• Tidak ada hasil yang ditemukan

1,000 ,353* . ,010 52 52 ,353* 1,000 ,010 . 52 52 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N media_internal_PR produktivitas_kerja Spearman's rho media_ internal_PR produktivitas_ kerja

Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). *.

Berdasarkan skala Guilford, dengan hasil rs = 0,353 pada tingkat

signifikansi 0,05 dinyatakan bahwa hubungannya rendah tetapi pasti. Dapat diambil kesimpulan bahwa Layanan Media Intranet sebagai Media Internal PR memiliki hubungan yang rendah tetapi pasti terhadap Produktivitas Kerja karyawan di kantor PT. Telkom Divre I Sumatra.

IV.4. Pembahasan

Public Relations sebagai alat manajemen merupakan bagian yang integral dari suatu lembaga atau organisasi. Hal ini berarti bahwa PR bukan merupakan fungsi yang terpisah dari fungsi manajemen organisasi atau lembaga tersebut. Fungsi PR melekat pada manajemen perusahaan (Ruslan 1999 : 22). Pernyataan ini menjelaskan bahwa PR juga turut berperan dalam menentukan sukses tidaknya misi, visi organisasi atau lembaga.

Peranan komunikasi antara manajemen dan para karyawannya dan antara pimpinan manajemen dengan pemilik perusahaan dan sebaliknya menjadi hal yang sangat penting. Peranan komunikasi timbal balik ini didalam suatu aktivitas

manajemen organisasi/lembaga masa kini atau perusahaan besar diserahkan kepada pihak PR. Dari peranan yang dilaksanakan tersebut, PRO akan melakukan fungsi – fungsi manajemen perusahaan seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), mengkomunikasikan (communicating), pengawasan (controlling) dan penilaian (evaluating).

Kegiatan PR ke dalam perusahaan sangat diperlukan guna memupuk adanya suasana yang menyenangkan diantara para karyawannya, komunikasi antara bawahan dan atasan terjalin efektif serta meyakini rasa tanggung jawab dan kewajibannya terhadap perusahaan. Komunikasi yang berlangsung antara top manajemen dengan karyawannya atau perusahaan dengan publiknya tidak hanya terjadi secara tatap muka. Agar lebih efisien dalam penyebaran informasi, maka PR memerlukan media komunikasi. Media komunikasi ini bisa menjadi jembatan penghubung komunikasi antara top manajemen dengan karyawannya. Media komunikasi ini lahir karena adanya kesadaran atau pengakuan dari pihak perusahaan akan nilai – nilai dalam arti pentingnya suatu “komunikasi timbal balik” dengan para karyawannya.

Komposisi dari media internal ini bisa mencerminkan kebijakan manajemen, alat menajemen. Artinya media ini digunakan untuk menyebarkan informasi – informasi kepentingan manajemen dan karyawannya, seperti penyebaran program kerja dan informasi – informasi yang bersifat menghibur guna meningkatkan harmonisasi kerja. PRO (Public Relations Officer) diharapkan mampu mempertemukan atau menyampaikan tujuan – tujuan dan keinginan – keinginan dari pihak karyawan kepada perusahaan dan sebaliknya dari pihak perusahaan kepada karyawannya.

Media internal ini difungsikan sebagai komunikasi manajemen dalam sistem manajemen perusahaan/organisasi. Sistem manajemen tersebut dipimpin oleh Top Manager tertinggi kemudian Middle dan posisi paling bawah, karyawan. Dengan demikian, Top Manager cukup melakukan komunikasi dengan para penanggung jawab (Middle), dan kemudian akan dikomunikasikan kepada karyawan/bawahan. Sebagai salah satu fungsi manajemen yang berkedudukan langsung dibawah Top Manajemen, PR memiliki tugas untuk mengkomunikasikan kebijakan manajemen tersebut. Tugas – tugas itu antara lain, penyampaian informasi, kebijaksanaan umum, instruksi penugasan, keputusan/peraturan perusahaan, motivasi, pembinaan, pengendalian dan pengawasan.

