• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAJARAN

KOSA-KATA

PELAJARAN

Sembarangan:

Sia-sia; tidak berarti

PEMAHAMAN

MURID-MURID

“Ya Tuhan!” dan “Yesus Kristus!” adalah ungkapan yang umumnya dipakai secara sembrono sekarang ini. Banyak orang menyebutkannya untuk menyatakan reaksi terkejut, bersumpah ataupun mengeluh, tetapi tidak menyadari makna sebenarnya dari ungkapan itu. Lalu mengapa mereka menyebutkan ungkapan itu? Karena setiap orang melakukannya, maka akhirnya merekapun mengikutinya tanpa pemahaman yang jelas. Tetapi karena mereka telah sering menyebutkannya, bukan berarti hal ini dapat dibenarkan. Nama Allah itu begitu istimewa, karena nama itu menyatakan identitas-Nya. Ketika seseorang menyebut nama-Nya, sesungguhnya menyatakan seberapa besar rasa hormat orang itu terhadap Allah. Ingatkan murid-murid Anda bahwa setiap kali mereka menyebut nama Allah, maka mereka sedang menyatakan perasaan mereka kepada-Nya. Menyebutkan nama Allah dengan sembarangan adalah perbuatan dosa, karena telah melanggar perintah ketiga. Allah akan tersinggung, bila nama-Nya dipakai untuk mengumpat atau mengeluh. Doronglah muird-murid Anda untuk menyebut nama-Nya dengan tepat seperti dalam pujian atau ibadah.

Seringkali, murid-murid Anda mengatakan sesuatu tanpa dipertimbangkan terlebih dahulu. Ketika mereka menyadari bahwa kata-kata yang mereka gunakan telah menyakiti orang lain, maka timbullah perasaan bersalah yang tidak dapat menghilang begitu saja. Mereka harus meminta maaf kepada orang yang telah mereka sakiti itu. Kadang mereka mengatakan hal-hal yang menyakitkan untuk membalas orang lain. Ingatkan mereka bahwa perbuatan inipun salah. Menyakiti orang lain adalah dosa. Doronglah mereka agar perkataan mereka tidak hambar.

KISAH PELAJARAN

Ulasan

Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari mengenai perintah kedua. Apakah itu? (Jangan menyembah allah lain.) Tuhan adalah satu-satunya Allah yang sejati. Berhala adalah ciptaan manusia yang tidak berguna. Mengapa demikian? Mereka tidak dapat menyelamatkan manusia dari kebinasaan kekal seperti yang Allah dapat lakukan. Allah menghukum mereka yang memilih menyembah berhala. Yerobeam dan Ahab adalah dua orang raja yang suka menyembah berhala. Pada akhirnya, mereka tidak diberkati dan mengalami kematian yang mengerikan. Namun, Allah akan melindungi mereka yang memilih taat dan mengikuti perintah-Nya. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego adalah tiga orang sahabat yang beribadah kepada Allah. Sekalipun mereka dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala, mereka tetap beriman kepada Tuhan. Akhirnya, Allah melepaskan mereka dari kematian. Dari kisah ini, kita beroleh pengajaran bahwa tidak ada yang lain kecuali Allah yang dapat menyelamatkan kita. Kita tidak boleh menyembah yang lainnya, kecuali Allah yang sejati.

Sebutan Allah

Ada banyak sebutan Allah yang dipakai dalam Alkitab untuk menggambarkan jati diri-Nya. Ketika Musa berbicara kepada Allah, ia ingin mengetahui nama pribadi-Nya, sehingga bangsa Israel dapat mengetahui siapakah Allah itu sebenarnya. Tetapi Allah menjawab, ”AKU Adalah AKU". Sebutan inilah yang nantinya kamu katakan kepada bangsa Israel: "AKU yang mengutus aku kepadamu". Jadi sesungguhnya, Allah belum menyatakan nama-Nya. Tetapi bangsa itu berpandangan adalah penting untuk mengenal nama Allah mereka.

