BAB 2 LANDASAN TEOR
C. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI
Telah sedikit dijelaskan di atas bahwa salah satu model pembelajaran yang mendukung keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar adalah model pembelajaran GI. Keterlibatan siswa dalam kegiatan proses belajar-mengajar sangatlah dibutuhkan dalam menumbuhkan dan meningkatkan motivasi kepada anak didik dalam belajar. Sudjana (Mudrika: 2007: 15) mengemukakan bahwa GI dikembangkan oleh Herbert Thelen sebagai upaya untuk mengkombinasikan strategi mengajar yang berorientasi pada pengembangan proses pengkajian akademis.
Metode GI melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini lebih menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun ketrampilan proses memiliki kelompok
(group process skills). Oleh karena itu, metode GI sering dipandang sebagai metode yang paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif dibandingkan dengan metode-metode yang lainnya, seperti Metode STAD, dan Metode Jigsaw.
Dalam Group Investigation, guru tentunya perlu mengadaptasi pedoman-pedoman dengan latar belakang, umur, dan kemampuan para murid, sama halnya seperti penekanan waktu, tetapi pedoman-pedoman ini cukup bersifat umum untuk dapat diaplikasikan dalam skala kondisi kelas yang luas. Robert E. Slavin (2005: 218) menyatakan bahwa para murid bekerja melalui enam tahap dalam pembelajaran GI, antara lain:
Tahap 1: Mengidentifikasikan Topik dan Mengatur Murid ke dalam Kelompok.
a. Para siswa meneliti beberapa sumber, mengusulkan sejumlah topik, dan mengkategorikan saran-saran.
b. Para siswa bergabung dengan kelompoknya untuk mempelajari topik yang telah mereka pilih.
c. Komposisi kelompok didasarkan pada ketertarikan siswa dan harus bersifat heterogen.
d. Guru membantu dalam pengumpulan informasi dan memfasilitasi pengaturan.
Tahap 2: Merencanakan Tugas yang akan Dipelajari. Para siswa merencanakan bersama mengenai:
Bagaimana kita mempelajarinya? Siapa melakukan apa? (pembagian tugas).
Untuk tujuan dan kepentingan apa kita menginvestigasi topik ini? Tahap 3: Melaksanakan Investigasi.
a. Para siswa mengumpulkan informasi, menganalisis data, dan membuat kesimpulan.
b. Tiap anggota kelompok berkontribusi untuk usaha-usaha yang dilakukan kelompoknya.
c. Para siswa saling bertukar, berdiskusi, mengklarifikasi, dan mensistesis semua gagasan.
Tahap 4: Menyiapkan Laporan Akhir.
a. Anggota kelompok menentukan pesan-pesan esensial dari proyek mereka.
b. Anggota kelompok merencanakan apa yang akan mereka laporkan, dan bagaimana mereka akan membuat presentasi mereka.
c. Wakil-wakil kelompok membentuk sebuah panitia acara untuk mengkoordinasikan rencana-rencana presentasi.
Tahap 5: Mempresentasikan Laporan Akhir.
a. Presentasi yang dibuat untuk seluruh kelas dalam berbagai macam bentuk.
b. Bagian presentasi tersebut harus dapat melibatkan pendengarnya secara aktif.
c. Para pendengar tersebut mengevaluasi kejelasan dan penampilan presentasi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya oleh seluruh anggota kelas.
Tahap 6: Evaluasi.
a. Para siswa saling memberikan umpan balik mengenai topik tersebut, mengenai tugas yang telah mereka kerjakan, mengenai keefektifan pengalaman-pengalaman mereka.
b. Guru dan murid berkolaborasi dalam mengevaluasi pembelajaran siswa. c. Penilaian atas pembelajaran harus mengevaluasi pemikiran paling
tinggi.
