• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

E. Model Persamaan Regresi

1. Hasil Analisis Regresi Berganda

Berdasarkan hasil dan analisis regresi berganda (dapat dilihat pada lampiran) dengan menggunakan program SPSS 17 maka diperoleh hasil analisis regresi berganda sebagai berikut:

Tabel 5.11. Hasil Analisis Pengaruh gaya kepemimpinan Terhadap Kepuasan kerja pada PT. Toyota Kalla.

Coefficientsa

a. Dependent Variabel: gaya kepemimpinan

Dari nilai-nilai koefisien diatas, dapat disusun persamaan regresi berganda sebagai berikut:

Y = 3,07.10-16+ 0,238 Xl + 0,203 X2 + 0,218 X3 + 0,214 X4 + 0,175 X5 + e Dimana:

a = 3,07.10-16 yang berarti angka tersebut menunjukan kepuasan kerja karyawan PT. Hadji Kalla Makassar, bila faktor gaya kepemimpinan yang terdiri tipe

yang demokratik, paternalistic, kharismatik, laissez faire, dan tipe yang Otokratik, diabaikan ( Xl, X2, X3, X4, X5 = 0).

b1 = 0, 238 yang berarti bila nilai tipe yang demokratik ditambahkan 1 satuan, maka kepuasan kerja karyawan PT. Toyota Kalla Makassar akan bertambah sebesar 0,238.

b2 = 0, 203 yang berarti bila nilai tipe yang paternalistic ditambahkan 1 satuan, maka kepuasan kerja karyawan PT. Toyota Kalla Makassar akan bertambah sebesar 0,203.

b3 = 0, 218 yang berarti bila nilai tipe yang kharismatik, ditambabkan 1 satuan maka kepuasan kerja karyawan PT. Toyota Kalla Makassar akan bertambah sebesar 0,218.

b4 = 0, 214 yang berarti bila nilai tipe yang laissez faire ditambahkan 1 satuan, maka kepuasan kerja karyawan PT. Toyota Kalla Makassar akan bertambah sebesar 0,214.

b5 = 0, 175 yang berarti bila nilai tipe yang otokratik ditambahkan 1 satuan, maka kepuasan kerja karyawan PT. Toyota Kalla Makassar akan bertambah sebesar 0,175.

Hasil regresi berganda di atas menunjukan bahwa faktor Xl, X2, X3, X4, X5 berpengaruh positif terhadap Y. Dimana setiap kenaikan yang terjadi pada variabel X akan di ikuti pula oleh kenaikan Y. Selain itu dan hasil tersebut juga dapat dilihat bahwa variabel X yang paling dominan adalah demokratik sebesar 0,238 diikuti

dengan paternalistic sebesar 0,203, kharismatik sebesar 0,218 , laissez faire sebesar 0,214 , dan otokratik sebesar 0,175.

Analisis Pengaruh gaya kepemimpinan Terhadap Kepuasan kerja pada PT.

Toyota Kalla Makassar.

Tabel 5.12. Koefisien Determinasi

Model R R Square

Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate

1 ,849(a) ,721 ,706 ,54177

Sumber : Olahan Data Primer, 2012

Hasil dari analisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja pada PT. Toyota Kalla seperti pada tabel diatas, menunjukkan nilai R = 0,849 artinya hubungan positif dan kuat antara demokratik, paternalistik, kharismatik, laissez faire, otokratik terhadap kepuasan kerja pada PT. Toyota Kalla. Dan hasil tersebut nilai koefisien determinasi ganda (R2) sebesar 0,721 ini berarti seluruh variabel X yakni demokratik, paternalistic, khanismatik, laissez faire, otokratik mempunyai kontribusi sebesar 72,1 % terhadap kepuasan kerja. Sisanya sebesar 27,9 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak masuk dalam penelitian.

