3 METODE PENELITIAN
6 EFISIENSI DISTRIBUSI HASIL TANGKAPAN
6.2 Efisiensi Pendistribusian
6.1.3 Nilai efisiensi pendistribusian hasil tangkapan
Pendisistribusian hasil tangkapan dapat dikatakan efisien apabila nilai jual hasil tangkapan dapat menutupi biaya disribusi dan memiliki peningkatan pada harga jualnya. Seperti yang dikemukakan pada metodelogi penelitian, jika nilai efisiensi distribusi ≥ 100% berarti dapat dikatakan tidak efisien namun jika nilai efisiensi distribusi < 100% berarti efisien, jadi semakin kecil nilai persentasenya maka semakin efisien. Efisien atau tidaknya suatu komoditas hasil tangkapan tergantung dari nilai jual hasil tangkapan itu sendiri.
Nilai efisiensi pendistribusian hasil tangkapan di PPI Tegal Agung, Karangsong dan Eretan Kulon dengan wilayah tujuan DKI Jakarta, menggunakan kendaraan berupa truk ataupun pick up. Pada dasarnya pemilihan jenis kendaraan yang digunakan untuk mendistribusikan hasil tangkapan adalah disesuaikan berdasarkan jumlah hasil tangkapan yang ada dan jumlah ikan yang akan didistribusikan. Persentase hasil tangkapan di PPI Tegal Agung tidak sama dengan PPI Karangsong maupun Eretan Kulon, hal itu terjadi karena PPI Karangsong luas wilayahnya lebih besar dibandingkan dengan PPI Eretan Kulon. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 22 Persentase pendistribusian komoditas hasil tangkapan PPI Tegal Agung dengan kendaraan truk
Jenis Ikan Persentase Jumlah (Kg) Harga (Rp/kg) Jumlah (Rp)
Kembung 8% 300 12.500 3.750.000 Manyung 10% 375 11.000 4.125.000 Pepetek 30% 1.125 4.500 5.062.500 Tembang 18% 675 7.500 5.062.500 Tongkol 34% 1.275 13.000 16.575.000 Jumlah 100% 3.750 48.500 34.575.000
Sumber: Data diolah dari hasil wawancara, 2010
Proporsi pendistribusian hasil tangkapan PPI Karangsong didominasi oleh komoditas ikan tongkol yaitu sebanyak 34% sedangkan untuk komoditas terendah adalah ikan kembung hanya sebesar 8%
Tabel 23 Persentase pendistribusian komoditas hasil tangkapan PPI Tegal Agung dengan kendaraan Pick up
Jenis Ikan Persentase Jumlah (Kg) Harga (Rp/kg) Jumlah (Rp)
Kembung 8% 168 12.500 2.100.000 Manyung 10% 210 11.000 2.310.000 Pepetek 30% 630 4.500 2.835.000 Tembang 18% 378 7.500 2.835.000 Tongkol 34% 714 13.000 9.282.000 Jumlah 100% 2,100 48.500 19.362.000
Sumber: Data diolah dari hasil wawancara, 2010
Persentase pendistribusian menggunakan alat angkut Pick up sama dengan alat angkut truk yang membedakan hanyalah jumlah komuditas dalam tripnya yaitu sebanyak 2,1 ton/trip.
Tabel 24 Persentase pendistribusian komoditas hasil tangkapan PPI Karangsong dengan kendaraan truk
Jenis Ikan Persentase Jumlah (Kg) Harga (Rp/kg) Jumlah (Rp)
Kembung 5% 187,5 12.000 2.250.000 Manyung 5% 187,5 11.500 2.156.250 Pepetek 40% 1.500 5,000 7.500.000 Tembang 10% 375 7.000 2.625.000 Tongkol 40% 1.500 12.500 18.750.000 Jumlah 100% 3.750 48.000 33.281.250
Sumber: Data diolah dari hasil wawancara, 2010
Persentase distribusi hasil tangkapan di PPI Karangsong didominasi komoditas ikan pepetek dan tongkol yaitu sebanuak 40% tiap komoditas.
Tabel 25 Persentase pendistribusian komoditas hasil tangkapan PPI Karangsong dengan kendaraan Pick up
Jenis Ikan Persentase Jumlah (Kg) Harga (Rp/kg) Jumlah (Rp)
Kembung 5% 105 12.000 1.260.000 Manyung 5% 105 11.500 1.207.500 Pepetek 40% 840 5.000 4.200.000 Tembang 10% 210 7.000 1.470.000 Tongkol 40% 840 12.500 10.500.000 Jumlah 100% 2.100 48.000 18.637.500
Sumber: Data diolah dari hasil wawancara, 2010
Pada Tabel 25 di atas menunjukkan bahwa persentase komuditas hasil tangkapan yang didistribusikan dari PPI Karangsong sama dengan proporsi komoditas yang menggunakan kendaraan truk, namun jumlah muatannya berbeda. Tabel 26 Persentase pendistribusian komoditas hasil tangkapan PPI Eretan
Kulon dengan kendaraan truk
Jenis Ikan Persentase Jumlah (Kg) Harga (Rp/kg) Jumlah (Rp)
Kembung 6% 225 12.500 2.812.500 Manyung 5% 187,5 10.000 1.875.000 Pepetek 48% 1.800 4.000 7.200.000 Tembang 11% 412,5 6.500 2.681.250 Tongkol 30% 1.125 11.500 12.937.500 Jumlah 100% 3.750 44.500 27.506.250
Sumber: Data diolah dari hasil wawancara, 2010
Pada tabel di atas menunjukkan bahwa persentase ikan pepetek paling dominan didistribusikan dari PPI Eretan Kulon yaitu sebesar 40% dengan total 1,8 ton.
