• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL-MODEL DESAIN PEMBELAJARAN

Kegiatan Belajar

B. MODEL-MODEL DESAIN PEMBELAJARAN

Dalam mendesain pembelajaran terdapat banyak model yang dapat digunakan seperti Dick and Carey, Kemp, Assure, IDI dan sebagainya. Dalam Kegiatan Belajar ini, dibahas dua model yang sering digunakan dalam proses desain pembelajaran yaitu model pembelajaran Dick and Carey dan Kemp.

Dengan menggunakan kerangka berpikir sistem, Dick & Carey (1978, 1985) menyusun model desain instruksional seperti berikut.

1. Mengidentifikasi tujuan pembelajaran. Mengidentifikasi tujuan pembelajaran adalah menentukan apa yang dikehendaki oleh pendidik agar dapat dilakukan oleh peserta didik selesai mereka mengikuti pembelajaran. Batasan tujuan dapat dilihat dari standar kompetensi, kebutuhan kurikulum, kesulitan belajar, karakteristik peserta didik, dan lain-lain.

2. Melakukan analisis pembelajaran. Setelah mengetahui tujuan pembelajaran, pendidik hendaknya menentukan jenis pembelajaran yang bagaimana yang dikehendaki oleh peserta didik. Tujuan pembelajaran perlu dianalisis untuk mengenali ketrampilan-ketrampilan awal atau subordinat yang mengharuskan peserta didik menguasai materi dan langkah-langkah prosedural awal untuk mengikuti proses pembelajaran tertentu.

3. Mengidentifikasi perilaku awal dan karakteristik. Di samping mengenali ketrampilan-ketrampilan awal dan langkah-langkah prosedural yang harus

dimasukkan dalam pembelajaran, maka perlu untuk mengenali ketrampilan-ketrampilan tertentu yang harus dimiliki peserta didik sebelum pembelajaran dimulai. Hal ini bukan berarti menyusun daftar semua hal yang dapat dilakukan oleh peserta didik, melainkan mengenali ketrampilan-ketrampilan tertentu yang harus dimiliki peserta didik untuk memulai pembelajaran.

4. Merumuskan tujuan pembelajaran. Atas dasar analisis pembelajaran dan keterangan tentang tingkah laku peserta didik, perancang menyusun pernyataan spesifik tentang ketrampilan apa yang akan dimiliki oleh peserta didik ketika menyelesaikan proses pembelajaran. Penjabaran ketrampilan-ketrampilan ini dikenal dengan melakukan analisis pembelajaran. Dalam kegiatan ini perlu disebutkan ketrampilan-ketrampilan yang harus dimiliki oleh peserta didik, kondisi perbuatan yang menunjukkan ketrampilan tersebut, dan kriteria performa yang diinginkan.

5. Mengembangkan butir tes acuan kriteria. Berdasarkan tujuan khusus atau kompetensi dasar yang telah dirumuskan, pendidik menyusun butir-butir penilaian yang dapat mengukur kemampuan peserta didik untuk mencapai apa yang dicantumkan dalam kompetensi dasar atau tujuan pembelajaran. Fokus utama diletakkan pada mengaitkan pada jenis tingkah laku yang disebutkan dalam tujuan dengan apa yang diminta dari butir-butir tersebut.

6. Mengembangkan strategi pembelajaran. Dengan berbagai informasi dari langkah-langkah sebelumnya, pendidik harus menentukan strategi yang akan digunakan dalam pembelajaran dan menentukan media apa yang cocok untuk dapat digunakan dalam mencapai tujuan akhir. Bagian-bagaian strategi pembelajaran dapat dilihat dari kegiatan prapembelajaran, inti, dan penutup. 7. Mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran. Langkah ini didasarkan atas

strategi pembelajaran, kegiatan mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran meliputi buku petunjuk peserta didik, bahan ajar, tes, dan buku pegangan pendidik. Keputusan untuk mengembangkan bahan ajar pada dasarnya tergantung pada jenis pembelajaran yang akan dilakukan.

8. Merancang dan melakukan evaluasi formatif. Kegiatan ini adalah melakukan serangkaian penilaian dengan maksud mengumpulkan data yang digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana teknik-teknik dalam menyempurnakan rencana pembelajaran.

9. Merevisi Pembelajaran. Data dari penilaian formatif dianalisis sebagai usaha untuk mengenali kesulitankesulitan yang dialami peserta didik dalam mencapai tujuan dan untuk menghubungkan kesulitan-kesulitan tersebut dengan kekurangan tertentu dalam proses pembelajaran.

10. Melakukan evaluasi sumatif. Langkah ini mempunyai arti mengadakan tindakan penilaian secara keseluruhan yang dimulai dari pertemuan pertama sampai terakhir. Oleh karena itu, idealnya penilaian ini tidak hanya melibatkan pendidik, namun juga tim evaluator yang independen.

Model Dick and Carey memiliki kelebihan sebagai salah satu model popular digunakan, karena langkah-langkahnya yang jelas, sehingga mudah diikuti, teratur dan efektif dalam pelaksanaan. Kekurangan dari model ini adalah model sifatnya kaku, karena semuanya sudah ditentukan, tidak semua pembelajaran dapat dikembangkan dengan langkah-langkah tersebut.

Gambar 1.3

Model Dick and Carey

Selanjutnya adalah Model ADDIE, model tersebut Ada satu model desain pembelajaran yang lebih sifatnya lebih generik yaitu model ADDIE

(Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate). ADDIE muncul pada tahun 1990-an yang

dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda. Salah satu fungsinya ADDIE yaitu menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif, dinamis dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri. Model ini menggunakan 5 tahap pengembangan berikut.

