HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
3. Uji Normalitas N-Gain Terhadap Kelompok Eksperimen dan Kontrol Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil
dari populasi memiliki distribusi normal atau tidak. Distribusi normal yang dimaksud adalah penyebaran nilai-nilai dari sampel yang dimiliki oleh masing- masing variabel dapat mencerminkan populasinya.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan Chi Kuadrat. Taraf signifikansi
yang digunakan adalah � = 0,05. Hasil pengujian normalitas dapat dilihat pada
Tabel 4.7 berikut ini :
Tabel 4.3 Uji Normalitas N-Gain
Data Eksperimen Kontrol Keputusan
N 38 38 Data
Berdistribusi Normal
X2hitung 5,032 3,1974
X2tabel 7,814 7,814
Berdasarkan data hasil uji Chi Kuadrat di atas, dapat disimpulkan bahwa kedua
kelompok berdistribusi normal karena Dari penghitungan didapat X2hitung =
3,1974 dan X2tabel = 7,814, Jadi X2
hitung ≤ X2tabel, artinya data berdistribusi normal 4. Uji Homogenitas Kelompok Eksperimen dan Kontrol
Setelah kedua kelompok sampel dinyatakan berdistribusi normal, selanjutnya dicari nilai homogenitasnya. Uji homogenitas bertujuan untuk membuktikan data yang dianalisis berasal dari populasi yang tidak jauh berbeda keragamannya. Taraf
signifikansi yang digunakan dalam uji homogenitas adalah � => 005. Kriteria
homogenitas varians yaitu apabila p value signifikansi > 0,05. Pada penelitian ini
penulis menggunakan uji Bartlett. Uji Bartlett digunakan untuk menguji apakah k
sampel berasal dari populasi dengan varians yang sama dan jumlah k sampel bisa berapa saja. Uji bartlett dapat digunakan apabila data yang digunakan sudah di uji normalitas dan datanya merupakan data normal. Dari uji Bartlett didapatkan hasil sebagai berikut :
60
Tabel 4.4 Uji Homogenitas N-Gain
Data X2hitung X2tabel Keputusan
Eksperimen = 38 Kontrol = 38
13,15 3,814 Data tidak homogen
Berdasarkan perhitungan data diatas, dapat diperoleh nilai X2hitung X2tabel
sehingga dapat disimpulkan bahwa data tidak homogen. 5. Uji Hipotesis
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh nyata atau tidak terhadap variabel dependen. Untuk pengujian tersebut diajukan hipotesis berikut:
Ho: X = Y, Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y
Ha : X≠Y, Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y
Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan uji t dengan kriteria pengujian sebagai
berikut:
Jika Thitung > Ttabel maka Ha diterima pada tingkat kepercayaan 0,95 sedangkan jika
Ttabel > Thitung maka Ho diterima pada tingkat kepercayaan 0,95. Berikut ini adalah hasil perhitungan uji t
Tabel 4.5 Hasil Uji t
Data Eksperimen Kontrol
N 38 38 Nilai Rata-rata 0,7 0,6 Varians (S2) 0,01 0,035 Thitung 3,33 Ttabel 1,67 0,05
Kesimpulan Thitung > ttabel
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh thitung sebesar 3,33 dan ttabel sebesar
1,67 dengan taraf signifikansi 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa thitung>ttabel.
antara penggunaan LKS berbasis Group Investigation terhadap hasil belajar siswa pada konsep fluida statis” dapat diterima.
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil pretest kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata (mean)
sebesar 25,36 dan untuk kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar
34,00. Sedangkan hasil posttest kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata (mean)
sebesar 70,21 dan pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar
78,63. Hasil ini menunjukkan perbedaan perolehan hasil belajar pada kelompok
eksperimen yang diajar menggunakan LKS berbasis Group Investigation dengan
kelas kontrol yang diajar menggunakan metode konvensional. Sehingga, dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa siswa yang diajar menggunakan LKS berbasis Group Investigation melalui eksperimen memiliki kenaikan rata-rata lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan menggunakan metode konvensional. Peningkatan ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Rahandika Mita Pramesti
bahwa model pembelajaran cooperate
ve learning tipe group investigation dapat meningkatkan hasil
belajar fisika siswa.175
Namun, dari hasil perhitungan uji N-Gain ternyata kenaikan rata-rata ini tidak signifikan. Pada kelas kontrol didapatkan rata-rata N-gain sebear 0,6 dan pada kelas eksperimen didapatkan rata-rata sebesar 0,7. Ini menunjukkan perbedaan rata- rata tidak terlalu tinggi, hanya selisih 0,1.
