• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur organisasi BK yaitu suatu susunan/ bagan dalam organisasi untuk memberikan pelayanan-pelayanan kepada klien yang terdapat pada Bimbingan Konseling. Berikut adalah struktur organisasi BK di SMP Negeri 19 Bandar Lampung

Keterangan:

a. Kepala sekolah sebagai koordinator bimbingan dan konseling adalah penanggung jawab langsung serta pemegang kebijakan dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah.

43

b. Kepala sekolah dalam melaksanakan teknis bimbingan dan konseling di sekolah dapat mengadakan kerjasama dengan pihak dari Komite Sekolah. c. Guru Pembimbing atau konselor dalam melaksanakan tugasnya dapat

mengadakan kerjasama dengan staf guru mata pelajaran dalam kegiatan perencanaan dan pelaksanaan program layanan bimbingan. Dan penentuan kebijakan dalam pelaksanaan program layanan bimbingan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kepala sekolah

D. Mekanisme Kerja Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 19 Bandar Lampung

Mekanisme kerja administrasi Bimbingan Konseling adalah suatu pola kerja administrasi dalam Bimbingan Konseling yang dilaksanakan di sekolah agar pelaksanaan pelayanan BK di sekolah tersebut dapat berjalan secara teratur dan mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Di SMP Negeri 19 Bandar Lampung pelaksanaan mekanisme kerja bimbingan dan konseling dimulai dari guru mata pelajaran kemudian kepada wali kelas dan baru kepada guru bimbingan dan konseling kemudian kepala sekolah jika masalah yang dihadapi siswa dirasa sudah sangat urgent. Akan tetapi mekanisme tersebut tidak selamanya di ikuti. Terkadang guru mata pelajaran langsung kepada guru bimbingan dan konseling tanpa melalui wali kelas. Kerja sama antara guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan dan konseling yaitu :

1. Guru mata pelajaran a. Daftar nilai

Membantu memberikan informasi tentang data siswa yang berhubungan dengan daftar nilai siswa. Guru bimbingan dan konseling diberikancopy filedata nilai siswa perkelas.

44

b. Catatan observasi siswa

Dalam penerapannya observasi dikelas dilakukan oleh guru mata pelajaran pada saat jam pelajaran dan penyampaiannya tidak tertulis melainkan hanya secara lisan.

2. Wali Kelas

Wali kelas membantu mengkoordinasi memberikan informasi dan kelengkapan data yang meliputi:

a. Daftar nilai

Selain dari guru mata pelajaran, wali kelas juga membantu memberikan informasi tentang daftar nilai siswa secara keseluruhan.

b. Laporan observasi siswa

Laporan observasi diberikan kepada guru bimbingan dan konseling secara lisan bukan tertulis.

c. Catatan anekdot

Wali kelas juga memiliki catatan anekdot atau catatan kejadian siswanya baik yang bermasalah maupun siswa yang berprestasi. Hasil yang disampaikan kepada guru bimbingan dan konseling juga berbentuk lisan.

d. Home visit

Home visit ini dilakukan oleh wali kelas bersama-sama dengan guru bimbingan dan konseling. Home visit dilakukan apabila orang tua siswa sudah diberikan surat panggilan tiga kali dan tidak pernah hadir.

45

3. Guru bimbingan dan konseling

Di samping bertugas memberikan layanan informasi kepada siswa juga sebagai sumber data yang meliputi:

a. Kartu akademis

Kartu akademis ini berupa daftar nilai siswa. Kartu akademis ini diperoleh dari guru mata pelajaran, wali kelas, dan file dari bagian tata usaha.

b. Catatan konseling

Catatan konseling ini adalah catatan yang berisi hasil konseling yang telah dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling.

c. Buku pribadi/map pribadi

Buku pribadi / map pribadi ini berisi data pribadi seluruh siswa dan juga kejadian-kejadian / kasus yang pernah dilakukan oleh siswa.

d. Data psikotes

Data psiko tes ini adalah hasil dari tes psikologi yang telah dilakukan oleh pihak terkait. Dalam hal ini guru bimbingan dan konseling mempunyai salinan hasilnya.

e. Laporan bulanan kegiatan bimbingan dan konseling

Laporan kepada kepala sekolah mengenai kegiatan bimbingan dan konseling ini tidak dilakukan pada tiap bulan akan tetapi pada tiap akhir semester.

f. Catatan konferensi kasus

Konferensi kasus ini dilakukan apabila masalah yang dihadapi siswa sangat urgent. Konferensi kasus ini melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan pihak terkait yang terlibat. Konferensi kasus yang pernah dilakukan adalah kasus pencurian.

46

g. Notula rapat

Guru bimbingan dan konseling tidak memiliki notula rapat karena notula rapat biasanya bergabung menjadi satu dengan sekolah.

