III.3. Tahap Penelitian
III.3.6. Parameter Penilaian Geopark (Pusat Survei Geologi, 2017)
No Kriteria Bobot (%) Skor
1 Lokasi yang mewakili kerangka geologi 30
2 Lokasi kunci penelitian 20
3 Pemahaman keilmuan 5
4 Kondisi lokasi/situs geologi 15
5 Keragaman geologi 5
6 Keberadaan situs warisan geologi dalam
satu wilayah 15
7 Hambatan penggunaan lokasi 10
Total 100
Tabel III.3.parameter penilaian geosite berdasarkan nilai - nilai edukasi
No Kriteria Bobot (%) Skor
14
1 Kerentanan 10
2 Pencapaian lokasi 10
3 Hambatan pemanfaatan lokasi 5
4 Fasilitas keamanan 10
5 Sarana pendukung 5
6 Kepadatan penduduk 5
7 Hubungan dnegan nilai lainnya 5
8 Status lokasi 5
9 Kekhasan 5
10 Kondisi pada pengamatan elemen geologi 10 11 Potensi informasi pendidikan/penelitian 20
12 Keanekaragaman geologi 10
Total 100
Tabel III.4.Parameter penilaian geosite berdasarkan nilai - nilai pariwisata
No Kriteria Bobot (%) Skor
1 Kerentanan 10
2 Pencapaian lokasi 10
3 Hambatan pemanfaatan lokasi 5
4 Fasilitas keamanan 10
5 Sarana pendukung 5
6 Kepadatan pendukung 5
7 Hubungan dengan nilai lainnya 5
8 Status lokasi 15
9 Kekhasan 10
10 Kondisi pada pengamatan elemen geologi 5
11 Potensi interpretatif 10
12 Tingkat ekonomi 5
15
13 Dekat degan area rekreasi 5
Total 100
Tabel III.5.Parameter penilaian geosite berdasarkan nilai - nilai degradasi
No Kriteria Bobot (%) Skor
1 Kerusakan terhadap unsur geologi 35 2 Berdekatan dengan daerah/aktifitas yang
berpotensi menyebabkan degradasi 20
3 Perlindungan hukum 20
4 Aksesibilitas 15
5 Kepadatan populasi 10
Total 100
Tabel III.6.Klasifikasi
No Jumlah Nilai Penilaian scientific Skor
1 <200 Rendah
2 201-300 Sedang
3 301-400 baik
16 III.4 Diagram Alir
Tahapan/proses yang dilakukan dalam penelitian ini digambarkan dalam diagram alir pada Gambar III.1
Gambar III.1. Diagram alir penelitian
: menyatakan suatu tindakan
: menyatakan proses input atau output : menyatakan permulaan awal dan akhir
: menyatakan jalur suatu proses
17
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1. Hasil
Setelah melakukan tahap persiapan berupa informasi yang berkaitan dengan daerah penelitian melalui peta geologi regional Daerah Silokek untuk memahami tatanan geologi daerah penelitian serta tahap eksplorasi dan observasi kawasan Geosite Singkapan Granit, Air Terjun Sangkiamo, dan Air Terjun Kajai, maka didapatkan hasil :
III.1.1. Geologi Daerah Penelitian IV.1.1.1. Geomorfologi
Geopark Silokek memiliki beberapa fenomena – fenomena geologi yang menarik yang dapat mempengaruhi kondisi morfologi dan fisiografis yang ada.
Beberapa morfologi diantaranya yaitu satuan geomorfologi bentuklahan asal denudasional, bentuklahan asal karst, dan bentuklahan asal fluvial. Penentuan satuan geomorfologi didasarkan pada aspek relief, pola pengaliran, morfogenetik, dan morfometri.
a. Bentuklahan Asal Denudasional
Bentuk lahan denudasional terbentuk akibat proses pengelupasan batuan induk yang telah mengalami proses pelapukan kemudian batuan yang telah lapuk dipindahkan oleh gaya gravitasi dimana materialnya bergerak menuruni lereng akibat gaya gravitasi. Kawasan Silokek memiliki topografi bentuklahan asal denudasional dengan topografi berbukit dan bergelombang dengan lereng antara 15 % – 55 %, dengan perbedaan tinggi antara 50 – 500 m. Bentuklahan terkikis kecil tergantung pada kondisi litologi, iklim, vegetasi penutup baik alami maupun tata guna lahan. Intensitas pelapukan relatif lebih tinggi sehingga menghasilkan tanah –tanah berwarna merah dengan residu kristal – kristal kuarsa. (Gambar.