Berdasarkan hasil penghitungan menggunakan rumus korelasi Spearman antara dua variabel yaitu Media Internal PR dan Produktivitas Kerja Karyawan di Kantor PT. Telkom Divre I Sumatra, dengan memakai piranti lunak SPSS 15.0, maka diperoleh rs sebesar 0,353 dengan tingkat signifikansi 0,05. Sesuai dengan

kaidah Spearman, yaitu rs > 0, maka hipotesis diterima. Hasil uji ini menunjukkan

hubungan yang signifikan, artinya hipotesis yang diterima dalam penelitian ini adalah Ha (Hipotesis Alternatif) yaitu terdapat hubungan antara layanan media intranet sebagai media internal PR dengan produktivitas kerja karyawan di kantor PT. Telkom Divre I Sumatra.

Untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan diantara variabel yang diteliti, digunakan skala Guilford. Hasil rs = 0,35 berada pada skala 0,20 – 0,39.

Hal ini menunjukkan hubungan yang rendah tetapi pasti. Artinya terdapat hubungan yang rendah tetapi pasti antara layanan media intranet sebagai

media internal PR dengan produktivitas kerja karyawan di kantor PT. Telkom Divre I Sumatra.

Intranet sebagai salah satu media internal PR di kantor PT. Telkom Divre I Sumatra merupakan media internal yang difungsikan oleh PR sebagai media penyampaian informasi – informasi perusahaan. PR bertugas mengelola isi dan komponen media ini guna menciptakan komunikasi yang efektif antara top manajemen dengan karyawannya dan sebaliknya.

Informasi – informasi itu, adalah penyampaian kebijaksanaan umum, instruksi penugasan, keputusan/peraturan perusahaan, motivasi bagi peningkatan kinerja karyawan, pembinaan atau sosialisasi program kerja dan laporan – laporan hasil kinerja perusahaan. Informasi – informasi tersebut dikemas dalam bentuk berita dengan gaya bahasa jurnalistik sehingga penyajiannya mudah dimengerti. Informasi yang bersifat general disebarkan ke setiap divisi – divisi yang ada dan untuk informasi bersifat khusus, akan disebarkan ke divisi yang berkepentingan. Dalam pengolahan informasi inilah, diperlukan sistem yang mampu untuk melakukan fungsi pengolahan data, menerima masukan (input) berupa data – data, kemudian mengolahnya (processing) dan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi sebagai dasar bagi pengambilan keputusan yang berguna dan mempunyai nilai nyata. Inilah yang dinamakan sistem informasi manajemen (SIM).

Dalam menjalankan tugas – tugas tersebut, PR memerlukan fungsi manajemen guna menjamin koordinasi kerja. Fungsi manajemen itu seperti, perencanaan, pengorganisasian, mengkomunikasikan, pengawasan dan penilaian. Tahapan – tahapan ini saling berhubungan erat satu sama lain Dengan fungsi

manajemen ini, pihak praktisi PR mampu me-manage program kerjanya dalam upaya pencapaian tujuan/sasaran.

Kondisi hubungan masyarakat internal perusahaan dalam suatu organisasi secara tepat merupakan suatu cara/kegiatan komunikasi yang dapat mengelola sumber daya manusia (karyawan) demi tercapainya tujuan organisasi/perusahaan. Kemudian pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas kerja di perusahaan baik dilihat dari segi kuantitas maupun kualitas dalam bentuk produk – produk barang atau pemberian jasa yang ditawarkan kepada publik.

Pencapaian produktivitas tersebut tidak hanya dilihat dari hasil kerja keras dari karyawan, tetapi juga berkaitan dengan hasil dari motivasi karyawan yang bersedia bekerja dengan penuh semangat, berdisiplin tinggi, partisipasi kerja, keseriusan kerja serta mampu mencapai standar kerja yang efisien dan efektif dalam hal pengeluaran tenaga, biaya dan waktu dalam berproduksi.

Setelah keberhasilan mencapai kinerja yang baik, hubungan dengan masayarakat internal perusahaan juga tidak dapat diabaikan begitu saja. Komunikasi yang baik senantiasa dipupuk dan diharapkan dapat menimbulkan hasil yang positif yaitu karyawan merasa dihargai dan diperhatikan oleh pihak pimpinan manajemen sehingga dapat menciptakan rasa memiliki (sense of belonging), motivasi, kreativitas dan semangat mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin.

