• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

1. Observasi pendahuluan

Instrumen yang diperlukan dalam observasi pendahuluan adalah a. Instrumen observasi terhadap perilaku guru

Peneliti mendeskripsikan perilaku guru pada kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup selama pembelajaran sebelum menggunakan metode role playing. Instrumen observasi aktivitas guru di kelas tersaji pada lampiran 2, hal 138.

b. Instrumen observasi terhadap kelas

Peneliti mendeksripsikan tata letak kelas, lingkungan kelas dan manajemen kelas dalam bentuk catatan anekdoktal. Catatan anekdoktal tersaji pada lampiran 4, hal 146.

c. Instrumen observasi terhadap perilaku siswa

Peneliti mendeskripsikan perhatian siswa, dan kesiapan siswa selama pembelajaran sebelum menggunakan metode role playing dalam bentuk catatan anekdoktal. Instrumen observasi ativitas siswa di kelas tersaji dalam lampiran 3, hal 144.

2. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas a. Tahap perencanaan

Pada tahap ini guru dan peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Cakupan isi RPP adalah standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pembelajaran, tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, dan strategi pembelajaran. RPP akan menjadi pedoman bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran.

b. Tahap observasi

Pada tahap observasi instrumen yang dibutuhkan yaitu: 1) Instrumen observasi aktivitas guru di kelas

Peneliti mendeskripsikan perilaku guru pada kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup selama pembelajaran dengan menerapkan metode role playing berlangsung. Instrumen observasi aktivitas guru di kelas tersaji dalam lampiran 3a, hal 142

2) Instrumen observasi kelas

Peneliti mendeskripsikan tata leta kelas, lingkungan fisik kelas, dan manajemen kelas selama pembelajaran dengan menerapan metode role playing berlangsung. Keadaan kelas dideskripsikan dalam bentuk catatan anekdoktal. Catatan anekdoktal tersaji pada lampiran 5, hal 146.

Peneliti mendeskripsikan perhatian siswa dan kesiapan siswa pada pembelajaran dengan menerapkan metode role playing. Instrumen observasi aktivitas siswa di kelas tersaji pada lampiran 4a, hal 145.

c. Tahap Refleksi

Guru bersama dengan siswa melakukan refleksi atas pembelajaran dengan menerapkan metode role playing. Pada tahap refleksi ini guru dan siswa memaknai, menganalisis, dan menyimpulkan pembelajaran dengan penerapkan metode role playing. Refleksi tersaji pada lampiran 6, hal 147 dan lampiran 6a, hal 148.

F. Pengumpulan dan Analisis Data

1. Pengumpulan data

Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari beberapa cara diantaranya:

a. Observasi

Menurut Margono dalam Zuriah (2005:173) observasi sebagai pencatatan dan pengamatan secara sistematis mengenai objek yang diamati. Observasi dilakukan sendiri oleh peneliti sebagai mitra guru untuk mengetahui secara langsung kondisi kelas dan proses belajar mengajar. Observasi dilakukan secara langsung pada saat proses belajar mengajar sedang berlangsung.

Menurut Black dan Champion dalam Zuriah (2005:179), wawancara adalah teknik penelitian yang dilakukan dalam bentuk komunikasi verbal antara peneliti dan responden. Wawancara dilakukan untuk memperoleh data mengenai pendapat siswa dan pendapat guru tentang penerapan metode role playing. Selain itu, melalui wawancara peneliti ingin mengetahui pendapat siswa mengenai pemahamannya terhadap materi siklus akuntansi perusahan dagang dengan menerapkan metode role playing. Wawancara dengan guru bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pemahaman siswa dengan penerapan metode role playing. Wawancara ini dilakukan dalam situasi yang tidak formal. c. Dokumentasi

Dokumentasi menurut Sarwono (2006:225) adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dari surat-surat kabar, pengumuman, dan pernyataan tertulis lainnya. Dokumentasi dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang diperlukan seperti data siswa dan hasil belajar siswa. Selain dokumentasi dalam bentuk seperti diatas kegiatan pembelajaran juga didokumentasikan dalam video recorder.

