commit to user b. Teknik Pelaksanaan Passing Atas Bolavoli
3. Modifikasi Alat Pembelajaran Penjasorkjes
a. Alat Bantu Pembelajaran
Alat bantu mengajar merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan belajar mengajar. Kelancaran kegiatan pembelajaran dapat dipengaruhi oleh tersedianya alat bantu yang baik dan memadai. Srijono Brotosuryo dkk. (1994: 294) -alat yang digunakan oleh guru sebagai sarana
digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud untuk menyampaikan pesan (informasi) pembelajaran dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada
Slameto (1995:
67-alat pembelajaran erat hubungannya dengan cara belajar siswa, karena 67-alat pembelajaran yang dipakai oleh guru pada waktu mengajar dipakai pula oleh siswa untuk menerima bahan yang diajarkan. Alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan kepada
Alat bantu mempunyai arti penting dalam kegiatan pembelajaran. Alat bantu dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Selain itu, alat bantu akan memudahkan siswa dalam mempelajari materi pembelajaran. Lebih lanjut Srijono Brotosuryo dkk., (1994: 297) menyatakan,
commit to user
19
lebih konkrit dan menarik, sehingga mudah untuk dimengerti dan dipahami anak -107) menyatakan:
Ada beberapa fungsi penggunaan media atau alat dalam proses pembelajaran di antaranya:
1) Menarik perhatian siswa
2) Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran.
3) Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalitis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan)
4) Mengatasi keterbatasan ruang
5) Pembelajaran lebih komunikatif dan produktif 6) Waktu pembelajaran bisa dikondisikan
7) Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar
8) Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu atau menimbulkan gairah belajar
9) Melayani gaya belajar siswa beraneka ragam
10) Meningkatkan kadar keaktifan/keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Alat bantu pembelajaran memiliki fungsi yang sangat luas dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan menggunakan alat bantu pembelajaran yang baik dan tepat, maka akan mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal. Oleh karena itu, seorang guru penjas harus mampu memanfaatkan berbagai macam alat bantu pembelajaran, jika dalam membelajarkan materi penjas banyak kendala. Rusli Lutan & Adang Suherman (2000: 46
pendidikan jasmani untuk membuat sendiri alat-alat sesuai dengan kebutuhan
Kreativitas dan inisiatif seorang guru penjas untuk menciptakan atau membuat alat bantu dalam pembelajaran penjas sangat penting. Jika siswa mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran penjas, maka dapat menggunakan alat bantu. Penggunaan alat bantu tersebut pada prinsipnya untuk mempermudah mempelajari keterampilan, jika keterampilan yang sebenarnya sulit dikuasai. Penggunaan alat bantu dalam pembelajaran passing atas bolavoli dapat menggunakan berbagai macam peralatan, misalanya bola plastik, bola lunak, bolavoli mini dan lain sebagainya.
commit to user
b. Hakikat Modifikasi Alat Pembelajaran Penjasorkes
Ditinjau dari aspek-aspek modifikasi pembelajaran pendidikan jasmani, modifikasi alat pembelajaran pendidikan jasmani merupakan modifikasi lingkungan pembelajaran. Yoyo Bahagia dan Adang Suherman (2000: 7) uti: (1) peralatan, (2) penataan ruang gerak dalam berlatih, (3) jumlah siswa yang terlibat
Pendapat tersebut menunjukkan, modifikasi lingkungan pembelajaran pendidikan jasmani mencakup: peralatan, penataan ruang gerak dalam berlatih, jumlah siswa yang terlibat dan, organisasi atau formasi berlatih. Dari modifikasi lingkungan pembelajaran guru dapat mengurangi atau menambah tingkat kompleksitas dan kesulitan tugas ajar dengan cara memodifikasi peralatan yang digunakan untuk melakukan skill atau keterampilan yang dipelajari. Misalnya, berat ringannya, besar kecilnya, tinggi rendahnya, panjang pendeknya peralatan yang digunakan. Lebih lanjut Rusli Lutan dan Adang Suherman (2000: 75) menyatakan:
Lakukan modifikasi peralatan, apabila peralatan diduga sebagai penghambat keberhasilan Manakala kondisi sebenarnya menjadi penghambat belajar keterampilan tertutup, rubahlah kondisi latihan itu pada tingkat yang bisa dilakukan siswa selama perubahan kondisi tersebut tidak merusak integritas skill yang dipelajarinya.
