• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II OBJEK JAMINAN FIDUSIA

B. Objek Jaminan Fidusia `

Objek jaminan Fidusia adalah berdasarkan ketentuan ini, bangunan di atas tanah milik orang lain yang tidak dapat di bebani Hak Tanggungan berdasarkan Undang-Undang No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan dapat dijadikan objek

Jaminan Fidusia. Dengan keluarnya UUJF dapat saja Jaminan Fidusia diberikan

terhadap bangunan yang tidak bisa dijaminkan melalui Hak Tanggungan.53

Terhadap bangunan yang tidak dapat dibebani dengan Hak Tanggungan, maka dengan keluarnya UUJF dapat dibebani dengan Jaminan Fidusia, tetapi sampai saat ini belum pernah terjadi hal tersebut di Kantor Pendaftaran Fidusia (selanjutnya diebut dengan KPF) Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manuia Sumatera Utara. Namun ada yang ingin melakukan pembebanan Jaminan Fidusia dengan objek tersebut, akan tetapi pihak Kantor Pendaftaran Fidusia tidak melakukan karena adanya keraguan dengan perangkat undang-undang yang dikeluarkan tersebut

apakah dapat melindungi hak-hak pihak kreditor.54

Sepanjang perjanjian itu bertujuan untuk membebani benda dengan Jaminan Fidusia, perjanjian tersebut tunduk pada UUJF. Pada umumnya benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia itu benda bergerak yang terdiri atas benda dalam persediaan, benda dagangan, piutang, peralatan mesin dan kendaraan bermotor. Dengan kata lain objek jaminan fidusia terbatas pada kebendaan bergerak. Guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, menurut Undang-Undang Jaminan Fidusia objek Jaminan Fidusia diberikan pengertian yang luas, yaitu :

1. Benda bergerak yang berwujud;

2. Benda bergerak yang tidak berwujud;

       53 

Tan Kamello, op. cit 

       54 

Wawancara dengan Juraini Sulaiman Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil DepKumHAM Sumatera Utara, tanggal 14 September 2009

3. Benda bergerak, yang tidak dapat dibebani dengan Hak Tanggungan.

Dalam pasal 1 angka 4 UUJF diberikan perumusan batasan yang dimaksud dengan benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia, sebagai berikut:

“Benda adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki dan dialihkan, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar, yang bergerak maupaun yang tidak bergerak yang tidak dapat disebani Hak Tanggungan atau Hipotek”

Dari bunyi perumusan benda dalam Pasal 1 angka 4 UUJF di atas, objek Jaminan Fidusia ini meliputi benda bergerak dan benda tidak bergerak tertentu yang tidak dapat dibebani dengan Hak Tanggungan atau Hipotek, dengan syarat bahwa kebendaan tersebut “dapat dimiliki dan dialihkan”, sehingga dengan demikian

objek Jaminan Fidusia meliputi :55

a. Benda tersebut harus dapat dimiliki dan dialihkan secara hukum;

b. Benda atas benda berwujud;

c. Benda atas benda tidak berwujud, termasuk piutang;

d. Dapat atas benda yang terdaftar;

e. Dapat atas benda yang tidak terdaftar;

f. Benda bergerak;

g. Benda tidak bergerak yang tidak dapat dibebani dengan Hak Tanggungan

h. Benda tidak bergerak yang tidak dapat dibebani dengan Hipotek

Dengan kata lain, objek Jaminan Fidusia itu berupa :

             55 

Rachmadi Usman, Hukum Jaminan Keperdataan, Sinar Grafika, Jakarta, 2008, hlm.175.

