BAB III METODE PENELITIAN
3.7 Teknik Analisis
3.7.3 Model Regresi Berganda
Analisis ini akan menunjukkan besarnya pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y).Kinerja perusahaan diproksi dengan kinerja laba dan dividen perusahaan. Berdasarkan teori penilaian perusahaan, harga saham yang dikeluarkan dihitung dari nilai sekarang atas dividen yang akan diterima oleh investor di masa yang akan datang. Sedangkan dividen di masa yang akan datang dilihat berdasarkan jumlah laba yang dihasilkan.
PEMBAHASAN
Dalam bab ini, akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan analisis data yang berhasil dikumpulkan oleh peneliti, hasil dari pengolahan data, dan pembahasan dari hasil pengolahan data.
4.1. Analisis Deskriptif Penelitian
Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui karakteristik sampel yang digunakan dan menggambarkan variabel-variabel dalam penelitian yang meliputi jumlah sampel, nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata (mean) dan standar
deviasi.
Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah laba bersih, pertumbuhan aktiva, kemampuan aktiva untuk menghasilkan penjualan, pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba, pertumbuhan nilai buku ekuitas, pertumbuhan aset, dan komposisi dewan komisaris.
Adapun hasil pengolahan descriptive statistic dari setiap variabel yang diteliti
dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut:
Tabel 4.1
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
FP 44 .012 .346 .14035 .107563 PTAK 44 -.161 .535 .14535 .160865 KAML 44 .515 4.381 1.32340 1.032238 PEINV 44 -.258 .218 -.06723 .072419 PTPJ 44 -.281 3.870 .22451 .604253 PTLB 44 -.766 10.123 .79746 2.165951 PNBE 44 -1.111 11.623 .44027 1.752280 KDK 40 .200 .600 .39075 .077039 Valid N (listwise) 40 Sumber: Hasil Pengolahan Data penulis 2012
Tabel 4.1 mengindikasikan bahwa jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 sampel data. Proksi-proksi yang disebutkan pada tabel diatas akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Firm Performance (Y)
Firm performance menunjukkan perbandingan antara laba bersih dengan total
penjualan. Perusahaan dengan rasio pada firm performance yang tinggi
mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki tingkat kinerja yang bagus. Pada Tabel 4.1 dapat dilihat bahwa statistik deskriptif terhadap rasio firm
performance memiliki nilai minimum sebesar 0.012, nilai maksimum 0.346
dan nilai rata-rata sebesar 0.1403 dengan standar deviasi sebesar 0.10756, hal ini mengindikasikan bahwa terdapat kenaikan kinerja perusahaan.
Rasio pertumbuhan aktiva menunjukkan besarnya perbandingan total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan pada periode sekarang terhadap total aktiva pada periode sebelumnya. Perusahaan dengan rasio pertumbuhan aktiva yang tinggi mengindikasikan bahwa pertumbuhan aktiva perusahaan sedang berkembang dan membaik. Pada Tabel 4.1 dapat dilihat nilai mínimum sebesar -0.161 nilai maksimum 0.535, nilai rata-rata 1.1453, dan stándar deviasi 0.16087, hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan aktiva pada perusahaan yang menjadi sampel penelitian masih mengalami pertumbuhan yang rendah.
3. Kemampuan aktiva menghasilkan penjualan (���)
Rasio ini menunjukkan besarnya perbandingan antara total aktiva yang dimiliki perusahaan terhadap penjualan. Perusahaan dengan rasio kemampuan aktiva menghasilkan penjualan yang rendah mengindikasikan bahwa penjualan perusahaan dalam keadaan bagus. Pada Tabel 4.1 dapat dilihat nilai mínimum sebesar 0.52, nilai maksimum 4.38, nilai rata-rata 1.3234, dan standar deviasi 1.03224 hal ini mengindikasikan terdapat kenaikan kemampuan perusahaan menghasilkan laba.
4. Capital Expenditurefrom investment to total assets (���)
Rasio ini menunjukkan besarnya perbandingan antara jumlah kas bersih dari aktivitas investasi terhadap total aktiva pada periode sekarang. Semakin besar nilai rasio semakin besar pengeluaran investasi untuk kegiatan investasi dan hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan dalam keadaan sedang bertumbuh. Pada Tabel 4.1 mengindikasikan nilai
mínimum sebesar -0.26, nilai maksimum sebesar 0.22, nilai rata-rata sebesar -0.0672, dan stándar deviasi sebesar 0.7242, hal ini mengindikasikan bahwa terdapat kenaikan pengeluaran untuk investasi namun belum signifikan.
5. Pertumbuhan penjualan (���)
Rasio ini mengindikasikan perbandingan antara selisih penjualan pada periode sekarang dengan penjualan periode sebelumnya terhadap jumlah penjualan periode sebelumnya. Semakin tinggi rasio menunjukkan pertumbuhan penjualan yang cukup bagus. Pada Tabel 4.1 mengindikasikan nilai mínimum -0.28, nilai maksimum 3.87, nilai rata-rata 0.2245, dan standar deviasi 0.60425, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pertumbuhan penjualan pada perusahaan.
