GAMBARAN UMUM SEKILAS KOTA SOLO DAN BATIK A.Sekilas Tentang Kota Solo
F. Pemasaran Batik di Kota Solo
3. Pasar Klewer
Pasar Klewer adalah pasar tradisional textile dan garment terbesar di Jawa Tengah. Pasar Klewer merupakan aset Kota Surakarta yang berdiri diatas tanah seluas 12.950 m2, di Pasar Klewer bisa kita dapatkan beragam produk textile dan garment dari harga yang paling murah sampai yang jutaan. Pasar Klewer dibangun dalam 2 (dua) tahap :
Tahap pertama : Pasar Klewer bagian barat terdiri dari dua lantai, selesai dibangun dan diresmikan pada tgl 9 Juni 1971 oleh Presiden RI Soeharto. Tahap kedua : Pasar Klewer bagian timur terdiri dari 1 (satu) lantai, selesai dibangun dan diresmikan pada tanggal 27 Desember 1986 oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ismail . (www.wikipedia.com,Tanggal akses 21 Desember 2010 jam 23.00 WIB)
commit to user G. Motif-motif Batik
1. Motif SidoMukti (batik tulis)
Gb. 1 Motif batik "Sido Mukti"
Sumber: www.google/batik.com.Tanggal akses 20 November 2010 Zat perwarna : Soga Alam
Unsur motif : Motif Garuda
Filosofi :Diharapkan selalu dalmkecukapan dan kebahagiaan
2. MotifPamiluto (batik tulis)
Gb. 2 Motif Pamiluto
Sumber: www.google/batik.com.Tanggal akses 20 November 2010 Zat perwarna : Soga Alam
Unsur motif : Parang ,Ceplok,Truntum
Filosofi : Pamiluto berasal dari kata “pulut”,berarti perakat dalam bahasa jawa bisa berarti kepilut atau tertarik.
commit to user 3. Motif batik Parang Kusuma(batik tulis)
Gb. 3 Motif batik Parang Kusuma
Sumber: www.google/batik.com.Tanggal akses 20 November 2010 Zat perwarna : Naptol
Unsur Motif : Parang,Mlinjo,cirri khas:Kerokan
Filosofi : Kusumo artinya bunga yang mekar,diharapkan yang memakainya terliat indah.
4. Motif batik Cuwiri(batik tulis)
Gb. 4 Motif batik Cuwiri
Sumber: www.google/batik.com.Tanggal akses 20 November 2010 Zat perwarna : Soga Alam
Unsur Motif : Meru,Garuda
Filosofi : Cuwiri artinya kecil-kecil,diharapakan pemakainya terlihat pantas dan dihormati.
commit to user 5. Motif batik Karawitan(batik tulis)
Gb. 5 Motif batik Karawitan
Sumber: www.google/batik.com.Tanggal akses 20 November 2010 Zat perwarna : Soga Alam
Unsur Motif : Ceplok
Filosofi :Diharapkan orang yang memakainya terlihat bijaksana .
6. Motif batik Ceplok Kasatriya(Batik Tulis)
Gb. 6 Motif batik Ceplok Kasatriya
Sumber: www.google/batik.com.Tanggal akses 20 November 2010 Zat perwarna : Soga Alam
Unsur Motif : Garuda,Parang
Filosofi : Dipakai oleh golongan menengah kebawah agar terlihat gagah.
commit to user 7. Motif batik Truntum(batik tulis)
Gb. 7 Motif batik Truntum
Sumber: www.google/batik.com.Tanggal akses 20 November 2010 Zat perwarna : Soga Alam
Filosofi :Truntum artinya menuntun,diharapkan orang tua dapat menutun calon pengantin.
8. Motif batik Udan Liris(batik tulis)
Gb. 8 Motif batik Udan Liris
Sumber: www.google/batik.com.Tanggal akses 20 November 2010 Zat perwarna : Soga Alam
Unsur motif : Kombinasi Geometris dan Suluran
commit to user 9. Motif batik Slobog(batik tulis)
Gb. 9 Motif batik Slobog
Sumber: www.google/batik.com.Tanggal akses 20 November 2010 Zat perwarna : Naptol
Unsur motif : Ceplok
Filosofi :Slobog artinya”lobok”atau longgar,kain ini biasanya dipakai untuk melayat agar yang meninggalkan tidak mengalami menghadap Yang Kuasa.