Tabel 27 Persentase pendistribusian komoditas hasil tangkapan PPI Eretan Kulon dengan kendaraan Pick up
Jenis Ikan Persentase Jumlah (Kg) Harga (Rp/kg) Jumlah (Rp)
Kembung 6% 126 12.500 1.575.000 Manyung 5% 105 10.000 1.050.000 Pepetek 48% 1.008 4.000 4.032.000 Tembang 11% 231 6.500 1.501.500 Tongkol 30% 630 11.500 7.245.000 Jumlah 100% 2.100 44.500 15.403.500
Sumber: Data diolah dari hasil wawancara, 2010
Pada tabel di atas menunjukkan bahwa kendaraan pick up sama halnya dengan persentase kendaraan truk namun terdapat perbedaan pada jumlah
muatannya. Jenis ikan pepetek masih tetap mendominasi dibandingkan komoditas ikan lainnya.
Dari uraian tabel-tabel di atas maka dapat ditentukan nilai efisiensi hasil tangkapan, nilai-nilai tersebut pada dasarnya diperoleh dari harga total pendistribusian hasil tangkapan dibagi dengan harga total penjualan hasil tangkapan. Jika nilai tersebut ≥ 100% maka dapat dikatakan tidak efisien, tetapi sebaliknya jika nilai efisiensinya ≤ 100% dapat dikatakan efisien, nilai efisiensi pada tiga PPI tersebut dapat dilihat pada Tabel 28, contoh perhitungannya dapat dilihat pada (Lampiran 5 & 6)
Tabel 28 Nilai efisiensi pendistribusian hasil tangkapan berdasarkan daerah tujuan distribusi.
PPI Kendaraan Jakarta (%) Bandung (%) Cirebon (%)
Tegal Agung Truck 93,11 92,32 97,79
Pick up 89,53 92,80 98,30
Karangsong Truck 92,33 91,88 97,10
Pick up 92,83 92,38 97,63
Eretan Kulon Truck 82,85 82,38 87,47
Pick up 83,40 82,92 88,04
Sumber: Data diolah dari hasil wawancara, 2010
Pada Tabel 28 di atas menunjukkan bahwa jenis kendaraan yang digunakan untuk pendistribusian hasil tangkapan dari PPI Tegal Agung, Karangsong, dan Eretan Kulon adalah truk dan pick up. Pada PPI Tegal Agung jika pendistribusian dilakukan dengan menggunakan truk maka wilayah tujuan Bandung memiliki nilai efisiensi terbaik dibandingkan dengan 2 wilayah lainnya. Sedangkan jika menggunakan kendaraan pick up wilayah Jakarta lebih efisien jika dibandingkan dengan Bandung dan Cirebon.
Pada PPI Karangsong jika pendistribusian hasil tangkapan menggunakan truk maka nilai efisiensi terbesar adalah wilayah Bandug dengan nilai efisiensi sebesar 91,88%. Sedangkan jika menggunakan pick up nilai efisiensi terbaik adalah dengan tujuan yang sama yaitu kota Bandung. PPI Eretan Kulon nilai efisiensi terbaik adalah wilayah tujuan Bandung baik menggunakan truk maupun
pick up. Pada Tabel 22-28 di atas menunjukkan bahwa pendistribusian hasil
tangkapan dari PPI Karangsong, Eretan Kulon dan Tegal Agung pada umumnya dapat dikatakan efisien, persentase tingkat efisiensi pendistribusian tersebut antara 82,38% - 98,30%.
7.1 Kesimpulan
1. Sektor perikanan tangkap Kabupaten Indramayu memiliki jumlah produksi sebesar 28.727.127,82 kg per tahun dan menghasilkan nilai produksi sebesar Rp185.146.739.755/tahun. Aktivitas distribusi hasil tangkapan di PPI Tegal Agung, Karangsong dan Eretan Kulon diawali dari pendaratan hasil tangkapan, pelelangan, penanganan, dan pendistribusian. Jalur distribusi hasil tangkapanya berasal dari nelayan, TPI, bakul, eksportir dan konsumen. Wilayah pemasaran hasil tangkapan dari tiga PPI tersebut mencakup pasar lokal dan domestik; dan
2. PPI Tegal Agung, Karangsong dan Eretan Kulon memiliki nilai efisiensi 82,38% - 98,30% dengan menggunakan alat transportasi truk (truck) dan mobil pick up (L300) dengan wilayah distribusi DKI Jakarta. Komoditas ikan yang efisiensinya paling baik dari PPI Tegal Agung dan PPI Eretan Kulon dengan menggunakan kendaraan truk ataupun pick up (L300) adalah ikan pepetek, sedangkan di PPI Karangsong komoditas ikan yang paling efisien didistribusikan adalah ikan kembung.
7.2 Saran
1. Perlu adanya penelitian lebih lanjut terhadap distribusi hasil tangkapan dan karakteristiknya serta daerah pemasarannya;
2. Membuka peluang ekspor hasil tangkapan secara langsung kepada para bakul Kabupaten Indramayu; dan
3. Mengoptimalkan operasional tempat pelelangan ikan di beberapa PPI Kabupaten Indramayu.