6. Pertumbuhan laba (���)
Rasio ini mengindikasikan perbandingan antara selisih laba pada periode sekarang dengan periode sebelumnya dengan periode laba sebelumnya. Semakin tinggi rasio maka tingkat pertumbuhan laba semakin tinggi. Pada Tabel 4.1 dapat dilihat bahwa nilai mínimum sebesar -0.77, nilai maksimum 10.12, nilai rata-rata 0.7975, dan stándar deviasi 2.16595, hal ini menunjukkan bahwa dalam periode empat tahun (2008-2011) telah terjadi pertumbuhan laba yang cukup signifikan pada perusahaan yang menjadi sampel penelitian.
Rasio ini menunjukkan perbandingan antara selisih nilai buku ekuitas periode sekarang dengan periode sebelumnya terhadap nilai buku ekuitas periode sebelumnya. Tingkat rasio yang tinggi mengindikasikan pertumbuhan ekuitas yang tinggi. Pada Tabel 4.1 dapat dilihat nilai mínimum -1.111, nilai maksimum 11.623, nilai rata-rata 0.44, dan standar deviasi 1.75 , hal ini menunjukkan terjadi pertumbuhan nilai ekuitas yang cukup signifikan pada perusahaan yang menjadi sampel penelitian.
8. Komposisi dewan komisaris (��)
Rasio ini menunjukkan perbandingan antara jumlah dewan komisaris independen terhadap jumlah dewan komisaris. Nilai mínimum 0.200, nilai maksimum 0.60, nilai rat-rata 0.39, dan standar deviasi 0.077
4.2. Analisis Korelasi
Analisis ini dilakukan untuk mengukur tingkat kekuatan hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Dalam penelitian ini, korelasi antara variabel diukur dengan menggunakan Spearman Rank Correlation. Korelasi
Spearman atau sering juga disebut sebagai korelasi Tata Jenjang yang digunakan dengan menguji hipotesis hubungan antara dua variabel untuk melihat kuat lemahnya hubungan dan arah hubungan antara dua variabel.
Analisis Korelasi
Correlations
FP PTAK KAML PEINV PTPJ PTLB PNBE KDK
Spearman's rho FP Correlation Coefficient 1.000 .195 .656**
-.295 .064 .168 .393**
-.272
Sig. (2-tailed) . .206 .000 .052 .682 .275 .008 .074
N 44 44 44 44 44 44 44 44
PTAK Correlation Coefficient .195 1.000 -.021 -.063 .788**
.525**
.521**
-.388**
Sig. (2-tailed) .206 . .890 .687 .000 .000 .000 .009
N 44 44 44 44 44 44 44 44
KAML Correlation Coefficient .656**
-.021 1.000 -.220 -.037 -.164 .046 -.151
Sig. (2-tailed) .000 .890 . .151 .812 .287 .767 .327
N 44 44 44 44 44 44 44 44
PEINV Correlation Coefficient -.295 -.063 -.220 1.000 .010 -.057 -.128 .339*
Sig. (2-tailed) .052 .687 .151 . .946 .714 .408 .024 N 44 44 44 44 44 44 44 44 PTPJ Correlation Coefficient .064 .788** -.037 .010 1.000 .554** .408** -.302* Sig. (2-tailed) .682 .000 .812 .946 . .000 .006 .046 N 44 44 44 44 44 44 44 44 PTLB Correlation Coefficient .168 .525** -.164 -.057 .554** 1.000 .575** -.273 Sig. (2-tailed) .275 .000 .287 .714 .000 . .000 .073 N 44 44 44 44 44 44 44 44
PNBE Correlation Coefficient .393** .521** .046 -.128 .408** .575** 1.000 -.249
Sig. (2-tailed) .008 .000 .767 .408 .006 .000 . .103 N 44 44 44 44 44 44 44 44 KDK Correlation Coefficient -.272 -.388** -.151 .339* -.302* -.273 -.249 1.000 Sig. (2-tailed) .074 .009 .327 .024 .046 .073 .103 . N 44 44 44 44 44 44 44 44
Dari Tabel 4.2 dapat dilihat korelasi antara variabel dependen dengan variabel dependen. Firm performancesebagai variabel dependen memiliki
korelasi yang positif terhadap pertumbuhan aktiva, kemampuan aktiva menghasilkan laba, pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba, dan pertumbuhan ekuitas namun memiliki korelasi yang negatif terhadap pengeluaran investasi dan komposisi dewan komisaris. Dalam tabel dapat dilihat bahwa firm performance paling dipengaruhi oleh variabel pertumbuhan
yaitu pertumbuhan ekuitas sebesar 0.656 diikuti variabel IOS yaitu kemampuan aktiva menghasilkan laba sebesar 0.393 pada tingkat kepercayaan 90%.
Dapat dilihat bahwa tidak semua unsur-unsur yang digunakan untuk mengukur IOS dan pertumbuhan memiliki korelasi yang signifikan terhadap kinerja perusahaan.