• Tidak ada hasil yang ditemukan

Muhammad Hekmatyar

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN PUSTAKA (Halaman 33-38)

(2017) Universitas: Widyatama Pengaruh Ekstensifikasi Dan Intensifikasi Pajak Reklame Terhadap Penerimaan Pajak Daerah Kota Bandung (Studi Kasus Pada Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung)

Berdasarkan hasil penelitian secara parsial dan simultan menunjukan bahwa Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pajak

Reklame berpengaruh signifikan terhadap Penerimaan Pajak Kota Bandung. Semakin tinggi

penerimaan pajak dan jumlah wajib pajak, maka semakin tinggi tingkat penerimaan pajak. Sedangkan besarnya pengaruh Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pajak reklame Terhadap

Penerimaan Pajak Kota Bandung adalah sebesar 69,2%. 5. Rosalina Ginting (2017) International Journal of Humanities and Social Sciences. ISSN 2250-3226 Volume 7, Number 1 (2017) Intensification Analysis and Tax Extension Related Tax Amnesty Policies on the UKM in Semarang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kepemilikan dan intensifikasi pajak NPWP. Tetapi memiliki pengaruh positif terhadap penerimaan pajak.

2.3 Kerangka Pemikiran

2.3.1 Pengaruh Program Entensifikasi Pajak Rekmale Terhadap Peningkatan pendapatan Pajak Daerah Kota Bandung

Pajak adalah iuran masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarkan menurut peraturan- peraturan umum (Undang-Undang) dengan tidak mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk mebiayai pengeluaran- pengeluaran umum berhubungan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan (sari;2013)

Berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jendral Pajak Nomor SE-06/PJ.9/2001 tentang Pelaksanaan Ekstensifikasi Pajak dan Intensifikasi Pajak, ekstensifikasi wajib pajak adalah kegiatan yang berkaitan dengan penambahan jumlah Wajib Pajak adalah kegiatan yang berkaitan dengan penambahan jumlah Wajib Pajak terdaftar dan perluasan Objek Pajak dalam administrasi Direktorat Jendral Pajak (DJP). Dengan banyaknya jumlah Wajib Pajak terdaftar, diharapkan dapat menambahkan jumlah penerimaan pajak penghasilan.

Berdasarkan Peraturan Direktorat Jendral Pajak Nomor PER-21/PJ/2015 tentang Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Seleksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan, Ekstensifikasi adalah upaya proaktif yang dilakukan oleh Direktorat Jendral Pajak dalam rangka pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan/atau pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat Program Ekstensifikasi pajak adalah untuk memperbanyak wajib pajak, baik wajib pajak

orang pribadi maupun wajib pajak badan usaha terutama khususnya Pajak reklame yang ada di Kota Bandung. Serta untuk menambah jumlah pembayaran pajak yang terutama memiliki nomor wajib pajak. Sehingga dapat membiayai pengeluaran Negara untuk kesejahteraan masyarakat.

2.3.2 Pengaruh Program Intensifikasi Pajak Reklame Terhadap Peningkatan Pendapatan Pajak Daerah Kota Bandung

Pajak daerah merupakan sumber utama penerimaan negara yang potensial untuk membiayai kegiatan pemerintah dan pembangunan. Penerimaan dari sektor pajak yang mengalami kenaikan diharapkan dapat membayar pembelanjaan negara demi tercapainya kemakmuran rakyat. Penerimaan pajak berasal dari pemungutan yang dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah dengan pengenaan terhadap objek pajak. Pemerintah berusaha meningkatkan penerimaan pajak dengan upaya ekstensifikasi dan intensifikasi.

Maka dari itu, Direktorat Jendral Pajak dibebani tugas agar target penerimaan negara tercapai. Salah satu upaya pemerintah daerah Kota Bandung untuk memaksimalkan penerimaan pajak yang telah di anggarkan yaitu melalui intensifikasi pajak. Menurut Surat Edaran Direktorat Jendral Pajak Nomor SE – 08/PJ.9/2001 tentang pelaksanaan intensifikasi pajak dan ekstensifikasi pajak, sehingga dapat meningkatkan pajak daerah khusunya pajak restoran yang merupakan salah satu sumber penerimaan daerah yang dapat diandalkan.

