III.3 Hasil dan Analisis Capaian Kinerja yang Telah Dicapai serta Kendala dan Tindak Lanjut Berdasarkan Indikator Kinerja dalam Output
III.3.2. Output II : Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Industri
a) Hasil Yang Telah Dicapai :
Pagu Anggaran untuk output II sebesar Rp
.
195.680.000 dengan realisasi keuangan sampai dengan Triwulan II sebesar Rp. 0 (0%) dan realisasi fisik 17,46%.b) Analisis Capaian Kinerja :
Sasaran keuangan untuk Triwulan II adalah 39,13% dengan realisasi 0%. Hal ini disebabkan karena belum ada belanja yang terealisasikan. Sedangkan sasaran fisik yang ditargetkan 20,32% baru tercapai realisasi fisik sebesar 17,46%. Hal ini
disebabkan kegiatan fisik yang dilaksanakan adalah kegiatan yang tidak memerlukan anggaran seperti melakukan pendataan judul litbang yang akan diusulkan pada Diseminasi tahun 2017, penyuntingan naskah untuk arena tekstil Vol. 32 serta pembuatan lay out naskah yang akan diterbitkan.
c) Kendala :
Pada Triwulan II ini untuk kegiatan Diseminasi Litbang dan Business Gathering diperkirakan baru dapat dilaksanakan pada bulan Agustus 2017, sedangkan untuk kegiatan Arena Tekstil masih dilakukan proses pengumpulan KTI.
d) Tindak Lanjut :
Tindak lanjut yang diperlukan adalah melakukan koordinasi dan diskusi yang lebih intensif dengan fungsional peneliti untuk perencanaan Diseminasi Litbang dan Business Gathering serta mengingatkan mereka untuk mengumpulkan KTI..
III.3.3. Output III : Jasa Teknis Industri. a) Hasil Yang Telah Dicapai :
Pagu Anggaran untuk output III sebesar Rp. 1.289.056.000 dengan realisasi keuangan sampai dengan Triwulan II sebesar Rp. 532.637.000(41,32%) dan realisasi fisik 48,60%. Realisasi fisik ini meliputi kegiatan pelaksanaan layanan jasa teknis hingga bulan Juni 2017. Realisasi PNBP sampai dengan Triwulan II tahun 2017 sebesar Rp. 2.079.683.286 (41,59%) dari target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp. 5.000.000.000.
b) Analisis Capaian Kinerja :
Realisasi keuangan 41,32% dari sasaran keuangan yang direncanakan yaitu 44,78%, sedangkan sasaran fisik yang ditargetkan adalah 51,06% dengan realisasi fisik sebesar 48,60%. Realisasi fisik sudah lebih besar daripada realisasi keuangan, hal ini dikarenakan ada beberapa kegiatan fisik
yang dilaksanakan tidak tergantung pada anggaran, seperti melakukan relayout display untuk ruangan showroom dan penataan tempat - tempat (spot) kunjungan wisata tekstil, serta persiapan kerjasama layanan konsultansi konservasi energi dengan pihak Mitsubishi. Selain itu, realisasi keuangan kegiatan layanan jasa teknis ini masih menunggu optimalisasi dari penerimaan PNBP.
c) Kendala :
Pada Triwulan II ini kendala yang dihadapi adalah masih belum tersedianya bahan kimia dan peralatan pengujian formaldehid, koordinasi antar Seksi pendukung program wisata tekstil masih kurang optimal, masih terdapat ketidaksesuaian yang harus segera diperbaiki pada layanan Sertifikasi Sistem Mutu serta adanya keterlambatan penerbitan sertifikat SNI wajib karena klien belum menerima surat registrasi dari Kementerian Perindustrian.
d) Tindak Lanjut :
Tindak lanjut yang diperlukan adalah menyelesaikan tindaklanjut ketidaksesuaian hasil audit KAN untuk Sistem Mutu sesegera mungkin, mengadakan rapat tim wisata tekstil, serta melakukan koordinasi dengan bagian pengadaan untuk pengadaan bahan kimia dan peralatan pengujian formaldehid.
