BAB II: KAJIAN PUSTAKA
G. Modul Sebagai Bahan Ajar
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
35
mengajar : (1). Keterampilan dan kebiasaan, (2). Pengetahuan dan pengarahan, (3). Sikap dan cita-cita.18
Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan perubahan siswa dari segi pengetahuan, sikap dan tingkah laku, serta keterampilan.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar ada dua hal, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal bisa berupa kondisi tubuh (kesehatan dan cacat tubuh), selain itu dapat berupa kondisi psikologis siswa yang berupa kecerdasan (IQ), minat, bakat, motif, dan lain-lain. Sedangkan faktor eksternal dapat berupa lingkungan dimana siswa tersebut berada, seperti lingkungan keluarga (orang tua, suasana rumah, kondisi ekonomi keluarga), lingkungan sekolah (kurikulum, hubungan sosial antara guru san dan siswa, siswa dengan siswa, alat pelajaran, pelaksanaan disiplin sekolah, keadaan sekolah, dan sebagainya).19
G. Modul Sebagai Bahan Ajar 1. Pengertian Modul
Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar siswa dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru, sehingga modul berisi petunjuk belajar (petunjuk siswa atau guru), kompetensi yang akan
18 Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2009), 22.
19 Dudung Rahmat Hidayat, et.al., Ilmu dan Aplikasi Pendidikan ( Bandung: PT Imperial Bhakti Utama, 2007), 329.
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
36
dicapai, content atau isi materi, Informasi pendukung, latihan-latihan, petunjuk kerja, dapat berupa lembar kerja, evaluasi, balikan terhadap hasil evaluasi. Sebuah modul akan bermakna kalau siswa dapat dengan mudah menggunakannnya. Pembelajaraan dengan modul memungkinkan seorang siswa yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih KD (kompetensi dasar) dibandingkan siswa lainnya. Dengan demikian maka modul harus menggambarkan KD yang akan dicapai oleh siswa, disajikan dengan menggunakan bahasa yang baik, menarik, dilengkapi oleh ilustrasi.20
Menurut Abdul Majid dalam Andi Prastowo, Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar siswa dapat belajar dengan mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru. Sedangkan pandangan lainnya, modul dimaknai sebagai seperangkat bahan ajar yang disajikan secara sistematis sehingga penggunanya dapat belajar dengan atau tanpa seorang fasilitator atau guru. Dengan demikian, maka sebuah modul harus dapat dijadikan sebuah bahan ajar sebagai pengganti fungsi guru. Jika guru mempunyai fungsi menjelaskan sesuatu maka modul harus mampu menjelaskan sesuatu dengan bahasa yang mudah diterima siswa sesuai dengan tingkat pengetahuan dan usianya.21
20 Andi Prastowo, “Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar,” dalam Pengembangan Bahan
Ajar Berjendela Sebagai Pendukung Implementasi pembelajaran Berbasis Scientific Approach pada Materi Jurnal Khusus, 1.
21 Andi Prastowo, Pengembangan Bahan Ajar Tematik; Tinjauan Teoretis dan Praktik, (Jakarta: Kencana, 2014). 208.
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
37
Modul merupakan bagian dari bahan ajar cetak yang mempunyai fungsi ganda yakni selain sebagai bahan ajar juga sebagai fasilitator sehingga bahasa yang digunakan dalam modul harus detail dan jelas agar siswa dapat menggunakannya secara mandiri.
Teori yang mendasari penulisan modul adalah perlunya pembelajaran individual, bahwa setiap individu mempunyai kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda-beda. Setiap peserta didik diupayakan untuk mencari sendiri apa yang diperlukan dalam belajarnya. Dengan mempelajari modul diharapkan siswa mampu membimbing dirinya sendiri dan mempersiapkan pembelajaran dengan sebaik-baiknya sehingga bisa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Modul dapat dirumuskan sebagai suatu unit yang lengkap yang berdiri sendiri dan terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu mahasiswa mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas.22
Menurut Mulyasa, modul merupakan suatu unit program pembelajaran yang disusun dalam bentuk tertentu untuk keperluan belajar.23 Modul adalah unit pembelajaran yang berbentuk cetak dan dapat dipelajari sendiri oleh siswa yang memiliki satu tema tertentu sehingga bersifat self contained dan
self directed. Dinyatakan self contained karena modul mengandung informasi
yang utuh dan dapat dipelajari sendiri oleh siswa. Selain itu, dengan
22 S. Nasution, Berbagai...cet ke 10, 2006, 205.
23 Mulyasa E., Kurikulum Berbasis Kompetensi; Konsep, Karakteristik, dan Implementasi (Bandung: Remaja Risdakarya, 2004), 148.
