Tim kuasa hukum Pasangan Prabowo-Hatta menyerahkan berkas permohonan perselisihan hasil Pilpres, Jumat, (25/7).
humas mK/dedy
M
a hkama h Konstit usi resm i m e m b u k a p e n d a f t a r a n permohonan perselisihan hasil pemilihan presiden dan wakil presiden pada Selasa, 22 Juli 2014 pukul 21.04 WIB. Pembukaan ditandai dengan pembunyian alarm oleh Panitera MK Kasianur Sidauruk.Sesuai Undang-Undang No.24 Tahun 2003 sebagaimana diubah dengan Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2011 tentang Ma hkama h Konstit usi dan Perat uran Mahkamah Konstitusi Nomor 4 Tahun 2014, masa pendaftaran permohonan PHPU Presiden dan Wakil Presiden adalah 3x24 jam terhitung sejak Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan perolehan suara sah secara nasional. Oleh karena it u, p end aft ara n p er m o h ona n a ka n dihitung mundur sampai 72 jam ke depan, yaitu sampai pada 25 Juli 2014 pukul 21.04 WIB.
Kasianur menuturkan bahwa MK sud a h m eny ia pka n a p arat d a n s t af p e n d u k u n g u n t u k m e n ga n t i s i p a s i apabila ada p erkara yang ma suk ke MK dari pasangan calon presiden dan wakil presiden. “Sejak MK membuka pendaftaran permohonan, kami siap dan selalu siap menerima permohonan hingga
3x24 jam,” ujarnya di lobi gedung MK, Jakarta, Selasa (22/7).
Lebih lanjut, ia menjelaskan, apabila ada syarat-syarat for m il yang b elum dip enuhi oleh pa s a nga n capres da n cawapres yang mengajukan permohonan, MK masih memberikan waktu perbaikan permohonan selamatenggang waktu 1x24 jam pasca waktu pendaftaran permohonan usai, yakni hingga Sabtu, 26 Juli 2014.
S et ela h p em o h o n m el eng ka pi b er ka s-b er ka s p er mohona n nya, MK segera mencatat dalam berkas registrasi perkara konstitusi (BRPK) dan segera menyerahkan salinan permohonan pada KPU dan pihak terkait. “Tiga hari kerja sejak diregistrasi di BRPK, MK sudah menggelar sidang perdana, rencananya pada 6 Agustus 2014,” imbuhnya.
Kemudian, pasangan calon Presiden- Wakil Presiden nomor urut 1, Prabowo Subia nto-Hatt a Raja sa, s e cara resm i mendaftarkan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden-Wakil Presiden (PHPU Presiden) ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (25/7) pukul 20.00 WIB, diwakili oleh tim kuasa hukumnya, Tim Pembela Merah Putih.
Sementara, pasangan Prabowo-Hatta yang menurut rencana akan secara langsung
untuk menyampaikan permohonan, batal hadir di acara tersebut. Prabowo-Hatta hanya sempat melakukan orasi di hadapan massa p endukungnya yang memadati halaman gedung MK. Menurut salah satu kuasa hukum yang tergabung dalam Tim Pembela Merah Putih, Mahendradatta, pengajuan permohonan PHPU Presiden ke MK ini merupakan salah satu upaya hukum dan bukan upaya akhir dari koalisi merah putih. Mahendradatta juga meminta agar permohonan ini benar-benar diadili oleh Hakim Konstitusi.
Sementara anggota kuasa hukum la in nya, Ma q di r I sma il m engat a ka n telah terjadi banyak pelanggaran yang dilakukan oleh aparat Negara pada 52.000 Tempat Pemungutan Suara di selur uh provinsi di Indonesia. Untuk itu, pihaknya meminta kepada MK agar dilakukan pemungutan suara ulang pada 52.000 TPS tersebut. Maqdir juga mengungkapkan, p enyelenggara p em ilu Presiden-Wa kil Presiden, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), telah mengabaikan berbagai protes yang disampaikan oleh tim pasangan calon nomor urut 1 selama penyelenggaraan pemilu berlangsung.
