GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
3.1. Kinerja Keuangan Masa Lalu
3.1.2. Neraca Daerah
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2001, Neraca Daerah adalah neraca yang disusun berdasarkan standar akuntansi pemerintah secara bertahap sesuai dengan kondisi masing-masing pemerintah. Neraca Daerah memberikan informasi mengenai posisi keuangan berupa aset, kewajiban (utang), dan ekuitas dana pada tanggal neraca tersebut dikeluarkan. Aset, kewajiban dan ekuitas dana merupakan rekening utama yang masih dapat dirinci lagi menjadi sub rekening sampai level rincian obyek.
Tabel 3.3. Perkembangan Aset Daerah Kabupaten Bogor, Tahun 2008-2010
No. Uraian 2008 (Rp) 2009 (Rp) 2010 (Rp) 1 TOTAL ASET 6.058.220.442.820 6.583.801.408.422 7.097.374.700.219 ASET LANCAR 485.018.927.499 431.752.206.256 304.451.692.757
INVESTASI NON PERMANEN 6.566.559.181 4.368.045.000 4.915.187.616
INVESTASI PERMANEN 235.363.378.766 472.723.341.878 500.014.419.871
ASET TETAP 5.250.145.663.741 5.608.054.460.175 6.220.124.779.120
DANA CADANGAN
ASET LAINNYA 81.125.913.633 66.903.355.113 67.868.620.855
2 KEWAJIBAN
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK 306.400.122 306.400.122 306.400.122
KEWAJIBAN JANGKA PANJANG - - -
3 EKUITAS DANA - - -
EKUITAS DANA LANCAR 484.712.527.377 431.445.806.134 304.145.292.635
EKUITAS DANA YANG
DIINVESTASIKAN 5.573.201.515.321 6.152.049.202.166 6.792.923.007.462
TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS 6.058.220.442.820 6.583.801.408.422 7.097.374.700.219 Sumber : Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2008-2010
Sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntasi Pemerintah, Neraca Daerah merupakan salah satu laporan keuangan yang harus dibuat oleh Pemerintah Daerah. Laporan ini sangat penting bagi manajemen pemerintah daerah, tidak hanya dalam rangka memenuhi kewajiban peraturan perundang-undangan yang berlaku saja, tetapi juga sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang terarah dalam rangka pengelolaan sumber-sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh daerah secara efisien dan efektif. Kinerja Neraca Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor selama kurun waktu 2008-2010 seperti terlihat pada Tabel 3.3. dan dapat dijelaskan secara rinci, sebagai berikut:
Aset daerah merupakan aset yang memberikan informasi tentang sumber daya ekonomi yang dimiliki dan dikuasai pemerintah daerah, memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi pemerintah daerah maupun masyarakat di masa mendatang sebagai akibat dari peristiwa masa lalu, serta dapat diukur dalam uang. Selama kurun waktu 2008-2010, pertumbuhan rata-rata jumlah aset daerah Pemerintah Kabupaten Bogor mencapai 8,38% yang berarti bahwa jumlah aset Pemerintah Kabupaten Bogor meningkat sebesar 6,83% setiap tahun. Aset tersebut berupa tanah, gedung dan bangunan serta sarana mobilitas dan peralatan kantor yang semuanya dipergunakan untuk menunjang kelancaran tugas pemerintahan.
Kewajiban, baik jangka pendek maupun jangka panjang, memberikan informasi tentang utang pemerintah daerah kepada pihak ketiga atau klaim pihak ketiga terhadap arus kas pemerintah daerah. Kewajiban umumnya timbul karena konsekuensi pelaksanaan tugas atau tanggungjawab untuk bertindak di masa lalu yang dalam penyelesaiannya mengakibatkan pengorbanan sumber daya ekonomi di masa yang akan datang. Kewajiban Pemerintah Kabupaten Bogor dalam kurun waktu 3 tahun (2008-2010) hanya sebesar Rp. 306.400.122,- yang akan dikembalikan ke Pemerintah Pusat jika Ekuitas Dana yang meliputi Dana Lancar, Dana Investasi, dan Dana Cadangan, merupakan selisih antara aset dengan kewajiban pemerintah daerah. Ekuitas Dana Pemerintah Kabupaten Bogor selama kurun waktu 3 tahun mengalami pertumbuhan sebesar 8,41% yang berarti bahwa ekuitas dananya cukup tinggi (Tabel 3.4).
