• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB XIII A PEMBINAAN PEGAWAI

II. PASAL DEMI PASAL Pasal I

Angka 1 Pasal 1 Cukup j elas. Angka 2 Pasal 2 Ayat (1) Huruf a Cukup j elas. Huruf b. Cukup j elas. Huruf c Cukup j elas. Huruf d.

Yang dimaksud dengan “ pemakaiannya perlu pembebanan pungut an negara dalam rangka keadilan dan keseimbangan” adalah pungut an cukai dapat dikenakan t erhadap barang yang dikat egorikan sebagai barang mewah dan/ at au bernilai t inggi, namun bukan merupakan kebut uhan pokok, sehingga t et ap t erj aga keseimbangan pembebanan pungut an ant ara konsumen yang berpenghasilan t inggi dengan konsumen yang berpenghasilan rendah. Ayat (2) Cukup j elas. Angka 3 Pasal 3A Cukup j elas. Pasal 3B

Pelaksanaan penegakannya dilakukan oleh Direkt orat Jenderal Bea dan Cukai.

Angka 4 Pasal 4

Ayat (1) Huruf a

Yang dimaksud dengan "et il alkohol at au et anol" adalah barang cair, j ernih, dan t idak berwarna, merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C2H5OH, yang diperol eh baik secara peragian dan/ at au penyulingan maupun secara sint esa kimiawi.

Huruf b

Yang dimaksud dengan "minuman yang mengandung et il alkohol" adalah semua barang cair yang lazim disebut minuman yang mengandung et il alkohol yang dihasilkan dengan cara peragian,

penyulingan, at au cara lainnya, ant ara lain bir, shandy, anggur , gin, whisky, dan yang sej enis.

Yang dimaksud dengan "konsent rat yang mengandung et il alkohol " adalah bahan yang mengandung et il al kohol yang digunakan sebagai bahan baku at au bahan penol ong dalam pembuat an minuman yang mengandung et il alkohol.

Huruf c

Yang dimaksud dengan "sigaret " adalah hasil t embakau yang dibuat dari t embakau raj angan yang dibalut dengan kert as dengan cara dilint ing, unt uk dipakai, t anpa mengindahkan bahan penggant i at au bahan pembant u yang digunakan dalam pembuat annya.

Sigaret t erdiri dari sigaret kret ek, sigaret put ih, dan sigaret kelembak kemenyan.

Sigaret kret ek adalah sigaret yang dalam pembuat annya dicampur dengan cengkih, at au bagiannya, baik asl i maupun t iruan t anpa memperhat ikan j uml ahnya.

Sigaret put ih adalah sigaret yang dalam pembuat annya t anpa dicampuri dengan cengkih, kelembak, at au kemenyan.

Sigaret put ih dan sigaret kret ek t erdiri dari sigaret yang dibuat dengan mesin at au yang dibuat dengan cara lain, daripada mesin. Yang dimaksud dengan sigaret put ih dan sigaret kret ek yang dibuat dengan mesin adalah sigaret put ih dan sigaret kret ek yang dalam pembuat annya mulai dari pelint ingan, pemasangan f ilt er, pengemasannya dalam kemasan unt uk penj ualan eceran, sampai dengan pelekat an pit a cukai, seluruhnya, at au sebagian menggunakan mesin.

Yang dimaksud dengan sigaret put ih dan sigaret kret ek yang dibuat dengan cara lain daripada mesin adalah sigaret put ih dan sigaret kret ek yang dalam proses pembuat annya mulai dari pelint ingan, pemasangan f ilt er, pengemasan dalam kemasan unt uk penj ualan eceran, sampai dengan pelekat an pit a cukai, t anpa menggunakan mesin.

Sigaret kelembak kemenyan adalah sigaret yang dalam pembuat annya dicampur dengan kelembak dan/ at au kemenyan asli maupun t iruan t anpa memperhat ikan j umlahnya.

Yang dimaksud dengan cerut u adalah hasil t embakau yang dibuat dari lembaran-lembaran daun t embakau diiris at au t idak, dengan cara digul ung demikian rupa dengan daun t embakau, unt uk dipakai, t anpa mengindahkan bahan penggant i at au bahan pembant u yang digunakan dalam pembuat annya.

