Dalam melakukan moldelling, terdapat berbagai macam metode yang dapat diterapkan. Penggunaan salah satu metode dapat menghasilkan sebuah model 3D yang utuh, namun penggabungan beberapa metode dalam pemodelan merupakan pilihan terbaik untuk menghasilkan model yang lebih menyerupai bentuk nyata.
2.4.1. 3D Box Modelling Method
Box modelling adalah Teknik pemodelan 3D dimana creator mengawali pemodelan dari sebuah bangun ruang primitif (biasanya kubus atau sphere) dan memodifikasinya dengan metode extrude, scale, atau rotasi face, edge, dan vertex.
Detil ditambahkan kedalam objek 3D melalui menambah edge loops secara manual ataupun menggunakan fungsi yang umumnya sudah tersedia pada setiap applikasi pemodelan 3D yaitu subdivision function. Oleh karena itu, metode ini sering pula dikenal dengan nama subdivision modelling. Pada gambar 2.9 dapat dilihat tahapan pemodelan wajah dibentuk melalui bangun ruang primitif berbentuk kubus.
Gambar 2.9 Box Modelling Method (http://google.com)
2.4.2 Imagebased 3D Modelling Method
Imagebased 3D modelling merupakan metode dalam pembuatan model 3D yang memanfaatkan sketsa 2D sebagai sumber acuan untuk membangun objek 3D yang dimaksud. Pada metode ini, dibutuhkan minimal 2 perspektif dari sebuah sumber.
Misalnya, untuk memodelkan wajah, dibutuhkan minimal sketsa 2D dari perspektif depan dan samping. Pada gambar 2.9 diilustrasikan imagebased 3D modelling.
Gambar 2.10 Image Based 3D Modelling Method (http://google.com)
Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa untuk membentuk model 3D dari wajah, dapat mengikuti acuan dari 2 buah gambar yang memiliki korelasi sehingga dapat dibentuk garis-garis yang mengikuti depth dari gambar sumber.
Depht merupakan faktor yang memunculkan volume dari transformasi 2D menjadi 3D.
2.5. Blender 3D
Blender merupakan salah satu software open source yang dapat digunakan untuk membuat konten multimedia khususnya dalam bentuk 3 Dimensi (Wirawan, 2011).
2.5.1. Sejarah Blender
Awalnya dikembangkan oleh perusahaan animasi Belanda NeoGeo sebagai program animasi internal. Blender tumbuh bersama setiap proyek yang dikerjakan NeoGeo. Tidak lama setelah versi gratis pertama dari blender dilepaskan ke internet (pada Mei 1998), NeoGeo tidak lagi menjalankan bisnisnya. Ton Roosendaal,
“bapak” dari Blender dan programmer utama, membuat perusahaan yang bernama Not a Number untuk mengembangkan Blender lebih jauh. Akhirnya Blender menjadi sebuah produk. Not a Number juga menjual perangkat lunak yang memungkinkan
banyak fungsi tambahan dan menjadikan versi gratis dari Blender menjadi “Blender Lengkap”. Dengan berkembangnya Blender, fitur-fitur pada “Blender Lengkap” terus diimigrasikan ke versi gratisnya. Terakhir Not a Number tidak lagi meminta bayaran untuk Blender Lengkap dan juga mengembangkan Blender 2.0 dengan fungsi-fungsi yang memungkinkan untuk membuat semua dunia 3D interaktif dan membuatnya menjadi hidup suatu fitur yang tentu saja penting untuk membuat permainan komputer.
Namun, Blender tetap gratis total (Wartmann, 2004).
Tool-tool yang disediakan Blender sederhana, namun sudah mencakup seluruh kebutuhan untuk pembuatan film animasi. Satu kelebihan utama Blender adalah game engine yang terintegrasi dan dengan game engine tersebut, pengembang dapat menciptakan software interaktif baik game, presentasi atau web interaktif.
2.5.2. Kelebihan Blender
Menurut Wirawan, Blender memiliki berbagai kelebihan dibandingkan software yang lain, yaitu:
a. Open Source
Blender merupakan software open source, dimana pengguna bisa bebas memodifikasi source codenya untuk keperluan pribadi maupun komersial, asal tidak melanggar GNU (General Public License) yang digunakan Blender.
b. Multi Platform
Blender tersedia untuk berbagai macam sistem operasi (OS) seperti Linux, Mac dan Windows. Sehingga file yang dibuat menggunakan Blender versi Windows tidak akan berubah ketika dibuka di Blender versi Mac maupun Linux.
c. Update Blender
bisa dikembangkan oleh siapapun. Sehingga update software ini jauh lebih cepat dibandingkan software sejenis lainnya.
d. Free
Blender gratis dan legal. Jadi, siapapun bisa berpartisipasi dalam mengembangkannya untuk menjadi lebih baik.
e. Complete
memiliki fitur yang lebih lengkap dari software 3D lainnya. Di dalam Blender tersedia fitur Video editing, Game Engine, Node Compositing, Sculpting.
f. Lite
Blender relatif lebih ringan dioperasikan jika dibandingkan software sejenis.
g. Community
Terbuka Untuk bergabung dengan komunitas blender, tidak perlu membayar.
