• Tidak ada hasil yang ditemukan

Orientasi Pembangunan Daerah

Dalam dokumen SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU (Halaman 62-66)

BAB III Kondisi Existing Daerah

2. Orientasi Pembangunan Daerah

mana diuraikan di atas mengakibatkan sebagian besar wilayah Kabupaten Indragiri Hulu berpotensi mengalami bencana banjir. Bencana banjir berpotensi pula mendatangkan bencana bagi penduduk yang bermukim dan beraktifitas di sepanjang daerah aliran Sungai Indragiri. Potensi banjir tersebut merupakan akumulasi dari banjir kiriman dari daerah yang terletak lebih ke hulu. Peran strategis serta adanya potensi bencana Sungai Indragiri memerlukan penanganan dan merupakan bahagian dari urusan pemerintahan daerah Kabupaten Indragiri Hulu yang perlu dikelola secara profesional melalui organisasi perangkat daerah.

2. ORIENTASI PEMBANGUNAN DAERAH

Orientasi pembangunan daerah Kabupaten Indragiri Hulu didasarkan kepada visi dan misi Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu, yaitu:

Visi : “Indragiri Hulu Sejahtera Tahun 2015”

Misi :

1. Mewujudkan Daya Saing Daerah

Maksudnya adalah memperkuat perekonomian daerah yang berbasis pada potensi dan keunggulan daerah, meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan sumberdaya alam secara efisien dan efektif dengan tetap memegang prinsip-prinsip berkelanjutan (sustainable), meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu menguasai IPTEK dengan memiliki nilai-nilai moral religius dan kultural, pembangunan infrastruktur yang maju dan mampu diakses secara merata;

2. Mewujudkan Suasana kehidupan Masyarakat dan Menyelenggarakan Pemerintahan Yang Demokratis

Maksudnya adalah menjadikan suasana kemasyarakatan dan penyelenggaraan pemerintahan yang dinamis sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila dan konstitusi negara dalam koridor NKRI. Semakin mantapnya kelembagaan politik, masyarakat dan kebudayaan, semakin dinamisnya komunikasi dan interaksi antara masyarakat dan pemerintah dalam memperjuangkan dan mewujudkan kepentingan publik yang lebih luas serta semakin berkembang, mantap dan mapannya suasana kehidupan yang

59

menjunjung hukum dan perwujudan penegakan hukum yang adil, konsisten serta tidak diskriminatif.

3. Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Hasil-hasilnya

Maksudnya adalah agar seluruh wilayah Kabupaten Indragiri Hulu dan seluruh kelompok masyarakat dapat berkembang, maju dan sejahtera secara bersama-sama tanpa ada tertinggal ataupun ditinggalkan, keberpihakan pembangunan kepada kelompok rentan menjadi prioritas, berkembangnya aksesabilitas yang dapat menjangkau seluruh wilayah, hilangnya diskriminasi termasuk gender.

4. Mewujdkan Suasana Aman, Damai dan Harmonis yang Bermoral, Beretika, dan Berbudaya

Maksudnya adalah dengan menciptakan keadaan kondusif pada aspek ekonomi, sosial budaya, dan politik. Sebagai daerah yang pada awalnya memiliki tingkat heterogenitas namun telah melebur dalam suatu nilai kultur yang dijunjung secara bersama yakni melayu, maka harmonisasi dalam kehidupan masyarakat yang telah terwujud harus dapat dipertahankan dan dikembangkan agar mampu menjadi filter yang handal untuk menangkal masuknya nilai-nilai asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada dan mengakomodir nilai-nilai yang mampu membawa perubahan masyarakat pada kondisi yang lebih baik dan lebih sejahtera.

5. Mewujudkan Daerah yang Memiliki Peran Pada Tingkat Regional

Adalah merupakan upaya untuk menjadikan Kabupaten Indragiri Hulu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem kenegaraan dan sistem sosial ekonomi dan kebudayaan minimal pada tataran regional sehingga perlu semakin dimantapkan identitas dan integrasi yang dapat menjadikan kebanggaan tersendiri sebagai masyarakat Indragiri Hulu, mendorong meningkatkan dan mengembangkan kerjasama yang saling menguntungkan di berbagai aspek dengan berbagai pihak di dalam maupun di luar daerah pada skala regional.

