BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1.7. Model Pembelajaran Direct Instruction
Perkembangan model pembelajaran berlangsung dari waktu ke waktu secara terus menerus sejalan dengan perkembangan pendidikan. Ada banyak model pembelajaran yang dikembangkan oleh para ahli untuk mengoptimalisasi proses pembelajaran. Pembelajaran langsung atau Direct Instruction dikenal dengan active teaching. Model pembelajaran ini mengacu pada gaya mengajar dimana guru terlibat aktif dalam mengusung isi pembelajaran kepada peserta didik dan mengajarkannya secara langsung kepada seluruh kelas.
Direct Instruction merupakan suatu pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan tahap demi tahap (Suyatno, 2009: 73). Apabila guru menggunakan model Direct Instruction ini guru mempunyai tanggung jawab untuk mengidentifikasi tujuan pembelajaran, mengstrukturkan isi atau materi atau
keterampilan, menjelaskan materi, mendemonstrasikan materi dan member kesempatan kepada siswa untuk berlatih.
Direct Instruction dirancang untuk penguasaan pengetahuan prosedural, pengetahuan deklaratif (pengetahuan faktual) serta berbagai keterampilan. Pembelajaran langsung dimaksudkan untuk menuntaskan dua hasil belajar yaitu penguasaan pengetahuan yang distrukturkan dengan baik dan penguasaan keterampilan (Suprijono, 2009: 50).
Adapun ciri-ciri model Direct Instruction menurut (Suyatno, 2009: 74) adalah sebagai berikut:
a. Perhatian, yaitu pengamatan akan dapat memperlihatkan perilaku dengan baik apabila perilaku tersebut jelas dan tidak terlalu kompleks.
b. Retensi, yaitu suatu perilaku yang teramati dapat dimantapkan jika pengamatan dapat menghubungkan pengalaman sebelumnya.
c. Produksi, yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulang keterampilan baru secara bergiliran.
d. Motivasi, yaitu penguatan diberikan pada siswa dapat melakukan dengan baik dan benar.
Guru dalam menerapkan model Direct Instruction harus mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan yang akan dilatihkan kepada siswa secara langkah demi langkah karena dalam pembelajaran peran guru sangat dominan, maka guru dituntut agar dapat menjadi seorang model yang menarik bagi siswa.
Model Pembelajaran Direct Instruction menekankan tujuan pembelajaran yang harus berorientasi kepada siswa dan spesifik, mengandung uraian yang jelas tentang situasi penilaian (kondisi evaluasi) dan mengandung tingkat ketercapaian kinerja yang diharapkan (kriteria keberhasilan) (Suyatno, 2004: 21).
Model Direct Instruction merupakan suatu pendekatan mengajar yang dirancang untuk menuntaskan dua hasil belajar yaitu penguasaan pengetahuan yang distrukturkan dengan baik dan penguasaan keterampilan. Menurut Suprijono (2009: 50), pada model Direct Instruction terdapat lima fase yang sangat penting. Sintaks model pembelajaran Direct Instruction tersebut disajikan dalam lima tahap berikut:
Tabel 2.3. Sintaks Model Direct Instruction
Fase-fase Perilaku guru
Fase 1: Establishing Set
Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didik
Menjelaskan tujuan pembelajaran, informasi latar belakang pembelajaran, mempersiapkan peserta didik untuk belajar
Fase 2: Demonstrating
Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan
Mendemonstrasikan keterampilan yang benar, menyajikan informasi tahap demi tahap
Fase 3: Guided Practice
Membimbing pelatihan
Merencanakan, memberi pelatihan dan membimbing siswa pada proses pembelajaran
Fase 4: Feed Back
Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
Mengecek apakah peserta didik telah berhasil melakukan tugas dengan baik, memberi umpan balik
Fase 5: Extended Practice
Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan
Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Trianto (2011: 46), Direct Instruction dapat diterapkan di bidang studi apapun, namun model ini paling sesuai untuk mata pelajaran yang
berorientasi pada penampilan atau kinerja seperti menulis, membaca, matematika, music, dan pendidikan pendidikan jasmani.