1. Benda bergerak yang berwujud;

2. Benda bergerak yang tidak berwujud;

3. Benda bergerak yang tidak terdaftar;

4. Benda bergerak yang tidak terdaftar;

5. Benda tidak bergerak tertentu, yang tidak dapat dibebani dengan Hak

Tanggungan;

6. Benda tidak bergerak tertentu, yang tidak dapat dibebani dengan Hipotek;

7. Benda tersebut harus dapat dimiliki dan dialihkan.

Menurut Mariam Darus Badrulzaman yang dikutip dari Tan Kamello, bahwa salah satu objek Jaminan Fidusia adalah tanah belum terdaftar. Hal ini terkait dengan khususnya tanah-tanah di Sumatera Utara masih banyak yang belum terdaftar dan memenuhi syarat untuk dijadikan jaminan kredit yakni dapat dipindah tangankan

dan memiliki nilai ekonomis. Penggunaan jaminan yang tetap adalah lembaga jaminan fidusia, serta dapat membantu pelaku usaha ekonomi kecil dan menengah. Jadi, jaminan tanah belum terdaftar atau belum bersertifikat bukan dengan surat kuasa

menjual yang tidak memiliki perlindungan hukum bagi pihak kreditor.56 Dimana

kebendaan ada beberapa jenis yaitu :

1. Kebendaan Berwujud dan Tidak Berwujud

Meskipun dalam rumusan Pasal 503 KUHPerdata dikatakan secara tegas bahwa tiap-tiap kebendaan adalah berwujud dan tidak berwujud, namun jika kita simak baik-baik rumusan selanjutnya dalam KUHPerdata, tidak kita temukan secara

       56 

pasti apa yang dinamakan dengan kebendaan tidak berwujud. Hanya ada 4 pasal dalam KUHPerdata yang selanjutnya menyebutkan istilah kebendaan tidak berwujud yaitu :

(1) Pasal 613 yang mengatur tentang pemindahan hak milik atas kebendaan tidak

berwujud;

(2) Pasal 814 mengenai hak memungut hasil atau bunga;

(3) Pasal 1158 tentang gadai atau piutang; dan

(4) Pasal 1164 tentang hipotek atas hak – hak tertentu.

Dari rumusan-rumusan dalam pasal-pasal tersebut dapat kita ketahui bahwa yang dimaksudkan dengan kebendaan tidak berwujud adalah hak-hak, termasuk di dalamnya yang di atur dalam Pasal 508 KUHPerdata (kebendaan yang tidak berwujud yang termasuk ke dalam kebendaan yang tidak bergerak) dan Pasal 511 KUHPerdata (kebendaan tidak berwujud yang termasuk ke dalam kebendaan bergerak). Dengan penafsiran a’contratrio dapat dikatakan bahwa semua kebendaan lain di luar yang disebut dan dinyatakan sebagai kebendaan tidak berwujud adalah kebendaan berwujud.

2. Kebendaan Bergerak dan Kebendaan Tidak Bergerak

Berbeda dengan pembagian kebendaan ke dalam kebendaan berwujud dan tidak berwujud, KUHPerdata memberikan perumusan dan pengaturan yang tegas atas kebendaan-kebendaan mana saja yang digolongkan ke dalam kebendaan bergerak (Pasal 509 sampai Pasal 518 Bagian Keempat Buku II KUHPerdata) dan kebendaan

yang dimaksudkan sebagai kebendaan tidak bergerak (Pasal 506 hingga Pasal 508 Bagian Ketiga Buku II KUHPerdata).

Dalam Pasal 504 KUHPerdata dinyatakan bahwa : Benda berwujud dan tak berwujud terbagi menjadi :

(1) Benda bergerak

(2) Benda tak bergerak

Benda yang tak bergerak pada umunya/pada dasarnya adalah tanah. Oleh keran itu ketentuan pasal tersebut di cabut dari KUHPerdata dan dipindahkan ke dalam UUPA. Jadi dalam KUHPerdata untuk Indonesia sudah tidak ada lagi pasal – pasal yang mengatur tentang benda – benda tak bergerak, yang ada sekarang ialah pasal-pasal yang mengatur benda-benda bergerak.

Adanya benda tak bergerak disebutkan karena :

(a) Memang sifatnya tak bergerak.

(b) Tujuannya; dimaksudkan untuk tidak bergerak

(c) Hukum menentukannya sebagai benda tak bergerak

Pada kenyataannya benda terseut adalah benda bergerak. Tetapi karena tujuannya dimaksudkan untuk tidak bergerak, maka benda tersebut menjadi benda tak bergerak dan diatur/tunduk pada UUPA yaitu :

1a. Benda bergerak oleh pemiliknya dihubungkan dengan benda tak bergerak.

