Good Corporate Governance
NURMANSYAH 63 tahun, WN
Lulusan Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi, Universitas Padjadjaran di Bandung, tahun1986. Meniti karir di SGVUtomo (1980-1986), PT Chevron Pacific Indonesia (1987- 2013), dan Conoco Phillips Indonesia (2013-2015). Mulai bergabung dengan Perseroan sejak tahun 2016 sebagai Manager Internal Audit.
5. SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL
Sistem pengendalian internal Perseroan dijabarkan dalam bentuk perencanaan yang meliputi seluruh kegiatan operasional Perseroan dengan tujuan menjaga eksistensi dan keamanan harta milik Perseroan, memeriksa kebenaran data akuntansi, dan mendorong dipatuhinya seluruh kebijakan-kebijakan manajemen yang telah ditetapkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut, dalam menjalankan kegiatan usahanya Perseroan dipimpin oleh para Direksi yang sangat berpengalaman dalam core business perusahaan, dibantu oleh para manajer yang berpengalaman, memiliki integritas yang tinggi, dan berkompeten di bidangnya masing-masing. Selain itu Perseroan selalu menyesuaikan kegiatan operasionalnya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi terkini baik dalam bidang keuangan, produksi, maupun bidang pemasaran.
• Di bidang keuangan
Pada saat ini Perseroan menerapkan sistem aplikasi ERP Oracle, yang terintegrasi mulai dari budgeting system sampai dengan sales and distribution system. Perseroan melakukan pengendalian keuangan dengan ketat melalui sistem otorisasi yang bertingkat, dimana setiap penggunaan dana harus melalui persetujuan dari pejabat yang berwenang di bidangnya.
• Di bidang produksi
Perseroan juga telah menggunakan High Technology Production System, yaitu suatu model sistem produksi yang terintegrasi mulai dari proses produksi sampai menjadi barang jadi, kemudian masuk ke gudang penyimpanan melalui sistem ban berjalan secara otomatis. Alur semua proses produksi termonitor pada
The Company already has an Internal Audit Charter.
To improve the ability, competence, and professionalism of Audit Staff, the Company regularly provides training to all Audit staff performed either within the Company or held outside the Company.
On December 31, 2016 Internal Audit division is led by :
NURMANSYAH
63 years, Indonesian citizen
Graduated from Faculty of Economics, Department of Accounting, University of Padjadjaran, Bandung, in 1986. His started his career at SGVUtomo (1980-1986), PT Chevron Pacific Indonesia (1987-2013), and Conoco Phillips Indonesia (2013-2015). Joined the Company in 2016 as Internal Audit Manager.
5. INTERNAL CONTROL SYSTEM
The Company’s internal control system is described in the form of a plan that covers all of the Company’s operational activities with the objective of maintaining the existence and security of the Company’s assets, verifying the accounting data, and encouraging compliance with all established management policies.
To be able to achieve that, In carrying out its business activities the Company is led by the Board of Directors who are highly experienced in the Company’s core business, assisted by managers who have experience, high integrity, and competence in their respective fields. In addition, the Company has always developed its operations by utilizing the latest technological developments in the field of finance, production, and marketing fields.
• In finance
The Company has implemented the Oracle ERP application system that integrated from budgeting system to the sales and distribution system. The Company conducts strict financial control through multilevel authorization system, where every funds usage must receive the approval of the competent authority in its field.
• In production
The Company has also used High Technology Production System, which is an integrated production system model from production process to finished product, then go into the warehouse through the automatic conveyor system. The work flow of all production process is monitored on screen and controlled in the production
• Di bidang pemasaran
Perseroan selalu menjamin ketersediaan produk di pasar, melakukan riset dengan memperhatikan kepentingan konsumen, dan melakukan kegiatan- kegiatan maupun memberikan pendidikan kepada setiap lapisan masyarakat mengenai manfaat-manfaat kebiasaan minum susu setiap hari. Dengan demikian pangsa pasar tetap terjaga dan Perseroan tetap menjadi pemimpin pasar.
• Di bidang pengelolaan dan pengendalian perusahaan
Manajemen Perseroan menetapkan perencanaan dan target-target yang akan menjadi ukuran atas keberhasilan kegiatan Persseroan, baik untuk jangka pendek secara tahunan maupun jangka menengah dan panjang.
Perseroan telah menempatkan seorang Financial Controller untuk membantu pimpinan Perusahaan 6.