2. Uji F

Uji simultan atau uji F merupakan uji secara bersama-sama untuk menguji signifikansi pengaruh variabel gaya kepemimpinan yang terdiri atas demokratik, paternalistic, khanisrnatik, laissez faire, otokratik secara bersama-sama terhadap variabel kepuasan kerja. Uji F dilakukan dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel.

Tabel 5.13. Tabel Anova

Model Sum of

Squares df Mean

Square F Sig.

1 Regression Residual

Total

71,409 27,591 99,000

5 94 99

14,282 ,294

48,657 ,000(a)

a Predictors: (Constant), VAR00005, VAR0000I, VAR00004, VAR00002, VAR00003

b Dependent Variable: VAR00006 Sumber: Olahan Data Primer, 2012

Berdasarkan hasil regresi berganda dan tabel di atas menunjukkan F hitung

sebesar 48.657, sedangkan hasil Ttabel pada tabel distribusi pada tingkat kesalahan 5%

adalah sebesar 2.30. Hal ini berarti Fhitung > Ftabel (48,657 > 2,30 ). Perhitungan tersebut menunjukan bahwa kepuasan yang terdiri atas demokratik, paternalistic, kharismatik, laissez faire, dan otokratik secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan kerja. Maka penulis menyimpulkan hipotesis penelitian ini yang menyatakan gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT. Toyota Kalla Makassar dapat diterima.

3. Uji t

Pengujian ini untuk melihat sejauh mana pengaruh secara sendiri-sendiri, variabel X terhadap variabel Y berdasarkan hasil regresi yang ada pada tabel 5.9. Uji t dilakukan dengan membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabe1 dengan tingkat kesalahan sebesar 5 % yakni 1,658. Apabila thitung> ttabel maka dapat disimpulkan bahwa variabel tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan.

1. Variabel Demokratik,

Nilai thitung untuk variabel ini sebesar 3,237. Sementara itu nilai pada tabel distribusi 5% sebesar 1,658. Maka thitung (3,237) > ttabel (1,658). Hal ini berarti demokratik, (Xl) mempunyai pengaruh yang positif. Hal ini juga diperkuat dengan nilai signifikansi (pada tabel 5.9) 0.002 < 0.05 artinya variabel demokratik, (Xl) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT. Toyota Kalla Makassar.

2. Variabel Paternalistic

Nilai thitung untuk variabel ini sebesar 2,364. Sementara itu nilai pada tabel distribusi 5% sebesar 1,658. Maka thitung (2,364) > ttabel (1,658). Hal ini berarti paternalistic (X2) mempunyai pengaruh yang positif. Hal ini juga diperkuat dengan nilai signifikansi (pada tabel 5.9) 0.020 < 0.05 artinya variabel paternalistic (X2) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT.

Toyota Kalla Makassar.

3. Variabel Kharismatik

Nilai thitung untuk variabel ini sebesar 2,131. Sementara itu nilai pada tabel distribusi 5% sebesar 1,658. Maka thitung (2,131)> ttabel (1,658). Hal ini berarti kharismatik (X3) mempunyai pengaruh yang positif. Hal ini juga diperkuat dengan nilai signifikansi (pada tabel 5.9) 0.036 < 0.05 artinya variabel kharismatik (X3) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT. Toyota Kalla makassar.

4. Variabel Laissez faire

Nilai thitung untuk variabel ini sebesar 2,768. Sementara itu nilai pada tabel distribusi 5% sebesar 1,658. Maka thitung (2,768) > t (1,658). Hal ini berarti laissez

faire (X4) mempunyai pengaruh yang positif. Hal ini juga diperkuat dengan nilai signifikansi (pada tabel 5.9) 0.007 <0.05 artinya variabel laissez faire (X4) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT. Toyota Kalla Makassar.

5. Variabel Otokratik

Nilai thitung untuk variabel ini sebesar 2,475. Sementara itu nilai pada tabel distribusi 5% sebesar 1,658. Maka thitung (2,475)> ttabe1 (1,658). Hal ini berarti otokratik (X5) mernpunyai pengaruh yang positif. Hal ini juga diperkuat dengan nilai signifikansi (pada tabel 5.9) 0.015 < 0.05 artinya variabel otokratik (X5) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT. Toyota Kalla Makassar.

