• Tidak ada hasil yang ditemukan

PAN (ATHARI GAUTHI ARDI): Terima kasih Pimpinan

Dalam dokumen DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (Halaman 35-62)

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Bapak Wakil Ketua DPR RI, Bapak Rahmat Gobel,

yang saya hormati Pimpinan, Wakil Pimpinan, beserta seluruh Rekan-rekan Anggota Komisi V yang dirahmati oleh Allah,

Wabil khusus kepada seluruh Kementerian yang hadir ada Kementerian Perhubungan beserta seluruh jajarannya,

Kementerian PUPR beserta seluruh jajarannya,

Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi beserta seluruh jajarannya.

Pimpinan dan seluruh Rekan-rekan Komisi V, kepada Pak Menteri di sini saya ucapkan selamat sekali lagi atas pencapaiannya mendapat predikat WTP atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2019 yang lalu. Semoga pada tahun 2020 ini ketiga kementerian ini kembali mendapatkan apresiasi dan predikat yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Di sini saya ingin fokus kepada beberapa kementerian.

Yang pertama Bapak Abdul Halim Iskandar, Bapak Menteri Desa PDT dan Transmigrasi untuk Realisasi APBN 2020 sampai dengan bulan Agustus. Saya tidak bisa berkomentar banyak pak, di sini saya hanya ingin menyoroti. Saya melihat flekibilitas yang dipergunakan untuk melaksanakan program-program yang bersifat pemberdayaan masyarakat guna membantu meringankan beban rakyat di tengah pandemi ini.

Tidak terlihat ya menurut saya. Memang dari pemaparan tadi ditampilkan terlihat adanya realisasi fisik dari tiap kegiatan di tiap-tiap Eselon I. Namun gambaran tersebut menurut saya sangat global, tidak ada rincian atau lebih spesifik tentang kegiatan yang dapat diakses dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kami Anggota Komisi V di sini menyadari bahwa minimnya anggaran yang diterima oleh Kementerian Desa PDTT membuat semua harapan yang digantungkan kepada kementerian ini tidak terealisasikan secara maksimal. Untuk ke depannya saya harap Pak Menteri kita sama-sama bangun komitmen kemitraan antara Komisi V dengan Kementerian Desa PDTT yang lebih harmonis, lebih bersinergi dan lebih akomodatif. Karena di sini kami wakil rakyatnya yang ditodong sama rakyat itu kami. Jadi mohon kerja sama yang baik antara Kementerian Desa dan seluruh Anggota Komisi V yang hadir pada siang hari ini.

Saya yakin bahwa seluruh Anggota Komisi V sangat ingin agar Kementerian Desa dan PDTT bisa mendapatkan anggaran yang lebih selama komitmen itu kita pegang bersama.

Lalu Pak Basoeki beserta Pak Budi Karya Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan, saya ucapkan terima kasih atas segala upayanya di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini untuk Kementerian PUPR itu program-program padat karyanya sudah dapat kami rasakan Pak di Dapil kami masing-masing, terima kasih apresiasi yang sebesar-besarnya.

Lalu kepada Pak Budi Karya, Kementerian Perhubungan ini juga saya sangat apresiasi usahanya yang telah dilakukan atas koordinasinya selama penyebaran Covid-19 ini mengkhawatirkan kita. Kementerian Perhubungan di sini saya percaya memiliki peran yang sangat penting dalam penanganan pandemi ini. Karena regulasi dan peraturan yang diterbitkan harus berfokus

pada upaya pencegahan maksimal dan pelaksanaan protokol kesehatan di sentra-sentra kegiatan transportasi. Seperti contohnya di bandara, stasiun kereta api, terminal dan sebagainya.

Namun Pak Menteri di sini ada yang saya sayangkan, saya ingin memberikan masukan, ini saya dapat laporan banyak sekali dari rekan-rekan sesama Anggota. Lalu juga dari TA Komisi bahwa di salah satu penerbangan itu ada yang tidak menerapkan protokol Covid-19. Nah di sini kebijakan yang dibuat sudah bagus oleh Pak Menteri beserta jajarannya, namun pelaksanaannya di bawah mungkin perlu diperhatikan.