Berdasarkan hal tersebutlah, media internal Public Relations ini sangat perlu sebagai jembatan penghubung komunikasi yang efektif antara pihak pemilik dan manajemen perusahaan, baik di tingkat manajemen korporat maupun tingkat pelaksana dan jajaran bawah.

BAB V PENUTUP V.1. Kesimpulan

Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Intranet sebagai media internal PR merupakan media yang paling sering digunakan oleh PR di kantor PT. Telkom Divre I Sumatra – diantara media internal lainnya. Media ini telah menjadi media komunikasi internal, terutama dalam menyebarkan informasi internal perusahaan. Informasi internal itu bisa berupa penyampaian informasi, kebijaksanaan umum, instruksi penugasan, keputusan/peraturan perusahaan, motivasi, pembinaan, pengendalian dan pengawasan serta jembatan penghubung dalam menjalin komunikasi dua arah antara top manajemen dengan karyawan.

2. Selain sebagai media dalam menyebarkan informasi internal perusahaan, intranet juga menyediakan informasi – informasi eksternal perusahaan, seperti, informasi yang berhubungan dengan teknologi dan informasi, iklan, dan informasi seputar produk – produk terbaru perusahaan kompetitor. Semua informasi tersebut sangat bermanfaat dalam menunjang kebutuhan karyawan akan informasi (referensi kerja) yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja karyawan agar lebih produktif.

3. Kehadiran intranet sebagai media internal perusahaan, sangat

dimanfaatkan oleh segenap karyawan maupun jajaran top manajemen dalam memenuhi kebutuhan mereka akan informasi – informasi internal

perusahaan, terutama menyangkut program kerja dan penugasan. Kondisi seperti ini mengharuskan karyawan untuk selalu menggunakan intranet ini dalam keseharian kerja mereka. Hal ini bukan berarti bahwa pertemuan

face to face antara karyawan dengan top manajemen sudah ditinggalkan. Pertemuan secara langsung (tatap muka) ini tetap dipelihara untuk memelihara komunikasi yang baik dalam lingkungan perusahaan.

4. Terdapat hubungan/korelasi antara media intranet sebagai media internal

Public Relations dengan produktivitas kerja karyawan di kantor PT. Telkom Divre I Sumatra. Berdasarkan hasil uji hipotesis, dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang rendah tetapi pasti antara media intranet sebagai media internal Public Relations dengan peningkatan produktivitas kerja karyawan di kantor PT. Telkom Divre I Sumatra. Hal ini berarti bahwa intranet sebagai salah satu media internal PR memiliki hubungan yang relatif kecil namun secara pasti akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan di kantor PT. Telkom Divre I Sumatra.

V.2. Saran

Setelah melakukan penelitian, maka dapat dikemukakan beberapa saran, sebagai berikut :

1. Sesuai dengan namanya, media internal merupakan media yang

dikhususkan sebagai media yang memuat informasi – informasi internal perusahaan, terutama dalam hal informasi kerja. Namun, akan sangat bermanfaat jika media internal ini juga menyediakan informasi – informasi eksternal perusahaan, seperti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, iklan dan informasi lain yang dapat dijadikan sebagai bahan penunjang dalam meningkatkan kinerja karyawan. Selain itu, informasi yang bersifat menghibur (to entertain) juga sangat penting untuk sejenak memberikan kesempatan kepada karyawan menangkan diri dari kesibukan, sekaligus guna menjalin hubungan yang baik antara bawahan dan atasan. Misalnya, humor – humor yang bersifat mendidik, ucapan selamat ulang tahun, dll.

2. Perkembangan dunia teknologi dan komunikasi telah memberikan warna baru dalam dunia Public Relations khususnya dalam hal penggunaan media PR secara on line. Di era teknologi dan informasi seperti sekarang ini, istilah E-PR (Electronic Public Relations) sudah tidak asing lagi dalam dunia PR. Namun, penelitian tentang E-PR ini masih sangat terbatas. Oleh sebab itu, pengkajian bertajuk E-PR ini sangat baik jika dijadikan sebagai penelitian bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Pengkajian tentang E-PR ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran yang bermanfaat dalam dunia Public Relations.

Dokumen terkait