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
38
mempelajari modul siswa dapat membimbing dirinya sendiri bahkan menilai pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya sehingga modul dikatakan bersifat self directed.24
Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul adalah bahan ajar cetak yang dapat dipelajari siswa secara mandiri karena mengandung informasi yang utuh dan petunjuk yang jelas.
2. Manfaat Modul
Adapun manfaat modul adalah sebagai berikut.
a. Dapat digunakan sesuai dengan waktu dan tempat yang diinginkan oleh siswa.
b. Dapat memungkinkan siswa belajar secara mandiri.
c. Memperjelas penyajian informasi ke siswa sehingga siswa dapat memahami materi lebih mudah.
d. Terdapat relevansi antara proses pembelajaran dan tujuan yang harus dicapai karena teruang dengan jelas tujuan modul pada bagian pendahuluan.
e. Adanya kontrol terhadap hasil belajar melalui penggunaan kompetensi inti-kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didk.
3. Karakteristik modul
24Oemar Hamalik, Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA (Bandung: Sinar Baru, 1991), 53.
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
39
Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa modul memiliki beberapa karakteristik.
a. Bahan ajar cetak yang dirumuskan secara lengkap dan
komprehensif sehingga informasi di dalamnya dapat dipelajari sendiri oleh siswa meskipun tanpa bantuan guru karena bahasa yang digunakan jelas.
b. Bersifat fleksibel, sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa sehingga siswa yang cepat dalam memahami tidak merasa terganggu dengan siswa yang lamban dalam memahami. Karena di dalam modul tersebut terdapat latihan-latihan serta list
penilaian yang dapat digunakan siswa untuk melatih
kemampuannya secara mandiri dan mengukur kemampuannya sesuai dengan sistem penilaian yang terdapat dalam modul tersebut.
c. Modul dapat dipelajari di manapun dan kapan pun. 4. Sistematika penyusunan modul
Adapun sistematika penyusunan modul adalah sebagai berikut.25 a. Identifikasi kompetensi inti yang ingin dicapai.26
b. Merumuskan kesesuaian indikator pembelajaran dengan kompetensi dasar.
25 Setyosari, P. Pengajaran Modul (Malang: IKIP Malang, 1990/1991), 16-17.
26 Dalam kurikulum 2013, istilah Standar Kompetensi telah diganti dengan Kompetensi Inti, sehingga penulis akan menggunakan istilah kompetensi inti.
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
40
c. Identifikasi terhadap pokok-pokok materi pembelajaran yang perlu dipelajari oleh siswa untuk mencapai kompetensi dasar. d. Pengorganisasian kembali pokok materi ke dalam urutan logis
dan fungsional.
e. Pengecekan langkah kegiatan belajar untuk mencapai kompetensi inti yang telah dirumuskan.
f. Menyusun butir-butir alat evaluasi berdasarkan kriteria untuk mengukur sejauh mana kompetensi dasar telah tercapai pada akhir modul.
Kompetensi inti harus dinyatakan dalam rencana kegiatan belajar-mengajar. Rencana kegiatan belajar-mengajar nantinya akan membutuhkan perangkat yang akan membantu efektivitas pelaksanaan belajar-mengajar yang salah satunya adalah modul atau bahan ajar yang berbentuk buku. Bahan ajar atau modul ajar yang akan dikembangkan nantinya akan berpijak pada rencana kegiatan belajar-mengajar karena adanya modul ajar ini akan membantu proses kegiatan belajar-mengajar.27
H. Kerangka Pengembangan Modul Sejarah Kebudayaan Islam Kelas