TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN
NASKAH NASB (UPDATE): 7:54-60
54
Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakkan gigi. 55tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. 56lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.”
57
Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. 58Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. 59Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” 60Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.
7:54 "mereka" ini harus mengacu pada anggota Sanhedrin (lih. 6:15).
NASB "tertusuk dengan cepat" NKJV "tertusuk hatinya" NRSV "mereka menjadi marah" TEV "mereka menjadi marah" NJB "mereka marah"
Ini merupakan IMPERFECT PASSIVE INDICATIVE. Hal ini berarti "tertusuk hatinya" (lih. 5:33). Pemberitaan Stefanus benar-benar mengenai para pemimpin, tetapi bukannya bertobat, malahan mereka berbalik, seperti biasa, untuk menolak dan membunu. (lih. 5:33).
"menggertakan gigi mereka" Ini adalah tanda kemarahan (lih. Ayub 16:09; Mazmur 35:16; 37:12; Ratapan 2:16)..
7:55 "Roh Kudus. Tuhan... Yesus". Perhatikan penyebutan Allah Tritunggal. Lihat Topik Khusus di 2:32-33. "Penuh dengan Roh Kudus" Konsep dipenuhi dengan Roh untuk memberitakan Injil adalah unik untuk Kisah Para Rasul. (yaitu pl ro∩, cf. 2:4; 4:8,31; pl r s, cf. 6:3,5,8; 7:55; 11:24).
Kebenaran Alkitab yang berkaitan dengan Roh digambarkan sebagai: 1. pribadi Roh (lih. Yohanes 14-16)
3. buah Roh (lih. Gal. 5:22-23) 4. karunia-karunia Roh (lih. I Kor. 12) 5. dipenui Roh (lih. Ef. 5:18)
Dari semua ini, Kisah Para Rasul berfokus pada # 5. Para pemimpin gereja mula-mula diperlengkapi, lagi dan lagi, agar supaya berani dan berkuasa memberitakan Injil Yesus Kristus. Dalam peristiwa Stefanus, efektivitas pelayanannya menuntut nyawanya sebagai harga yang harus dibayar. Untuk catatan selengkapnya tentang "dipenuhi" lihat 2:4 dan 3:10.
"Menatap penuh perhatian" Lukas sangat menyukai istilah ini (lih.Lukas 4:20; 22:56, Kis 1:10; 3:4,12, 6:15, 7:55, 10:4; 11:06; 13:09, 14:09, 23:01). Stefanus mendongak, seperti tipikal cara doa Yahudi, tetapi bukannya berdoa, Tuhan mengijinkan dia untuk melihat ke dalam surga.
"Melihat kemuliaan Allah" Perhatikan bahwa Stefanus tidak dikatakan telah melihat Allah, tetapi kemuliaan-Nya. Tidak ada yang bisa melihat Allah dan tetap hidup (lih. Kel 33:20-23). Ayub percaya ia akan melihat Allah (lih. Ayub 19:25-27, Kis 07:55). Yesus menjanjikan bahwa suatu saat orang yang suci hatinya akan melihat Allah (lih. Mat 5:8). Lihat Topik Khusus: Kemuliaan di 3:13.
"Yesus berdiri di sebelah kanan Allah" Yesus berada di sebelah kanan Allah adalah idiom antropomorfik untuk tempat kuasa Ilahi dan otoritas. Fakta bahwa Yesus berdiri menunjukkan ketertarikan-Nya dan kepedulian-Nya untuk martir Kristen yang pertama.
Allah menyatakan diriNya kepada Stefanus dalam bentuk dan cara yang Stefanus bisa terima. Ini bukan berarti: 1. bahwa surga itu "di atas"
2. bahwa Allah duduk di atas takhta
Itu berarti untuk menyatakan kepedulian dan keprihatinan Yesus. Kita harus berhati-hati mengkondisikan budaya bahasa antropomorfis. Pembaca modern barat mencoba untuk mengambil setiap bagian secara harfiah sebagai cara untuk menunjukkan kepercayaan atau kesetiaan kepada Alkitab adalah sebuah tren budaya yang sangat disayangkan. Tuhan benar-benar menunjukkan diriNya kepada ciptaan-Nya, tetapi tidak dengan cara-cara duniawi dan bentuk-bentuk yang dapat dimengerti. Pasti ada unsur akomodasi. Makhluk manusia yang jatuh, dan terbatas, tidak dapat sepenuhnya memahami dunia rohani. Allah memilih hal-hal di budaya kita dan pengalaman di dunia untuk digunakan sebagai analogi dan metafora untuk berkomunikasi dengan kita. Ini benar, tapi tidak
menyeluruh.
7:56 "Anak Manusia" Stefanus jelas mengidentifikasi Yesus sebagai “Orang Benar" di 5:52. Pendengar-Nya tidak akan melewatkan penegasan Mesianik ini. Istilah " Anak Manusia" memiliki dua penggunaan PL: (1) itu adalah ungkapan umum untuk seseorang (lih. Yeh. 2:1; Mzm 8:4). Dan (2) itu digunakan dari pribadi Ilahi ( yaitu Mesias) di Daniel 7:13-14 dan Maz. 110:1. Oleh karenanya, memiliki konotasi baik kemanusiaan maupun keIlahian. Inilah sebabnya mengapa Yesus menggunakannya sebagai pernyataan diri-Nya dan juga karena tidak digunakan oleh para rabbi yang cenderung menggunakan Perjanjian Lama dalam judul eksklusif, nasionalis, dan cara-cara militeristik. Referensi Stefanus ini adalah salah satu dari hanya dua yang menggunakan frase ini di luar kata-kata Yesus (lih. Yohanes 12:34).