Keterangan Maqdir diperkuat oleh pernyataan Ketua Tim Pembela Merah Putih, Didik Supriyanto yang mengatakan p ela nggara n- p ela nggara n it u t er ja di dimulai sejak masa kampanye, pada saat pemungutan suara, hingga pada tahapan penghitungan suara. Didik memberikan contoh pelanggaran yang dilakukan KPU salah satunya adalah adanya pembukaan kotak suara pada 23 Juli 2014, sehari setelah KPU menetapkan perolehan suara masing-masing pasangan calon Presiden- Wakil Presiden, dan menetapkan pasang calon Presiden-Wakil Presiden terpilih. “Seharusnya tidak boleh ada pihak yang membuka kotak suara tanpa perintah dari Mahkamah Konstitusi,” jelas Didik.
S e s ua i d enga n ket ent ua n d a n peraturan yang berlaku, sidang perdana PHPU Presiden rencananya digelar pada 6 Agustus 2014.
iLham
Acara halal bihalal yang bertempat di Aula Gedung MK, Selasa (5/8).
D
i hari kerja kedua usai libur Idul Fitri 1435 H, Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar acara halal bihalal yang bertempat di Aula Gedung MK. Dalam acara tersebut, Ketua MK Hamdan Zoelva menyatakan halal bihalal mer upa kan t radisi yang baik dan dapat merekonstr uksi kehidupan sosial pasca digelarnya Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014.“Us a i Pem ilu s ep er t i s a at in i, hubungan antar masyarakat di Indonesia menjadi ter p ecah. Kondisi ini jangan dibiarkan sebab tidak baik bagi keutuhan d a n p e r s a t u a n I n d o n e s i a . D a l a m momentum Idul Fitri ini, suasana halal bihalal ini haruslah mampu menyelesaikan segala perbedaan bangsa Indonesia,” ujar Hamdan di hadapan para hakim konstitusi beserta tamu undangan lainnya, Selasa (5/8).
Dengan membangun kembali atau merekonstruksi hubungan sosial bangsa
mK geLar HaLaL biHaLaL
Indonesia, Ha mda n ya k in p ersat ua n bangsa dapat tercapai sehingga menjadikan Indonesia bangsa yang besar dan bangsa yang disegani. Untuk itulah diperlukan kesadaran dalam masyarakat, khususnya Muslim di Indonesia untuk menjalankan prinsip hubungan antar masyarakat dalam Islam.
“Ada tiga prinsip dalam hubungan masyarakat dalam Islam, yaitu tauhid, persamaan, dan persaudaraan. Keesaan Tuhan mengandung arti hanya Tuhanlah yang maha tinggi, maha besar, maha agung. Oleh karena itulah kedudukan ma nu sia s e d erajat, t id a k a d a ya ng lebih t ingg i s at u s a ma la in. Ha nya Tuhanlah yang maha agung. Kedudukan manusia berbeda di mata Tuhan hanya b erd a s a r ka n ket a kwa a n nya,” j ela s Hamdan yang pada kesempatan itu juga menyampaikan tausiyah.
Terkait dengan prinsip persaudaraan, Hamdan menjelaskan cita- cita dalam hidup bermasyarakat yang utama menurut
Islam yaitu terciptanya rasa persaudaraan yang berujung pada sikap saling tolong- m en ol o ng. Ha m d a n p u n kemu d ia n menyampaikan contoh perbuatan Nabi Mu ha m ma d SAW s a at m enyat u ka n kaum Muhajirin dan Anshar di Madinah. Hamdan mengungkapkan bahwa saat menyatukan kedua kaum tersebut, Nabi Muhammad SAW bahkan memerintahkan ke d ua nya u nt u k s a l i ng m ewariska n sebagian hartanya saat meninggal dunia untuk memperkuat hubungan persaudaraan di antara keduanya.
Selain itu, Hamdan juga mengingatkan agar sesama anak bangsa tidak saling mengolok-ngolok atau menjelek-jelekan. Terlebih, di dalam kitab suci umat Islam banyak larangan untuk mengolok-olok s esa ma karena sikap ters ebut dapat memutus tali p ersaudaraan. “Prinsip- prinsip hubungan masyarakat dalam Islam tersebut sangat sinkron dengan kehidupan bernegara,” tutup Hamdan.
yusTi nuruL agusTin
anhar rizKi affandi (vivanews.com)
AKSI
sumber: arsip nasional