• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

A. Kerangka Teoritis

2. Model pembelajaran inkuiri

a. Pengertian model pembelajaran inkuiri

Model pembelajaran inquiry (inkuiri), merupakan salah satu model pembelajaran terkenal. Inquiry berasal dari kata to inquire yang berarti ikut melakukan penyelidikan. Model pembelajaran inkuiri bertujuan untuk memberikan cara bagi peserta didik untuk membangun kecakapan intelektual yang terkait dengan proses berpikir reflektif.

Menurut Ertikanto (2016 : 37) Metode inkuiri merupakan metode yang mempersiapkan peserta didik pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencari jawaban sendiri, serta menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain. Model pembelajaran ini dikembangkan oleh seorang tokoh yang bernama Suchman. Suchman meyakini bahwa anak-anak merupakan individu yang penuh rasa ingin tahu akan segala sesuatu.

Oleh karena itu, prosedur ilmiah dapat diajarkan secara langsung kepada mereka.

Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri adalah yang lebih mempersiapkan dan melibatkan peserta didik untuk melakukan penyelidikan sebuah eksperimen yang dilakukan bersama-sama teman kelompok sehingga dapat membangunkan keingintahuan terhadap materi fisika yang dipelajari.

8

b. Tujuan Model Pembelajaran Inkuiri

Adapun tujuan pembelajaran inkuiri menurut Setiawan (2014), adalah sebagai berikut :

1. Mengembangkan sikap, keterampilan, kepercayaan siswa dalam memecahkan masalah atau memutuskan sesuatu secara tepat (objektif).

2. Mengembangkan kemampian berpikir siswa agar lebih tanggap, cermat, dan nalar (kritis, analitis, dan logis).

3. Membina dan mengembangkan sikap ingin tahu lebih jauh (couriousity).

4. Mengungkapkan aspek pengetahuan (kognitif) maupun sikap (afektif).

c. Ciri-Ciri Model Pembelajaran Inkuiri.

Menurut Sanjaya (2006 : 196-197) beberapa hal yang menjadi ciri utama model pembelajaran inkuri :

Pertama, inkuri menekan kepada aktivitas sebagai subjek belajar.

Artinya dalam proses pembelajaran siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru yang secara verbal, tetapi mereka juga berperan untuk menemukan sendiri inti dari pelajaran itu sendiri.

Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukakan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap

9

percaya diri (self believe). Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa

Ketiga, tujuan dari penggunanan model inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektualnya sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian model pembelajaran inkuri, siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pembelajaran, akan tetapi bagaimna caranya agar mereka dapat menggunakan potensi-potensi yang dimilkinya.

d. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Inkuiri

Menurut Hartono (2013 : 65-67), berikut ini merupakan beberapa prinsip utama dalam strategi pembelajaran inkuiri yang harus diperhatikan oleh setiap guru, yaitu :

1) Berorientasi pada pengembangan intelektual. Tujuan utama dari pembelajaran inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir.

Dengan demikian, selain berorientasi kepada hasil belajar, pembelajaran juga berorientasi pada proses belajar.

2) Prinsip bertanya. Peran guru yang harus dilakukan dalam menggunakan pembelajaran ini adalah guru sebagai penanya.

Kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir.

10

3) Prinsip interaksi. Sebagai sebuah proses interaksi, guru mempunyai peran penting untuk mengatur proses interaksi tersebut agar siswa mampu terangsang untuk meningkatkan kualitas berpikirnya.

4) Belajar untuk berpikir. Belajar itu tidak hanya mengingat dan menghafal, namun melibatkan semua potensi diri siswa yang membuat siswa berpikir dan menggunakan segala kemampuannya.

5) Prinsip keterbukaan. Pembelajaran yang baik akan selalu membuka ruang bagi anak untuk mencoba sesuai dengan tingkat perkembangan pemikirannya. Prinsip keterbukaan itu tetap ada tapi guru harus mengawasi dan mengontrol anak.

Menurut Trianto (2007 : 136) lebih lanjut mengatakan bahwa untuk menciptakan suasana inkuiri, peranan guru adalah sebagai berikut :

1) motivator, yang memberikan rangsangan supaya siswa siswa aktif dan gairah berpikir.

2) fasilitator , yang menunjukkan jalan keluar jika ada hambatan dalam proses berpikir siswa.

3) penanya, untuk menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka perbuat dan memberikan keyakinan pada diri sendiri.

4) admistrator , yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegaiatan di dalam kelas.

5) pengarah, yang memmpin arus kegiatan berpikir siswa pada tujuan yang diharapkan.

11

6) manajer, yang menggolah sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas.

7) Rewarder , yang memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai dalam rangka peningkatan semangat heuristik pada siswa.

Peran guru dalam kegiatan pembelajaran inkuiri adalah menstimulus peserta didik agar tertantang untuk berpikir kritis. Guru hendaknya memberikan kesempatan yang leluasa kepada peserta didik untuk menyatakan pendapat mereka agar para peserta didik terangsang berinisiatif dan bertindak..

e. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Inkuiri

Menurut Trianto (2007 : 23-24), setiap model pembelajaran dipastikan memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Model pembelajaran ini juga memiliki hal-hal tersebut dimana kelebihan model pembelajaran inkuiri antara lain : a) model pembelajaran menjadi berubah dari yang bersifat penyajian informasi menjadi pengolahan informasi, b) pengajaran berubah dari teacher centered menjadi student centered. Guru lebih banyak bersifat membimbing, c) dapat membentuk dan mengembangkan self-concept pada diri peserta didik, d) dapat memperkaya dan memperdalam materi yang dipelajari sehingga tahan lama dalam ingatan, e) memungkinkan peserta didik belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar yag tidak haya dijadikan guru

12

sebagai satu-satunya sumber belajar, f) menghindarkan cara belajar menghafal.

Sedangkan kekurangan inkuiri terbimbing, menurut Ertikanto (2016 : 47) antara lain yakni : a) dipersyaratkan keharusan ada persiapan mental untuk cara belajar ini, b) pembelajaran ini kurang berhasil dalam besar, misalnya sebagian waktu hilang karena membatu siswa menemukan teori-teori atau konsep-konsep, c) harapan yang ditumpahkan pada model ini mungkin mengecewakan siswa yang sudah biasa dengan perencanna dan pembelajaran secara tradisional jika guru tidak mempelajari inkuiri.

f. Tingkatan-tingkatan model pembelajaran inkuiri

Menurut Hanafiah dan Cucu (2009:77), metode inkuiri terbagai atas 3 macam anatara lain :

1) Inkuiri terbimbing atau terpimpin, yaitu pelaksanaan inquiry dilakukan atas petunjuk guru. Dimulai dari pertanyaan inti, guru mengajukan berbagai pertanyaan yang melacak, dengan tujuan untuk mengarahkan peserta didik ke titik kesimpulan yang diharapkan. Selanjutnya, Peserta didikmelakukan percobaan untuk membuktikan pendapat yang dikemukakannya.

2) inkuiri bebas, yaitu peserta didik melakukan penyelidikan bebas sebagaimana seorang ilmuan, antara lain masalah dirumuskan sendiri, penyelidikan bebas sebagiaman seor ang ilmuan,anatara lain maslah dirumuskan sendiri, penyelidikan dilakukan sendiri, dan kesimpulan diperileh sendiri.

13

3) inkuiri bebas dimodifikasikan, yaitu masalah yang diajukan guru didasarkan teori yang usdah dipahami peserta didik. Tujuan untuk melakukan penyelidikan dalam rangka membuktikan kebenaran.

Dokumen terkait