Komunitas ini sudah tersebar di dunia. Dari yang newbie sampai yang sudah advance terbuka untuk menerima masukan dari siapapun, selain itu mereka juga saling berbagi tutorial dan file secara terbuka.
2.5.3. Fitur Blender
Fitur fitur yang terdapat pada Blender 3D:
a. Modelling
Modelling 3D adalah proses mengembangkan representasi matematis dari setiap permukaan objek tiga dimensi (baik mati ataupun hidup) melalui perangkat lunak khusus. Produk ini disebut sebagai model 3D. Hal ini dapat ditampilkan sebagai gambar 2D melalui proses yang disebut 3D rendering atau digunakan dalam simulasi komputer fenomena fisik. Model ini juga dapat secara fisik dibuat menggunakan perangkat percetakan 3D (Jostonchoniv & Yudi Windarto, 2013).
b. Rigging
Rigging adalah sebuah proses menanamkan kerangka manusia ke dalam model manusia yang telah dibangun menggunakan perangkat lunak pihak ketiga. Sendi-sendi dari kerangka manusia harus diletakan pada posisi yang sesuai dalam model manusia untuk memudahkan dan membuat model manusia yang dibangun menjadi lebih nyata (Shingade & Ghotkar, 2014).
c. Texturing
Proses teksturing adalah proses pembuatan dan pemberian warna dan material pada objek yang telah selesai dimodelkan dengan tujuan untuk menunjukkan kesan nyata. Pemberian material pada objek 3D akan mendefiniskan rupa dan jenis bahan dari objek 3D (Handayani, 2011).
d. Simulasi
Fitur simulasi dapat membuat objek berinteraksi dengan objek lainnya seperi dunia nyata, tabrakan, berat, elastisitas dan kekuatan bisa diatur sedemikian rupa. Selain itu, fitur ini juga bisa membuat animasi air, api, maupun asap.
e. Rendering
Rendering 3D merupakan proses untuk membentuk sebuah gambar dari sebuah model yang dibentuk oleh perangkat lunak animasi, model tersebut berisi data geometri, titik pandang, tekstur, dan cahaya yang diperlukan untuk membuat gambar yang utuh. Rendering 3D merupakan proses yang sangat penting dan telah digunakan untuk berbagai macam pengguna, seperti program permainan koputer, efek spesial pada film, dan program simulasi (Jostonchoniv & Yudi Windarto, 2013).
f. Compositing
Compositing adalah proses penggabungan. Inilah kelebihan blender dari program 3D lainnya, yaitu mempunyai fitur composting.
g. Game Creator
Engine Game pada Blender sendiri dan menggunakan “Python” sebagai bahasa pemrograman yang lebih mudah ketimbang menggunakan C++, C, dll. Blender menggunakan “OpenGL” sebagai render grafik defaultnya yang dapat digunakan pada berbagai macam sistem operasi seperti Windows, Linux dan Mac OS X.
h. Transformation
Transformation berfungsi untuk menggeser atau mengubah ukuran sebuah obyek.
2.6 Unity 3D
Unity adalah salah satu game engine yang banyak digunakan. Dengan software ini, membuat game sendiri dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Unity berjalan di Windows, Mac, Xbox 360, PlayStation3, Web, Wii,iOS, AnDrone dan baru-baru ini Flash (Rimahirdani, dkk. 2012). Fungsi Unity sebagai software pembangun aplikasi dan code editor pada aplikasi yang akan dibuat. Pada Unity terdapat beberapa hal penting untuk membuat atau membangun suatu aplikasi, diantaranya yaitu:
2.6.1 Project
Project merupakan kumpulan dari komponen-komponen yang dikemas menjadi satu dalam sebuah software agar bisa dibangun menjadi sebuah aplikasi. Pada unity, project berisi identitas aplikasi yang meliputi nama project, platform building.
Kemudian package apa saja yang akan digunakan, satu atau beberapa scene aplikasi, asset, dan lain-lain.
2.6.2 Scene
Scene dapat disebut juga dengan layar atau tempat untuk membuat layar aplikasi.
Scene dapat dianalogikan sebagai level permainan, meskipun tidak selamanya scene adalah level permainan. Misal, level 1 diletakkan pada scene1, level 2 pada scene2, dst. Namun scene tidak selamanya berupa level, bisa jadi lebih dari satu level diletakkan dalam satu scene. Game menu biasanya juga diletakkan pada satu scene tersendiri. Suatu scene dapat berisi beberapa game object. Antara satu scene dengan scene lainnya bisa memiliki game object yang berbeda.
2.6.3 Asset dan Package
Asset dan Package, suatu asset dapat terdiri dari beberapa package. Asset atau package adalah sekumpulan object yang disimpan. Objek dapat berupa Game Object, terrain, dan lain sebagainya.