• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian-penelitian yang sejenis telah dilakukan, akan tetapi dalam hal tertentu menunjukan perbedaan. Berikut ini adalah penelitian sebelumnya yang dapat penulis dokumentasikan sebagai kajian pustaka, diantaranya :

Pertama, dalam penelitian yang dilakukan Rahmat yang berjudul Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berwawasan multikultural: Studi Multisitus di Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Atas Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis

dan menemukan : 1)konsep dasar pembelajaran PAI berwawasan multicultural di MA dan SMA Pondok pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, 2) Strategi pembelajaran PAI berwawasan multikultural di MA dan SMA Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, dan 3) Model pembelajaran PAI berwawasan multikultural di MA dan SMA Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ; 1) Konsep pembelajaran PAI berwawasan multikultural berorientasi kepada mewujudkan kesejahteraan dan

16Diknas, Pedoman Penjamina Mutu S/MBI, Op.Cit. hlm 07

17Susilaningsih, Psikologi Pembelajaran PAI, http;//dutaonline.com2014/01/perubahan itudimulai-dari-sekarang/ diakses pada 22 April 2019, pukul 21.30 WIB

menegakkan keadilan bagi seluruh Bangsa Indonesia dengan karakteristik a) Memberi teladan, b) Bekerjasama, c) Menjaga kepercayaan, d) Saling menghargai, e) Hukuman yang humanasi, f) No Bullying, dan g) Bertanggungjawab, 2) Strategi pembelajaran PAI berwawasan multikultural memanfaatkan strategi ketat dalam proses dan bertanggungjawab dalam hasil dengan klasifikasi, a) Strategi Intrakurikuler (Strategi pembelajaran), b) Strategi penguatan ekstrakurikuler (Strategi peminatan), dan c) Strategi kokurikuler (Strategi pemerosesan), 3) Model pembelajaran PAI berwawasan multikultural AMANAH (Apersepsi, Musyawarah, Apel, Ngaji, Aplikasi, dan Harmoni) dengan komponen, a) Pendekatan, b) Metode, c) Teknik, d) Tujuan, e) Media, f) Evaluasi, g) Pengayaan, dan h) Remidial. Perbedaan dengan penelitian ini yaitu penelitian ini lebih berfokus pada kurikulum pendidikan agama Islam yang diterapkan di MBI Amanatul Ummah. Pelaksanaannya dan evaluasi kurikulum pendidikan agama Islam.

Kedua, penelitia yang dilakukan Herry Widiastomo yang berjudul

Pengembangan kurikulum sekolah bertaraf internasional, penelitian ini berisi

penjelasan mengenai kurikulum sekolah bertaraf internasional yang merupakan respon dari berlakunya UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Tindak lanjut dari pemerintah berkenaan dengan berlakunya peraturan ini yaitu dengan membentuk rintisan sekolah bertaraf internasional. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu : Pertama, kurikulum SBI merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) yang diperkaya

dengan mangacu pada kurikulum salah satu negara anggota Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) dan/atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan sehingga memiliki daya saing di forum internasional. Kedua, pengayaan dapat dilaksanakan melalui : Adaptasi, yaitu penyesuaian kompetensi/unsur-unsur tertentu yang sudah ada dalam SKL/SI dengan mengacu SKL/SI atau istilah lain yang sejenis pada salah satu negara anggota OECD dan/atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan; dan Adopsi, yaitu penambahan kompetensi/unsur-unsur tertentu yang belum ada dalam SKL/SI dengan mengacu SKL/SI atau istilah lain yang sejenis pada salah satu negara anggota OECD dan/atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan.18 Yang membedakan dengan penelitian ini adalah dalam penelitian ini lebih mengarah pada realita penerapan kurikulum bertaraf internasional di MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.

Ketiga , penelitian yang dilakukan Choirul Anam yang berjudul Modernisasi Pendidikan Pesantren(studi Multisitus di Madrasah Bertara Internasional Amanatul Ummah Mojokerto dan Pesantren Daarul Lughoh al Karomah Probolinggo). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa MBI Amanatul Ummah

menerapkan cara kerja sistematis. Kesatuan system dalam pendidikan yang diterapkan Nampak pada keberadaan unit pendidikan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Adapun dalam pesantre Daarul Lughoh wal Karomah system

18 Herry Widyastono, Pengembangan Kurikulum Bertaraf Internasional, dalam Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 16, Nomor 3 Mei 2010, hlm. 275

pendidikan yang diterapkan terdapat dua pengelompokan yakni pondok/non klasikal dan madrasah/klasikal. 2) bentuk modernisasi yang dilakukan oleh MBI Amanatul Ummah Mojokerto adalah modernisasi pada aspek fungsional pondok pesantren. Adapun di Pesantren Daarul Lughoh wal Karomah modernisasi pada aspek kelembagaan dan organisasi, yaitu dari kepemimpinan individu (kiai) kepada system kepemimipinan kolektif dengan pembagian kerja yang jelas. 3). Dampak modernisasi yang di lembaga Madrasah Bertaraf Internasional Amanatul Ummah Mojokerto dan juga Daarul Lughoh wal Karomah adalah : pertama pesantren tersebut berkembang semakin maju karena dapat mengikuti irama perkembangan zaman. Kedua peran kedua pesantren tersebut dalam pengembangan agama Islam bagi masyarakat sekitar semakin menunjukan hal positif. Ketiga proses pembelajaran semakin tertib karena telah tersusun manajemen organisasi dengan baik. Perbedaan dengan penelitian ini yaitu lebih berfokus pada implementasi kurikulum pendidikan agama Islam, konsep kurikulum serta evaluasi kurikulum PAI nya.