Berdasarkan hasil dan uji-t di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel demokratik, paternalistic, kharismatik, laissez faire, otokratik memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT. Toyota Kalla Makassar. Variabel yang paling dominan mempengaruhi kepuasan kerja tersebut adalah demokratik dengan nilai thitung yang paling besar (3,237), dengan signifikansi sebesar 0,002.

67 A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisa pada bab sebelumnya, mengenai pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan di PT. Toyota Kalla Makassar. Maka ditarik kesimpulan bahwa: Terdapat pengaruh gaya kepemimpinan terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan pada PT. Toyota Kalla Makassar, hal ini ditunjukkan oleh Fhitung lebih besar daripada Ftabel (48,657 > 2,30).

B. Saran-saran

Berdasarkan hasil penelitian ini maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut:

1. Kepada pimpinan perusahaan agar senantiasa menjaga dan mempertahankan gaya kepemimpinan yang diterapkan karena gaya kepemimpin yang selama ini diterapkan telah terbukti mampu membuat kepuasan kerja karyawan dalam grade sangat tinggi untuk variabel gaya kepemimpinan.

2. Kepada pihak pimpinan perusahaan PT.Toyota Kalla Makassar diharapkan lebih mengenali dan mencermati faktor-faktor yang dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan.

3. Kepada segenap karyawan PT. Toyota Kalla Makassar agar bekerja dengan baik dan menjalin komunikasi yang baik antara karyawan dan pimpinannya, dan antara sesama karyawan.

69

DAFTAR PUSTAKA

Gibson,dkk. Organisasi Dan Manajemen, Perilaku, Struktur, Proses.

Erlangga: Jakarta

Husain, Umar. 2005. Metodologi Penelitian Bisnis: Jakarta

Hasibuan. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara: Jakarta Kenneth, N., Wexley., dan Yuki, G.A. 2013. Perilaku Organisasi dan Psikologi

Personalia. PT Rineka Citra. Jakarta.

Koontz, Harold,dkk. 1993. Manajemen. Erlangga:Jakarta

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Panggabean, S. Mutiara. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Ghailia Indonesia: Ciawi Bogor Selatan.

Riduwan dan Sunarto. 2007. Statistika Untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi dan Bisnis. Alfabeta: Bandung

Siagian, Sondang P. 2004. Teori dan Praktek Kepemimpinan. PT. Asdi Mahasanja: Jakarta

Sibarani, Mutiara. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Ghalia Indonesia.

Bogor

Stoner, James. 1994. Manajemen Jilid 1. PT. Prehalindo: Jakarta Sugiyono. 2005. Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta: Bandung

T. Hani, Handoko. 2000. Manajemen, Edisi Kedua, Cetakan Keempat Betas.

Penerbit BPFE Yogyakarta: Yogyakarta

70

LAMPIRAN

Data Responden : (Tidak Wajib diisi)

Umur :

Jenis Kelamin :

Jabatan :

Pangkat / Golongan : Pendidikan Terakhir :

1. Petunjuk Pengisian :

a. Dimohon kepada Bapak/Ibu Kiranya menjawab seluruh pertanyaan yang ada dengan jujur dan sebenarnya. Sebelumnya disampaikan terima kasih atas kesediaan Bapak / Ibu untuk mengisinya.

b. Mohon berikan tanda check (

) pada kolom yang tersedia dan di pilih sesuai

dengan keadaan yang sebenarnya.

c. Ada lima alternative jawaban yaitu : 1 : Sangat Tidak Setuju

2 : Tidak Setuju 3 : Ragu-ragu 4 : Setuju 5 : Sangat Setuju

1 Pimpinan memberikan kepercayaan penuh kepada saya dalam melakukan tugas dan tanggung jawab.

2 Pimpinan bersikap sangat terbuka dalam kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan.

3 Pimpinan selalu memotivasi untuk meningkatkan gairah kerja dan membina tingkah laku saya yang produktif untuk mencapai targer kinerja.