Langkah-langkah model Direct Instruction menurut (Kardi dalam Trianto, 2011: 47) meliputi tahapan sebagai berikut:
a. Menyampaikan Tujuan dan Menyiapkan Siswa
Menarik dan memusatkan perhatian siswa serta memotivasi mereka untuk berperan serta dalam pembelajaran.
b. Menyampaikan Tujuan
Penyampaian tujuan dapat dilakukan siswa dapat dilakukan guru melalui rangkuman rencana pembelajaran dengan cara menuliskan di papan tulis. c. Menyiapkan Siswa
Kegiatan ini bertujuan untuk menarik perhatian siswa, memusatkan perhatian siswa pada pokok pembelajara dan mengingatkan kembali hasil belajar yang telah dimilikinya.
d. Presentasi dan Demonstrasi
Melakukan presentasi atau demonstrasi pengetahuan dan keterampilan. Guru harus mempresentasikan informasi sejelas mungkin dan mengikuti langkah-langkah demonstrasi yang efektif.
e. Mencapai Kejelasan
Kemampuan guru untuk memberikan informasi yang jelas dan spesifik kepada siswa, mempunyai dampak yang positif terhadap proses belajar siswa.
f. Melakukan Demonstrasi
Agar dapat mendemonstrasikan suatu konsep atau keterampilan, guru harus menguasai konsep terlebih dahulu.
g. Mencapai pemahaman dan penguasaan
Guru harus memperhatikan apa yang terjadi pada setiap tahap demonstrasi agar siswa-siswanya dapat melakukan susuatu yang benar.
h. Berlatih
Agar dapat mendemonstrasikan sesuatu dengan benar diperlukan latihan yang intensif.
i. Memberikan Latihan terbimbing
Guru mempersiapkan dan melaksanakan pelatihan terbimbing. Keterlibatan siswa secara aktif dalam pelatihan dapat meningkatkan retensi, membuat belajar berlangsung dengan lancar, dan memungkinkan siswa menerapkan konsep/keterampilan pada situasi yang baru.
j. Mengecek pemahaman dan Memberikan umpan balik
Guru memberikan beberapa pertanyaan lisan atau tertulis kepada siswa dan guru memberikan respons terhadap jawaban siswa. Kegiatan ini penting untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa.
k. Memberikan kesempatan latihan mandiri
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menerapkan keterampilan yang baru saja diperoleh secara mandiri. Kegiatan ini dilakukan siswa secara pribadi dirumah atau di luar jam pelajaran.
Model pembelajaran Direct Instruction memiliki bebarapa kelebihan. Kelebihan model pembelajaran Direct Instruction menurut Sudrajat (2011) antara lain:
a. Dengan model pembelajaran langsung, guru mengendalikan isi materi dan urutan informasi yang diterima oleh siswa sehingga dapat mempertahankan fokus mengenai apa yang harus dicapai oleh siswa.
b. Dapat diterapkan secara efektif dalam kelas yang besar maupun yang kecil. c. Dapat digunakan untuk menentukan poin-poin penting atau kesulitan-kesulitan
yang mungkin dihadapi siswa sehingga hal-hal tersebut dapat diungkapkan. d. Merupakan cara yang paling efektif untuk mengajarkan konsep dan
keterampilan–keterampilan yang eksplisit kepada siswa yang berprestasi rendah.
e. Dapat menjadi cara untuk menyampaikan informasi yang banyak dalam waktu yang relative singkat dan dapat diakses secara setara oleh seluruh siswa. f. Memungkinkan guru untuk menyampaikan ketertarikan pribadi mengenai
mata pelajaran (melalui presentasi yang antusias) yang dapat merangsang ketertarikan dan dan antusiasme siswa.
Kelemahan dari model Direct Instruction adalah karena guru memainkan peran pusat dalam model ini, kesuksesan strategi pembelajaran ini bergantung pada image guru. Jika guru tidak tampak siap, berpengetahuan, percaya diri, antusias, dan terstruktur, siswa dapat menjadi bosan, teralihkan perhatiannya, dan pembelajaran mereka akan terhambat. Oleh karena itu untuk mengatasinya guru harus mempersiakan segala sesuatu sebelum pembelajaran.Pemanfaatan media
dapat menjadi solusi untuk mengatasi siswa yang bosan dan dapat memusatkan perhatian siswa pada pembelajaran.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Direct Instruction merupakan model pembelajaran yang dirancang untuk menunjang proses pembelajaran agar meningkatkan penguasaan berbagai keterampilan (pengetahuan prosedural) dan pengetahuan faktual yang dapat diajarkan secara langkah demi langkah. Model pembelajaran ini dimaksudkan untuk menuntaskan dua hasil belajar yaitu penguasaan pengetahuan yang distrukturkan dengan baik dan penguasaan keterampilan.