2. Analisis data

Analisis data dilakukan secara deskriptif dan komparatif, hal ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan tingkat pemahaman siswa tentang siklus akuntansi perusahaan dagang.

a. Analisis deskriptif

Data yang diperoleh dari observasi dan pengamatan akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Data yang dipaparkan mengenai aktivitas yang terjadi dalam proses pembelajaran pada saat observasi awal, siklus I, dan siklus II.

b. Analisis komparatif

Analisis komparatif adalah analisis data yang membandingkan antara beberapa data dalam penelitian. Dalam penelitian ini analisis komparatif dimaksudkan untuk membandingkan skor capaian siswa pada saat pre test, dengan post test. Ada dua tujuan yang ingin dicapai dari analisis komparasi. Tujuan yang pertama untuk melihat apakah ada peningkatan pemahaman siswa akan materi siklus akuntansi perusahaan dagang dengan penerapkan metode role playing. Kedua, untuk mengetahui pemahaman apa yang telah mengalamai peningkatan. Hasil dari analisis komparataif nantinya akan dianalisis untuk mengetahui sebab-sebab adanya peningkatan pemahaman siswa.

Table 3.1

Tabel Komparasi Pemahaman Sebelum dan Sesudah Penerapan Metode Role Playing

No Nama Pre test Post test Selisih Peningkatan

pemahaman 1

2 3

43

BAB IV

GAMBARAN UMUM SEKOLAH

A. Sejarah SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

Dengan dicabutnya peraturan Pemerintah Balatentara Jepang yang melarang pihak swasta menyelenggarakan pendidikan bulan Mei 1945, para Suster Santo Carolus Borromeus serta para Suster Fransiskanes di Yogyakarta mendirikan Sekolah Menengah Katolik (SMK) di Bintaran dan Dagen Yogyakarta.

Untuk menampung murid-murid lulusan SMK tersebut, pada tahun 1948 dibukalah SMA Katolik pada petang hari yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda Katolik Republik Indonesia (AMKRI) yang sekarang menjadi SMU Santo Thomas. Kebutuhan akan SMA Katolik sangat dirasakan saat itu Dengan dukungan Mgr. A. Sugijopranoto SJ (pada waktu itu tinggal di Bintaran) diadakan permufakatan antara Romo A. Djojoseputro SJ (pembesar Ordo Jesuit), para suster-suster Santo Carolus Borromeus untuk mendirikan sebuah Sekolah Menengah Atas Kanisius (SMA K) dengan pembagian tugas, bagian putra dipimpin oleh Romo-romo Jesuit sedang bagian putri dipimpin oleh Suster-suster Santo Carolus Borromeus. Disaksikan oleh wakil dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Republik Indonesia pada tanggal 19 Agustus 1948, dengan resmi dibukalah Sekolah Menengah Atas Kanisius Yogyakarta.

SMA K ini terdiri atas bagian A (sekarang jurusan bahasa) dan bagian B (sekarang jurusan Ilmu pengetahuan Alam) dengan 65 orang murid putra- putri serta sebelas pamong antara lain:

1. Romo F.Partanto SJ (mengajar bidang studi Agama)

2. Bapak H.J. Sumarto (mengajar Aljabar, Ilmu Ukur, dan Sejarah)

3. Bapak Ir. Ign. Supardi Surjoputranto (mengajar Ilmu Ukur Ruang dan Ilmu Ukur Lukis)

4. Bapak Ir. D. Wakidi (mengajar Ilmu Alam dan Hayat) 5. Bapak B. Slamet Muljono (mengajar bahasa Indonesia) 6. Ibu R.A.A. Supadmirin (mengajar bahasa Inggris dan Prancis) 7. Bapak R.C. Sastrosunarjo (mengajar Ilmu Bumi)

8. Bapak Mr. F. Wijono (mengajar Ekonomi dan Tatanegara)

9. Bapak R.B. Margono Darmopusoro (mengajarakan menggambar)

SMA Kanisius Yogyakarta yang menumpang di ruang atas SMK Bruderan Kiduloji untuk sementara dipimpin oleh Romo B.Dumarno SJ, dengan Santo Johanes De Brito sebagai pelindung dan nantinya akan menjadi College De Brito.

Sehubungan dengan terjadinya agresi Belanda ke ibukota Indonesia, Yogyakarta, pada tanggal 19 Desember 1948, terpaksa sekolah ditutup. Pada tanggal 1 Maret 1949 dibuka SGA K Putra-putri di gedung pastoran Kiduloji, dengan guru-guru SMA K, dipimpin romo Leof SJ. Mulai 1 April 1949

bagian putri dipimpin oleh Suster Catharina CB, dan menempati gedung di jalan Code 4.