6. MANAJEMEN RISIKO
Dalam menjalankan kegiatannya Perseroan menghadapi risiko usaha dan risiko keuangan tertentu yang berada di luar kendala Perseroan.
Seiring dengan perkembangan Perseroan, maka risiko yang harus dihadapi Perseroan pun semakin luas dan variatif. Dituntut kemampuan yang prima dari pihak manajemen dalam melakukan proses indentifikasi, analisa dan evaluasi atas risiko, agar risiko-risiko tersebut dapat dikenali dan dikendalikan dengan tepat.
Tujuan manajemen risiko Perseroan secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengendalikan risiko-risiko ini dan meminimalisasi pengaruh merugikan yang dapat terjadi. Risiko-risiko tersebut antara lain adalah:
a. Risiko Usaha
• Mutu Produk
Perseroan menghadapi risiko gangguan mutu produk yang dapat terjadi karena penyediaan bahan baku yang kurang baik atau karena gangguan pada waktu proses produksi. Untuk menanggulangi masalah penyediaan bahan baku yang kurang baik Perseroan berusaha untuk selalu membina hubungan yang baik dengan para peternak, koperasi-koperasi, dan para pemasok lainnya agar mendapatkan bahan baku yang berkualitas.
• In marketing
The Company always guarantees the availability of products in the market, conducts research with attention to the interests of consumers, and conducts activities as well as provides education to every level of society about the benefits of drinking milk every day. Thus the market share is maintained and the Company remains the market leader.
• In management and control of the company Top management sets out the plans and targets that will be a measure of the success of the Company’s activities, both on a yearly basis and mid-term and long-term.
The Company has placed a Financial Controller to assist the Top management in reviewing the suitability of the ongoing operating results of the company against the established targets.
6. RISK MANAGEMENT
In carrying out its activities, the Company faces the business risks and financial risks which is beyond the constraints of the Company.
Along with the development of the Company, the risks to be faced by the Company is increasingly widespread and varied. There is sufficient ability of the excellent management in identifying, analyzing and evaluating the risks, so that risks can be recognized and controlled appropriately.
The Company’s overall risk management goal is to effectively manage these risks and minimize the adverse effects that may occur.
These risks include:
a. Business Risk • Product Quality
The Company faces the risk of impaired product quality that may occur due to the adverse supply of raw materials or because of interference during the production process. To overcome the problem of adverse raw material supplies, the Company strives to always maintain good relationship with farmers, cooperatives, and other suppliers in order to obtain high quality raw materials.
92
PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY Tbk Laporan Tahunan 2016Mutu produk yang dihasilkan juga bisa terganggu apabila terjadi kesalahan dalam proses produksi atau terjadi kerusakan mesin pada saat produksi. Untuk menanggulangi masalah yang mungkin timbul dari kesalahan proses produksi Perseroan melakukan pengujian produk mulai dari saat penerimaan bahan baku, saat pengolahan di pabrik, sampai saat penyimpanan hasil jadi di gudang, sedangkan terhadap mesin-mesin pengolahan selalu dilakukan pemeriksaan (maintenance) secara berkala.
Untuk pelindungan terhadap konsumen, maka terhadap produk yang akan dipasarkan dilakukan sampling organoleptic test (uji rasa), pencantuman tanggal kedaluwarsa produk, dan mencantumkan batch code agar dapat mengidentifikasi secara cepat dan tepat produk-produk yang dipasarkan.
• Persaingan Usaha
Perseroan bersaing dengan sejumlah produsen dan pemasar produk-produk susu UHT dan teh RTD, baik domestik maupun multi nasional. Beberapa di antara produsen tersebut berukuran lebih besar, memiliki sumber daya yang secara substansial lebih besar, serta mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan biaya iklan dan promosi yang lebih besar dari Perseroan. Namun, sebagai perusahaan yang berorientasi pasar dan mempunyai pengalaman lebih dari 40 tahun, ditunjang oleh tim pemasaran yang tangguh dan jaringan distribusi yang mencakup seluruh wilayah Indonesia, telah menjadikan Perseroan memiliki daya saing yang kuat sehingga persaingan dari perusahaan lain tidak terlalu mempengaruhi kegiatan Perseroan secara material. Pada saat ini Perseroan masih memegang pangsa pasar produk minuman UHT yang dikemas dalam kemasan karton aseptik dengan menguasai lebih dari 50% market share.