Di sini perjalanan tugas Pak Anggota kami dari Jakarta ke Makassar naik pesawat Batik Air yang harusnya kapasitas penumpang itu adalah 70%. Namun di sini kapasitasnya 100%, tidak diterapkan physical distancing sama sekali. Nah sekarang kita sama-sama tahu Covid-19 ini kasusnya sedang meningkat di Indonesia dan sangat mengkhawatirkan. Kami mohon Pak Menteri ini diberikan teguran. Karena kita tahu pemulihan ekonomi sangat penting tapi jangan sampai rakyat kami yang menerima akibatnya. Jadi mohon Pak Menteri ini disoroti harus ada physical distancing di pesawat, lalu protokol-protokol Covid-19 lainnya.

Mungkin itu saja sedikit banyaknya sekali lagi saya ucapkan kepada keberhasilan dari kementerian-kementerian ini dalam memperoleh WTP tahun 2019. Semoga tahun-tahun berikutnya sama dan terima kasih sekali lagi. Wabillaahittaufik walhidayah,

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT (LASARUS. S.Sos.,M.Si / F-PDIP): Terima kasih Bu Athari.

Silakan Pak Roberth Rouw.

Bersiap-siap Pak Bambang Suryadi. F-P.NASDEM (ROBERTH ROUW): Terima kasih.

Yang saya hormati Wakil Ketua DPR,

Yang saya hormati Pimpinan dan seluruh unsur Pimpinan Komisi V dan seluruh Anggota Komisi V yang saya banggakan,

Yang saya hormati mitra kita Pak Menteri PUPR,

Menteri Perhubungan dan Menteri Kemendes dan seluruh jajaran.

Yang pertama-tama, saya ajak kita semua tadi sudah disampaikan kita patut memberikan apresiasi kepada mitra kita yang telah meraih predikat opini WTP. Tapi ini menjadi catatan saya karena ini, ini berarti pengelolaan anggaran oleh mitra kita telah memenuhi standar akuntansi pemerintah dan pengelolaan anggaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang

berlaku. Namun opini WTP ini tidak dapat memotret kualitas alokasi anggaran, terutama dampaknya dari kegiatan yang dilakukan oleh kementerian.

Saya ingin sampaikan jangan sampai pemerintah dalam hal ini pemerintah dalam hal ini kementerian mitra kita ini selalu mengejar WTP dengan itu maka kualitas dari pada program-program ya ini tidak diperhatikan, ini yang penting.

Yang saya ingin kita semua untuk mari kita bersama-sama sebagai pengawasan kita harus bisa memberikan masukan atau kepada masyarakat sebagai wakil kita. Kita sebagai wakil rakyat agar setiap tahun penganggaran yang kita lakukan ini dengan program-program penganggaran itu dampaknya seperti apa di daerah-daerah kami?

Saya ingin ambil contoh seperti PUPR. Jalan-jalan Papua, Trans Papua seperti apa dampaknya dengan adanya jalan-jalan itu? Ya kita lihat kalau jalan Trans Papua Jayapura-Wamena itu berhasil, ya pasti terutama yang di pegunungan itu akan turun. Ini contoh seperti itu, itu dampaknya ya. Nah hal-hal ini yang mungkin perlu kita semua memberikan perhatian khusus pada itu.

Khusus kepada Kementerian Pedesaan. Ini saya ingin bahwa dampaknya dari anggaran desa ini ya. Ini dampak di daerah kami ini Kepala Desa banyak istrinya Pak Menteri. Iya jadi mungkin harus buat aturan Pak Menteri ada aturan supaya kalau ada Kepala Desa kawin lagi ketahuan dipecat. Harus ada aturannya karena ini dampaknya, seperti tadi saya bilang kan, dampak dari penganggaran kita. Kita berikan ini dengan maksud baik, tapi dampaknya ada negatifnya ya kan dan ini banyak sekali kejadian di daerah kita banyak sekali kejadian. Maka sudah harus dipikirkan bagaimana untuk menjaga itu agar tidak terjadi, ya harus ada aturan gitu.

Nah ini yang mungkin ingin saya sampaikan agar dampak dari pada anggaran yang kita keluarkan semua ini untuk kita mendapat hasil yang baik. Jangan cuma mengejar WTP semua kementerian pemerintah ya, jadi ya itu saja yang dilihat, tapi hasilnya itu yang sebenarnya harus kita lihat, hasil dari program semuanya ini ya.