Pengertian intensifikasi pajak dan ekstensifikasi pajak menurut Surat Edaran Direktorat Jendral Pajak Nomor SE-06/PJ.9/2001 tentang Pelaksanaan

Ekstensifikasi Pajak dan Intensifikasi Pajak adalah intensifikasi pajak yaitu kegiatan optimalisasi penggalian penerimaan pajak terhadap objek serta subjek yang telah tercatat atau telah terdaftar dalam administarsi DJP, dan dari hasil pelaksanaan ekstensifikasi pajak.

Intensifikasi pajak menurut Suparmo dan Theresia (2010:2) adalah upaya yang dilakukan pemerintah untukmeningkatkan penerimaan daerah yang ditempuh melalui peningkatan kepatuhan subjek pajak yang telah ada.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat program Intentifikasi pajak adalah untuk memperbaiki sistem yang terbengkalai dan hal ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan memperbaiki administrasi juga pengawasan pegawai dan perbaikan pada undang-undang sehingga kegiatan optimalisasi penggalian pendapatan atau penerimaan pajak dapat tercapai.

2.3.3 Pengaruh Program Ekstensifikasi dan Intensifikasi Pajak Reklame Terhadap Peningkatan Pendapatan Pajak Daerah Kota Bandung

Berdasarkan Pasal 1 Angka 3 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-undang Nomor 22 Tahun 2011 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 menyebutkan bahwa penerimaan perpajakan adalah semua penerimaan negara yang terdiri atas pajak dalam negeri dan pajak perdagangan imternasional.

Direktoret jenderal pajak sebagai otoritas pajak di Indonesia masih mempunyai ruang untuk terus meningkatkan penerimaan pajaknya. Intensifikasi dapat di tingkatkan dengan memaksimalkan pemungutan kepada Wajib Pajak

yang ada di daftar wajib pajak Direktorat Jendral Pajak. Faktor lainnya dengan melakukan kegiatan ekstensifikasi, ekstensifikasi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan jumlah Wajib Pajak, tetapi penambahan jumlah Wajib Pajak tidak serta merta dapat meningkatkan penerimaan.

Penerimaan pajak saat ini merupakan salah satu penerimaan yang paling potensial bagi kelangsungan pembangunan di Kota Bandung. Hal ini menunjukan bahwa pengeluaran-pengeluaran pemerintah Kota Bandung sebagian besar dibiayai oleh pajak. Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah diuraikan oleh penulis diatas, kemudian digambarkan dalam kerangka teoritis yang disusun pada Gambar 2.1 sebagi berikut:

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pemikiran Eksentifikasi Pajak Reklame

(X1) Indikator :

Jumlah Objek atau Wajib PajakTerdaftar di Kota Bandung (Surat

Edaran DJP N0. SE-06/PJ.9/2001)

Peningkatan Pendapatan Pajak Daerah (Y)

Indikator :

Realisasi Penerimaan Pajak Daerah (Undang-undang N0.

28 tahun 2009) Intensifikasi Pajak Reklame

(X1)

Indikator :

Realisasi Penerimaan Pajak Reklame Kota Bandung (Surat Edaran DJP N0.

2.4 Hipotesis Penelitian

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum termasuk jawaban yang empirik (Sugiyono;2014)

Berdasarkan model kerangka penelitian di atas, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut:.

H1: Ekstensifikasi (x1) pajak reklame berpengaruh terhadap peningkatan

pendapatan pajak daerah kota bandung

H2: Intensifikasi (x2) pajak reklame berpengaruh terhadap peningkatan

pendapatan pajak daerah kota bandung

H3: Ekstensifikasi (x1) dan Intensifikasi (x2) pajak reklame berpengaruh

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN PUSTAKA (Halaman 33-38)

Dokumen terkait