Yang dimaksud dengan rokok daun adalah hasil t embakau yang dibuat dengan daun nipah, daun j agung (kl obot ), at au sej enisnya, dengan cara dilint ing, unt uk dipakai, t anpa mengindahkan bahan penggant i at au bahan pembant u yang digunakan dalam pembuat annya.

Yang dimaksud dengan t embakau iris adalah hasil t embakau yang dibuat dari daun t embakau yang diraj ang, unt uk dipakai, t anpa mengindahkan bahan penggant i at au bahan pembant u yang digunakan dalam pembuat annya.

Yang dimaksud dengan hasil pengolahan t embakau lainnya adalah hasil t embakau yang dibuat dari daun t embakau selain yang disebut dalam huruf ini yang dibuat secara lain sesuai dengan perkembangan t eknologi dan selera konsumen, t anpa mengindahkan bahan penggant i at au bahan pembant u yang digunakan dalam pembuat annya.

Ayat (2)

Penambahan at au pengurangan j enis barang kena cukai disampaikan oleh pemerint ah kepada alat kelengkapan DPR RI yang membidangi keuangan unt uk mendapat kan perset uj uan dan dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang t ent ang Anggaran Pendapat an dan Belanj a Negara.

Angka 5 Pasal 5

Ayat (1) Huruf a

Penet apan t arif paling t inggi 275% (dua rat us t uj uh puluh lima persen) dari harga j ual pabrik at au 57% (lima puluh t uj uh persen) dari harga j ual eceran didasarkan at as pert imbangan bahwa apabila barang kena cukai yang karena sif at at au karakt erist iknya berdampak negat if bagi kesehat an ingin dibat asi secara ket at peredaran dan pemakaiannya maka cara membat asinya adal ah melalui inst rumen t arif sehingga barang kena cukai dimaksud dapat dikenai t arif cukai paling t inggi.

Huruf b

Penet apan t arif paling t inggi 275% (dua rat us t uj uh puluh lima persen) dari nilai pabean dit ambah bea masuk at au 57% (lima puluh t uj uh persen) dari harga j ual eceran didasarkan at as pert imbangan bahwa apabila barang kena cukai yang karena sif at at au karakt erist iknya berdampak negat if bagi kesehat an, ingin dibat asi secara ket at impor, peredaran, dan pemakaiannya, maka cara membat asinya adalah melalui inst rumen t arif sehingga barang kena cukai dimaksud dapat dikenai t arif cukai paling t inggi.

Ayat (2) Huruf a

Penet apan t arif paling t inggi 1. 150% (seribu serat us lima puluh persen) dari harga j ual pabrik at au 80% (delapan pul uh persen) dari harga j ual eceran didasarkan at as pert imbangan bahwa apabila barang kena cukai yang karena sif at at au karakt erist iknya berdampak negat if bagi kesehat an, lingkungan hidup, dan t ert ib sosial ingin dibat asi secara ket at peredaran dan pemakaiannya, maka cara membat asinya adalah melalui inst rumen t arif sehingga barang kena cukai dimaksud dapat dikenai t arif cukai paling t inggi. Sel ain it u t arif paling t inggi j uga dapat dikenakan dalam rangka keadilan dan keseimbangan misalnya barang-barang yang dikonsumsi oleh masyarakat yang berpenghasilan t inggi.

Huruf b

Penet apan t arif paling t inggi 1. 150% (seribu serat us lima puluh persen) dari nilai pabean dit ambah bea masuk at au 80% (delapan

puluh persen) dari harga j ual eceran didasarkan at as pert imbangan bahwa apabila barang kena cukai yang karena sif at at au karakt erist iknya berdampak negat if bagi kesehat an, lingkungan hidup, dan t ert ib sosial, ingin dibat asi secara ket at impor, peredaran, dan pemakaiannya, maka cara membat asinya adalah melalui inst rumen t arif sehingga barang kena cukai dimaksud dapat dikenai t arif cukai paling t inggi. Sel ain it u t arif paling t inggi j uga dapat dikenakan dalam rangka keadilan dan keseimbangan misal nya barang-barang yang dikonsumsi ol eh masyarakat yang berpenghasilan t inggi.