III.3.4. Output IV : Pengembangan Kelembagaan Balai Besar. a) Hasil Yang Telah Dicapai :
Pagu Anggaran untuk output IV sebesar Rp. 664.600.000 dengan realisasi keuangan sampai dengan Triwulan II sebesar Rp. 230.702.000 (35,79%), sedangkan realisasi fisiknya adalah 44,44%.
b) Analisis Capaian Kinerja :
Sasaran keuangan untuk Triwulan II adalah 41,50% dengan realisasi 35,79%. Hal ini disebabkan karena belanja bahan dan jasa masih belum terealisasi seluruhnya sedangkan
belanja lainnya seperti SPPD sebagian telah terealisasi dan sebagian masih dalam proses SP2D. Sedangkan sasaran fisik yang ditargetkan 48,85% baru tercapai realisasi fisik sebesar 44,44%. Hal ini disebabkan masih adanya beberapa kegiatan fisik yang belum berjalan secara optimal dikarenakan beberapa kendala.
c) Kendala :
Pada Triwulan II ini kendala yang dihadapi adalah responden tidak seluruhnya memberikan feedback atau mengembalikan kuesioner yang telah diisi, dokumen mutu belum sepenuhnya lengkap dan direvisi, tidak ada data terkait waktu kerja untuk parameter uji yang jarang / tidak dikerjakan karena ketiadaan Work Order (WO), perlu adanya penyederhanaan prosedur sehingga tidak berbelit-belit, serta sosialisasi Zona Integritas belum dilaksanakan.
d) Tindak Lanjut :
Tindak lanjut yang diperlukan adalah melakukan follow up terkait kuesioner yang telah disebarkan ke responden, melaksanakan metode baru yang lebih efektif dan efisien dengan berkoordinasi bersama tim teknis untuk kegiatan pengembangan pasar layanan jasa teknis, memberikan target pengumpulan dokumen mutu yang telah direvisi, melanjutkan pengumpulan data parameter uji, serta merencanakan sosialisasi Zona Integritas dan peninjauan ulang Sistem Operasional Prosedur (SOP).
III.3.5. Output V : Layanan Internal (Overhead). a) Hasil Yang Telah Dicapai :
Pagu Anggaran untuk output V sebesar Rp. 1.415.911.000 dengan realisasi keuangan sampai dengan Triwulan II sebesar Rp. 432.560.000 (30,55%), sedangkan realisasi fisiknya adalah 49,65%.
b) Analisis Capaian Kinerja :
Sasaran keuangan untuk Triwulan II adalah 32,47% dengan realisasi 30,55%. Hal ini disebabkan karena belanja bahan dan jasa masih belum terealisasi seluruhnya sedangkan belanja lainnya seperti SPPD sebagian telah terealisasi dan sebagian masih dalam proses SP2D. Sedangkan sasaran fisik yang ditargetkan 50,48% baru tercapai realisasi fisik sebesar 49,65%. Hal ini disebabkan masih adanya beberapa kegiatan fisik yang belum berjalan secara optimal dikarenakan beberapa kendala.
c) Kendala :
Pada Triwulan II ini kendala yang dihadapi adalah masih terdapat selisih penerimaan dikarenakan belum terposting pada sistem KPPN dan terhambat data transfer persediaan bulan Mei.
d) Tindak Lanjut :
Tindak lanjut yang diperlukan adalah melakukan pemeriksaan data penerimaan dan berkoordinasi dengan KPPN.
III.3.6. Output VI : Layanan Perkantoran. a) Hasil Yang Telah Dicapai :
Pagu Anggaran untuk output VI sebesar Rp. 18.149.217.000 dengan realisasi keuangan sampai dengan Triwulan II sebesar Rp. 7.459.328.000 (41,10%), sedangkan realisasi fisiknya adalah 50,00% yang meliputi pembayaran rutin gaji, tunjangan, Uang Makan dan operasional perkantoran seperti listrik, telepon, dan beberapa pemeliharaan yang sedang dalam proses pengadaan.
b) Analisis Capaian Kinerja :
Realisasi keuangan 41,10% belum mencapai sasaran yang direncanakan yaitu 48,82%. Sedangkan untuk sasaran fisik yang ditargetkan 50,00% telah mencapai realisasi fisik sebesar 50,00%.
c) Kendala :
Kendala yang dihadapi adalah beberapa realisasi pengadaan masih menunggu proses administrasi keuangan.
d) Tindak Lanjut :
Tindak lanjut yang perlu dilakukan adalah mempercepat administrasi keuangan untuk pengadaan.