Memodifikasi peralatan dalam pembelajaran pendidikan jasmani pada prinsipnya sebagai solusi jika dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani mengalami hambatan atau kesulitan. Hal ini disebabkan karena penggunaan peralatan yang sebenarnya dalam pembelajaran pendidikan jasmani siswa tidak mampu melaksanakan. Jika ditinjau dari prinsip-prinsip pembelajaran keterampilan, modifikasi peralatan merupakan bentuk pembelajaran yang dilakukan dari cara yang mudah atau sederhana, yang selanjutnya secara bertahap ditingkatkan ke tingkat yang lebih sulit atau kompleks. Seperti dikemukakan Sugiyanto (1996: 64) bahwa:
commit to user
21
Berdasarkan pertimbangan tingkat kesulitan dan tingkat kompleksitas, penyusunan materi pelajaran hendaknya mengikuti prinsip-prinsip:
1) Dimulai dari materi belajar yang mudah dan ditingkatkan secara berangsur-angsur ke materi yang lebih sukar.
2) Dimulai dari materi belajar yang sederhana dan ditingkatkan secara berangsur-angsur ke materi yang semakin kompleks.
Berdasarkan pendapat tersebut menunjukkan, memodifikasi alat pembelajaran pendidikan sangat penting dilakukan dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Jika sarana atau peralatan sebagai kendala dalam pembelajaran pendidikan jasmani, maka sarana tersebut dapat dimodifikasi dengan menggunakan sarana atau alat yang lebih sederhana, sehingga siswa akan mudah melaksanakannya.
c. Tujuan dan Pentingnya Modifikasi Alat Pembelajaran Penjasorkes
Sudah tidak rahasia lagi dan ini terjadi sekolah-sekolah di Indonesia bahwa sarana prasarana dan media Penjasorkes tidak memadai. Kondisi yang demikian mengakibatkan materi yang ada dikurikulum Penjasorkes tidak dapat diberikan secara keseluruhan.
Minimnya sarana, prasarana pembelajaran Penjasorkes yang dimiliki oleh sekolah, menuntut seorang guru Penjasorkes di sekolah yang bersangkutan untuk kreatif dalam merancang peralatan, perlengkapan dan media pembelajaran Penjasorkes yang sesuai dengan kondisi peserta didik di sekolahnya. Guru yang kreatif memiliki kemampuan dan keterampilan dalam merancang atau menciptakan sarana pembelajaran Penjasorkes yang baru atau memodifikasi sarana yang sudah ada, tetapi disajikan dengan cara yang lebih menarik, sehingga saat diterapkan dalam pembelajaran dapat menjadikan peserta didik lebih aktif berpartisipasi secara senang dan puas setelah mengikuti proses pembelajaran. Dengan modifikasi sarana pembelajaran Penjasorkes tidak akan mengurangi aktivitas peserta didik dalam melakukan pembelajaran Penjasorkes. Menurut Rulsi Lutan (1988) yang dikutip Agus Kristiyanto, Hanik Liskustyawati & Budhi
commit to user
mengikuti pembelajaran, (2) meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam
Pendapat tersebut menunjukkan bahwa, melalui modifikasi sarana pembelajaran banyak manfaat yang diperoleh di antaranya siswa menjadi puas setelah mengikuti proses pembelajaran, akan mendukung keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran dan siswa memiliki pola gerak yang benar sesuai yang diharapkan.
Memodifikasi pembelajaran Penjasorkes sangat penting agar memperbesar kemungkinan pencapaian tujuan pembelajaran. Selain itu, modifikasi pembelajaran Penjasorkes dilakukan karena beberapa pertimbangan di antaranya: sarana dan prasarana pembelajaran Penjasorkes yang tidak memadai. Menurut Aussie (1996) yang dikutip Agus Kristiyanto dkk., (2011: 21) menyatakan:
Pentingnya modifikasi pembelajaran Penjasorkes didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
1) Anak-anak belum memiliki kematangan fisik dan emosional seperti orang dewasa.
2) Berolahraga dengan peralatan dan peraturan yang dimodifikasi akan mengurangi terjadinya cedera pada anak.
3) Olahraga yang dimodifikasi akan mampu mengembangkan keterampilan anak lebih cepat dibandingkan dengan peralatan yang standar untuk orang dewasa.
4) Olahraga yang dimodifikasi menumbuhkan kegembiraan dan kesenangan pada anak-anak dalam situasi kompetetif.
Pendapat tersebut menunjukkan bahwa, melalui modifikasi pembelajaran Penjasorkes dapat digunakan sebagai suatu alternatif dalam pembelajaran Penjasorkes. Dengan memodifikasi pembelajaran Penjasorkes mempertimbangkan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan peserta didik, karakteristik peserta didik, sehingga berdampak pada peningkatan motivasi keikutsertaaan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.
commit to user
23