IV.1)
18 Gambar IV.1. Geomorfologi bentuklahan asal denudasional pada Kawasan
Geopark Silokek b. Bentuklahan Asal Karst
Kondisi geomorfologi Silokek berupa tebing karst dengan kemiringan landai dan bergelombang berada pada ketinggian 200 sampai 400 meter. Pada ketinggian 500 sampai 600 meter merupakan daerah puncak kawasan bukit karst.
Punggungan atau bukit-bukit memanjang (elipsoid), berukuran panjang rata-rata memiliki ketinggian 400 – 600 meter dengan lebar 100 – 150 meter (Muharram, 2020). Topografi karst daerah Silokek ini agak bergelombang dengan kelerengan 50 % di bagian tengah dan > 110 % di bagian tepi kawasan. Morfologi bentuklahan karst dicirikan dengan batugamping berumur tua, dengan morfologi menempati sekitar 40 % dari kawasan Geopark Silokek (Gambar. IV.2).
Gambar IV.2. Geomorfologi bentuklahan asal karst dan fluvial Kawasan Geopark Silokek
19 c. Bentuklahan Asal Fluvial
Proses yang berlangsung pada bentuklahan fluvial dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kemiringan sungai, debit air, jenis beban, daerah curah hujan, dan cuaca. Sungai Batang Kuantan pada daerah Silokek termasuk ke dalam sungai dewasa, yang dibuktikan dengan kelokan dan meander. Hal ini disebabkan karena adanya erosi yang berasal dari sedimen yang diangkut sedangkan aliran air hanya mampu mengikis kesamping. (Gambar IV.2)
IV.1.2 Hasil Penilaian Parameter Geowisata
1. Hasil Penilaian Parameter Geopark (Kubalikova,2013)
Tabel IV.1.Hasil penilaian parameter geopark (Kubalikova, 2013)
No Aspek Parameter Penjelasan Bobot
Pendidikan Kejelasan Kejelasan Rendah
Alias Tidak Jelas 0 0,5 0,5 0,5
20
21
22
23 2. Hasil Penilaian Parameter Geopark (Pusat Survei Geologi, 2017)
Tabel IV.2. Hasil penilaian berdasarkan parameter nilai – nilai sains
No Kriteria Bobot
1 Lokasi yang mewakili
kerangka geologi 30 22,5 22,5 30
Tabel IV. 3. Hasil penilaian berdasarkan parameter nilai - nilai edukasi
No Kriteria Bobot
3 Hambatan pemanfaatan
lokasi 5 5 5 5
4 Fasilitas keamanan 10 2,5 2,5 2,5
5 Sarana pendukung 5 5 5 5
6 Kepadatan penduduk 5 3,75 3,75 3,75
7 Hubungan dengan nilai
lainnya 5 3,75 3,75 3,75
8 Status lokasi 5 5 5 5
9 kekhasan 5 3,75 3,75 5
10 Kondisi pada
pengamatan elemen 10 10 10 7,5
24
Tabel IV.4.Hasil penilaian berdasarkan parameter nilai - nilai pariwisata
No Kriteria Bobot
3 Hambatan pemanfaatan
lokasi 5 5 5 5
4 Fasilitas keamanan 10 2,5 2,5 2,5
5 Sarana pendukung 5 5 5 5
6 Kepadatan penduduk 5 3,75 3,75 3,75
7 Hubungan dengan nilai
lainnya 5 3,75 3,75 3,75
Tabel IV.5.Hasil penilaian berdasarkan parameter nilai -nilai degradasi
No Kriteria Bobot
1 Kerusakan terhadap unsur
geologi 35 26,25 26,25 26,25
25
Tabel IV.6. Total penilaian seluruh aspek
Air Terjun
Sangkiamo
Air Terjun Kajai Basement Granit
Jumlah nilai 273 261,75 284,25
Penilaian scientific Sedang sedang Sedang
IV.2 Pembahasan
IV.2.1 Pembahasan Penilaian Parameter Geopark (Kubalikova, 2013) IV.2.1.1 Nilai Pendidikan Ilmiah dan Intrinsik
Pada aspek penilaian Pendidikan Ilmiah Dan Instrinsik sangat penting untuk mengembangkan Geopark karena dapat memunculkan masalah, memperluas pengetahuan, dan mempelajari suatu fenomena. Parameter yang menjadi penilaian pada aspek ini diantaranya adalah keutuhan, keunikan, eksplorasi proses, dan publikasi.