Dari langkah-langkah metode GI yang telah dijelaskan tersebut, peneliti menarik kesimpulan dari langkah-langkah tersebut yang akan digunakan dalam penelitian ini. Langkah-langkah penggunaan metode GI yang dikembangkan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Langkah-langkah Penggunaan Metode GI dalam Penelitian
No. Langkah-langkah Aktivitas Guru
1. Pembukaan dan Identifikasi Topik
a. Guru mempresentasikan sebuah permasalahan kepada seluruh siswa dan bertanya, “Apa yang ingin kalian ketahui tentang masalah ini?”. Tiap siswa memberikan pertanyaan mengenai aspek- aspek dari masalah tersebut yang ingin mereka investigasi.
b.Para siswa berkumpul dalam diskusi menuliskan semua gagasan dan kemudian melaporkannya kepada seluruh siswa. Diskusi singkat seluruh siswa akan menghasilkan daftar usulan bersama mengenai subtopik yang akan menjadi bahan investigasi.
c. Perencanaan dimulai dengan setiap siswa menuliskan usulannya, dan dilanjutkan dalam kelompok yang semakin besar, mulai dari kelompok yang beranggotakan dua orang sampai beranggotakan empat bahkan delapan siswa. Pada tiap tahap anggota kelompok membandingkan daftar mereka, menghilangkan usulan yang sama, dan mengompilasikan satu daftar bersama. Daftar akhir ini mewakili ketertarikan dari seluruh anggota.
d.Daftar yang mewakili kertertarikan dari seluruh anggota tersebut, ditulis di papan tulis atau dicetak pada kertas yang digantung di dinding, atau juga bisa diperbanyak dengan difotokopi agar semua usulan tersebut bisa dimiliki oleh setiap siswa.
2. Pembagian
Kelompok dan Perencanaan
Investigasi
a. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok secara heterogen dan memberikan nama kepada masing-masing kelompok.
b. Anggota kelompok menentukan aspek dari subtopik yang masing-masing akan mereka investigasi. Sehingga, tiap kelompok harus memformulasikan sebuah masalah yang dapat diteliti, memutuskan bagaimana melaksanakannya, dan menentukan sumber-
sumber mana yang akan dibutuhkan untuk melakukan investigasi tersebut.
3. Pelaksanaan Investigasi
a. Satu demi satu atau secara berpasangan, mengumpulkan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, membuat kesimpulan- kesimpulan, dan mengaplikasikan pengetahuan baru yang menjadi bagian mereka untuk menciptakan sebuah resolusi atas masalah yang diteliti kelompok.
b. Ketika individu atau pasangan telah menyelesaikan porsi mereka atas tugas kelompok, maka kelompok tersebut kumpul kembali dan para anggotanya saling membagi pengetahuan mereka. Kelompok boleh memilih salah satu anggota untuk mencatat kesimpulan mereka, atau tiap anggota boleh mempresentasikan sebuah rangkuman tertulis
dari penemuan mereka. 4. Menyiapkan Laporan
Akhir
a. Guru mendengarkan masing-masing rencana kelompok untuk laporan tiap-tiap kelompok. b. Guru akan mencatat permintaan penyediaan
materi, mengkoordinasikan jadwal waktu, dan memastikan bahwa gagasan-gagasan presentasi yang akan dilakukan cukup realistik dan menarik.
c. Guru memastikan bahwa tiap rencana kelompok memungkinkan tiap anggota untuk terlibat.
d. Guru memberikan pedoman-pedoman untuk membantu kelompok dalam merencanakan laporan mereka.
5. Mempresentasikan Laporan Akhir
a. Masing-masing kelompok mempersiapkan diri untuk mempresentasikan laporan akhir mereka kepada kelas.
b. Pada tahap ini, siswa berkumpul kembali dan kembali kepada posisi kelas sebagai satu keseluruhan.
6. Evaluasi Pencapaian a. Tahap 1: Kelompok peneliti dan guru bekerja sama dalam memformulasikan sebuah ujian atau sebuah kuis untuk mengevaluasi pencapaian teman sekelas.
b. Tahap 2: Guru menentukan tanggal ujian untuk memberikan waktu kepada setiap siswa guna mempersiapkan diri. Untuk tahap 2 ini, ujian dilaksanakan setelah semua kelompok presentasi.