Ayat (3)

Perubahan t arif cukai yang dimaksud dalam ayat ini dapat berupa perubahan dari persent ase harga dasar (advalorum) menj adi j umlah dalam rupiah unt uk set iap sat uan barang kena cukai (spesif ik) at au sebaliknya. Demikian pula dapat berupa gabungan dari kedua sist em t ersebut .

Perubahan t arif ini mempunyai beberapa t uj uan ant ara lain unt uk kepent ingan penerimaan negara, unt uk pembat asan konsumsi barang kena cukai, dan unt uk memudahkan pemungut an at au pengawasan barang kena cukai.

Ayat (4)

Yang dimaksud dengan

DPR RI

adalah komisi yang membidangi

keuangan.

Yang dimaksud dengan “ alt ernat if kebij akan” adalah kebij akan besaran t arif cukai hasil t embakau yang dibuat di Indonesia.

Perset uj uan DPR RI pada ayat ini ant ara lain sebagai upaya perlindungan dan keberpihakan t erhadap indust ri hasil t embakau yang padat karya t erut ama yang proses produksinya menggunakan cara lain daripada mesin.

Ayat (5)

Cukup j elas. Angka 6

Pasal 6

Ayat (1)

Yang dimaksud dengan "harga j ual pabrik" adalah harga penyerahan pabrik kepada penyalur at au konsumen yang di dal amnya belum t ermasuk cukai.

Yang dimaksud dengan "harga j ual eceran" adal ah harga yang dit et apkan sebagai dasar penghit ungan besarnya cukai.

Ayat (2)

Yang dimaksud dengan "nilai pabean dan bea masuk" adalah nilai pabean dan bea masuk sebagaimana dimaksud dalam undang-undang di bidang kepabeanan. Ayat (3) Cukup j elas. Angka 7 Cukup j elas. Angka 8

Cukup j elas. Angka 9 Pasal 7 Ayat (1) Cukup j elas. Ayat (2)

Yang dimaksud dengan “ diimpor unt uk dipakai” adal ah dimasukkan ke dalam daerah pabean dengan t uj uan unt uk dipakai, dimiliki, at au dikuasai ol eh orang yang berdomisili di Indonesia.

Ayat (3)

Pada dasarnya pelunasan cukai at as barang kena cukai merupakan pemenuhan persyarat an dalam rangka mengamankan hak-hak negara yang melekat pada barang kena cukai sehingga barang kena cukai t ersebut dapat diset uj ui unt uk dikeluarkan dari pabrik, t empat penyimpanan, at au diimpor unt uk dipakai.

Barang kena cukai yang t el ah selesai dibuat dan digunakan sebelum dikeluarkan dari pabrik dianggap t elah dikeluarkan dan harus dilunasi cukainya.

Huruf a

Pelunasan cukai dengan cara pembayaran dibukt ikan dengan dokumen cukai yang dipersyarat kan.

Unt uk barang kena cukai yang dibuat di Indonesia, pembayaran harus dilakukan sebel um barang kena cukai dikeluarkan dari pabrik at au t empat penyimpanan.

Unt uk barang kena cukai yang diimpor, pembayaran cukainya dilakukan pada saat barang kena cukai diimpor unt uk dipakai.

Huruf b

Pelunasan cukai dengan cara pelekat an pit a cukai dilakukan dengan cara melekat kan pit a cukai yang seharusnya dan dilekat kan sesuai dengan ket ent uan yang berlaku.

Unt uk barang kena cukai yang dibuat di Indonesia, pel ekat an pit a cukainya harus dilakukan sebelum barang kena cukai dikeluarkan dari pabrik.

Unt uk barang kena cukai yang diimpor, pelekat an pit a cukainya harus dilakukan sebel um barang kena cukai diimpor unt uk dipakai. Pelekat an pit a cukai t ersebut dapat dilakukan di t empat penimbunan sement ara, t empat penimbunan berikat , at au di t empat pembuat an barang kena cukai di l uar negeri.