Kesejahteraan masyarakat sangat erat kaitannya dengan kondisi perekonomian daerah. Setiap sektor ekonomi diharapkan memberikan kontribusi yang tinggi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Indragiri Hulu. Setiap tingkat pertumbuhan ekonomi akan memberikan dampak yang cukup luas bagi

60

No. Lapangan Usaha

2008 2009 2010 2011 2012

1. 5.236,03 6.182,87 7.182,44 8.958,32

611,72 715,40 839,67 985,89 1.170,52

12.135,3714.859,1417.576,9822.174,31

No. Lapangan Usaha

2008 2009 2010 2011 2012

1. 1.618,99 1.675,29 1.738,45 1.818,33

masyarakat. Oleh sebab itu harus ada upaya-upaya kreatif dan berkelanjutan untuk menggerakkan setiap sektor sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi secara keseluruhan. Disamping itu, penyiapan infrastruktur daerah dan menciptakan iklim ekonomi (economic atmosphere) yang selalu kondusif sehingga semua sektor, terutama sektor unggulan yang selama ini belum mampu menjadi laverage akan berkontribusi lebih tinggi.

Salah satu alat yang dijadikan sebagai instrumen untuk mengukur kontribusi sektor-sektor ekonomi terhadap perekonomian adalah Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB dinyatakan dalam dua kategori, yaitu atas dasar harga konstan tahun 2000 dan atas dasar harga berlaku. Berikut ini ditampilkan PDRB Kabupaten Indragiri Hulu periode 2008-2012.

Tabel 3.2 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku

PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Rp. Juta)

pertanian 10.217,37

2. pertambangan dan galian 1225,12 1512,21 1.852,71 2.679,95 3.190,09 3. industri pengolahan 3100,1 3.879,52 4.649,11 5.734,61 6.648,58

4. listrik, gas dan air bersih 27,49 34,46 44,45 54,12 61,45 5. bangunan 654,53 978,25 1.175,08 1.427,24 1.670,41

6. perdagangan, hotel, restoran 892,42 1.090,01 1.290,66 1.676,90 2.074,31 7. pengangkutan dan komunikasi 278,88 339,46 394,16 470,00 554,67 8. keuangan, persewaan 109,08 126,96 148,70 187,28 227,12

9. jasa-jasa

PDRB dengan migas 25.814,52

PDRB tanpa migas 11.575,10 14.285,44 17.084,20 21.446,74 24.923,68 Sumber : BPS Riau

Tabel 3.3 PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000

PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Rp. Juta)

pertanian 1.908,75

2. pertambangan dan galian 255,57 281,87 248,49 277,24 298,73 3. industri pengolahan 820,37 906,71 996,59 1.091,14 1.192,70

4. listrik, gas dan air bersih 8,12 8,50 9,20 9,92 10,69 5. bangunan 190,21 205,70 224,51 243,10 261,85

6. perdagangan, hotel, restoran 323,55 359,15 398,15 440,39 484,15 7. pengangkutan dan komunikasi 151,31 167,21 181,71 199,56 218,52 8. keuangan, persewaan 49,54 54,56 60,29 66,27 71,96

61 305,16 333,69 362,54 388,10 3.722,82 3.992,68 4.219,93 4.534,05 9. jasa-jasa 420,37 PDRB dengan migas 4.867,72 PDRB tanpa migas 3.519,85 3.765,97 4.029,90 4.320,33 4.636,74 Sumber : BPS Riau

Gambar 3.2 PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 (persen)

Sumber : BPS Riau

Gambar 3.3 PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Sumber

62

PDRB adalah jumlah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. Unit- unit produksi tersebut dalam penyajiannya dikelompokkan menjadi 9 sektor atau la pangan usaha, yaitu: 1) Pertanian, Perternakan, Perkebunan, Ke- hutanan dan Perikanan, 2) Pertambangan dan Penggalian, 3) Industri Pengolahan, 4) Listrik, Gas, dan Air, 5)Bangunan/Konstruksi, 6)Perdagangan, Hotel, dan Restoran, 7) Angkutan dan Komunikasi, 8)Keuangan, Sewa Bangunan, dan JasaPerusahaan, dan 9)Jasa-jasa.

PDRB, sebagaimana telah dijelaskan di atas, secara periodik dapat disajikan dalam dua model, yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan pada suatu tahun dasar tertentu. Kedua model penyajian tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

- Pada penyajian atas dasar harga berlaku, semua agregat pendapatan dinilai atas dasar harga yang berlaku pada masing-masing tahun pengamatan, baik pada saat menilai produksi dan biaya antara maupun komponen nilai tambah.

- Pada penyajian atas dasar harga konstan suatu tahun dasar (tahun 2000), nilai tambah dinilai atas dasar harga yang terjadi pada tahun dasar 2000. Karena menggunakan harga tetap, perkembangan agregat dari tahun ke tahun semata-mata disebabkan oleh perkembangan riil dari kuantum produksi dengan mengabaikan harga.

3. KONDISI VARIABEL BESARAN ORGANISASI

Dalam dokumen SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU (Halaman 62-66)