Begitupun Kementerian Perhubungan saya kira kita semua tahu ya, di daerah kami itu dari desa mau ke kabupaten ini masih susah sekali transportasinya. Terutama kita punya masyarakat mamak-mamak yang mau berjualan ke kabupaten itu angkutannya sangat mahal. Mungkin harus ada angkutan desa yang harus lebih diperbanyak untuk bisa menekan biaya transportasi kepada masyarakat khususnya masyarakat lokal mamak-mamak yang selalu ingin berjualan dengan ke pasar-pasar.

Jadi ini yang kami rasakan dan kami lihat sendiri bahwa di sana masih sangat terbatas ya angkutan desa itu dan ini yang mungkin lebih difokuskan untuk khusus kami di daerah Papua ya.

Kemendes juga saya ingin bahwa ini pendamping desa ini pendamping kampung, kalau kami di sana kampung. Nah saya lihat terlalu jomplang ya antara banyaknya kampung desa dengan pendampingnya. Kalau tidak salah itu bisa satu orang itu bisa dua sampai tiga desa ya. Sedangkan di daerah kami itu daerah desanya jauh-jauh, ini pasti pendampingnya itu sangat susah dengan anggaran gaji yang dia terima cuma segitu, tidak mungkin dia bisa hadir di desa kampung-kampung yang begitu jauh.

Ada kampung yang tidak mungkin ya dia harus jalan kaki dengan berhari-hari kalau di pegunungan itu ya kan? Kalaupun bisa ya ada transportasi pesawat itu pun sangat susah, mahal sekali. Jadi ini yang khusus perhatian saya ingin sampaikan ke Kemendes agar ini tolong diperhatikan pendamping desa. Karena kami terus terang SDM-nya Kepala-kepala Kampung, Kepala-kepala Desa kami itu sangat terbatas. Jadi kami sangat membutuhkan pendamping yang baik untuk pengelolaan dana desa itu bisa berjalan agar manfaatnya di kampung-kampung di desa itu ya bisa kita lihat hasilnya. Jangan cuma kita lihat hasilnya Kepala Kampungnya kawin lagi, itu yang tidak boleh ya.

Saya kira itu Pimpinan, terima kasih. Saya kembalikan kepada Pimpinan.

KETUA RAPAT (LASARUS. S.Sos.,M.Si / F-PDIP): Terima kasih Pak Roberth Rouw.

Selanjutnya Bapak Bambang Suryadi. Siap-siap Pak Eddy Santana

F-PDIP (BAMBANG SURYADI, S.H.,M.H.): Terima kasih Pimpinan.

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh, Selamat sore,

Salam sejahtera.

Yang saya hormati Wakil Ketua DPR, Ketua, Wakil Ketua Komisi,

Bapak Ibu Anggota Komisi V, Pak Menteri PU beserta jajaran, Pak Menteri Perhubungan,

Pak Menteri Desa beserta jajarannya.

Terkait LHP BPK saya memberikan apresiasi terhadap ketiga panglima ini atas diraihnya, Wajar Tanpa Pengecualian. Walaupun kalau kita pelajari dari tahun ke tahun menyisakan itu rata-rata soal aset. Apalagi yang paling berat itu bebannya Pak Menteri PU karena membangunkan milik dari beberapa kementerian yang secara otomatis prosesnya sangat panjang.

Terkait evaluasi anggaran 2020, penyerapannya ini juga luar biasa walaupun masih yang paling tinggi Pak Kemendes ini 56, yang lain masih di bawah 50, tapi di tengah situasi pandemi Covid ini menurut saya sudah luar biasa.

Saya mulai dari Pak Menteri Desa dulu 56% dari 2,5 Triliun. Pak Menteri, di kegiatan bapak 2020 itu salah satunya di Dirjen Transmigrasi kalau tidak salah ada kegiatan pelepasan desa transmigrasi itu di Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Itu 15 tahun yang lalu kurang lebih sampai hari ini belum diserahkan kepada pemerintah daerah. Ada SP 1, 2, 3, 4 tetapi SP 3,4 itu memang bermasalah soal kasus tanahnya masih beririsan dengan hutan dan kalau tidak salah beberapa pertemuan terdahulu, Bapak janji tahun ini dilepaskan, diserahkan kepada pemerintah daerah untuk pembinaannya untuk pengelolaannya. Mohon dijawab ini pak waktunya tinggal berapa bulan lagi.