Huruf c

Pelunasan cukai dengan cara pembubuhan t anda pelunasan cukai lainnya dil akukan dengan cara membubuhkan t anda pelunasan cukai lainnya yang seharusnya dan dibubuhkan sesuai dengan ket ent uan yang berlaku, ant ara lain: barcode dan hol ogram.

Unt uk barang kena cukai yang dibuat di Indonesia, pembubuhan t anda pel unasan cukai lainnya harus dilakukan sebelum barang kena cukai dikeluarkan dari pabrik.

Unt uk barang kena cukai yang diimpor, pembubuhan t anda pelunasan cukai lainnya harus dilakukan sebelum barang kena cukai diimpor unt uk dipakai. Pembubuhan t anda pelunasan cukai lainnya t ersebut dapat dilakukan di t empat penimbunan

sement ara, t empat penimbunan berikat , at au di t empat pembuat an barang kena cukai di luar negeri.

Ayat (3a)

Cukup j elas. Ayat (3b)

Cukup j elas. Ayat (4)

Yang dimaksud dengan “ disediakan” adalah disediakan dalam bent uk f isik barang dan/ at au spesif ikasi desain.

Ayat (5)

Cukai dianggap t idak dilunasi apabila pelekat an pit a cukai at au pembubuhan t anda pelunasan cukai lainnya pada barang kena cukai t idak sesuai dengan ket ent uan yang berlaku, ant ara l ain:

a. pit a cukai yang dil ekat kan t idak sesuai dengan t arif cukai dan/ at au harga dasar barang kena cukai yang dit et apkan;

b. pit a cukai yang dilekat kan t idak ut uh at au rusak; at au c. pit a cukai yang dilekat kan at au t anda pelunasan cukai

lainnya yang dibubuhkan pada barang kena cukai yang bukan haknya dan/ at au t idak sesuai dengan spesif ikasi yang dit et apkan.

Ayat (6) Cukup j elas. Ayat (7) Cukup j elas. Ayat (8) Cukup j elas. Angka 10 Pasal 7A Ayat (1)

Yang dimaksud dengan “ sej ak t anggal pengeluaran barang kena cukai” adalah t anggal pendaf t aran dokumen pengeluaran.

Ayat (2)

Yang dimaksud dengan “ penundaan” adal ah kemudahan pembayaran yang diberikan kepada pengusaha pabrik dalam bent uk penangguhan pembayaran cukai t anpa dikenai bunga.

Huruf a

Yang dimaksud dengan “ sej ak t anggal pemesanan pit a cukai” adalah t anggal pendaf t aran dokumen pemesanan pit a cukai.

Huruf b

Cukup j elas. Ayat (3)

Yang dimaksud dengan “ penundaan” adal ah kemudahan pembayaran yang diberikan kepada import ir barang kena cukai dalam bent uk penangguhan pembayaran cukai t anpa dikenai bunga.

Ayat (4)

Jaminan dapat berupa j aminan bank at au j aminan dari perusahaan asuransi.

Ayat (5)

Jaminan dapat berupa j aminan bank, j aminan dari perusahaan asuransi, at au j aminan perusahaan

(corporat e guarant ee)

Jenis dan besaran j aminan dit et apkan dengan pert imbangan t ingkat kepat uhan dari pengusaha pabrik at au import ir barang kena cukai selama mendapat penundaan. Misalnya, pengusaha pabrik at au import ir barang kena cukai yang t idak pernah melakukan pelanggaran at as penundaannya dapat menyerahkan j aminan dalam bent uk j aminan perusahaan (

corporat e guarant ee

).

Ayat (6) Cukup j elas. Ayat (7) Cukup j elas. Ayat (8) Cukup j elas. Ayat (9) Cukup j elas. Angka 11 Pasal 8 Ayat (1)

Tidak dipungut nya cukai at as barang kena cukai sebagaimana dimaksud pada ayat ini adalah unt uk memberikan keringanan kepada masyarakat di beberapa daerah yang membuat barang t ersebut secara sederhana dan merupakan sumber mat a pencaharian.