a) Keutuhan
Geosite kawasan Silokek memiliki banyak keanekaragaman, baik keanekaragaman geologi, hayati, maupun kultur yang harus dijaga keutuhan dan kelestarian lingkungannya. Parameter keutuhan penting untuk pengembangan Geopark berkelanjutan, karena suatu geosite tidak boleh ada kerusakan atau tidak alami agar bisa diakui UNESCO sebagai Global Geopark.
Pada tabel penilaian geosite Singkapan Granit mendapatkan nilai 0,5 dari 1 pada parameter keutuhan. Hal itu disebabkan karena adanya masalah yang mungkin akan mengganggu dan mengancam keutuhan site jika terjadi secara terus menerus seperti adanya sampah dedaunan kering yang ditemukan di sekitar
26 kawasan Singkapan Granit. Sampah dedaunan kering tersebut akan merusak estetika dan daya tarik pengunjung jika sampai mendominasi kawasan karena pengunjung lebih tertarik jika kawasan bebas dari segala bentuk sampah.
Gambar IV.3.Adanya sampah dedaunan di Kawasan Singkapan Granit\
Selain dedaunan kering, adanya vandalisme fisik yaitu penambangan emas tradisional maupun menggunakan Dompeng yang telah dilakukan sejak dulu untuk penambangan emas tradisional masih berjalan sampai sekarang meskipun tidak terlalu sering, sedangkan penambangan emas menggunakan Dompeng sudah lama tidak dilakukan lagi di Kawasan Singkapan Granit. Akibat penambangan emas tersebut, terjadinya penurunan kualitas air sungai yang mengakibatkan pencemaran baik pada manusia, hewan, maupun tumbuhan yang ada di pinggiran sungai. Buangan hasil penambangan emas yang berupa lumpur atau endapan akan terangkat akibat penyedotan di dasar sungai, sehingga buangan limbahnya menimbulkan tingkat kekeruhan pada sungai (Gambar IV.4).
Gambar IV.4 (a) Kegiatan Penambangan Emas Tradisional (b) Penambangan Emas menggunakan Dompeng
27 Pada tabel penilaian geosite Air Terjun Sangkiamo mendapatkan nilai 0,5 dari 1 pada parameter keutuhan. Hal itu disebabkan karena adanya vandalisme fisik berupa kegiatan pemindahan kayu ilegal melalui Air Terjun Sangkiamo, dimana kegiatan tersebut memungkinkan akan merusak keutuhan dari singkapan pada air terjun jika dilakukan secara terus menerus. Pemindahan kayu tersebut dilakukan oleh masyarakat lokal disana setiap hari dan akan dijual (Gambar IV.5).
Gambar IV.5.Proses Pemindahan Kayu di Air Terjun Sangkiamo
Pada tabel penilaian geosite Air Terjun Kajai mendapatkan nilai 0,5 dari 1 pada parameter keutuhan. Hal itu disebabkan adanya banyak dedaunan kering di sekitar kawasan air terjun yang dapat mengganggu estetika dan daya tarik dari pengunjung karena pengunjung pastinya ingin kawasan wisata yang bersih, sejuk, dan asri untuk mereka kunjungi. Selain itu adanya sampah plastik maupun masker yang ada dikawasan air terjun. Pihak pengelola Air Terjun Kajai juga menyediakan tempat sampah untuk memudahkan masyarakat untuk membuang sampah jika sedang mengunjungi kawasan air terjun (Gambar.IV.6).
28 Gambar IV. 6. (a) sampah dedaunan kering, (b) sampah plastik, (c) kotak sampah
di Kawasan Air Terjun Kajai
upaya – upaya dari beberapa permasalahan di atas yang dapat meningkatkan nilai keutuhan diantaranya :
1. Perlu disediakan kotak sampah di tempat yang belum ada kotak sampah agar meminimalisir pembuangan sampah sembarangan.
2. Perlu adanya papan peringatan dan peraturan yang ditujukkan kepada wisatawan tentang larangan untuk tidak melakukan hal – hal yang dapat merusak kealamian geosite serta sanksi – sanksi tegas yang berlaku jika ada yang melanggar.