Misalnya: piring-piring, sendok dan sebagainya yang telah diberi nama hotel sehingga barang bergerak itu menjadi barang tak bergerak.

2a. Hanya pemilik benda bergerak yang dapat menjadikan benda-benda bergerak itu menjadi benda tak bergerak.

Benda – benda bergerak yang erat sekali hubungannya dengan benda-benda tak bergerak, sehingga merupakan bagian dari benda-benda tak bergerak, maka benda-benda bergerak tersebut menjadi atau dianggap benda-benda tak bergerak.

Contoh: - Piring, sendok, garpu dari hotel

- Kursi – kursi di bioskop

Ketentuan-ketentuan mengenai benda-benda tersebut sudah tidak ada lagi atau sudah tidak berlaku lagi pada KUHPerdata untuk Indonesia, melainkan sudah pindah ke dalam UUPA.

Pasal 508 KUHPerdata menyatakan bahwa : semua hak atas benda tak bergerak dianggap sebagai atau merupakan benda-benda tak bergerak.

Contoh : - Hak erfpacht

- Hak eigendom dan sebagainya

Perbedaan antara benda-benda bergerak dan tak bergerak adalah pentingnya yaitu :

Dalam cara penyerahan benda tersebut

1a1. Untuk benda tak bergerak dengan cara:

- Pendaftaran di kantor Kadaster

1a2. Untuk benda bergerak; dengan cara

- Cukup dengan penyerahan dari tangan ke tangan

Hak jaminan benda-benda tak bergerak hanya dengan hipotek atau ikatan utang.57

3. Pembedaan Benda ke Dalam Kebendaan Tanah dan Kebendaan Bukan Tanah

Di manapun kita berada, hukum merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Di Negara Indonesia kita ini, hukum yang berlaku masih beraneka ragam, mulai dari hukum kebiasaan yang tidak tertulis, adat istiadat setempat, hukum tertulis peninggalan Masa Hindia Belanda dahulu yang dengan Ketentuan Peralihan Pasal II Undang-Undang Dasar 1945 masih tetap diberitahukan sepanjang tidak bertentangan dengan Falsafah dan Pandangan Hidup Bangsa (Pancasila), sampai pada peraturan-peraturan yang dibuat dan diberlakukan pada masa-masa sesudah Kemerdekaan hingga saat ini.

Salah satu bentuk keanekaragaman yang masih nampak nyata adalah keanekaragaman dalam Hukum Perdata kita, karena disamping kita memiliki KUHPerdata, yang masih berlaku hingga saat ini, kita juga memiliki berbagai ketentuan hukum perdata lainnya, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, yang mengatur mengenai hal-hal tertentu, yang di satu sisi menerbitkan berbagai persoalan secara yuridis.

       57 

G. Kartasapoetra dan R.G, Kartasapoetra, Pembahasan Hukum Benda Hipotek, Hipotrk dan

Salah satu hal yang paling mencolok dalam lapangan Hukum Benda adalah masih sering terjadinya berbagai macam keracuan terhadap pengertian tentang kebendaan bergerak dan kebendaan tidak bergerak, terutama dengan diundangkannya UUPA, di mana secara tegas dalam Diktum Pertama dari UUPA telah dinyatakan hapus berbagai aturan dasar yang mengatur mengenai tanah (sebagai bagian dari

kebendaan tidak bergerak yang diatur berdasarkan sistem hukum Romawi).58

       58 

Gunawan Widjaja dan Ahmad Yani, Jaminan Fidusia, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2003, hlm.53. 

Melihat jumlah pendaftran Jaminan Fidusia seperti yang telah tercantum dalam tabel, maka yang paling banyak didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Fidusia dari tahun 2007 sampai 2009 sebagai bahan perbandingan adalah jenis kendaraan bermotor daripada stok barang, piutang dan mesin/invoice, maka tersebut dapat dilihat pada tabel-tabel dibawah ini :

Tabel 1

Klasifikasi Jenis Objek Benda Jaminan Fidusia yang didaftarkan Tahun 2005 JENIS JAMINAN FIDUSIA