4 Pimpinan selalu memperhatikan fasilitas atau tempat yang layak untuk konsentrasi pekerjaan.

5 Pimpinan selalu memberikan pemahaman yang matang terhadap perilaku social dan adat istiadat.

6 Pimpinan memahami konflik yang terjadi dan menyamakan presepsi untuk menjalankan visi dan misi organisasi.

7 Pimpinan memahami keadaan bawahan dan mendalami kebutuhan yang akan di lakukan.

8 Pimpinan selalu memberi dukungan untuk mencapai tujuan organisasi.

9 Pimpinan saya sangat berwibawa sehingga memberikan pengaruh kepada bawahannya.

10 Pimpinan sangat simpatik terhadap saya dan memberikan nasehat apabila terjadi kesalahan.

11 Pimpinan selalu menganjurkan perbuatan yang menjadi tugas dan tanggung jawab.

12 Pimpinan selalu memberikan teladan yang baik kepada bawahannya.

13 Pimpinan selalu memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengerjakan tugas sesuai

saya.

15 Kegiatan perusahaan dilakukan sesuai dengan jadwal yang direncanakan.

16 Pimpinan memberi

17 Pimpinan selalu memberikan kepada insruksi dan keterangan kepada saya tentang apa yang harus saya kerjakan.

18 Pimpinan selalu memberikan breafing atau arahan yang jelas sebelum dan sesudah melaksanakan tugas.

19 Pimpinan selalu memberikan instruksi dan keterangan yang factual.

20 Pimpinan selalu berbuat sesuai dengan keinginannya.

1 Kenaikan pangkat diberikan kepada saya sesuai dengan prsetasi kerja saya.

2 Pemberian gaji selama ini sesuai dengan apa yang saya harapkan.

3 Saya dihargai sebagai manusia untuk menjalankan syariat agama sesuai dengan keyakinan saya.

4 Saya dapat mengerti dan menguasai dengan cepat semua pekerjaan yang dibebankan kepada saya.

N % Cases Valid

Exluded(

a) Total

100 0 100

100,0 ,0 100,0

a Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach’s part 1 value N of items Part 2 value N of items Total N of items

Correlation Between Forms Spearman-Brown Equal Length Coeficient Unequal Length Guttman Split-Half Coeficient

,845 12(a) ,839 12(b) 24 ,776

,874 ,874 ,872 a The items are : No.1, No.2, No.3, No.4, No.5, No.6, No.7, No.8, No.9, No.10, No.11, No.12,

B The items are : No.13, No. 14, No.15, No.16, No.17, No.18, No.19, No.20, No.21, No.22, No.23, No.24,

Scale Mean if

Model R R Square square The Estimate

1 ,849(a) ,721 ,706 ,54177

a Predictors : (Constant), VAR00005, VAR00001, VAR00004, VAR00002, VAR00003P

ANOVA(b)

a predictors : (constant), VAR00005, VAR00001, VAR00004, VAR00002, VAR00003 b Dependent Variable : VAR00006

Coefficients(a) a Dependent Variable : VAR00006

2.00

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

2.00

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

2.00

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

2.00

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

2.00

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

2.00

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

Frequency Percent Valid Percent

Cumulate

sebagai anak tunggal buah hati dari pasangan Kisman dan Nuraini. Penulis memulai pendidikan pada tahun 1997 di SDN 192 BATU-BATU Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai dan tamat pada tahun 2003. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan di MTs. Darussalam Pattalassang Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai dan tamat pada tahun 2006. Pada tahun yang sama pula penulis melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 1 TelluLimpoe dan menamatkan jenjang SMA pada tahun 2009. Kemudian Pada tahun 2011 penulis diterima sebagai mahasiswa pada Jurusan Manajemen program strata satu (S1) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Dokumen terkait