3. Pengawasan terhadap pengunjung yang dilakukan oleh petugas pengelola geosite khususnya di tempat objek – objek warisan geologi sekaligus pengawas dapat menjelaskan asal – usul fitur geologi yang ada di kawasan wisata.
29 b) Keunikan
Geopark menjadikan bentuk apresiasi kepada nilai dan makna keunikan, kelangkaan serta estetika dari keragaman dan warisan geologi yang terdapat pada kawasan geopark. Tetapi tidak semua geosite memiliki ciri khas dan fitur – fitur geologi di dalamnya. Seperti Singkapan Granit, geosite tersebut tidak banyak ditemukan di tempat lain. Hal itu dikarenakan Singkapan Granit di daerah Silokek ini langsung bersentuhan dengan Batuan Gamping Formasi PCkl. Deskripsi secara makroskopis granit pada Singkapan Granit memiliki warna abu – abu kemerahan segar, euhedral – subhedral, fanerik, terdiri dari mineral kuarsa 30%, plagioklas 10%, k-felspar 25%, biotit 8%, hornblende 5%. Keunikan dari jenis Granit di Singkapan ini memiliki fenokris k-felspar dan kuarsa yang cukup besar daripada jenis granit di singkapan lain. Berdasarkan klasifikasi segitiga QAPF batuan pultonik granit tersebut termasuk tipe monzonite quartz. Hal ini terjadi karena pembekuan granit yang terjadi secara instrusif dengan waktu yang lambat sehingga menghasilkan struktur masif dan kristal relatif kasar ( (Zakkiya, 2019).
(Gambar IV.7)
Gambar IV.7. Singkapan Granit daerah penelitian
Selain fitur geologi, yang menjadi daya tarik wisatawan adalah atraksi.
Atraksi adalah kegiatan menarik yang dapat dilakukan di kawasan tersebut.
Atraksi tersebut berupa arung jeram yang disediakan di sekitar kawasan Singkapan Granit. Untuk parameter keunikan, Singkapan Granit mendapatkan nilai 1 dari 1. Upaya yang dapat dilakukan untuk menambah nilai keunikan geosite Singkapan Granit yaitu menambah inventarisasi peralatan arung jeram
30 lebih banyak lagi dan membuat spot-spot foto yang menarik di kawasan tersebut (Gambar IV.8).
Gambar IV.8. Atraksi yang ditawarkan oleh geosite Singkapan Granit yaitu arung jeram
Air Terjun Sangkiamo memiliki nilai 0,5 dari 1 pada parameter keunikan.
Air Terjun Sangkiamo memiliki kemiripan dengan Air Terjun Kajai dan Air Terjun Batang Tayeh yaitu memiliki litologi batuan granit. Batuan granit tersebut merupakan intrusi berupa batolit sehingga butir yang dihasilkan pada granit kasar karena proses pendinginan magma yang lambat. Upaya yang dapat menambah keunikan dari geosite Air Terjun Sangkiamo ini diantaranya membuat spot – spot foto agar wisatawan bisa mendapatkan foto yang bagus jika sedang berkunjung di geosite ini (Gambar IV.9).
Gambar IV. 9 Geosite yang memiliki kemiripan dengan (a) Air Terjun Sangkiamo, yaitu (b) Air Terjun Kajai, (c) Air Terjun Batang Tayeh
31 Pada geosite Air Terjun Kajai mendapatkan nilai 0,5 dari 1 pada parameter keunikan. Sama seperti geosite air Terjun Sangkiamo, geosite Air Terjun Kajai memiliki kesamaan dengan Air Terjun Batang Tayeh dan Air Terjun Sangkiamo.