Tanggal 30 Juni 1949 Belanda meninggalkan Yogyakarta. Sr. Catharina CB dan Sr. Bernardia CB mengumpulkan murid-murid putri SMA K dan murid-murid SGA K untuk diboyong ke Jalan Sumbing (sekarang Jalan Sabirin). Sejak Agustus 1949 berlangsunglah kegiatan belajar mengajar di Jalan Sumbing 1. Gedung Jalan Sumbing 1 ini sebelum zaman Jepang Dipakai HIS Santa Theresia milik suster-suster Fransiskanes, sesudah jaman Jepang sampai agresi Belanda tanggal 9 Desember 1948 dipakai SMP Putri Negeri. SMA K kelas satu dan dua bagian A dan B menempati lantai atas, sedangkan SGA K putri menempati lantai bawah. Nama pelindung SMA K dan SGA K putri adalah Stella Duce yang berati Bintang Terang (Bunda Maria). Secara administratif SMA K Stella Duce masih bergabung dengan SMA Johanes De Brito.

Tanggal 5 Desember 1949 SMA K menjadi sekolah bersubsidi, kepala sekolah diganti Bapak Ir. D. Wakidi dan kepala SGA K Sr. Maria Joana, CB. Tanggal 1 Maret 1950 kepala sekolah SMA K putra kembali ke Romo R. Van Thiel SJ, sedangkan SMA K Putri kembali ke Sr. Catharina CB setelah mereka diterima menjadi warga negara Indonesia. Untuk menampung para pelajar yang datang dari luar kota Yogyakarta maka didirikan Asrama De Brito bagi pelajar putra di Bintaran Kidul 7-9-11 dan Asrama Stella Duce bagi pelajar putri di Taman Terban (sekarang Jl. Colombo). Sejak bangunan asrama dibongkar dan didirikan gedung provinsialat Suster-suster CB, maka

pada tahun 1987 asrama putri pindah ke Samirono tepatnya di belakang Asrama Syantikara.

Untuk menyelenggarakan sekolah-sekolah yang meliputi SMA, SGA, SMP, dan SD diperlukan suatu wadah, maka oleh susuter-suster CB didirikanlah suatu yayasan dengan nama Tarakanita (dalam bahas Sansekerta artinya Bintang Pembimbing). Yayasan ini didirikan pada tanggal 29 April 1952 dan mendapat akta notaris tanggal 7 Juli 1952. Untuk pertama kalinya diketuai oleh Sr. Ursulia CB. Meskipun demikian secara administratif penyelenggaraan sekolah masih ada di bawah Yayasan De Brito. Pada bulan Agustus 1961 didirikan SPSA (Sekolah Pekerja Sosial Anak) dengan menempati gedung Jl. Sabirin 3B. Mulai tanggal 1 Agustus 1962 secara resmi segala sesuatunya diurus sendiri oleh Yayasan Tarakanita. Suster Dra. Bernardia CB menjabat sebagai Kepala Sekolah sampai tahun 1973. Dalam masa jabatannya terjadi banyak perubahan. Tahun 1963 SGA dan SPSA pindah ke Trenggono sehingga ruang kelas di Jalan Sabirin seluruhnya dapat digunakan SMA. Semula setiap tahun SMA K Stella Duce hanya menerima murid kelas satu sebanyak tiga kelas, bagian A,B, dan C sehingga seluruh kelas satu, dua, dan tiga ada sembilan kelas. Setelah kompleks Sabirin hanya ditempati oleh SMA, tahun 1965 sampai 1967 ada sepuluh kelas satu, dua kelas ditempatkan di Sabirin 3B, dua kelas di Jalan Supadi 9 (yang baru dibeli).

Tahun 1967 dibuka kelas jauh di Suryodiningratan 13, dari kelas satu tahun 1967/1968 sampai menjadi delapan kelas beberapa tahun kemudian.