• Perkembangan Teknologi
Saat ini Perseroan menggunakan mesin-mesin produksi dan peralatan pabrik yang dioperasikan dengan teknologi aceptic processing dan packaging yang tergolong sangat mutakhir. Gudang Penyimpanan dioperasikan dengan teknologi yang juga tergolong cukup mutakhir yaitu Automatic Storage & Retrieval System (AS/RS) yang sepenuhnya dioperasikan dengan komputer.
Namun demikian, perkembangan teknologi di sektor pangan dan kemasan pada saat ini melaju dengan sangat pesat yang apabila tidak senantiasa diikuti maka teknologi yang kini digunakan Perseroan menjadi ketinggalan dan dapat melemahkan daya saing Perseroan.
Oleh karena itu, setiap perkembangan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan teknik produksi selalu menjadi perhatian Perseroan. Untuk maksud tersebut Perseroan berusaha untuk memilih dan mengarahkan
The quality of the resulting product can also be disrupted if there is an error in the production process or damage to the machine at the time of production. To overcome the problems that might arise from the production process errors the company tests products ranging from the time of receipt of raw materials, during processing at the factory, until the results to date in warehouse storage, whereas the processing machines always are maintained on a regular basis.
For the consumer protection, for the products to be marketed, a sampling organoleptic test (taste test) is conducted. Mentioning of product expiration date and batch codes on labels allows quick and accurate product identification.
• Business Competition
The Company competes with a number of domestic and multi-national manufacturers and marketers of UHT milk products and RTD tea. Some companies are larger and have resources that are substantially larger, including the ability to spend a greater advertising and marketing expenditure than the Company.
However, as a market-oriented company having over 40 years experience, supported by a strong marketing team and distribution network that covers all of Indonesia, we have developed a strong competitiveness so that the competition from other companies will not significantly affect the Company’s activities. Currently, the Company still holds the largest market share of UHT beverage products, packaged in aseptic carton packaging with controls more than 50 % market share.
• Technology Development
Currently, the Company uses the most recent machineries and equipment that are operated with the latest aseptic processing and packaging technology. The warehouse is equipped with an Automatic Storage & Retrieval System (AS/RS) which is fully computer operated.
However, the development of technology in food and packaging is rapidly advancing and if the Company does not continually keep up with its progress, the technology used by the Company today, will soon be outdated, and by the end of the day this may weaken its competitiveness.
Therefore, every technology development to improve production technique is the main concern to the Company. For that purpose, the Company is constantly making endeavors to choose and use the most
• Risiko Kredit
Perseroan memiliki risiko kredit yang terutama sekali berasal dari simpanan di bank dan piutang. Risiko yang terkait dengan simpanan di bank dikelola dengan memonitor reputasi dan kapitalisasi bank, sedangkan pengelolaan risiko yang terkait dengan piutang pelanggan Perseroan memiliki kebijakan untuk memastikan bahwa penjualan kredit hanya dilakukan kepada pelanggan-pelanggan yang memiliki riwayat kredit yang baik.
• Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Risiko nilai tukar mata uang asing timbul dari transaksi pembelian, penjualan dan pinjaman dalam mata uang asing. Untuk mengurangi risiko tersebut, Perseroan senantiasa memantau fluktuasi mata uang asing dan seluruh pinjaman bank Perseroan menggunakan mata uang rupiah.
• Risiko Tingkat Bunga
Perseroan mempunyai utang bank dan pinjaman lainnya yang dikenakan bunga. Oleh karena itu, Perseroan menanggung risiko perubahan tingkat suku bunga. Kebijakan Perseroan adalah berusaha untuk mendapatkan pinjaman dengan tingkat suku bunga yang paling rendah.
• Credit Risk
The Company has credit risk primarily derived from bank deposits and receivables. The risk associated with bank deposits are managed for monitoring the Bank’s reputation and capitalization, while the risks management associated with the customer receivables, the Company has a policy to ensure that credit sales are only extended to customers who have a good credit history.
• Currency Exchange Rate Risk
The currency exchange rate risk arises from purchasing, selling and loan transactions that are denominated in foreign currencies. To reduce this risk, the Company constantly monitors foreign currency fluctuations and uses Rupiah currency for all Company’s bank loans.
• Interest Rate Risk
The Company has a bank debt and other loans that bear interest. Therefore, the Company bears the risk of changes in the interest rates. The Company’s policy is to try to get loans with the lowest interest rate.