Litologi batuan pada geosite ini adalah batuan granit. Granit pada geosite ini merupakan intrusi berupa batolit yang memiliki tekstur fanerik dimana mengalami pendinginan yang lambat pada saat pembentukannya. Untuk menambah keunikan dari geosite ini mungkin pengelola Air Terjun Kajai dapat membuat spot – spot foto agar wisatawan dapat mengabadikan ketika mereka mengunjungi Air Terjun Kajai.
c) Keragaman Fitur dan Proses Geologi
Keragaman fitur dan proses geologi (geodiversity) adalah gambaran keunikan komponen geologi seperti mineral, batuan, fosil, struktur geologi, dan bentang alam yang menjadi kekayaan hakiki suatu daerah serta keberadaan, kekayaan penyebaran dan keadaannya yang dapat mewakili proses evolusi geologi daerah tersebut, hal tersebut termasuk dalam pasal 1 ayat 1 Permen ESDM 1/2020. Pada penilaian aspek keragaman fitur dan proses geologi, Singkapan Granit memiliki nilai maksimum yakni 0,5 yang memiliki 3 keragaman fitur dan proses geologi yaitu struktur geologi:kekar, breksiasi, dan uplite. Singkapan Granit memiliki cukup banyak kekar dimana kekar merupakan rekahan – rekahan pada batuan yang berbentuk lurus, planar, dan tidak adanya pergeseran pada bidang rekahannya. Kekar umumnya disebablan oleh ketidakmampuan batu untuk menahan tekanan yang terlalu besar, akibatnya batuan mengalami keretakan di titik terlemahnya (Gambar IV.10).
32 Gambar IV. 10. Struktur Geologi : kekar pada daerah penelitian
Pada geosite Singkapan Granit, ditemukan juga kenampakan breksiasi. Dimana breksiasi merupakan hasil gerusan dari pada suatu sesar dimana fragmen batuannya menyerupai breksi. Breksiasi terbentuk akibat pengaruh langsung dari suatu sesar yang komponennya tersusun dari hancuran batuan yang tersesarkan.
Dengan menggunakan analisis stereonet sesar yang didapatkan adalah strike – slip faulting. aplite yang terlihat pada (Gambar IV.11 (b)) tersusun oleh mineral k-felspar yang memiliki tekstur lebih halus dari tekstur granit (Gambar IV.11;12;13).
Gambar IV. 11.(a)Struktur Breksiasi pada kawasan geosite Singkapan Granit, (b) aplite
Pada geosite Air Terjun Sangkiamo dan Air Terjun Kajai memiliki kekar yang cukup banyak . Dimana kekar merupakan rekahan – rekahan yang berbentuk lurus, planar, dan tidak mengalami pergeseran pada bidang planarnya. Kekar
33 terjadi ketika batuan tidak dapat menahan tekanan yang besar sehingga mengalami keretakan pada bidang lemahnya. Penilaian yang didapatkan oleh Air Terjun Sangkiamo dan Air Terjun Kajai 0 dari 1 karena hanya terliha 1 proses geologi yaitu kekar.
Gambar IV. 12. Struktur kekar pada geosite Air Terjun Kajai
Gambar IV.13.Struktur kekar pada geosite Air Terjun Sangkiamo
d) Publikasi
Adanya media publikasi sangat penting untuk mengembangkan suatu geowisata agar lebih cepat dikenal masyarakat. Promosi pariwisata merupakan
34 salah satu kunci penting untuk keberhasilan upaya meningkatkan angka kunjungan di suatu geowisata. Dengan promosi yang optimal, potensi yang ada di kawasan geosite akan dapat diketahui masyarakat luas sehingga pembangunan sektor pariwisata suatu daerah akan meningkat. Nilai dari parameter publikasi pada geosite Singkapan Granit adalah 0,5 dari 1. Disekitar kawasan masyarakat mengetahui tentang singkapan tersebut granit tersebut, tetapi publikasi masih sedikit mengenai geosite yang ada di Geopark Silokek, publikasi tersebut hanya berupa paper ilmiah setingkat nasional dan itupun belum banyak. Sedangkan pada kawasan Air Terjun Sangkiamo dan Air Terjun Kajai publikasi belum ada sehingga memiliki nilai 0 dari 1. Masyarakat yang mengunjungi geosite Air Terjun Sangkiamo dan Air Terjun Kajai juga kebanyakan dari masyarakat lokal karena akses menuju kesana pun masih susah. Meskipun begitu Geopark Information Center (GIC) Silokek menyediakan instagram, youtube untuk publikasi setiap kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Geopark Silokek (Gambar IV.14).