Yang kedua saya seringkali begini pak mempelajari ada kebijakan-kebijakan yang saya agak meragukan tumpang tindih soal kewenangan. Kadang-kadang kewenangan Kementerian Dalam Negeri karena kaitannya dengan pemerintahan.

Saya seringkali melihat, mendengar ada kebijakan dari Kemendes yang menurut saya itu bukan ranahnya Kementerian Desa dan saya mengingatkan untuk kesekian kalinya Pak Menteri, dana desa itu Undang-undang Desa itu dibentuk dengan tujuan pak itu percepatan pembangunan pertumbuhan ekonomi di desa itu seluruh pekerjaannya dengan program padat karya. Itu nafasnya Undang-undang Desa. Ini masih banyak sekali sampai dengan detik ini kegiatan itu dipihak ketigakan pak, saya berkali-kali mengingatkan itu. Jadi mohon ini sebagai evaluasi.

Untuk Pak Menteri Perhubungan, tadi saya sudah mendengar dengan penyerapan yang 46% ini Pak Menteri akan melakukan realokasi. Setuju banget pak ini juga untuk Kementerian PU juga demikian, tapi kami berharap Pak Menteri bahwa cobalah kembali program padat karya di Kementerian Perhubungan. Karena ini salah satunya pak menurut teori yang ada salah satunya perputaran uang supaya cepat pertumbuhan ekonomi juga bergoyang. Itu salah satunya kegiatan-kegiatan yang langsung melibatkan orang banyak atau masyarakat langsung dengan tetap mempertimbangkan standar-standar Covid yang ada.

Terus kegiatan masih di 2020 pak, khususnya di Perhubungan Darat. Jadi saya dari Dapil Lampung itu saya tidak tahu kapan jadwalnya Pak Menteri itu menyerahkan bus sekolah pak. Saya nunggu jadwal saja itu pak dan saya berharap pada tiga kementerian kalau ada kegiatan ke Dapil. Apa lagi yang khususnya peninjauan, peresmian sebuah kegiatan, ya kami-kami Anggota Komisi V ini diberitahu jauh-jauh hari minimal bisa bersama-sama untuk kegiatan di lapangan itu.

Yang terakhir pada Pak Menteri PU, saya pikir untuk kegiatan padat karyanya Pak Menteri di mana-mana kami keliling luar biasa penyerapannya

juga sudah maksimal, hasilnya juga sudah maksimal hanya beberapa noda-noda kecil yang mungkin nantilah secara tertulis saya akan sampaikan.

Terus ini Pak Menteri, tanggal 16 bulan 8 kemarin, ini Pak Dirjen Bina Marga. Kalau tidak salah Tol Cibitung-Cilincing, ya ini harapan saya harapan kami tidak terulang lagilah, mungkin sedikit bisa dijelaskan ini persoalannya secara teknologi atau human errror gitu.

Saya rasa demikian Pimpinan yang bisa saya sampaikan. Sekali lagi apapun bentuknya kami memberikan apresiasi pada tiga kementerian. Kurang lebih mohon maaf saya akhiri.

Wabillaahittaufik walhidayah,

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT (LASARUS. S.Sos.,M.Si / F-PDIP): Terima kasih Mas Bambang.

Silakan Pak Eddy Santana.

F-P.GERINDRA (Ir. EDDY SANTANA PUTRA, M.T.): Terima kasih Pimpinan.

Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Wakil Ketua DPR RI, Pak Rahmat Gobel, Pimpinan Komisi V, Ketua dan Wakil Ketua,

Teman-teman Anggota Komisi V yang saya hormati dan cintai, Pak Menteri PU,

Menteri Perhubungan dan Menteri Desa PDTT beserta seluruh jajarannya. Saya ingin menyampaikan langsung pak masalah ataupun sepertinya agak beda gitu ya masalah Wajar Tanpa Pengecualian untuk sekian kalinya. Bahwa kita jangan fokus ke WTP ini pak atau WDP, oke WTP ini sesuatu keharusan. Kalau tidak WTP berarti kementerian itu tidak melaksanakan aturan atau laporan keuangan tidak berdasarkan kaidah-kaidah, norma standar akuntansi negara.

