + [π(1 β π)] Γ [(π·0β πΌπ + πΌππ)(π β ππ) +π½π(πβπππβπβππ)
π ] β π(πΆπ+ πΆπ) (4.18)
Kemudian dilakukan penurunan persamaan 4.18 sebanyak dua kali terhadap harga diskon πuntuk memperoleh keuntungan yang optimal sebagai berikut:
ππ±π ππ = βππ½π(π βπππβ πβππ)π + [2πΌπ2β ππ·π](π β ππ) β 2πΌπ2(π β ππ)π π2π±π π2π = β2πΌπ 2(π β ππ) dengan π > ππ dan π 2π±π π2π < 0 (4.19)
Penurunan fungsi tersebut membuktikan kecembungan fungsi keuntungan sehingga solusi diskon optimal (πβ) dapat ditentukan sebagai berikut:
πβ = π½π(πβππβπβπππ)
2πΌππ(πβππ) + (2πΌπβπ·π
2πΌπ ) (4.20)
46 πΈπ· = (π·0β πΌπ)ππ+ (π½π(1 β π βπππ) π ) + (π·πβ πΌπ + πΌππ)(π β ππ) + (π½π(π βπππβ πβππ) π ) πΈπ· = (π·πβ πΌπ + πΌππ)π β πΌππππ+ (π½π(1 β πβππ)/π β€ π 0 < πβ β€ [πβ(π½π(1βπβππ)π )β(π·πβπΌπ)π] πΌπ(πβππ) (4.21)
Melalui persamaan 4.20 dapat dihitung diskon harga optimal (πβ) dengan mengetahui nilai kualitas produk yang teridentifikasi (π), harga awal produk (π), laju penurunan kualitas produk (π), biaya penurunan harga (πΆπ), panjang periode penjualan normal dan nilai-nilai sensitivitas terhadap permintaan (ο‘ dan ο’).
4.2.4.2 Model acuan multiple price markdown
Pada praktiknya dalam memutuskan harga yang akan ditawarkan pihak manajerial mempertimbangkan beberapa aspek seperti fluktuasi permintaan, kelebihan persediaan, dan penurunan kualitas produk. Dalam hal ini, retailer seringkali mengaplikasikan kebijakan penurunan harga yang relatif fleksibel.
Retailer sering melakukan beberapa kali diskon harga untuk produk makanan perishable demi mengurangi jumlah yang terbuang akibat tidak terjual di akhir
umur hidupnya.
Wang dan Li (2012) merumuskan kebijakan single price markdown secara umumsebagai berikut:
π±1 = π0πΈπ·0+ π1πΈπ·1β πΆπ(π β πΈπ·0) β ππΆπ (4.22)
Dimana π0 adalah harga jual produk diawal periode penjualan dan π1 adalah harga yang sudah didiskon setelah penurunan harga dilakukan. πΈπ·0 adalah perkiraan permintaan pada waktu penjualan yang normal dan πΈπ·1 adalah perkiraan permintaan pada waktu harga diskon.
47
Apabila kebijakan penurunan harga dilakukan sebanyak 2 kali maka periode penjualan dibagi kedalam 3 interval waktu dan fungsi keuntungan dimodifikasi menjadi:
π±2 = π0πΈπ·0+ π1πΈπ·1+ π2πΈπ·2 β πΆπ(π β πΈπ·0) β πΆπ(π β πΈπ·0β πΈπ·1) β ππΆπ (4.23)
Jika penurunan harga terjadi π kali maka fungsi keuntungan dapat dituliskan menjadi: πππ₯ππππ§π π±π = π0πΈπ·0+ βππ=1πππΈπ·π β πΆπ(π(π β πΈπ·0) β βππ=1(π + 1 β π)πΈπ·π) β ππΆπ (4.24) dengan πΈπ·π = (π·0β πΌππ)(ππ+1β ππ) + (π½π(πβππππ) + (π½π(πβππππβπβππππ+1) ππ ) (4.25)
Dengan ππ adalah harga yang sudah didiskon pada periode penurunan harga π.
Subject to
πΈπ·0+ βππ=1πΈπ·π β€ π,0 < ππ β€ ππβ1 (4.26)
Solusi diskon optimal dapat diperoleh dengan menurunkan fungsi-fungsi keuntungan terhadap harga diskon (ππ) seperti berikut ini:
ππ±π πππ = (π·0β 2πΌππ)(π β ππ) +π½π(π βππππ β πβπππ) ππ + πΌπΆπ(π β ππ) π2π±π π2ππ = β2πΌ(π β ππ) dengan π > ππ, dan ππ22π±ππ π < 0 (4.27)
Dilakukannya penurunan fungsi keuntungan hingga turunan ke-2 dimaksudkan untuk membuktikan kecembungan fungsi sehingga sesuai dengan tujuan pemodelan yang mencari keuntungan yang optimal. Harga diskon yang optimal (ππβ) diperoleh sebagai berikut:
ππβ =π½π(πβππππβπβπππ) 2πΌ(πβππ)ππ +π·0
2πΌ+πΆπ