35 Gambar IV. 14 Beberapa publikasi mengenaik Geopark (a) publikasi berupa paper mengenai Singkapan Granit, (b) publikasi Instagram mengenai Geopark
Silokek, (c) youtube yang berisi geosite Geopark Silokek, (d) website yang menyediakan kegiatan di kawasan Geopark Silokek
Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan pihak pengelola untuk meningkatkan publikasi, yaitu :
1. Meningkatkan kegiatan publikasi melalui media sosial yang telah disediakan sesering mungkin dengan penyajian konten yang menarik.
2. Bekerjasama dengan beberapa pihak dalam hal publikasi dan promosi, seperti media digital dan media online khususnya daerah Sijunjung.
3. Meminta pengunjung untuk memposting ketika mereka mendatangi geosite yang ada di Geopark Silokek dengan cara yang menarik agar masyarakat lain tertarik untuk mengunjungi Geopark Silokek.
IV.2.1.2 Nilai Pendidikan a) Kejelasan Fitur Geologi
36 Parameter Kejelasan Fitur Geologi ini digunakan untuk mengetahui berapa banyak wisatawan atau masyarakat yang datang ke geosite di Kawasan Geopark Silokek yang mengetahui tentang bagaimana fitur geologi dapat tersebut terjadi.
Pada parameter kejelasan fitur geologi Singkapan Granit memiliki nilai 0,5 dari 1 karena kejelasan pada tingkat medium, dimana hanya akademi yang mengetahui proses geologi yang terjadi di Singkapan Granit tersebut sedangkan masyarakat yang mengunjungi geosite tersebut hanya mengetahui bahwa itu adalah Singkapan Granit (Gambar IV.15).
Gambar IV.15. Akademisi yang sedang meneliti Singkapan Granit
Pada geosite Air Terjun Sangkiamo dan Air Terjun Kajai mendapatkan nilai pada parameter ini 0,5 dari 1. Penilaian tersebut didasarkan karena kejelasan proses geologi yang ada pada air terjun hanya bisa dikenali oleh akademi, masyarakat hanya mengetahui bahwa geosite tersebut hanya air terjun tanpa adanya kejelasan informasi yang ada ada di kawasan air terjun tersebut.
b) Pedagogi
Pedagogi adalah ilmu/kegiatan yang membicarakan persoalan dalam pendidikan dan kegiatan mendidik, seperti tujuan pendidikan, alat pendidikan, cara mendidik, anak didik, dan sebagainya. Setelah melakukan penilaian di Singkapan Granit, Singkapan Granit mendapat nilai 1 dari 1 karena memiliki nilai karakter yang tinggi dan potensi unsur pendidikan yang tinggi serta aspek geowisata yang tinggi. Pada geosite yang ada di Geopark Silokek sendiri sudah memiliki buku panduan kawasan geopark yaitu “Dossier Silokek” dan
37
“Masterplan Geopark Silokek” untuk memudahkan pengunjung mengetahui tentang Geopark Silokek lebih dalam. Pada penilaian di geosite Air Terjun Sangkiamo dan Air Terjun Kajai mendapatkan penilaian 0,5 dari 1, dimana geosite tersebut memiliki nilai karakter tetapi penggunaan unsur pendidikan yang terbatas karena belum ada informasi pendidikan lebih jelas pada geosite air terjun - air terjun tersebut (Gambar IV.16).
Gambar IV.16.Kedatangan peneliti Pusat Survei Geologi dan mahasiswa guna kegiatan penelitian
Ada beberapa upaya untuk meningkatkan penilaian geopark pada parameter pendidikan agar lebih maksimal dengan bantuan dari beberapa pihak, tidak hanya dari pengelola tetapi praktisi pendidikan, seperti :
1. Pihak pengelola memberikan dukungan kepada akademisi atau para peneliti ataupun mahasiswa yang melakukan penelitian di geosite Geopark Silokek ouput berupa hasil laporan peneliti akan dijadikan bahan untuk pembelajaran ataupun evaluasi untuk geopark kedepannya.
2. Mengadakan kegiatan berupa pengenalan potensi geosite dengan mengundang perwakilan pelajar dari sekolah – sekolah.
3. Membuka kerjasama dengan institusi pendidikan agar memudahkan untuk berdiskusi mengenai potensi geosite Geopark Silokek.
c) Petunjuk Informasi
38 Perlunya petunjuk informasi pada setiap geosite yang ada di Kawasan Geopark Silokek akan meningkat seiring berjalannya waktu. Bagi pengunjung yang data, petunjuk informasi sangat penting untuk memudahkan rencana perjalanan mereka (Gambar IV.17).