Nah ini-ini saya melihat seperti itu. Jadi ini bukan prestasi. WTP itu bukan prestasi. Malah yang ingin saya lihat atau saya dengar dari misalnya laporan fisik keuangan setelah kita menyetujui memberikan anggaran 140T misalnya ataupun 40T itu sudah dilaksanakan tahun 2019.

Seperti misalnya PU, ini sudah misalnya jalan mantap, sudah jalan nasional, dari 85% menjadi 95% misalnya. Kemudian untuk Perhubungan sudah dibangun dermaga-dermaga 100 dermaga sehingga sudah bisa dimanfaatkan gitu. Nah sebetulnya ini yang menjadi prestasi gitu ya. Demikian juga desa, saya belum melihat secara ini pak nanti kita ini pak.

Nah jadi menurut saya ini-ini hanya lampiran pak, WTP kemudian laporan fisik keuangan itu lampiran di belakang, tapi laporan yang kinerjanya tadi disampaikan juga output outcome-nya apa yang bisa dirasakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, itu yang lebih penting gitu loh. Nah ini saya kira kita juga bisa seragamkan pak laporan ini. Seperti mohon maaf pak, kalau di PU sudah bagus ada rencana, ada realisasi gitu. Rencana itu harus 100 pak.

Saya ada pertanyaan ke Pak Menteri Perhubungan pak, prognosa itu apa? Itu kan rencana, kalau rencana ya 100, kenapa ada 93? Mohon penjelasan itu. Lebih aneh lagi di Kementerian Desa pak laporannya itu ada sandingan-sandingan. Saya kira cukup begini 2019 ada realisasi fisik, ada rencana fisik, ada realisasi fisik, ada rencana keuangan, ada realisasi keuangan. Nanti kita lihat pada akhirnya 2019 ada Silpa tidak ini? Nah Silpa ini kalau banyak berarti tidak begitu berprestasi kementerian ini. Nah saya kira ini yang harus kita sikapi ke depan pak.

Kalau masalah WTP ya harusnya seperti itu. Jadi kalau sudah WTP ya salah kementerian itu gitu, ada suatu hal yang harus diperbaiki itu. Saya tidak masalah kalau pakai WDP, WDP ya oke lah tapi prestasinya apa gitu. Karena BPK juga sampling pak melihat fisik itu tidak semuanya dilihat, sampling saja dia. Beberapa tempat ya ambil sampling yang penting laporan keuangan itu bagus, sesuai fisik, juga sesuai. Nah ini ini mereka bisa memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian atau Wajar Dengan Pengecualian, tapi kalau disclaimer nah itu kelewatan kebangetan gitu. Nah ini yang ingin saya sampaikan pak.

Jadi ada keseragaman pak. Di Kementerian Desa sandingan itu maksudnya bagaimana pak? Tidak ada rencananya tapi ada realisasinya ada sandingan. Sandingan ini mungkin perbandingan 2019 dan 2020. Itu belum bisa pak diperbandingkan. Penyerapannya itu tidak usah diperbandingkan saya kira, tapi ada rencana, ada realisasi itu yang ingin kami lihat.

Nah kemudian ada pertanyaan saya pak di Kementerian Perhubungan, itu asetnya melonjak itu pak. Di neraca itu jumlah aset 2019 jadi 514 Triliun itu, sedangkan 2018-2020 ini apa? Apakah 2018 belum tercatat atau ada penambahan aset yang luar biasa gitu dengan masuknya anggaran 2019. Nah saya kira ini perlu ditanggapi pak.

Dan kemudian yang terakhir kalau 2020 saya melihat Kementerian PU tidak jelek-jelek amat, cuma 2% di bawah pagu eh dari rencana, jadi bagus itu pak. Karena saya mengerti mungkin proses tender Januari-Februari, Maret baru mulai, nanti penyerapannya akan tinggi di bulan depan, bulan Oktober-November dia akan melampaui target kalau melihat seperti ini. Nah di Kementerian Perhubungan malah over target sudah bagus itu.

