PELUANG PARIWISATA
B. Multiplier Pariwisata
Multiplier effects adalah suatu kegiatan yang dapat memacu timbulnya kegiatan lain. Berdasarkan teori ini dapat dijelaskan bahwa industri pariwisata akan menggerakkan industri-industri lain sebagai pendukungnya. Komponen utama industri pariwisata adalah daya tarik wisata berupa destinasi dan atraksi wisata, perhotelan, restoran dan transportasi lokal.Sementara komponen pendukungnya, mencakup industri-industri dalam bidang transportasi, makanan dan minuman, perbankan, atau bahkan manufaktur.Semuanya dapat dipacu dari industri pariwisata.Analisis nilai pengganda (multiplier) adalah salah satu ukuran ekonomi yang dapat dipakai untuk melihat peran sektor produksi Restoran dan Hotel dalam sistem ekonomi
116 wilayah. Analisis nilai pengganda dari sektor Restoran dan Hotel akan dilihat dalam ukuran :
1. Pengganda permintaan akhir (output multiplier) 2. Pengganda pendapatan (income multiplier) 3. Pengganda nilai tambah (value added multiplier) 4. Pengganda tenaga kerja
Dampak multiplier dari pengeluaran wisatawan mengacu pada income, ketenagakerjaan, dan pendapatan pemerintah dari belanja wisatawan. Hal ini dapat dikategorikan dalam lima tipe, yaitu (Lickorish dan Jenkins, 1997;63):
a. Transactions or sales multipliers. Peningkatan belanja wisatawan dapat meningkatkan pendapatan usaha.
b. Output Multipliers. Peningkatan belanja wisatawan berdampak pada peningkatan jumlah output yang diproduksi.
c. Income Multipliers. Peningkatan belanja wisatawan berdampak pada perhitungan tambahan pendapatan dalam perekonomian.
d. Government Revenue Multiplier. Peningkatan belanja wisatawan berdampak pada perhitungan pendapatan pemerintah.
117 e. Employement Multiplier. Peningkatan belanja wisatawan berdampak pada terciptanya kesempatan kerja baru.
Keunikan industri pariwisata terhadap perekonomian berupa dampak penggandaan (multiplier effect) dari pariwisata terhadap ekonomi.Pariwisata memberikan pengaruh tidak hanya terhadap sektor ekonomi yang langsung terkait dengan industri pariwisata, tetapi juga industri yang tidak langsung terkait dengan industri pariwisata. 19 Pembahasan tentang multiplier memungkinkan kita membedakan antara dampak langsung, tidak langsung serta dampak ikutan dari pengeluaran pariwisata (Tribe, 2011 dalam Gilang, 2014; 40):
Dampak langsung (direct effects): dampak yang diperoleh oleh supplier dari transaksi langsung yang dilakukan oleh konsumen (wisatawan) atas penawaran (supply) produk dan jasa di industri pariwisata (misal: hotel, restoran);
Dampak tidak langsung (indirect effects) : dampak yang muncul dari aktivitas rantai penawaran yang dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan pada pengeluaran langsung sektor pariwisata (misal: hotel
118 mempekerjakan karyawan, restoran membeli bahan-bahan makanan);
Dampak ikutan (induced impact): terjadi ketika penerima dari pengeluaran langsung dan tidak langsung membelanjakan pendapatan ekstra yang diperolehnya ke dalam perekonomian. Pengeluaran ini menciptakan pendapatan pada sektor lain dalam perekonomian yang terus berputar dan mengembangkan dampak multiplier. 20 Tabel II.4 Multiplier Effect Pariwisata Terhadap Perekonomian Menurut Lickorish dan Jenkins (1997;63) Dampak utama pariwisata terhadap perekonomian terkait dengan pendapatan devisa , sumbangan untuk penerimaan pemerintah kesempatan kerja baru dan income untuk menstimulasi pembangunan daerah.
119 10. 3 Pasar Tenaga Kerja dan Peluang Kerja
Pengertian Pasar Tenaga Kerja
Pasar Tenaga Kerja dapat diartikan sebagai suatu pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli tenaga kerja.Sebagai penjual tenaga kerja di dalam pasar ini ialah para pencari kerja (Pemilik Tenaga Kerja), sedangkan sebagai pembelinya yaitu orang-orang / lembaga yang memerlukan tenaga kerja.Pasar tenaga kerja diselenggarakan dengan maksud untuk mengkoordinasi pertemuan antara para pencari kerja dan orang-orang atau lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga kerja.
Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan, maka pasar tenaga kerja ini dirasakan bisa memberikan
120 jalan keluar bagi perusahaan untuk memenuhinya.Dengan demikian tidak terkesan hanya pencari kerja yang mendapat keuntungan dari adanya pasar ini.Untuk menciptakan kondisi yang sinergi antara kedua belah pihak, yakni antara penjual dan pemberi tenaga kerja maka diperlukan kerjasama yang baik antara semua pihak yang terkait, yaitu penjual tenaga kerja, pembeli tenaga kerja, dan pemerintah.
Fungsi Pasar Tenaga Kerja
Pasar tenaga kerja memiliki fungsi yang sangat luas, baik dalam sektor ekonomi maupun sektor-sektor yang lain. Fungsi Pasar Tenaga Kerja yakni sebagai berikut :
Berfungsi untuk Sarana Penyaluran Tenaga Kerja,
Berfungsi untuk sarana untuk mendapatkan informasi tentang ketenagakerjaan,
Berfungsi untuk sarana untuk mempertemukan pencari kerja dan orang atau lembaga yang membutuhkan tenaga kerja.
Manfaat Pasar Tenaga Kerja
Manfaat adanya bursa tenaga kerja yakni :
121 1. Dapat membantu pencari tenaga kerja mendapatkan
pekerjaan sehingga mengurangi tingkat pengangguran 2. Sebagai sarana atau fasilitator bagi perorangan atau
lembaga yang mencari tenaga kerja.
3. Dapat membantu pemerintah dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan.
4. Dengan adanya pasar tenaga kerja, distribusi pekerjaan antara informal dan formal dapat merata sesuai dengan kebutuhannya masing-masing di setiap sektor.
5. Pasar tenaga kerja dapat membantu mengurangi lapangan pekerjaan informal. Sebagaimana diketahui besarnya lapangan kerja informal berakibat pada kewajiban pemenuhan kebutuhan dasar pekerjanya, yang dicerminkan dari upah riil pekerja informal. Tingginya upah riil pekerja akan mengakibatkan terjadinya pengangguran selain itu ketidakseimbangan upah antara pekerja informal dan formal akan menimbulkan kesenjangan sosial. Meskipun sektor informal tak dipungkiri merupakan salah satu penggerak roda ekonomi akan tetapi dalam diperlukan perhatian lebih untuk menertibkannya.
122 6. Pasar tenaga kerja memberikan peluang bagi TKI untuk mendapatkan pekerjaan di luar negeri dengan lebih aman dan terjamin oleh Pemerintah. Dengan demikian, problematika TKI yang seringkali menghiasi media dengan konotasi negatifnya dapat dikurangi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus menyempurnakan peraturan bagi TKI dengan meninjau kembali mekanisme perekrutan, penempatan, perlindungan dan pemulangan TKI.
7. Pasar tenaga kerja memberikan peluang bagi tenaga kerja yang terampil, ahli dan kompeten untuk mengembangkan dirinya di dunia kerja yang lebih luas bahkan sampai ke luar negeri. Peluang yang besar tersebut menjadi wadah yang baik untuk menunjukkan taji SDM Indonesia di mata dunia, sehingga tidak kalah saing dengan tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia.
8. Pasar Tenaga Kerja dapat diartikan sebagai suatu pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli tenaga kerja. Sebagai penjual tenaga kerja di dalam pasar ini ialah para pencari kerja (Pemilik Tenaga Kerja), sedangkan sebagai pembelinya yaitu orang-orang / lembaga yang memerlukan tenaga kerja. Pasar tenaga kerja diselenggarakan dengan
123 maksud untuk mengkoordinasi pertemuan antara para pencari kerja dan orang-orang atau lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga kerja.
9. Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan, maka pasar tenaga kerja ini dirasakan bisa memberikan jalan keluar bagi perusahaan untuk memenuhinya. Dengan demikian, tidak terkesan hanya pencari kerja yang mendapat keuntungan dari adanya pasar ini. Untuk menciptakan kondisi yang sinergi antara kedua belah pihak, yakni antara penjual dan pemberi tenaga kerja maka diperlukan kerjasama yang baik antara semua pihak yang terkait, yaitu penjual tenaga kerja, pembeli tenaga kerja, dan pemerintah.
10.4 Jenis-Jenis Pasar Tenaga Kerja
A. Pasar tenaga kerja terdidik, terlatih, tidak terdidik dan