4. Kepala Sekolah

Kepala sekolah bertanggung jawab dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling. Hal yang perlu diketahui oleh kepala sekolah adalah :

a. Laporan kegiatan bimbingan dan konseling b. Catatan konferensi kasus.

Terdapat 9 satuan layanan dalam Bimbiningan Konseling (BK) di SMP Negeri 19 Bandar Lampung, yaitu:

a. Layanan orientasi, yakni layanan yang membantu peserta didik untuk mengenal dan memahami keadaan dan situasi yang ada di lingkungan sekolah yang baru dimasukinya.

b. Layanan mediasi, yakni layanan yang dilaksanakan oleh konselor terhadap dua pihak atau lebih yang sedang mengalami keadaan tidak harmonis.

c. Layanan informasi, yakni layanan berupa pemberian pemahaman kepada siswa tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani tugas dan kegiatan disekolah.

d. Layanan bimbingan kelompok, yakni layanan yang diberikan kepada sekelompok siswa baik ada ataupun tidak.

e. Layanan konsultasi, yakni layanan yang memungkinkan seseorang memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi atau permasalahan orang lain.

47

f. Layanan konseling kelompok, yakni layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada sekelompok individu.

g. Layanan penempatan dan penyaluran, yakni usaha-usaha membantu siswa merencanakan masa depannya selama masih di sekolah dan madrasah dan sesudah tamat, memilih program studi lanjutan sebagai persiapan untuk kelak memangku jabatan tertentu.

h. Layanan penguasaan konten, yakni layanan konseling yang memungkinkan klien mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik.

i. Layanan konseling perorangan, yakni bentuk layanan tatap muka khusus antara klien dengan konselor dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi yang dialami klien.

E. Objek Penelitian dan Peraturan Sekolah

1. Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah: a. Informan I

Nama : Hj. Sri Chairattini, S. Pd Umur : 45 tahun

Pendidikan : S1

Jabatan : Kepala SMP Negeri 19 Bandar Lampung b. Informan II

Nama : Astina Guswani,S.Pd Umur : 38 tahun

48

Pendidikan : S1 Jabatan : Guru BK c. Informan II

Nama : Ibu Yeni Farida, S.Pd Umur : 34 tahun

Pendidikan : S1 Jabatan : Guru BK

d. 10 orang siswa sebagai informan kunci (key informan)

2. Peraturan Sekolah

Peraturan yang ditetapkan di SMP Negeri 19 Bandar Lampung, yaitu: a. Menggunakan seragam lengkap dan rapi

b. Rambut harus rapi, harus menggunakan sepatu model warior atau NB c. Kuku tidak boleh panjang, tali sepatu berwarna putih

d. Tidak boleh bertato, tidak boleh membawa motor

e. Siswa harus masuk sebelum bel berbunyi, tidak boleh terlambat

f. Selama pelajaran berlangsung dan pada pergantian jam pelajaran siswa dilarang berada di luar kelas

g. Tidak boleh membolos

h. Tidak boleh minum minuman keras

i. Mengedarkan dan mengkonsumsi narkotika j. Membawa senjata tajam

k. Tidak boleh membawa HP l. Tidak boleh berkata kotor.

VI. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut:

1. Peranan komunikasi antarpribadi guru Bimbingan Konseling (BK) terhadap ketaatan siswa kelas VIII SMPN 19 Bandar Lampung, terlihat dari upaya guru bimbingan dan konseling membiasakan siswa disiplin dalam beraktivitas dimulai dengan memberikan keteladanan, dan membangun kesepakatan nilai keunggulan untuk membentuk karakter siswa tersebut terutama dari sisi kepercayaan diri, kebersatuan, manajemen interaksi, daya ekspresi dan orientasi kepada orang lain yang lebih baik setelah dilakukan komunikasi antarpribadi guru Bimbingan Konseling (BK), dari kelima aspek tersebut aspek yang paling dominan adalah orientasi kepada orang lain dimana pada aspek ini siswa lebih memperhatikan ucapan dan nasehat yang diberikan oleh guru kepada siswa.

2. Bentuk kenakalan siswa di SMP Negeri 19 Bandar Lampung yaitu pelanggaran terhadap peraturan tata tertib sekolah, pelanggaran terhadap kegiatan belajar mengajar, pelanggaran terhadap ketenteraman sekolah, dan pelanggaran terhadap etika pergaulan dengan warga sekolah.