III - 7 Selanjutnya, tingkat kualitas pengelolaan keuangan daerah dapat diketahui berdasarkan analisis rasio atau perbandingan antara kelompok/elemen laporan keuangan yang satu dengan kelompok yang lain. Beberapa rasio yang dapat diterapkan di sektor publik adalah rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio utang. Rasio likuiditas terdiri dari rasio lancar (current ratio), rasio kas (cash ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Sedangkan rasio lancar (current ratio) adalah rasio standar untuk menilai kesehatan organisasi. Rasio ini menunjukkan apakah pemerintah daerah memiliki aset yang cukup untuk melunasi kewajiban yang jatuh tempo. Kualitas pengelolaan keuangan daerah dikategorikan baik apabila nilai rasio lebih dari satu.
Tabel 3.4. Rata-rata Pertumbuhan Neraca Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun 2008-2010
Uraian Rata-rata Pertumbuhan
(%) ASET
ASET LANCAR (3,24)
Kas (2,33)
Bagian Lancar Tagihan Penjualan Barang Daerah dan Tuntutan
Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi 19,53
Piutang 6,13
Persediaan 9,28
INVESTASI 37,23
ASET TETAP 8,77
Tanah 0,28
Peralatan dan mesin 12,59
Gedung dan bangunan 12,32
Jalan, irigasi, dan jaringan 17,07
Aset tetap lainnya 6,68
Konstruksi dalam pengerjaan 199,34
ASET LAINNYA (18,10)
JUMLAH ASET DAERAH 8,38
KEWAJIBAN
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK 0,00
KEWAJIBAN JANGKA PANJANG 0,00
EKUITAS DANA 8,41
EKUITAS DANA LANCAR (2,68)
SILPA (2,33)
Cadangan piutang 2,32
Cadangan persediaan 9,28
Pendapatan yang ditangguhkan 0,00
Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek (31,29)
EKUITAS DANA INVESTASI 9,40
Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang 37,23
Diinvestasikan dalam aset tetap 8,77
Diinvestasikan dalam aset lainnya (18,10)
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 8,41
Hasil analisis rasio menunjukkan bahwa rasio lancar Kabupaten Bogor selama kurun waktu tahun 2008-2010 mempunyai nilai lebih dari satu, yang berarti bahwa pemerintah daerah Kabupaten Bogor dapat memenuhi kewajiban yang jatuh tempo. Rasio lancar pada tahun 2008 mencapai 1,582 % yang berarti bahwa aset lancar pemerintah Kabupaten Bogor adalah 1,582 kali lipat bila dibandingkan dengan kewajiban yang jatuh tempo (Tabel 3.5). Persediaan masuk dalam kategori aset lancar, namun memerlukan tahap untuk menjadi kas. Apalagi persediaan di pemerintah daerah bukan merupakan barang dagangan, sehingga sebagai faktor pengurang dalam aset lancar.
Tabel 3.5. Analisis Rasio Keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun 2008-2010
NO Uraian 2008 (%-hari) 2009 (%-hari) 2010 (%-hari)
1. Rasio lancar (current ratio) 1,582 1,409 993
2. Rasio quick (quick ratio) 1,487 1,338 900
3. Rasio total hutang terhadap total asset 0,000050 0,000046 0,000043 4. Rasio hutang terhadap equitas dana 0,000050 0,000046 0,000043 Sumber : Diolah dari Buku Laporan Keuangan Daerah Tahun 2008-2010
Sama seperti halnya rasio lancar, rasio quick (quick ratio) Pemerintah Kabupaten Bogor juga mempunyai nilai yang baik, yaitu mencapai 1,487 % pada tahun 2008. Rasio quick merupakan salah satu ukuran likuiditas terbaik, karena mengindikasikan apakah pemerintah daerah dapat membayar kewajibannya dalam waktu dekat.
Rasio solvabilitas, yaitu perbandingan total aset dengan total utang, dapat digunakan untuk melihat kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi seluruh kewajibannya, baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. Tabel 3.5 menunjukkan bahwa rata-rata rasio total kewajiban terhadap total aset dan rasio kewajiban terhadap modal adalah hanya 0,000046 %. Hal ini menunjukkan bahwa total kewajiban Pemerintah Kabupaten Bogor dapat ditutupi oleh total aset ataupun oleh modal pemerintah Kabupaten Bogor.