Gambar IV. 17.Papan informasi geosite Geopark Silokek di kawasan gerbang depan geopark
Dari penilaian dengan parameter petunjuk informasi, geosite Singkapan Granit mendapatkan nilai 0,5 dari 1 yang harus dipertahankan karena terdapat informasi berupa barcode yang nantinya di scan dan memberikan informasi mengenai Singkapan Granit. Pada geosite Air Terjun Sangkiamo tidak memiliki petunjuk informasi apapun sehingga memiliki nilai 0 dari 1. Sedangkan pada geosite Air Terjun Kajai memiliki petunjuk informasi berupa barcode yang berisikan informasi mengenai Air Terjun Kajai yang sudah tersusun rapi di laman website pada barcode (Gambar IV.18).
39 Gambar IV.18.Petunjuk Informasi Air Terjun Kajai berupa barcode
Adapun upaya yang dapat memaksimalkan parameter petunjuk informasi ini, diantaranya :
1. Sediakan petunjuk informasi pada kawasan geosite yang belum memiliki petunjuk informasi agar memudahkan pengunjung untuk mengetahui informasi mengenai geosite yang mereka kunjungi.
2. Pengadaan poster, brosur, buku yang berisi tentang pengenalan dan potensi geosite Singkapan Granit, Air Terjun Sangkiamo, dan Air Terjun Kajai seperti fitur –fitur geologi yang ada serta budaya – budaya lokal.
d) Penggunaan Site
Parameter penggunaan site merupakan kelanjutan yang nyata untuk digunakan sebagai kepentingan pendidikan. Sebagai dokumentasi dan evaluasi, maka diperlukan pengisian buku tamu secara berkala setiap ada pengunjung yang datang, dimana buku tamu tersebut berisikan informasi berupa instansi serta kesan pesan yang telah berkunjung. Berdasarkan penilaian yang didapatkan, Singkapan Granit mendapatkan nilai 1 dari 1 karena geosite tersebut merupakan tempat umum untuk dikunjungi publik dan dapat dijadikan tempat penelitian oleh akademisi. Pada geosite Air Terjun Sangkiamo dan Air Terjun Kajai juga mendapatkan nilai 1 dari 1 karena kedua air terjun tersebut dikunjungi oleh masyarakat umum maupun penelitian oleh akademisi.
IV.2.1.3 Nilai Ekonomi
Objek – objek di kawasan Geosite Singkapan Granit, Air Terjun Sangkiamo, dan Air Terjun Kajai dapat menciptakan nilai ekonimi lokal melalui kegiatan
40 pariwista berbasi geologi atau geowisata. Hal – hal yang dapat menunjang nilai ekonomi tersebut terdiri dari aksesibilitas, infrastrukturm dan produk lokal.
a) Aksesibilitas
Aksesibilitas merupakan cara untuk menyediakan sarana transportasi bagi pengunjung yang berpengaruh terhadap nilai ekonomi berupa biaya, waktu, dan jarak tempuh ketika mengunjungi suatu geowisata. Jarak dan ketersediaan akses sarana dan prasarana ke geosite merupakan hal penting yang akan berpengaruh dengan jumlah kedatangan pengunjung. Maka kenyamanan selama perjalanan menuju daerah wisata dan kawasan harus lebih diperhatikan.
Geosite Singkapan Granit dapat dijangkau dengan mudah dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti mobiil, sepeda motor, ataupun jalan kaki tetapi belum memiliki kendaraan umum khusus untuk mengunjungi Kawasan Geopark. Dari Geopark Information Center (GIC) menuju geosite Geopark Silokek membutuhkan waktu kuran lebih 30 menit. Akses jalan menuju geosite sudah beraspal tetapi terdapat sedikit kerusakan jalan dan jembatan ketika menuju gerbang depan kawasan Geopark Silokek, selain itu akses jalan sudah cukup bagus. Pada kawasan geosite Geopark Silokek belum memiliki tempat parkir khusus bagi pengunjung yang datang. Pada parameter ini Singkapan Granit mendapatkan nilai 0,5 dari 1 karena lokasi parkir berjarak kurang dari 1 km dengan tempat parkir masih di dekat perumahan warga (Gambar IV.19).
Gambar IV.19. Lokasi parkir pengunjung Singkapan Granit