10. Motif batik Parang Rusak Barong(Batik tulis)
Gb. 10 Motif batik Parang Barong Rusak
Sumber: www.google/batik.com.Tanggal akses 20 November 2010
Zat Perwarna : Soga Alam Unsur Motif : Parang ,Mlinjo
commit to user BAB II
GAMBARAN UMUM SEKILAS KOTA SOLO DAN BATIK A. Sekilas Tentang Kota Solo
Surakarta , juga disebut Solo atau Sala. Solo terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kota Solo terletak sekitar 65 km Timur Laut Yogyakarta dan 100 km Tenggara Semarang. Sebelah Timur Solo dilewati sungai Bengawan Solo. Keberadaan Kota Solo dimulai ketika Kesultanan Mataram memindahakan kedudukan Raja dari Kartasura ke Desa Sala , di tepi Bengawan Solo. Akibat perpecahan wilayah Kerajaan tersebut ,hingga saat ini di Solo berdiri dua Keraton. Akibat perpecahan wilayah kerajaan, di Solo berdiri dua keraton: Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunegaran, menjadikan kota Solo sebagai kota dengan dua administrasi. Kekuasaan politik kedua kerajaan ini dilikuidasi setelah berdirinya Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Selama 10 bulan, Solo berstatus sebagai daerah setingkat provinsi, yang dikenal sebagai Daerah Istimewa Surakarta. Selanjutnya, karena berkembang gerakan antimonarki di Surakarta serta kerusuhan, penculikan, dan pembunuhan pejabat-pejabat DIS, maka pada tanggal 16 Juni 1945 pemerintah RI membubarkan DIS dan menghilangkan kekuasaan raja-raja Kasunanan dan Mangkunagaran. Status Susuhunan Surakarta dan Adipati Mangkunegara menjadi rakyat biasa di masyarakat dan Keraton diubah menjadi pusat pengembangan seni dan budaya Jawa. Kemudian Solo ditetapkan menjadi tempat kedudukan dari residen, yang membawahi Karesidenan Surakarta (Residentie Soerakarta) dengan luas daerah 5.677 km². Tanggal 16 Juni diperingati sebagai hari jadi Kota Solo era modern.
commit to user
Setelah Karesidenan Surakarta dihapuskan pada tanggal 4 Juli 1950, Surakarta menjadi kota di bawah administrasi Provinsi Jawa Tengah. Semenjak berlakunya UU Pemerintahan Daerah yang memberikan banyak hak otonomi bagi pemerintahan daerah, Surakarta menjadi daerah berstatus kota otonom. (sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata:2010
B. Kondisi Geografis Kota Solo
Surakarta , juga disebut Solo atau Sala. Solo terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kota Solo terletak sekitar 65 km Timur Laut Yogyakarta dan 100 km Tenggara Semarang. Sebelah Timur Solo dilewati sungai Bengawan Solo. Solo terletak di dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 92 meter diatas permukaaan air laut ,yang lebih rendah atau hampir sama tingginya dengan permukaan sungai Bengawan Solo. Selain Bengawan Solo dilalui juga beberapa sungai,yaitu Kali Pepe, Kali Anyar dan Kali Jenes yang semuannya bermuara di Bengawan Solo. Keadaan secara geografis kota Surakarta terletak antara 110 45’15” sampai 110 45’35’’ Bujur Timur dan 70 36 sampai 70 56 Lintang Selatan. Surakarta memiliki luas 44 km² yang dikelilingi kota/wilayah penyangganya. Kota/wilayah penyangga tersebut saling berintegrasi satu sama lain membentuk satu kesatuan kawasan kota besar yang berpusat di Kota Solo. Jumlah penduduk kota Surakarta pada tahun 2010 adalah 503.421 jiwatersebar di lima kecamatan yang meliputi 51 kelurahan. Perbandingan kelaminnya 96,06% yang berarti setiap 100 orang wanita terdapat 96 orang laki-laki. Angka ketergantungan penduduknya sebesar 66%. Jika wilayah penyangga Surakarta
commit to user
juga digabungkan secara keseluruhan (Solo Raya: Surakarta, Kartasura, Colomadu, Baki, Grogol, Palur), maka luasnya adalah 130 km². Penduduknya lebih dari 800.000 jiwa. ( sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata:2010)
C. Potensi Wisata Kota Solo
Solo juga dikenal sebagai daerah tujuan wisata yang biasa didatangi oleh wisatawan dari kota-kota besar. Biasanya wisatawan yang berlibur ke Yogyakarta dan candi Borobudur/Prambanan juga akan singgah di Solo, atau sebaliknya. Tujuan wisata utama kota Solo adalah Keraton Surakarta, Keraton Mangkunegaran, dan pasar-pasar tradisionalnya. Kota Solo memiliki potensi wisata yang sangat besar dan bisa dikembangkan lebih bagus dan menarik lagi untuk dikunjungi. Berikut objek dan daya tarik wisata di Solo :
1. Objek dan Daya Tarik Wisata Budaya
Kota Solo terkenal dengan sebutan kota Budaya,banyak sekali budaya yang ada di kota Solo. Berikut objek dan daya tarik wisata di Solo :
a. Keraton Kasunanan Solo b. Pura Mangkunegaran c. Monumen Pers Nasional d. Museum Radya Pustaka e. Museum Sangiran f. Kampung Batik Kauman g. Kampung Batik Laweyan
commit to user 2. Objek dan Daya Tarik Wisata Rekreasi
Selain objek wisata budaya kota Solo juga memiliki objek wisata rekreasi yang juga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Solo.