Yang dimaksud dengan "dikemas unt uk penj ual an eceran" adalah dikemas dalam kemasan dengan isi t ert ent u dengan menggunakan benda yang dapat melindungi dari kerusakan dan meningkat kan pemasarannya.

Ayat (2)

Kewaj iban membayar cukai masih melekat pada barang kena cukai yang diat ur pada ayat ini, t et api pemungut annya t idak dilakukan selama memenuhi persyarat an yang dit ent ukan, dibukt ikan dengan dokumen cukai yang diwaj ibkan dan barang kena cukai masih t et ap berada dal am pengawasan.

Huruf a

Yang dimaksud dengan "diangkut t erus" adalah diangkut dengan sarana pengangkut melalui kant or pabean t anpa dilakukan pembongkaran t erlebih dahulu.

Yang dimaksud dengan "diangkut lanj ut " adalah diangkut dengan sarana pengangkut melalui kant or pabean dengan dilakukan pembongkaran t erlebih dahulu.

Huruf b

Cukup j elas. Huruf c

Tidak dipungut nya cukai at as barang kena cukai sebagaimana dimaksud huruf ini karena di dalam pabrik at au t empat penyimpanan dapat dit imbun barang kena cukai yang bel um dilunasi cukainya yang berasal dari pabrik at au t empat penyimpanan lain at au dari impor. Pemungut an at au pelunasan cukai at as barang kena cukai dimaksud dilakukan pada saat dikeluarkan kembali dari pabrik at au t empat penyimpanan.

Barang kena cukai yang digunakan sebagai bahan baku at au bahan penolong menurut ket ent uan huruf ini t idak dipungut cukai, karena cukainya akan dikenai t erhadap barang hasil akhir yang j uga merupakan barang kena cukai, sepert i et il alkohol yang dipergunakan sebagai bahan baku dalam pembuat an minuman yang mengandung et il alkohol at au sebagai bahan penolong dalam pembuat an hasil t embakau.

Huruf e

Cukup j elas. Ayat (2a)

Cukup j elas. Ayat (3)

Yang dimaksud dengan "melanggar ket ent uan t ent ang t idak dipungut nya cukai" yait u apabila barang kena cukai didapat i menyimpang dari t uj uan sehingga t idak lagi memenuhi ket ent uan sebagaimana diat ur pada ayat (2), misalnya barang kena cukai t idak dapat dibukt ikan t elah diangkut t erus at au diekspor.

Ayat (4)

Cukup j elas. Angka 12

Pasal 9 Ayat (1)

Yang dimaksud dengan "pembebasan" adalah f asilit as yang diberikan kepada pengusaha pabrik at au pengusaha t empat penyimpanan at au import ir unt uk t idak membayar cukai yang t erut ang.

Huruf a

Fasilit as pembebasan cukai berdasarkan ket ent uan dalam huruf ini dimaksudkan unt uk mendukung pert umbuhan at au perkembangan indust ri yang menggunakan barang kena cukai sebagai bahan baku at au bahan penolong dalam pembuat an barang hasil akhir yang bukan merupakan barang kena cukai, baik unt uk t uj uan ekspor maupun unt uk pemasaran dalam negeri, sepert i et il alkohol yang digunakan sebagai bahan baku at au bahan penolong dalam pembuat an et il aset at , asam aset at , obat -obat an dan sebagainya. Huruf b

Barang kena cukai yang dapat diberikan pembebasan berdasarkan ket ent uan dalam huruf ini dibat asi j umlahnya sesuai dengan kebut uhan yang waj ar.

Huruf c

Cukup j elas. Huruf d

Barang kena cukai yang dapat diberikan pembebasan berdasarkan ket ent uan dalam huruf ini dibat asi j umlahnya sesuai dengan kebut uhan yang waj ar.

Huruf e

1. Yang dimaksud dengan "penumpang" adal ah set iap orang yang melint asi perbat asan wilayah negara dengan menggunakan sarana pengangkut t et api bukan awak sarana pengangkut dan bukan pelint as bat as.