7:57-58 Para pendengar percaya bahwa Stefanus telah menghujat dengan menegaskan bahwa Yesus adalah Anak Manusia yang akan datang (lih. Dan 7:13). Untuk orang-orang Yahudi monoteistik ini keterlaluan! Mereka melakukan kepada Stefanus seperti yang diamanatkan Musa jika ada penghujatan (lih. Im 24:14-16. Ul. 13:09; 17:07). Kesaksian Stefanus meskipun itu benar atau dia sebagai seorang penghujat patut dihukum mati! Tidak ada jalan tengah jika seseorang bersaksi tentang Yesus (lih. Yohanes 14:6-9).
7:57 "serentak menyerbu dia" ini adalah istilah yang sangat sering digunakan Lukas untuk menggambarkan kesatuan para murid mula-mula (lih. 1:14; 2:46; 5:12; 15:25). Sanhedrin bersatu dalam kemarahan dan penolakan terhadap Stefanus (lihat juga 18:12, di mana orang-orang Yahudi di Akhaya menolak Paulus dan 19:29 dari kemarahan orang-orang kafir di Efesus terhadap orang Kristen).
"Melemparinya" Sering dinyatakan bahwa orang Yahudi di bawah pendudukan Romawi tidak memiliki hak hukuman mati. Hal ini menunjukkan bahwa itu tidak selalu benar. Tindak kekerasan tidak bisa dihentikan dengan cepat.
"Seorang muda yang bernama Saulus" Di kalangan Yahudi, seseorang dianggap muda sampai dengan usia 40. Ini adalah perjumpaan pertama kita dengan Saul dari Tarsus berdasarkan namanya, yang kemudian menjadi Rasul Paulus. Paulus mendengar survei PL Stefanus dan mungkin dia telah mendengar Stefanus sebelumnya di rumah ibadat Cilicians di Yerusalem (6:9). Satu pertanyaan, apakah ini awal periode keraguan Saulus, yang coba dia hadapi dengan menganiaya orang Kristen.
7:59 "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku" Ini merupakan AORIST MIDDLE IMPERATIVE. Perhatikan bahwa Stefanus percaya bahwa ia akan ke surga bersama Yesus (lih. II Kor. 5:6,8) dan bukan menuju Hades (yaitu tempat perhentian orang mati seperti bahasa Ibrani sheol). Stefanus mungkin telah menyaksikan penyaliban Yesus, atau setidaknya pernah mendengar tentang hal itu secara rinci karena dia menggunakan dua frase yang sama (yaitu ayat 59 dan 60, lih. Lukas 23:34,46).
Sangat menarik untuk dicatat bahwa Stefanus berdoa kepada Yesus, seperti yang dilakukan para murid di 1:24. Namun, dalam sisa PB doa ditujukan kepada Bapa dalam nama Anak.
7:60 "berlutut" Hukum rajam tidak selalu terjadi dengan cepat. Naskah menunjukan hal ini butuh beberapa menit.
"Ia berseru dengan suara nyaring" Ini juga meniru pengalaman Yesus. Kata-kata ini bagi orang banyak adalah seperti untuk YHWH. Kata-kata ini pasti telah bergema di telinga Saulus.
"Meninggallah ia" Ini adalah metafora alkitabiah untuk kematian (contoh. Ayub 3:13; 14:12; Mzm 76:5; II Sam. 7:12; I Raja-raja 2:10;. Yer. 51:39, 57; Dan 12:2;. Mat. 27:52, Yohanes 11:11, Kis 7:60, 13:36; I Korintus 15:6,18,20; I Tesalonika. 4:13; Pet II. 3 : 4).
PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI
Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator.
Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan berpikir, bukan definitif.
1. Apa tujuan pernyataan Stefanus?
Apa yang menunjukkan tentang orang Yahudi? Mengapa mereka sangat marah?
2. Bagaimana Yesus seperti Musa, ayat 37?
3. Mengapa kutipan dari Yesaya 66:1-2 di ayat 49-50 begitu penting? 4. Apa yang begitu signifikan tentang visi Stefanus tentang Yesus?
KISAH 8
PEMBAGIAN PARAGRAF DARI
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN
UBS4 NKJV NRSV TEV NJB
Saulus menganiaya gereja Saulus menganiaya gereja Memberitakan Injil ke Samaria dan ujung bumi
Saulus menganiaya gereja Stefanus dilempari, Saulus sebagai penganiaya
8:1b-3 8:1-3 8:1b-3 8:1b-2 (7:55-8:3)
8:2
8:3 8:3
Injil diberitakan di Samaria Kristus diberitakan di Samaria
Injil diberitakan di Samaria Filipus di Samaria
8:4-8 8:4-8 8:4-8 8:4-8 8:4-8
Pengakua Iman sang Penyihir
Simon sang penyihir
8:9-13 8:9-13 8:9-13 8:9-13 8:9-13
Dosa ahli sihir
8:14-24 8:14-24 8:14-24 8:14-17 8:14-17
8:18-19 8:18-24
8:20-24
8:25 8:25 8:25 8:25 8:25
Filipus dan sida-sida dari tanah Etiopia
Kristus diberitakan untuk orang Etiopia
Filipus dan pembesar Etiopia
Filipus membaptis sida-sida
8:26-33 8:26-40 8:26-40 8:26-30 8:26-33
8:31-33
8:34-40 8:34-37 8:34-40
8:38-40
SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. vii)
MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF
Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang komentator.
Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian-pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, namun adalah
merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja.
e. Paragraf pertama f. Paragraf kedua g. Paragraf ketiga
h. Dst.
KAJIAN KATA DAN FRASA