SMA K Stella Duce bukan lagi SMA Kanisius melainkan SMA Katolik, memiliki 26 kelas, 8 kelas di Suryodiningratan dan 18 kelas di Sabirin, dengan jumlah murid 1300 orang. Pada bulan Januari 1973 pimpinan sekolah pindah tangan ke Suster M. Xaverius CB. Suster M. Xaverius CB yang merupakan lulusan SMA K Stella Duce tahun 1952 sebelumnya adalah guru bidang studi Biologi di SMA K Stella Duce sejak tahun 1956 dan juga direktur AKWA Tarakanita. Suster Xaverius yang merintis adanya laboratorium Biologi yang memadai. Ia pula yang menambah koleksi buku untuk perpustakaan sekolah dengan jumlah yang besar, dan menjadi modal pengembangan selanjutnya. Pada tahun 1974 bekas gedung Tata Usaha dan gedung tengah jalan Sabirin 1 (sekarang lapangan basket) dibongkar dan dibangunlah gedung baru berlantai 3 membujur kearah utara-selatan. Gedung ini terdiri atas 9 ruang kelas, 3 laboratorium IPA, serta 3 ruang kecil yang dipakai sebagai ruang rapat terbatas, ruang koperasi siswa, serta ruang keterampilan mengetik. Gedung baru ini selesai dibangun tahun 1976 dan diresmikan pemakainannya tanggal 24 Agustus 1976 oleh Bapak Drs.Soesanto Martodihardjo, Kepala Kantor Wilayah Departemen P dan K Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada waktu itu, ditandai dengan Candrasengkala,"Rinasa Amuji Mahaning Wiji".

Tahun 1976 ada peraturan bahwa suatu sekolah tidak dibenarkan mempunyai sekolah jauh, maka kegiatan belajar-mengajar SMA K Stella Duce seluruhnya diadakan di Sabirin 1-3, Suryodinigratan 13 yang juga sudah dibangun, seluruhnya dipakai SMP Stella Duce Yayasan Carolus

Borromeus yang didirikan tahun 1971 oleh Suster Dra. Bernardia, CB. Dengan penambahan peralatan laboratorium IPA, murid-murid kelas 3 IPA yang semula harus praktikum di SMA Negeri, mulai praktikum di laboratorium milik sendiri. Pada tahun 1981 dibangun Laboratorium Bahasa yang digunakan untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan bahasa untuk siswa jurusan bahasa. Pada tahun 1987, gedung Tata Usaha di Jalan Sabirin 3 serta gedung di sebelah timurnya (Sabirin 3), yang semula ruang kelas B dan tempat tinggal beberapa karyawan dibongkar. Di tempat itu dibangun gedung berlantai 3.

Pada tahun 1989 sekolah SPG dihapus, pada umumnya beralih fungsi menjadi SMA. SPG Stella Duce juga menjadi SMA. Nama SMA K Stella Duce menjadi SMA Stella Duce 1, sedangkan SPG Stella Duce menjadi SMA Stella Duce 2, serta SPG Stella Duce Ganjuran menjadi SMA Stella Duce 3.

B. VISI, MISI dan Tujuan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

Visi SMA Stella duce 1 Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan yang berasaskan iman katolik adalah mendidik dan mengembangkan manusia, khususnya remaja putri, dengan kesederhanaan yang kreatif dalam suasana kondusif menjadi manusia berkepribadian utuh yang berbelarasa dan peduli terhadap lingkungan.

Misi dari SMA Stella Duce 1 Yogyakarta adalah:

1. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki, khususnya perempuan yang beriman, jujur, adil, disiplin, berbela rasa, dan santun. 2. Melaksanakan proses pendidikan yang kontekstual, terbuka, kritis,

kreatif, inovatif, mandiri, peduli terhadap lingkungan, dan bertanggung jawab.

3. Membangun keunggulan kompetensi dalam berbahasa, limu sosial, matematika, dan ilmu alam yang berbasis teknologi.

4. Membangun sikap ikut handarbeni, hangrungkebi, dan hangrasa wani

sekolah masyarakat, gereja, bangsa, dan negara.

5. Terus menerus meningkatkan profesionalitas dan kesejahteraan bersama.

Tujuan didirikannya SMA Stella Duce 1 Yogyakarta adalah: Tujuan umum:

Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri, dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Tujuan Khusus

1. Menjadi manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki, khususnya perempuan yang beriman, jujur, adil, disiplin, berbela rasa, dan santun.

2. Menjadi pembelajar yang kontekstual, terbuka, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab.

3. Menjadi manusia yang unggul dalam kompetensi bahasa, ilmu sosial, matematika, dan ilmu alam yang berbasis teknologi.

4. Memiliki sikap ikut handarbeni, hangrungkebi, dan hangrasa wani

sekolah masyarakat, gereja, bangsa, dan negara.

