• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 11 DEPARTEMEN FISIKA

11.13 P ROGRAM S TUDI D OKTOR F ISIKA

Nama Program Studi : Doktor Fisika

Ijin Penyelenggaraan : SK Kemenristek-Dikti No. 69/KPT/I/2016, tanggal 3 Februari 2016. Status Akreditasi : B, berlaku sampai dengan 24 Mei 2027

3874/SK/BAN-PT/Ak-PPJ/D/VI/2022

11.13.2 Latar Belakang

Tidak dapat dipungkiri bahwa fisika merupakan salah satu ilmu dasar yang berperan sangat penting dalam perkembangan sains dan teknologi modern. Ketika ilmu-ilmu modern berkembang dan menjadi semakin terspesialisasi, fisika memainkan peran penting dalam bidang ilmu yang memiliki cabang di mana hukum alam dan pengukuran sistem fisis mendapat penekanan khusus.

Oleh karena sangat luasnya pokok bahasan dalam fisika, maka fisikawan secara umum mengklasifikasikannya menjadi dua kelompok, yaitu fisika murni (pure physics) dan fisika terapan (applied physics). Kelompok fisika murni berorientasi pada pengembangan basic-knowledge dari ilmu fisika itu sendiri. Sedangkan fisika terapan berorientasi pada penggunaan prinsip-prinsip dan metode-metode ilmu fisika untuk mengembangkan teknologi baru atau memecahkan masalah keteknikan.

Seiring dengan perkembangan iptek di berbagai bidang secara menyeluruh, kajian iptek fisika juga telah berkembang sedemikian cepat dan luas, baik pada aspek teori maupun aplikasinya.

Sehingga kompetensi dan profesionalisme fisikawan perlu untuk ditingkatkan agar selalu sesui dengan tuntutan iptek terkini serta prospek perkembangannya di masa depan. Untuk itu pelaksanaan pendidikan fisika lanjutan yang berorientasi pada kegiatan riset sangat diperlukan.

Dengan latar belakang tersebut dan dengan dasar hukum SK Kemenristek-Dikti No.69/KPT/I/2016, maka pada tahun 2016 Universitas Brawijaya (UB) melalui Fakultas MIPA secara resmi membuka Program Studi Doktor Fisika (PSDF). Salah satu tujuan dibukanya PSDF adalah untuk menghasilkan SDM sebagai pendidik dan/atau peneliti profesional di dalam bidang ilmu fisika dan/atau terapannya melalui kegiatan riset dan pengembangan. Mengingat program studi sejenis juga telah ada/dibuka di beberapa perguruan tinggi lain di Indonesia, maka PSDF mengkhususkan diri pada fokus kajian riset dan pengembangan ilmu fisika di bidang medis dan energi baru-terbarukan yang berwawasan lingkungan. Fokus riset yang dipilih ini sejalan dengan visi-misi dari Departemen Fisika FMIPA-UB dan sekaligus merupakan bidang keahlian utama dari sebagian besar dosennya. Penelitian dan pengembangan ilmu yang berbasis track-record kelompok-kelompok bidang kajian akan menjadi pendukung utama proses pendidikan dan penelitian di PSDF.

Meskipun usia PSDF relatif masih muda, namun dengan pengalaman riset dan publikasi yang

telah dilakukan oleh dosen-dosen pengampunya, serta ditopang dengan ketercukupan sarana dan

prasarana yang dimiliki, maka PSDF UB telah siap mencetak doktor-doktor baru dalam bidang

fisika dan/atau terapannya yang memenuhi kebutuhan SDM level-9 KKNI. PSDF diharapkan

dapat menyumbangkan pendekatan-pendekatan baru dalam bidang fisika khususnya untuk terapan

medis atau energi baru-terbarukan yang berwawasan lingkungan, sehingga dapat memperkaya

khasanah ipteks baik pada skala lokal maupun global. PSDF juga diharapkan mampu menjawab

tantangan iptek fisika di masyarakat pada masa kini dan masa depan dengan melaksanakan tugas,

fungsi dan peran sebaik-baiknya. Kekuatan PSDF dapat dilihat dari jumlah publikasi ilmiah

internasional bereputasi, paten dan HKI lainnya, serta kerjasama nasional/internasional. Kerjasama

penelitian di tingkat internasional yang sedang aktif berjalan di antaranya dengan Shibaura Institute

of Technology (Tokyo, Jepang), University of Hawai, USAID-USGS, Prime Norwegia, dan Metiers

ParisTech (Perancis).