KENDARAAN ALAT-ALAT PIUTANG STOCK

BULAN

BERMOTOR

MESIN- MESIN

BERAT DAGANG BARANG

JUMLAH JANUARI 207 3 10 7 15 242 FEBRUARI 116 12 2 4 20 154 MARET 190 20 30 38 53 331 APRIL 204 23 6 23 43 299 MEI 169 15 8 14 19 225 JUNI 179 9 1 18 34 241 JULI 92 18 2 22 42 176 AGUSTUS 107 20 - 20 25 172 SEPTEMBER 9 5 - - 6 20 OKTOBER 346 41 22 54 95 558 NOPEMBER 96 8 1 5 6 116 DESEMBER 131 22 10 6 31 200 JUMLAH 1846 196 92 211 389 2734

Melihat tabel diatas mulai dari bulan Januari s/d Desember rata-rata yang mendaftarakan objek jaminan fidusia di Kantor Pendaftaran Jaminan Fidusia yaitu Kendaraan Bermotor dimana yang paling banyak didaftarkan terhadap kendaraan bermotor dibulan September sebesar 9 (Sembilan) Kendaraan Bermotor, sedangkan yang paling besar pada bulan Oktober sebesar 346 (Tiga Ratus Empat Puluh Enam) Kendaraan Bermotor sehingga kenapa terjadi perbandingan antara bulan yang satu dengan bulan yang lain yaitu tergatung berapa banyak yang mendaftarkan tiap bulannya tidak bisa Kantor Pendaftaran Fidusia yang menentukan.

Tabel 2

Klasifikasi Jenis Objek Benda Jaminan Fidusia yang didaftarkan Tahun 2006 JENIS JAMINAN FIDUSIA

KENDARAAN ALAT-ALAT PIUTANG STOCK

BULAN

BERMOTOR

MESIN- MESIN

BERAT DAGANG BARANG

JUMLAH JANUARI 240 3 8 2 12 265 FEBRUARI 101 13 2 16 25 157 MARET 142 14 10 15 26 207 APRIL 88 10 - 13 19 130 MEI 87 2 - 16 18 123 JUNI 107 11 1 12 25 156 JULI 195 19 2 13 30 259 AGUSTUS 110 2 - 7 12 131 SEPTEMBER 236 10 14 19 36 315 OKTOBER 65 6 2 6 28 107 NOPEMBER 244 15 2 17 33 291 DESEMBER 165 8 2 16 18 209 JUMLAH 1780 113 43 152 282 2350

Melihat tabel diatas mulai dari bulan Januari s/d Desember rata-rata yang mendaftarakan objek jaminan fidusia di Kantor Pendaftaran Jaminan Fidusia yaitu Kendaraan Bermotor dimana yang paling banyak didaftarkan terhadap kendaraan bermotor dibulan Oktober sebesar 65 (Enam Puluh Lima) Kendaraan Bermotor, sedangkan yang paling besar pada bulan Nopember sebesar 244 (Dua Ratus Empat Puluh Empat) Kendaraan Bermotor sehingga kenapa terjadi perbandingan antara bulan yang satu dengan bulan yang lain yaitu tergatung berapa banyak yang mendaftarkan tiap bulannya tidak bisa Kantor Pendaftaran Fidusia yang menentukan.

Tabel 3

Klasifikasi Jenis Objek Benda Jaminan Fidusia yang didaftarkan Tahun 2007 JENIS JAMINAN FIDUSIA

KENDARAAN ALAT-ALAT PIUTANG STOCK

BULAN

BERMOTOR

MESIN- MESIN

BERAT DAGANG BARANG

JUMLAH JANUARI 279 15 10 12 32 348 FEBRUARI 224 16 6 31 38 315 MARET 126 21 1 6 13 167 APRIL 169 13 12 13 19 226 MEI 167 21 5 22 33 248 JUNI 286 16 6 29 39 376 JULI 135 17 1 43 51 247 AGUSTUS 219 25 14 47 64 369 SEPTEMBER 271 20 10 76 76 453 OKTOBER 89 18 39 49 195 NOPEMBER 359 35 25 40 60 519 DESEMBER 286 40 30 35 50 441 JUMLAH 2610 257 120 393 524 3904