5. Menjadi manusia yang siap melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan mempunyai sikap profesional serta sejahtera dalam hidupnya.

C. Sistem Pendidikan Satatuan Pendidikan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

Sesuai dengan bunyi pasal 15 PP No. 29 tahun 1990 lama pendidikan Sekolah Menengah Umum adalah 3 tahun. SMA Stella Duce 1 Yogyakarta telah menerapkan kembali sistem semester sejak tahun ajaran 2002/2003 sampai sekarang. Dalam sistem semester ini, 1 tahun ajaran terdiri dari 2 penggalan yaitu semester gasal dan semester genap.

D. Kurikulum Satuan Pendidikan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

Tahun pelajaran 2009/2010, SMA Stella Duce 1 Yogyakarta menerapkan Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) untuk seluruh tingat, mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII. Berikut ini merupakan struktur kurikulum di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta:

Tabel 4.1

Struktur Kurikulum SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

NO KOMPONEN

KL S X

KELAS XI KELAS XII JUM BHS IPA IPS BHS IPA IPS

A MATA PELAJARAN 1. Pend. Agama 2 2 2 2 2 2 2 48 2. Pend. Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2 2 48 3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4 4 96 4 Bahasa Inggris 4 6 4 5 6 4 5 107 5 Matematika 5 4 5 4 4 5 4 111 6 Fisika 3 5 5 59 7 Biologi 3 5 5 59 8 Kimia 3 5 5 59 9 Sejarah 1 2 1 3 2 1 3 40 10 Geografi 1 3 3 29 11 Ekonomi 3 6 6 66 12 Sosiologi 2 4 4 44 13 Sastra Indonesia 5 5 10 14 Bahasa Asing Bahasa Jepang 6 6 12 Bahasa Jerman 15 Antropologi 2 2 4 16 Seni Budaya Seni Musik 1 1 1 1 2 2 2 32 Seni Tari 1 1 1 1 16 17 PenJasKes 2 2 2 2 2 2 2 48 18 Teknologi Informasi dan Komunikasi**) 2 2 2 2 2 2 2 48 19 Keterampilan/ bahasa asing lain a.Keterampilan Tata boga 2 16 b.Bahasa Asing Bahasa Mandarin 2 2 4 Bahasa Jepang 2 2 2 2 28 B MUATAN LOKAL

1 Bahasa, Sastra, dan

Budaya Jawa 2 16 2 Tata Boga 2 2 2 16 3 English Conversation 2 2 2 16 4 Pendidikan nilai (BK)/ Remedial 1 1 1 1 1 1 1 24 C PENGEMBANGAN DIRI 2 * 2* 2* 2* 2* 2* 2* JUMLAH 44 44 44 44 44 44 44

KETERANGAN

*

) Kegiatan pengembangan diri senilai dengan 2 jam pelajaran

**

) Jadwal kelas X sebagian pada sore hari

E. Organisasi Sekolah Satuan Pendidikan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

1. Struktur organisasi SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

Struktur organisasi SMA Stella Duce 1 Yogyakarta dapat digambarkan dengan bagan berikut ini:

Bagan 4.1

Sturktur Organisasi Sekolah SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

Yayasan Tarakanita Dinas Pendidikan dan Pelajaran Propinsi DIY Kepala Sekolah Koordinator Tata Usaha Wakasek Urusan Kesiswaan Wakasek Urusan Kurikulum Siswa Guru-guru Koordinator Bimbingan Konseling Wakasek Urusan Humas Wakasek urusan Sarana Prasarana

2. Wewenang dan tanggung jawab masing-masing unsur

a. Kepala sekolah (Dra. Sr. Petra, CB.)

Tugas yang diemban oleh kepala sekolah adalah menyusun perencanaan, mengorganisasikan kegiatan, mengarahkan kegiatan, mengkoordinasikan kegiatan, melakukan pengawasan, melaksanakan evaluasi kegiatan, menentukan kebijakan, mengadakan rapat, mengambil keputusan, mengatur proses pembelajaran, mengatur administrasi (kantor, siswa, pegawai, perlengkapan, keuangan), mengatur OSIS, dan mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat. b. Wakil kepala sekolah

1) Wakasek kesiswaan (Antonius Haryanto, S.Pd)

Kesiswaan merupakan salah satu bidang pelayanan akademis yang bertugas menangani dan mengatur semua hal yang berkaitan dengan siswa dalam mengikuti pembelajaran di sekolah dengan tujuan terciptanya situasi pembelajaran yang tertib, teratur, dan

aman. Disamping mengatur siswa dalam kegiatan

pembelajarannya, urusan kesiswaaan juga bertugas membangun sikap mental yang baik pada diri anak didik melalui pembinaan kedisiplinan.