PEDOMAN PENDIDIKAN FMIPA UB TA 2022/2023

11.13.3 Visi dan Misi

Visi

Menjadi sebuah program studi doktor fisika bertaraf internasional, yang unggul dalam pengembangan iptek medis serta eksplorasi dan efisiensi energi baru-terbarukan yang berwawasan lingkungan.

Misi

1) Membangkitkan kekuatan moral dan kesadaran tentang keberadaan penciptaan alam oleh Tuhan Yang Maha Esa melalui pembelajaran sains fisika.

2) Menyelenggarakan program pendidikan doktor bertaraf internasional untuk menghasilkan SDM yang mampu mengembangkan ilmu fisika dan terapannya di bidang medis atau energi baru-terbarukan, serta mampu memecahkan masalah terkait melalui pendekatan inter-, multi- dan transdisipliner.

3) Melakukan penelitian terkait ilmu fisika dan/atau terapannya dalam rangka mengembangkan metode baru dan/atau menghasilkan karya teknologi baru khususnya dalam bidang medis atau energi baru-terbarukan yang berwawasan lingkungan.

4) Berperan aktif dalam penyebarluasan iptek fisika yang terkait dengan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan melalui publikasi ilmiah pada seminar dan jurnal internasional serta program pengabdian kepada masyarakat.

Tujuan

1)

Menghasilkan SDM berkualifikasi doktor dalam bidang fisika, yang menguasai teori dan falsafah ilmu fisika secara mendalam untuk tujuan pendidikan, penelitian maupun aplikasinya di berbagai bidang yang relevan dan sesuai dengan fokus bidang kajiannya.

2)

Menghasilkan temuan teori atau metode baru yang orisinil dan teruji dan/atau mengasilkan karya teknologi baru berdasarkan teori dan falsafah sains fisika untuk dapat diterapkan di bidang medis atau energi baru-terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat.

3)

Menghasilkan publikasi ilmiah dalam seminar dan jurnal internasional, paten, serta jenis HKI lainnya serta melakukan upaya-upaya untuk menerapkan hasil-hasil penelitian di masyarakat secara langsung melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM) dan layanan kepakaran.

11.13.4 Fokus Bidang Kajian Riset

Ilmu Fisika mempunyai bidang kajian riset yang sangat luas, sehingga PSDF dituntut untuk memfokuskan diri pada bidang kajian riset tertentu agar kegiatan risetnya dapat lebih efektif.

Merujuk pada visi-misi yang telah ditetapkan, dan dengan memertimbangkan sumber daya yang ada di Departemen Fisika Fakultas MIPA UB, maka PSDF menitik beratkan bidangan kajian risetnya pada dua fokus kajian utama, yaitu:

(1). Kajian riset fisika untuk pengembangan iptek medis, dan

(2). Kajian riset fisika untuk eksplorasi energi baru-terbarukan dan mitigasi lingkungan.

Selanjutnya, PSDF mengembangkan 5-kelompok bidang minat (konsentrasi) keilmuan. Ke-5 bidang minat tersebut bersinergi satu dengan lainnya untuk mengerjakan riset yang berfokus pada dua bidang kajian utama tersebut. Ke-5 bidang minat itu adalah:

1) Fisika Medis dan Biofisika (FMB), mengkaji teori dan aplikasi sains fisika untuk

menjawab beberapa persoalan di bidang medis dan agrokompleks. Topik-topik kajian

PEDOMAN PENDIDIKAN FMIPA UB TA 2022/2023

riset bidang minat ini antara lain: Karakterisasi kelistrikan sel, jaringan sel dan lingkungan sel; Identifikasi jenis dan kandungan radikal bebas pada jaringan sel dan bahan makanan; Fisika radiologi, radioterapi, dan metode pencitraan medis.