Dalam bahasa Ibrani, sebutan untuk Allah adalah "Yahweh". Dalam Alkitab bahasa Inggris, Yahweh diterjemahkan "TUHAN", yang mana telah umum dipakai orang untuk menyebut Allah. Kata "TUHAN" bukanlah nama Allah yang sesungguhnya, tetapi hanya dipakai untuk mengingat Allah. Sebutan lainnya ialah "Imanuel" yang merupakan nubuat bahwa Allah akan menyertai umat-Nya. Beberapa sebutan lain yang umum dipakai untuk menggambarkan Allah adalah Gunung Batu (Ul. 32:4), Gembala (Mzm. 23:1), Bapa (Mzm. 89:26) dan Juruselamat (Mzm. 27:9). Tetapi semuanya ini bukan nama Allah yang sebenarnya.

Dalam Mat. 1:21, malaikat mengatakan kepada Yusuf untuk memberikan nama "Yesus", yang artinya “TUHAN menyelamatkan”. Inilah nama Allah yang sebenarnya, dan hampir setiap orang tahu pasti bahwa Yesus adalah Allah. Yesus sendiripun mengatakan nama-Nya adalah juga nama Allah. (Yoh. 17:11-12)

Perintah Ketiga

Adalah penting untuk mengerti mengapa nama Allah itu begitu istimewa. Dialah satu-satunya Allah yang memiliki kuasa dan otoritas tertinggi, serta yang

Kata-kata Sederhana Berakibat Besar

Sekalipun Allah memberikan perintah ini, orang masih menyebut nama-Nya, Yesus, untuk bersumpah atau mengeluh. Mereka suka mengatakan, ”Yesus, mengapa hal ini terjadi?” atau “Yesus, benar-benar hal bodoh untuk dilakukan.” Tidak jarang pula mereka menyebutkan kata "Allah atau Tuhan". Kata yang paling umum kita dengar adalah “Ya Tuhan!” Sekalipun kata ini bukanlah nama pribadi Allah, tetapi tetap saja salah bila menyebutkan kata seperti itu. Banyak orang tidak memperhatikan apa yang mereka katakan. Mereka menyebutnya karena setiap orang juga melakukan hal yang sama. Apakah mereka sungguh-sungguh ingin memanggil Allah dan memohon pertolongan-Nya? Apakah mereka memerlukan penghiburan Allah bagi diri mereka? Apabila demikian keadaannya, tentu saja tepat menyebut nama atau sebutan Allah itu. Mereka dapat berdoa dengan mengatakan “dalam nama Tuhan Yesus”. Tetapi bila mereka menyerukan nama Allah dalam kemarahan ataupun dalam keluhan, tentu hal ini menyakitkan Allah yang mendengarnya dan akan menghukum mereka karena telah sembarangan menyebut nama-Nya. Nama Allah itu kudus adanya. Karena itu hanya digunakan dalam pujian dan ibadah.

Lidah Seperti Api

Mengapa sebagian orang menyebut nama Allah dengan sembarangan? Karena mereka tidak memperhatikan apa yang mereka katakan. Selain menyakiti Allah, juga dapat menyakiti orang lain. Sebagai contoh, ketika kita sedang marah, tanpa disadari kita telah banyak mengatakan hal yang tidak sepatutnya dikatakan. Mungkin mereka tidak bermaksud demikian, tetapi perkataan itu telah menyakiti hati orang yang mendengarnya. Dalam Yak. 3:5, dikatakan bahwa lidah manusia seperti api. Kadang kata-kata sederhana sekalipun dapat menyinggung perasaan, sama seperti korek api yang kecil dapat membuat hutan terbakar. Allah tidak hanya menginginkan setiap orang menjaga kekudusan nama-Nya, tetapi juga memperhatikan dan berhati-hati dalam berkata-kata.

Teladan Yesus

Yesus sendiri memberikan teladan yang baik untuk diikuti. Sekalipun banyak mengalami penderitaan di atas kayu salib, namun Dia tidak mengeluh ataupun menyumpahi. Yesus berhak membalas perbuatan mereka atas diri-Nya, tetapi Dia menjaga perkataan-Nya dengan hati-hati. Dia ingin memberikan teladan yang baik bagi manusia. Yesus menginginkan kita melakukan hal yang sama.

AKTIVITAS 1

Sasaran:

Menolong murid-murid menemukan cara lain dalam memakai nama Allah dengan sembarangan.

Petunjuk:

Bacalah kalimat berikut, di mana ada beberapa perkataan yang seringkali dikatakan dengan memakai nama Allah secara sembarangan. Tulislah di bawah setiap gambar mengenai perkataan apa yang seharusnya dikatakan.

Dokumen terkait