Tugas wakasek kesiswaan juga berkaitan dengan urusan lain seperti ekstrakulikuler, bimbingan konseling, urusan kurikulum,

wali kelas, dan lain-lain. Semua tugas ini harus berjalan secara senergis demi tercapainya tujuan pembelajaran.

2) Wakasek kurikulum (Dra. F. Ina Dharmawati)

Tugas dari Wakasek urusan kurikulum adalah menyusun program pembelajaran, pembagian tugas guru, tugas pelajaran, jadwal evaluasi belajar, pelaksanaan UAS/UN, kriteria persyaratan naik kelas atau lulus/tidak lulus, dan laporan pengajaran secara berkala. Selain itu tugas yang harus diemban oleh Wakasek kurikulum adalah mengkoordinasi dan mengarahkan penyusunan program pelajaran, menyediakan daftar buku acuan siswa, serta menyusun laporan berkala.

3) Wakasek sarana dan prasarana (Dra. M. Yulianti)

Tugas dari Wakasek sarana prasarana adalah merencanakan atau mengoptimalisasikan pengunaan ruang/fasilitas yang sudah dimiliki sekolah, pembangunan gedung beserta perlengkapannya, belanja kebutuhan sekolah, inventarisasi barang sekaligus pemeliharaannya. Untuk tugas yang lain adalah menyusun program

kesejahteraan pegawai dan melaksanakan tugas-tugas

kerumahtanggaan. Serta mengkoordinasikan tugas dengan bagian lain yang terkait.

4) Wakasek humas (Drs. Y. Yanie Lishartanto)

Tugas utama bagian humas adalah membangun komunikasi yang harmonis dengan komunitas pendukung misalnya instansi

pemerintah, perguruan tinggi, orang tua, gereja, kepolisian, alumni, dan lain-lain.

c. Tata usaha

Tugas dari bagian tata usaha adalah:

1) Melayani pembayaran SPP/UU/UAN/UAS

2) Pembukuan

3) Penggajian guru dan karyawan

4) Menyusun program tata usaha sekolah

5) Pembinaan dan pengembangan karier pegawai tata usaha sekolah

6) Menyusun perlengkapan sekolah

7) Menyusun dan menyajikan data statistik sekolah, menilai hasil kerja staf)

d. Bimbingan dan konseling (Victoria Rez Naryanti, S,Psi)

Bimbingan dan konseling di sekolah diadakan untuk memberikan layanan kepada siswa dalam upaya menemukan pribadi dengan mengenal lingkungannya dan merencanakan masa depan. Sasaran layanan BK adalah siswa usia remaja kerena pada masa ini banyak terjadi perubahan yang ditimbulkan oleh pertumbuhan dan perkembangan fisik serta psikis. Oleh karena itu BK bertujuan untuk membimbing dan mendampingi siswa dalam mengatasi gejolak yang terjadi dalam dirinya serta membantu dan mengarahkan siswa dalam melihat dunia luar yang lebih tua.

e. Dewan guru

Guru selaku pelaksana pembelajaran mengemban tugas membuat program pembelajaran, membuat satuan pembelajaran, melaksanakan belajar mengajar, meneliti daftar hadir siswa, membuat catatan kemajuan siswa, dan mengelola kelas.

F. Sumber Daya Manusia Satuan Pendidikan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

Sumber daya manusia yang berada di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta merupakan sumber daya manusia yang sudah melewati proses seleksi sesuai ketentuan sekolah. Menurut Status Kepegawaian, Golongan, dan Jenis kelamin dapat dikelompokkan sebagai berikut

Tabel 4.2

Sumber Daya SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Berdasarkan Status Kepegawaian. Jabatan Status Kepegawaian Jml Tetap Tidak Tetap Bantu Pusat Bantu Daerah Gol I Gol II Gol III Gol

IV Yaya san L P L P L P L P L P L P L P L P L P KEPSEK 1 1 1 GURU 1 3 2 20 30 2 4 3 2 TENAGA ADMINISTR ASI 11 13 1 1 1 3

Tabel 4.3

Sumber Daya SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Berdasarkan Kelompok Umur dan Masa Kerja

jabatan

Kelompok umur (tahun) Masa kerja (tahun)