Nah yang belum jelas di Kementerian Desa pak, karena fisiknya sedikit mungkin ya, penyerapan ini ya tinggi karena banyak masalah administrasi keuangan saja, gaji gitu kan dan sebagainya. Kalau gaji pasti penyerapannya

sesuai. Kalau kita anggarkan 50 Miliar gaji yang sudah dihitung ya bulan ini harus keluar 50 Miliar misalnya seperti itu pak.

Nah saya kira ini pak, tapi ada saran saya untuk Kementerian Desa, karena transfer ke desa itu sudah rata-rata 1 Miliar, rata-rata ada yang lebih, dan itu yang dikendalikan kita kendalikan dan ada pendamping. Nah ini yang bergaji atau memberikan honor pendamping Kementerian Desa betul pak ya? Nah tapi ada juga dana lebih kurang kalau kemarin itu dianggarkan 4 sekarang sudah tinggal berapa gitu ya 2,5 Triliun.

Ada juga yang saya lihat fisik pak, fisik itu jalan desa, embung, irigasi sepertinya sama dengan PU pak, tapi saya mohon ini ke depan ini agak fokuslah. Kalau tadi dirata-ratakan oh kasih saja desa sekian-sekian, tidak jadi apa-apa pak. Tapi kalau kita fokus gitu kan kita bisa lihat daerah atau desa percontohan dari desa tertinggal nanti jadi desa maju dengan masuknya anggaran Kementerian Desa itu yang saya inginkan pak.

Saya kira ini, terima kasih, mohon maaf apabila ada kekurangan. Wabillaahittaufik walhidayah,

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT (LASARUS. S.Sos.,M.Si / F-PDIP): Baik selanjutnya Pak Boyman Harun.

Siap-siap Pak Muhammad Aras. F-PAN (H. BOYMAN HARUN, S.H.): Terima kasih.

Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. Bapak Wakil Ketua DPR yang saya hormati,

Ketua Komisi V dan Wakil Ketua Komisi V yang saya hormati, Bapak-bapak Anggota Komisi V yang saya hormati,

Bapak Menteri Perhubungan, Bapak Menteri Desa,

Bapak Menteri PU yang saya hormati.

Alhamdulillaah pada hari ini kita bisa ketemu dalam rangka membicarakan membangun bangsa dan negara ini. Saya tidak banyak bertanya Ketua Komisi. Saya apresiasi untuk ketiga Menteri yang sudah mendapat predikat WTP. Apapun alasannya saya pikir inilah kinerja yang harus mendapatkan judul.

Artinya judul itu artinya memberikan tanda Alhamdulillaah telah melaksanakan pekerjaan dengan baik dengan judul WTP. Kemudian hal-hal yang kurang serapan dan sebagainya saya pikir kawan-kawan yang lain sudah menyampaikan sudah sangat bagus.

Saya ingin bertanya sedikit saja karena menurut saya agak sedikit susah rentang kendalinya berkaitan dengan BWSK pak Balai BWSK pak, Pak Menteri PUPR. Saya pernah kemarin itu bincang-bincang dengan Kepala Balainya BWSK, itu di mana tempat kerjanya ruang bekerjanya ruang lingkup kerjanya BWSK itu kalau di Kalimantan Barat di Ketapang misalkan pak ya, dari Ketapang itu kalau ke Utaranya BWSK-nya Kalimantan I.

Di sini ada pak Jarot? Pak Jarot ya Pak Jarot Dirjen SDA pak, kemarin saya telpon pak. Kemudian kalau ke Selatannya Pak ke Selatannya itu daerah Kendawang daerah saya itu harus Kalimantan IV artinya di Kalimantan Tengah untuk koordinasinya. Nah yang ingin saya tanya itu kenapa kok terpisah begitu dan sangat sedikit menurut saya daerah yang dipisahkan antara Kalbar dengan Kalteng itu antara Kalimantan I dan Kalimantan IV itu BWSK-nya.

Jadi harapan saya adalah menurut saya sebaiknya disatukan saja pak,

Dalam dokumen DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (Halaman 35-62)

Dokumen terkait