121

3. Upaya sekolah dalam menanggulangi kenakalan siswa di SMP Negeri 19 Bandar Lampung melalui komunikasi antar pribadi dengan guru BK adalah dilaksanakan dalam bentuk program tahunan sekolah berbasis karakter yang meliputi: (a) aspek pembinaan dan (b) aspek pencegahan kenakalan siswa. Penekanan program kegiatan ini adalah pada pengenalan dan pengamalan/penerapan nilai-nilai karakter yang diharapkan melalui intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Secara teknis pelaksanaan program sekolah berbasis karakter ini dikoordinir dan dievaluasi oleh BK sekolah yang bersangkutan.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat diberikan bebrapa saran antara lain 1. Bagi sekolah, perlu peningkatan dan berkelanjutan tentang program

sekolah berbasis karakter baik yang bersifat intrakurikuler maupun ekstrakurikuler sehingga dapat mengembangkan potensi diri yang dimiliki siswa dalam rangka membantu proses tugas perkembangan nilai-nilai, sikap, moral dan perilaku yang diharapkan. Untuk itu perlu upaya peningkatan pembentukan karakter siswa melalui pendidikan karakter yang terintegrasi ke dalam setiap materi mata pelajaran sesuai dengan kurikulum sekolah (KTSP).

2. Bagi Guru, hendaknya perlu memahami aspek-aspek psikis dan kepribadian siswa secara teliti dan objektif, sehingga dengan demikian dapat dicegah kemungkinan kecenderungan munculnya perilaku menyimpang atau kenakalan di kalangan siswa, dan memudahkan guru dalam memberikan

122

pendidikan dan pengajaran karakter kepada siswa sesuai dengan tugas perkembangan usianya. Terlebih lagi bagi guru BK dapatnya berperan aktif dalam menumbuh kembangkan nilai-nilai karakter siswa dengan melakukan pembiasaan (habituasi) dalam bentuk perilaku terutama bagi siswa yang masih sering membolos dalam kegiatan belajar dan perilaku merokok yang masih sering ditemukan.

3. Bagi orang tua siswa, hendaknya perlu proaktif dan menjalin kerjasama yang baik melalui komunikasi yang intensif kepada pihak sekolah dan guru termasuk guru BK, sehingga setiap permasalahan yang muncul pada diri siswa dalam hal ini putra-putrinya dapat ditanggulangi secara dini. Dengan demikian siswa bersangkutan tidak mengalami kesulitan proses pendidikannya di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S., 2008, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revisi 5, 342 h), Rineka Cipta, Jakarta

Beebe, Steven & Redmond, Mark, 2008. Interpersonal Communication. USA: Pearson Education.

Dayakisni, T. & Hudaniah.2006.Psikologi Sosial. Penerbit Erlangga. Jakarta

Dessler, G. 2007. Human Resource Management (Seventh Edition). London: Prince Hall International Inc.

Dessler, G. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. London: Prince Hall International Inc.

Devito, Joseph. A. 2007. Communicology: An Introductio to The Study of Communication. Harper & Row, Publishing, New York-London.

Devito, Joseph. A. 2007.Komunikasi Antarmanusia. Kuliah Dasar. Edisi Kelima. Profesional Book. Jakarta.

Harold D. Lasswell, 2009 Structure an Function of Communication in Society”

dalam. Wilbur Schramm. (Ed)

Hurlock, 2007. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Masa Balai Pustaka. Jakarta.

Koentjoro. 2004. Psikologi Keluarga: Peran Ayah Menuju Coparenting. Citra Media. Yogyakarta

Liliweri, Alo. 2006. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antar budaya. Yogyakarta: LkiS.

M. Hariwijaya, 2008. Panduan Mendidik dan Membentuk Watak Anak. Luna Publisher. Jakarta.

Mulyana, Deddy. 2008.Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Deddy; Rakhmat, Jalaluddin. 2008. Komunikasi Antarbudaya, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Deddy. 2008, Metode Penelitian Kualitatif Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nasir, Mohammad. 2009.Metode Penelitian. PT. Ghalia Indonesia. Jakarta. Poewadarminta, 2005.Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta. Sarwono, Sarlito,2006.Psikologi Perkembangan. PT. Ghalia Indonesia. Jakarta. Sobur, Alex. 2006.Anak Masa Depan. Bandung: Angkasa.

Sobur, Alex. 2010.Komunikasi Orang Tua dan Anak. Bandung: Angkasa Soedjatmiko. N.A.2010. Antara Anak dan Keluarga. Surabaya: Rama Press Soegeng Prijodarminto. 2004. Disiplin Kiat Menuju Sukses. Jakarta: Pradiya

Paramita.

Stewart dan Sylvia, 2004. Human Communication (Prinsip-Prinsip Dasar). Penerjemah Deddy Mulyana. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono, 2004. Statistik Untuk Penelitian. CV Alfa Beta. Bandung.

Uchjana Effendi, Onong, M.A. 2008. Dinamika Komunikasi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Dokumen terkait