Melihat tabel diatas mulai dari bulan Januari s/d Desember rata-rata yang mendaftarakan objek jaminan fidusia di Kantor Pendaftaran Jaminan Fidusia yaitu Kendaraan Bermotor dimana yang paling banyak didaftarkan terhadap kendaraan bermotor dibulan Juli sebesar 286 (Dua Ratus Delapan Puluh Enam) Kendaraan Bermotor, Desember 286 (Dua Ratus Delapan Puluh Enam) Kendaraan Bermotor sedangkan yang paling besar pada bulan Nopember sebesar 359 (Tiga Ratus Lima Puluh Sembilan) Kendaraan Bermotor sehingga kenapa terjadi perbandingan antara bulan yang satu dengan bulan yang lain yaitu tergatung berapa banyak yang mendaftarkan tiap bulannya tidak bisa Kantor Pendaftaran Fidusia yang menentukan.

Tabel 4

Klasifikasi Jenis Objek Benda Jaminan Fidusia yang didaftarkan Tahun 2008

JENIS JAMINAN FIDUSIA

KENDARAAN ALAT-ALAT PIUTANG STOCK

BULAN

BERMOTOR

MESIN- MESIN

BERAT DAGANG BARANG

JUMLAH JANUARI 562 35 12 54 73 736 FEBRUARI 267 18 24 48 78 435 MARET 423 12 6 24 54 519 APRIL 714 45 30 55 40 884 MEI 474 21 7 20 18 540 JUNI 528 20 31 24 603 JULI 665 23 23 29 38 778 AGUSTUS 559 15 10 15 35 634 SEPTEMBER 789 11 15 13 25 853 OKTOBER 833 11 10 10 35 899 NOPEMBER 785 20 21 23 40 889 DESEMBER 514 15 20 1 15 565 JUMLAH 7113 246 178 323 475 8335

Melihat tabel diatas mulai dari bulan Januari s/d Desember rata-rata yang mendaftarakan objek jaminan fidusia di Kantor Pendaftaran Jaminan Fidusia yaitu Kendaraan Bermotor dimana yang paling banyak didaftarkan terhadap kendaraan bermotor dibulan September sebesar 789 (Tujuh Ratus Delapan puluh Sembilan) Kendaraan Bermotor, sedangkan yang paling besar pada bulan Oktober sebesar 833 (Delapan Ratus Tiga Puluh Tiga) Kendaraan Bermotor sehingga kenapa terjadi perbandingan antara bulan yang satu dengan bulan yang lain yaitu tergatung berapa banyak yang mendaftarkan tiap bulannya tidak bisa Kantor Pendaftaran Fidusia yang menentukan.

Tabel 5

Klasifikasi Jenis Objek Benda Jaminan Fidusia yang didaftarkan Tahun 2009

JENIS JAMINAN FIDUSIA

KENDARAAN ALAT-ALAT PIUTANG STOCK

BULAN

BERMOTOR

MESIN- MESIN

BERAT DAGANG BARANG

JUMLAH JANUARI 928 26 13 30 42 1039 FEBRUARI 585 8 8 11 150 762 MARET 711 147 13 6 10 887 APRIL 639 25 24 15 35 738 MEI 821 10 14 11 856 JUNI 839 12 37 11 35 934 JULI 300 61 11 18 390 AGUSTUS 525 8 38 6 19 596 SEPTEMBER 223 36 3 13 23 298 OKTOBER 866 32 59 18 19 994 NOPEMBER 688 25 23 14 29 779 DESEMBER 0 JUMLAH 7125 390 218 149 391 8273

Melihat tabel diatas mulai dari bulan Januari s/d Desember rata-rata yang mendaftarakan objek jaminan fidusia di Kantor Pendaftaran Jaminan Fidusia yaitu Kendaraan Bermotor dimana yang paling banyak didaftarkan terhadap kendaraan bermotor dibulan Juni sebesar 839 (Delapan Ratus Tiga Puluh Sembilan) Kendaraan Bermotor, sedangkan yang paling besar pada bulan Januari sebesar 928 (Sembilan Ratus Dua Puluh Delapan) Kendaraan Bermotor sehingga kenapa terjadi perbandingan antara bulan yang satu dengan bulan yang lain yaitu tergatung berapa banyak yang mendaftarkan tiap bulannya tidak bisa Kantor Pendaftaran Fidusia yang menentukan.