<20 20 - 29 30 - 39 40 - 49 50 - 59 >59 Jml <5 5 10 15 - 19 20- 24 >24 Jml Kepsek 1 1 1 1 Guru tetap 1 5 6 1 1 6 Guru tidak tetap 15 25 7 1 2 50 33 3 8 2 4 50 Guru bantu pusat Guru bantu daerah Jumlah guru 15 26 7 6 2 56 33 3 8 3 4 5 56 Tenaga administrasi 5 4 10 5 24 6 4 3 3 8 24 Tabel 4.4 Tenaga Edukatif

No Nama Mengajar Mata

Pelajaran

Status kepegawaian

1 Sr. Petra CB,. S.Pd Kepala sekolah /

Matematika GT

2 A Ganjar Rahardjo, MA Fisika PNS

3 Drs. Bambang Nurdjoko Pend. Jasmani PNS

4 Dra. M. Yulianti Bimbingan

5 Drs. Rumadi Bhs. Indonesia GT

6 Drs. A.M. Suprobo Eko P Sejarah GT

7 Drs. P. Ari Kriswardana Biologi GT

8 Drs. Ig. Pramono Sejarah GT

9 Dra. F. Ina Dharmawati Matematika GT

10 Linus Karyanto, S.Pd., M.Si Fisika GT

11 M.b. nanik Winarti S.Pd Kewarganegaraan GT

12 R. Gunawan Susilowarno

S.Pd Biologi GT

13 Antonius Haryanto S.Pd Fisika GT

14 Drs. Y. Yanie Lishartanto Geografi GT

15 Drs. Petrus Boidi Matematika GT

16 Agustina Maryani S.Ag Agama katolik GT

17 Damianus S.Pd Agama katolik GT

18 L. Joko Sunarno S.Pd Matematika GT

19 Dra. Bernadetta Ediningsih Bhs. Indonesia GT

20 Sr. Yosefa Tri Retnaningsih

CB., S.Pd Bimbingan konseling GT

21 Th.Indriati S.Pd Bhs. Inggris GT

22 Ag. Vista Elprina

Gaudiawati S.Pd Ekonomi GT

23 Fr. Awan Tyaswati S.Pd Bhs.Inggris GT

24 A.Agus Arjatmoko S.Pd Pend. Jasmani GT

26 C. Wiwit Ary Astuti Matematika GT

27 Ending Murjiatun S.Si Geografi/sosiologi GT

28 Victoria Rez Naryanti S.Psi Bimbingan konseling GT

29 Lucia Gunawati Sintadewi

S.Pd Ekonomi GT

30 Catarina tricahyanti S.Pd Sosiologi/antropologi GT

31 C. Heri Sulistyawan S.Pd Matematika GT

32 M. Junansdar Usman S.T.,

M.M Kimia GT

33 Danny Anggoro, S., S.S Kewarganegaraan GT

34 E.Fransiska Setiwati G,

S.Pd Bhs. Inggris GT

35 Sr. Maria Erna CB Bimbingan konseling GT

36 Th. Yuniarni S.Pd Bhs. Indonesia GTT

37 Veronica Josri Utami S.Pd Bimbingan konseling GTT

38 Ni Putu Hindriani C Bahasa Jerman GTT

39 Evi Pramudiarti Puspitasari

S.E Bhs. Jepang GTT

40 Thomas Aryo Indrastiono

S.T

Seni musik (seni

Budaya) GTT

41 Maria Denok Dewi

Wulandari PS., S.Pd

Seni Tari (seni

Budaya) GTT

42 Meiliana Jumiarti Sianturi S.Kom

Tenik informatika

dan kominikasi GTT

43 Ch. Ambar Palupi, S.T Teknik informitaka

44 Oktavianus Teguh Prayitno, S.T

Teknik Informatika

dan komunikasi GTT

45 Daniel Dian Permana S.T Kimia GTT

46 Artha Nugreheni, S.Si Biologi GTT

47 Rita Ike Lisdiani, S.Pd Tata boga GTT

48 Liong Djoeng Lin Bahasa Mandarin GTT

49 Ch. Budi Rahayu, S.Pd Tata boga GTT

50 Natalia Ari Pratiwi, S.Pd Ekonomi GTT

51 T. Sunu Widodo Seni music (seni

Dokumen terkait