II.4 Batuan Metamorf
2. PALIMSET / SISA / RELIK
Tekstur asli dari batuan asal masih sangat terlihat / tersisa, digunakan awalan BLASTO untuk penamaannya.
- Blasto Ofitik ; bila batuan asal mempunyai tekstur ofitik
- Blasto porifik : mempunyai tekstur porifik
- Blasto psefitik ; bila batuan asal batuan sediment klastik berubaha menjadi pebble.
- Blasto psamatik : batuan asal sediment berukuran pasir
- Blasto pelitik : batuan sediment klastik berukuran lempung.
Peraga batuan metamorf yang tersedia untuk praktikum sudah tidak dapat lagi diamati tekstur dan batuan asalnya, termasuk kristaloblastik.
Mineral Metamorphic
Mineral Metamorphic . yang membentuk hanya di tekanan dan temperatur yang tinggi dihubungkan dengan proses metamorphism. Mineral ini, mengenal sebagai mineral index, meliputi sillimanite, kianit, staurolite, andalusite, dan beberapa akik merah tua.
Mineral lain, seperti olivines, pyroxenes, amphiboles, mika, feldspars, dan kwarsa, mungkin (adalah) ditemukan di (dalam) batu karang metamorphic, tetapi tidaklah perlu hasil dari proses metamorphism. Mineral ini membentuk sepanjang kristalisasi batuan beku gunung berapi. Mereka kukuh stabil pada temperatur tinggi dan tekanan dan boleh tetap (sebagai) secara kimiawi tanpa perubahan sepanjang proses yang metamorphic [itu]. Bagaimanapun, semua mineral kukuh stabil hanya di dalam batas tertentu, dan kehadiran beberapa mineral di (dalam) batu karang metamorphic menandai (adanya) mendekati temperatur dan tekanan di mana mereka dibentuk.
Perubahan dalam partikel nsur/butir ukuran dari mengayun-ayun sepanjang proses
metamorphism disebut kristalisasi ulang. Sebagai contoh, kristal kalsit yang kecil di (dalam) sedimentary batu karang batu gamping berubah jadi kristal lebih besar di (dalam) batu karang pualam yang metamorphic, atau di (dalam) batupasir berubah bentuk, recrystallisasi
[menyangkut] butir pasir kwarsa yang asli mengakibatkan kwarsit [yang] sangat ringkas, di mana sering kristal lebih besar disambungkan. Kedua-Duanya tekanan dan temperatur tinggi berperan untuk kristalisasi ulang. Temperatur tinggi mengijinkan ion dan atom di (dalam) kristal padat untuk berpindah tempat, begitu menyusun kembali kristal, [selagi/sedang] tekanan tinggi menyebabkan solusi [menyangkut] kristal di dalam batu karang pada titik kontak mereka.
Di dalam batu karang metamorphic disebut foliation ( yang diperoleh dari kata Latin Folia, maksud/arti " daun-daun"), dan [itu] terjadi ketika suatu batu karang sedang dimampatkan dari [satu/ orang] arah [bagi/kepada] suatu recrystallizing batu karang. Penyebab ini [adalah] platy atau memperpanjang kristal mineral, seperti khlorit dan mika, untuk tumbuh dengan mereka merindukan kampak yang tegaklurus kepada arah dari kekuatan. Ini mengakibatkan suatu menjilid, atau foliated, batu karang, dengan rombongan yang mempertunjukkan warna dari mineral yang membentuk [mereka/nya].
Tenunan dipisahkan ke dalam kategori non-foliated dan foliated. Batu karang Foliated adalah suatu produk diferensial menekan itu mengubah bentuk batu karang di (dalam) [satu/ orang] wahana, kadang-kadang menciptakan suatu wahana perpecahan: sebagai contoh, batu tulis adalah suatu batu karang metamorphic foliated, memulai dari serpihan batu. Batu karang Non-foliated tidak mempunyai planar pola teladan tekanan.
Ayun-Ayun itu diperlakukan ke seragam memaksa dari semua sisi, atau yang kekurangan mineral dengan kebiasaan pertumbuhan membedakan, tidak akan foliated. Batu tulis adalah suatu contoh suatu batu karang [yang] metamorphic foliated, [selagi/sedang] phyllite kasar, batu tulis lebih kasar, dan batu gneiss (kasar berbentuk granit) yang sangat berbutir kasar. Pualam biasanya tidak foliated, yang (mana) mengijinkan penggunaannya sebagai material untuk memahat dan arsitektur.