1. Analysis (analisis)

2. Design (disain / perancangan)

3. Develop (pengembangan)

4. Implement (implementasi/eksekusi) 5. Evaluate (evaluasi/ umpan balik)

Adapun penjelasan lengkap dari tahapan desain pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut.

1. Analisis. Tahap analisis merupakan suatu proses mendefinisikan apa yang akan dipelajari oleh peserta belajar, yaitu melakukan needs assessment (analisis kebutuhan), mengidentifikasi masalah (kebutuhan), dan melakukan analisis tugas (task analysis). Oleh karena itu, output yang akan kita hasilkan adalah berupa karakteristik atau profil calon peserta belajar, identifikasi kesenjangan, identifikasi kebutuhan dan analisis tugas yang rinci didasarkan atas kebutuhan. 2. Desain. Tahap ini dikenal juga dengan istilah membuat rancangan (blueprint).

Ibarat bangunan, maka sebelum bangunan dibuat, gambar rancang bangun (blue-print) di atas kertas harus ada terlebih dahulu. Apa yang kita lakukan dalam tahap desain ini? Pertama merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR (Specific, Measurable, Applicable, dan Realistic).

Selanjutnya menyusun tes, di mana tes tersebut harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yag telah dirumuskan tadi. Kemudian tentukanlah strategi pembelajaran yang tepat harusnya seperti apa untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini ada banyak pilihan kombinasi metode dan media yang dapat kita pilih dan tentukan yang paling relevan. Di samping itu, pertimbangkan pula sumber-sumber pendukung lain, semisal sumber belajar yang relevan, lingkungan belajar yang seperti apa seharusnya, dan lain-lain. Semua itu tertuang dalam suatu dokumen bernama blue-print yang jelas dan rinci.

3. Pengembangan. Pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print alias desain tadi menjadi kenyataan. Artinya, jika dalam desain diperlukan suatu software berupa multimedia pembelajaran, maka multimedia tersebut harus dikembangkan. Atau diperlukan modul cetak, maka modul tersebut perlu dikembangkan. Begitu pula halnya dengan lingkungan belajar lain yang akan mendukung proses pembelajaran semuanya harus disiapkan dalam tahap ini. Satu langkah penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. Tahap uji coba ini memang merupakan bagian dari salah satu langkah ADDIE, yaitu evaluasi. Lebih tepatnya evaluasi formatif, karena hasilnya digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran yang sedang kita kembangkan.

4. Implementasi. Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran yang sedang kita buat. Artinya, pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diinstal atau diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Misal, jika memerlukan software tertentu maka software tersebut harus sudah diinstal. Jika diperlukan lingkungan tertentu, maka lingkungan atau setting tertentu tersebut juga harus ditata. Barulah program/produk diimplementasikan sesuai skenario atau desain awal.

5. Evaluasi. Evaluasi adalah proses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi pada setiap empat tahap di atas. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap di atas itu dinamakan evaluasi formatif, karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Misal, pada tahap rancangan, mungkin kita memerlukan salah satu bentuk evaluasi formatif misalnya review ahli untuk memberikan input terhadap rancangan yang sedang kita buat. Pada tahap pengembangan, mungkin perlu uji coba dari produk yang kita kembangkan atau mungkin perlu evaluasi kelompok kecil dan lain-lain

Model ini memiliki 5 komponen yang saling berkaitan dan sistematis yang artinya model ini harus digunakan secara sistematik dan tak bisa diacak urutannya dalam penerapannya. Model ini bersifat sederhana dan terstruktur secara sistematis, sehingga lebih mudah dipahami oleh pendidik. Kekurangan dari model ini tahap-tahapnya kurang terperinci sehingga menjadi subjektif dalam penerjemahan model ini.

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!

1) Carilah model desain selain kedua yang telah disebutkan beserta tahapannya! 2) Lakukan observasi pada kurikulum 2013. Menurut pendapat Anda, model apa

yang digunakan dalam pengembangan kurikulum tersebut? Petunjuk jawab Latihan

1) Untuk mengecek apakah desain tersebut merupakan desain pembelajaran dapat dilihat dari kaidah belajar dan pembelajaran dan dilihat kegunaan model desain tersebut.

2) Untuk menjawab pertanyaan ini Anda harus menguasai beberapa model desain pembelajaran untuk membandingkan apakah yang dipakai dalam pengembangan kurikulum 2013.

1. Desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara pendidik dan peserta didik

2. Dick & Carey (1978, 1985) menyusun model desain instruksional seperti berikut: Identifikasi tujuan; analisis pembelajaran; identifikasi perilaku awal; merumuskan tujuan; mengembangkan butir tes acuan kriteria; mengembangkan stretegi pembelajran; memilih bahan pembelajaran; merancang evaluasi; dan merevisi pembelajaran.

3. Model ADDIE menggunakan 5 tahapan berupa; Analisis; Disain; Pengembangan; Implementasi; dan Evaluasi.

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Agar pembelajaran berlangsung dengan efektif dan efisien seorang pendidik harus membuat ....

A. modul pembelajaran B. desain pembelajaran C. kurikulum

D. bahan belajar

2) Pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar, desain pembelajaran yang dimaknai sebagai ....

A. sudut pandang B. sistem C. disiplin D. ilmu

3) Desain pembelajaran terkait dengan peningkatan mutu kinerja seseorang dan pengaruhnya bagi organisasi. Rumusan konsep ini merupakan rumusan dari .... A. Rothwell dan Kazanas

B. Dick and Carey C. Seels and Richey D. Reigeluth

4) Manakah dari model berikut yang memiliki kelebihan berupa langkahnya yang jelas, sehingga dapat diikuti, teratur dan efektif dalam pelaksanaan ....

A. ADDIE

Dokumen terkait