2. Yang dimaksud dengan "awak sarana pengangkut " adal ah set iap orang yang karena sif at pekerj aannya harus berada dal am sarana pengangkut dan dat ang bersama sarana pengangkut nya. 3. Yang dimaksud dengan "pelint as bat as" adalah penduduk yang

berdiam at au bert empat t inggal dalam wilayah perbat asan negara sert a memiliki kart u ident it as yang dikel uarkan oleh inst ansi yang berwenang yang melakukan perj alanan lint as bat as di daerah perbat asan melalui pos pengawas lint as bat as. Huruf f

Yang dimaksud dengan "t uj uan sosial", ant ara lain unt uk bant uan bencana al am.

Huruf g

Yang dimaksud dengan “ t empat penimbunan berikat ” adalah t empat penimbunan berikat sebagaimana diat ur dalam undang-undang di bidang kepabeanan.

Ayat (1a)

Cukup j elas. Ayat (2)

Huruf a

Yang dimaksud dengan "et il al kohol yang dirusak sehingga t idak baik unt uk diminum" adalah et il alkohol yang dirusak dengan bahan perusak t ert ent u, yang dalam ist ilah perdagangan l azim disebut spirit us bakar (

brand spirit us

).

Huruf b

Cukup j elas. Ayat (3)

Yang dimaksud dengan "melanggar ket ent uan t ent ang pembebasan cukai" adalah menyalahgunakan f asilit as pembebasan cukai. Misalnya, et il alkohol diberikan pembebasan cukai karena akan digunakan sebagai bahan baku at au bahan penol ong dalam pembuat an barang hasil akhir t ert ent u yang t elah dit et apkan, t ernyat a digunakan unt uk membuat barang hasil akhir lain selain yang dit et apkan.

Ayat (4) Cukup j elas. Angka 13 Pasal 10 Ayat (1) Huruf a

Yang dimaksud dengan “ ut ang cukai yang t idak dibayar pada wakt unya” , ant ara l ain:

a. ut ang cukai yang t imbul akibat cukai yang pembayarannya

secara berkala sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7A ayat (1) t idak dibayar sampai dengan j angka wakt u pembayaran berkala berakhir; dan

b. ut ang cukai yang t imbul akibat cukai yang pembayarannya

mendapat penundaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7A ayat (2) dan ayat (3) t idak dibayar sampai dengan j at uh t empo penundaan berakhir.

Huruf b

a. kekurangan cukai akibat kesalahan hit ung dalam dokumen pemberit ahuan at au pemesanan pit a cukai; dan

b. kekurangan cukai akibat hasil pencacahan. Huruf c

Cukup j elas. Ayat (2)

Yang dimaksud dengan ” t anggal dit erima” adalah t anggal st empel pos pengiriman, t anggal f aksimile, at au media ant ar lainnya. Dalam hal surat t agihan dikirim secara langsung, yang diruj uk adalah t anggal pada saat surat t agihan dit erima secara langsung.

Ayat (2a)

Dalam pengenaan bunga, apabila j angka wakt unya kurang dari 1 (sat u) bulan, dihit ung 1 (sat u) bulan penuh. Misalnya, 7 (t uj uh) hari dihit ung 1 (sat u) bulan penuh; 1 (sat u) bul an 7 (t uj uh) hari dihit ung 2 (dua) bulan penuh.

Ayat (2b)

Yang dimaksud dengan ” dalam hal t ert ent u” adalah pengusaha pabrik mengalami kesulit an keuangan at au dalam keadaan kahar.

Ayat (2c)

Yang dimaksud dengan ” dibulat kan dalam ribuan rupiah” adalah dibulat kan ke at as sehingga bagian dari ribuan menj adi ribuan penuh. Ayat (3) Cukup j elas. Angka 14 Pasal 12 Ayat (1) Huruf a

Yang dimaksud dengan "kelebihan pembayaran karena kesalahan penghit ungan" adalah kesalahan penghit ungan dal am perkal ian, pengurangan, dalam penerapan t arif at au harga, at au kesalahan dalam pencacahan. Dalam hal demikian, t erhadap cukai yang t elah

Dokumen terkait