Mekanisme metamorphism [yang] penting yang lain adalah sebagai reaksi kimia yang terjadi antar[a] mineral tanpa [mereka/nya] meleleh. Di (dalam) atom proses ditukar antar[a]
mineral, dan begitu mineral baru dibentuk. Banyak high-temperature reaksi kompleks boleh berlangsung, dan masing-masing kumpulan mineral yang diproduksi menyediakan
[kita/kami] dengan suatu tanda/ kunci rahasia menyangkut temperatur dan tekanan pada ketika metamorphism.
Metasomatism menjadi yang drastis perubahan dalam komposisi kimia curah suatu batu karang yang sering terjadi sepanjang proses metamorphism. Adalah dalam kaitan dengan pengenalan tentang bahan-kimia dari lainnya melingkupi mengayun-ayun. Air boleh mengangkut bahan-kimia ini [yang] dengan cepat (di) atas jarak agung. Oleh karena peran yang dimainkan dengan kapal, batu karang metamorphic [yang] biasanya berisi banyak unsur-unsur yang tidak ada dari batu karang yang asli, dan kekurangan beberapa yang (mana) mula-mula menyajikan. Meski demikian, pengenalan tentang bahan-kimia baru bukanlah (yang) penting bagi kristalisasi ulang untuk terjadi.
Contoh contoh batuan foliasi
Genesa : terbentuk karena proses metamorphism
Warna : abu abu
Kegunaan :
Schist
Genesa : terbentuk karena proses metamorphism
Warna : cokelat
Kegunaan :
Gneiss
Genesa : batuan metamorf yang memiliki foliasi yang paling tidak beraturan
Kegunaan :
Slate
Genesa : batuan metamorf yang memiliki foliasi yang paling beraturan
Warna : abu abu
Kegunaan :
Batuan Metamorf non foliasi
Struktur non foliasi merupakan struktur yang tidak memperlihatkan adanya penjajaran mineral penyusun batuan metamorf. Struktur ini terdiri atas :
- Struktur Hornfelsik - Struktur Milonitik - Struktur Kataklastik - Struktur Flaser - Struktur Pilonitik - Struktur Augen
- Struktur Granulosa - Struktur Liniasi
Contoh
Marmer
Genesa : batuan metamorf yang terdiri dari butiran kalsit berukuran kasar. Jika batuan asalnya adalah dolomit, namanya menjadi marmer dolomit.
Warna : abu abu
Kegunaan : sebagai keramik
Kuarsit
Warna : putih, prismatic
Kegunaan :
Hornfles
Genesa : ialah batuan metamorf yang terdiri dari hornblende dan feldspar
Warna : hitam bening
Kegunaan :
Hornfles pyroxene
Genesa : ialah batuan metamorf yang terdiri dari hornblende dan flespar serta pyroxene
Wana : abu abu
Hornfles Andalusite
Genesa : ialah batuan metamorf yang terdiri dari hornblende dan flespar serta andalusite
Warna : kuning
BAB V
PENUTUP
Alhamdulilah, makalah saya yang berjudul Tugas Petrologi selesai dengan baik berkat rahmat tuhan yang maha esa dan dukungan dari teman serta asisten dosen saya.
Karya tulis ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis berharap agar adanya masukan dari para mahasiswa atau dosen sekalian, terimakasih
Penulis
5.1. Kesimpulan
• batuan terdiri dari batuan beku, sediment serta metamorf • batuan dapat digunakan sebagai bahan dasar kimia 5.2. Saran, pesan dan kesan
Praktikan menggunakan bantuan Lup dalam menganalisa batuan beku secara megaskopis, karena beberapa mineral penyusun batuan ada kemiripan fisik yang sulit diamati dengan mata telanjang.
Kesannya praktikum ini paling asik, kita jadi bisa mengenali berbagai jenis bentuk batuan :D
Daftar pustaka www.google.co.id www.wikipedia.co.id www.gallery.com www.minerals.net http://suaragea.com/2009/05/08/batuan-metamorf/comment-page-1/