2) Sistem dan Material Maju (SMM), mengkaji teori dan aplikasi sains fisika dalam

desain dan rekayasa bahan fungsional baru yang lebih berdaya guna, juga mengkaji peran sistem dan material cerdas (smart material) di bidang medis dan green energy. Topik-topik kajian riset bidang minat ini antara lain: pengembangan teknologi material biosensor; pengembangan piranti/device pada ranah MEMS (micro-electro mechanical

system); Pengembangan material dengan properti, karakteristik dan perilaku yang

dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal, terutama untuk kepentingan industri kesehatan.

3) Geofisika dan Mitigasi Lingkungan (GML), mengkaji implementasi ilmu dan

metode dalam geofisika untuk menemukan sumber-sumber energi baru dalam bumi yang belum tergali dengan berwawasan lingkungan, juga mengkaji cara penanggulangan bencana alam berdasarkan prinsip-prinsip ilmu geofisika. Topik- topik riset bidang ini antara lain: Pengembangan metode untuk identifikasi dan eksplorasi energi geothermal, eksplorasi bahan tambang secara lebih efisien; Identifikasi, mitigasi dan

penanggulangan bencana alam berdasarkan prinsip-prinsip ilmu geofisika secara lebih efektif dan efisien.

4) Sains Pengukuran dan Instrumentasi (SPI), mengkaji pengembangan metode

pengukuran dan sistem instrumentasi (hardware dan software) untuk memberikan solusi bagi ketersediaan sistem instrumentasi baru yang lebih berdaya guna, khususnya untuk keperluan medis, pengukuran lingkungan, serta dalam efiseinsi energi. Topik riset bidang ini antara lain: Pengembangan sistem sensor modern untuk keperluan medis dan

lingkungan; Pengembangan metode pengukuran dan sistem instrumentasi medis, sistem pengukuran dan instrumentasi geofisika, dan sistem instrumentasi untuk efisiensi energi.

5) Energi Baru-Terbarukan (EBT), mengkaji peran ilmu fisika dalam eksplorasi dan

penyediaan energi baru-terbarukan (non-fosil), di antaranya energi biomassa, solar, angin. Kajian ini disusun dengan pemahaman bahwa aspek penyediaan energi yang berkelanjutan haruslah memberikan jaminan pada keberlanjutan lingkungan yang sehat.

Topik riset bidang ini antara lain: Pengkajian pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan serta identifikasi dampaknya pada kesehatan; Pengkajian energi solar, angin, air, dll.

11.13.5 Profil dan Kompetensi Lulusan

Profil lulusan dideskripsikan melalui Tujuan Pembelajaran Prodi (TPP) atau Program Educational

Objectives (PEO), yang disusun dengan mematuhi KKNI level-9, berdasarkan pada visi-misi PSDF,

serta memperhatikan capaian pembelajaran program doktor fisika yang telah dirumuskan oleh HFI/PSI (Himpinan Fisikawan Indonesia/Physical Society of Indonesia). TPP atau PEO dari PSDF adalah menghasilkan sumberdaya manusia sebagai pendidik dan/atau peneliti profesional

di bidang fisika dan/atau terapannya dengan kualifikasi sebagai berikut:

[TPP-1]. Mampu mengembangkan iptek baru dalam bidang fisika dan/atau terapannya melalui kegiatan riset, untuk menghasilkan karya kreatif, inovatif, original, dan teruji. [KKNI-L9.1].

[TPP-2]. Mampu memecahkan permasalahan iptek dalam bidang fisika dan/atau terapannya melalui pendekatan inter, multi, dan transdisipliner. [KKNI-L9.2].

[TPP-3]. Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan riset yang bermanfaat bagi ilmu

pengetahuan dan kemaslahatan umat manusia, serta mendapat pengakuan nasional dan

internasional. [KKNI-L9.3].