Untuk lebih jelasnya dalam orisinalitas penelitian di atas dapat dibuat tabel dibawah ini :

Tabel 1.1 Orisinalitas Penelitian

N o.

Nama Peneliti, Judul Penelitian

Persamaan Perbedaan Orisinalitas penelitian 1. Rahmad, Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berwawasan multikultural: Studi Multisitus di Madrasah Meneliti di Amanatul Ummah mengenai pendidikan agama Islam Implementasi kurikulum Pendidikan Agama Islam, studi kasus

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ; 1) Konsep pembelajaran PAI berwawasan multikultural berorientasi kepada mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan keadilan bagi seluruh Bangsa

Aliyah dan Sekolah Menengah Atas Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Indonesia dengan karakteristik a) Memberi teladan, b) Bekerjasama, c) Menjaga kepercayaan, d) Saling menghargai, e) Hukuman yang humanasi, f) No Bullying, dan g) Bertanggungjawab, 2) Strategi pembelajaran PAI berwawasan multikultural memanfaatkan strategi ketat dalam proses dan bertanggungjawab dalam hasil dengan klasifikasi, a) Strategi Intrakurikuler (Strategi pembelajaran), b) Strategi penguatan ekstrakurikuler (Strategi peminatan), dan c) Strategi kokurikuler (Strategi pemerosesan), 3) Model

pembelajaran PAI

berwawasan multikultural AMANAH (Apersepsi, Musyawarah, Apel, Ngaji, Aplikasi, dan Harmoni) dengan komponen, a) Pendekatan, b) Metode, c) Teknik, d) Tujuan, e) Media, f) Evaluasi, g) Pengayaan, dan h) Remidial. 2. Herry Widyastono, Pengembangan kurikulum sekolah bertaraf internasional, Kurikulum sekolah bertara Internasional s Studi Literatur

Penelitian ini berisi penjelasan mengenai kurikulum sekolah bertaraf Internasioanal yang mrupakan respon dari berlakunya UU no 20 Tahun 2003 tentang

system pendidikan

nasionaldan PP nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Tindak lanjut dari pemerintah berkenaan

peraturan ini yaitu dengan membentuk rintisan seklah bertaraf internasional 3. Choirul Anam, Modernisasi Pendidikan Pesantren(studi Multisitus di Madrasah Bertara Internasional Amanatul Ummah Mojokerto dan Pesantren Daarul Lughoh al Karomah Probolinggo). Penelitian ini dilakukan pada tahun 2018 Lokasi penelitian salah satunya di MBI Amanatul Ummah Implementasi kurikulum PAI

penelitian ini menunjukan bahwa MBI Amanatul Ummah menerapkan cara kerja sistematis. Kesatuan system dalam pendidikan yang diterapkan Nampak pada keberadaan unit pendidikan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Adapun dalam pesantre Daarul Lughoh wal Karomah system

pendidikan yang

diterapkan terdapat dua pengelompokan yakni pondok/non klasikal dan madrasah/klasikal. 2) bentuk modernisasi yang dilakukan oleh MBI

Amanatul Ummah

Mojokerto adalah

modernisasi pada aspek

fungsional pondok

pesantren. Adapun di Pesantren Daarul Lughoh wal Karomah modernisasi pada aspek kelembagaan dan organisasi, yaitu dari kepemimpinan individu (kiai) kepada system kepemimipinan kolektif dengan pembagian kerja yang jelas. 3). Dampak modernisasi yang di

lembaga Madrasah

Bertaraf Internasional

Amanatul Ummah

Mojokerto dan juga Daarul Lughoh wal Karomah adalah : pertama pesantren tersebut berkembang semakin maju karena dapat

perkembangan zaman. Kedua peran kedua pesantren tersebut dalam pengembangan agama Islam bagi masyarakat

sekitar semakin

menunjukan hal positif.

Ketiga proses

pembelajaran semakin tertib karena telah tersusun manajemen organisasi dengan baik.

Fokus penelitian ini diarahkan pada implementasi kurikulum PAI di Amanatul Ummah yang belum diteliti, padahal lembaga ini sudah secara kualitas lulusan sudah terbukti dengan baik. Oleh karena itu penelitian mengenai implementasi kurikulum PAI di MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto sangat relevan dan perlu dilakukan mengingat lembaga ini merupakan salah satu rujukan lembaga seklah lain yang ingin mengembangkan kurikulumnya.