175 Pramesti, Op.Cit, h. 63
62
Peningkatan belajar dengan menggunakan LKS berbasis Group
Investigation (GI) terjadi secara alamiah di dalam kelas. Artinya melalui pembelajaran yang bersifat kelompok (GI) memungkinkan siswa untuk saling tukar pikiran dengan anggota kelompoknya sehingga ada komunikasi antara siswa yang berkemampuan rendah dan siswa yang berkemampuan tinggi. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nurul Ulfah bahwa dalam GI, siswa ditempatkan ke dalam kelompok secara heterogen dan memanfaatkan bantuan serta kerjasama siswa
sebagai alat dasar belajar.92
Selain itu, siswa akan lebih mudah memahami materi yang sedang diajarkan melalui praktek langsung di laboratorium melalui eksperimen yang berkaitan dengan materi yang sedang diajarkan. Hal ini dapat berlangsung dengan baik jika disertai dengan Lembar Kerja Siswa sebagai acuan dalam melaksanakan praktikum. Namun dalam penelitian kali ini pengaruh penggunaan LKS berbasis GI kurang menunjukkan hasil yang signifikan antara kelas kontrol dan eksperimen. hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu siswa yang belum terbiasa melakukan praktikum di laboratorium secara mandiri menggunakan LKS.
Seperti yang telah diungkapkan pada bab II, bahwa model pembelajaran kooperatif tipe GI juga memiliki kelemahan yaitu sedikitnya materi yang tersampaikan pada satu kali pertemuan, sehingga siswa kurang mendapatkan pemahaman dari segi materi.
Kedua kelompok tersebut berada pada distribusi normal baik pada hasil uji pretest maupun uji posttestnya. Hasil ini dapat dilihat pada uji prasyarat hipotesis, yaitu uji normalitas pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang menyatakan
bahwa data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi > 0,05. Setelah
dinyatakan normal, kedua kelompok dalam penelitian ini juga dinyatakan bersifat homogen sesuai dengan hasil uji homogenitas yang telah dilakukan pada uji prasyarat hipotesis. Syarat homogenitas adalah signifikasi > 0,05.
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t pada taraf
kepercayaan 95%. Adapun kriteria uji t adalah jika thitung > ttabel maka Ha diterima
92 Ulfah, Op.Cit. h. 3
pada tingkat kepercayaan 0,95 sedangkan jika ttabel > thitung maka Ho diterima pada tingkat kepercayaan 0,95.
Berdasarkan uji t yang telah dilakukan pada taraf kepercayaan 95%, maka
didapatkan hasil thitung sebesar 3,33 dan ttabel 1,67. Hasil pengujian menunjukkan
bahwa thitung > ttabel, maka Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang
menyatakan bahwa “Ada pengaruh positif antara penggunaan LKS berbasis Group Investigation terhadap hasil belajar siswa pada konsep fluida statis” dapat diterima.
Pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan LKS berbasis Group
Investigation yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil rancangan peneliti yang dibantu oleh dosen pembimbing. Sebelum digunakan untuk penelitian, dilakukan uji validitas terhadap LKS tersebut oleh dosen ahli terlebih dahulu. Penggunaan LKS dalam pembelajaran dimaksudkan agar siswa dapat terbimbing dan kegiatan praktikum menjadi lebih terarah.
Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa terdapat banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa sebagaimana yang telah disebutkan dalam bab II mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar menurut Muhibbin Syah
yaitu faktor dari dalam, faktor fari luar dan faktor pendekatan belajar. 93 Lembar
Kerja Siswa berbasis Group Investigation yang digunakan dalam penelitian ini
berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat membuktikan bahwa pendekatan belajar menggunakan LKS GI yang digunakan dapat meningkatan hasil belajar siswa.
93
64 BAB V