Objek dan daya tarik wisata rekreasi yang ada di Solo adalah sebagai berikut : a. Taman Satwa Jurug
b. Taman Balekambang c. Taman Sriwedari
3. Objek dan Daya Tarik Wisata Belanja
Solo selama ini juga terkenal tempat-tempat wisata dan budayanya, juga terkenal terkenal dengan kerajinan-kerajinan dan makanan-makanan tradisional,ini salah satu yang tidak memiliki di daerah lain menjadikan Kota Solo sebagai tujuan wisata. Objek dan tarik wisata belanja yang ada di Solo adalah:
a. Pasar Klithikan Notoharjo Solo b. Pasar Gedhe Hardjonegoro Solo c. Pasar Klewer Solo
d. Pasar Malam Ngarsopura e. Pusat Grosir Solo
f. Pasar Antik Triwindu Jenar g. Benteng Trade Center
h. Solo Grand Mall dan Solo Square 4. Atraksi Wisata dan Upacara Adat
Masyakat Solo sampai saat ini masih mempertahankan adat istiadat Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Event-event budaya yang berakar dari Keraton Solo
commit to user
masih dapat disaksikan oleh masyakat dan merupakan atraksi menarik untuk disaksikan wisatwan. Atraksi wisata dan upacara adat tersebut adalah:
a. Atraksi wisata Kota Solo 1. Solo Batik Carnival 2. Wayang Kulit 3. Wayang Orang
4. Solo Internasional Perfoming Art (SIPA) 5. Solo International Ethnic Music (SIEM) b. Upacara Adat Kota Solo
1. Upacara Sekatenan 2. Upacara Kirab 1 Suro 3. Grebeg Mulud
4. Grebeg Sudiro 5. Daya Tarik Wisata Kuliner
Kota Solo selain mempunyai daya tarik wisata budaya kota Solo juga terkenal dengan wisata kulinernya. Solo mempunyai makanan khas antara lain:
a. Tengkleng Solo b. Cambuk Rambak c. Pecel Ndeso d. Srabi Notosuman e. Timlo Solo f. Nasi Liwet
commit to user
Nilai-nilai budaya masyakat Solo,terungkap pula pada kendaraan andong maupun becak yang merupakan kendaraan tradisional masih banyak dijumpai di Solo dan menjadi salah satu sarana transportasi andalan masyarakat Solo. Maraknya moderisasi yang ke Solo,nampaknya yang mempertahankan adat istiadat dan nilai-nilai budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari.Alat transportasi adalah:
a. Andong b. Becak
c. Trans Batik Solo(Ratna Titi Sari 2010:147)
D. Sejarah Perkembangan Batik
Batik sebagai benda pakai yang mempunyai seni tinggi, selain itu juga mempunyai nilai historis. Ditinjau dari segi sejarahnya,batik ada keunikan.
Ada juga bahwa batik merupakan karya asli bangsa Indonesia dalam hal ini Prof.Dr.R.M. Wiryo Suparto(1964:4) menyatakan ,"Bangsa Indonesia sebelum bertemu dengan kebudayaan India telah mengenal tehnik membuat batik". Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai asal batik , ternyata tidak menghambat pertumbuhan batik Indonesia.
Pendapat di atas belum dipastikan mengenai asal-usul batik di Indonesia meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai asal batik,ternyata tidak menghambat pertumbuhan batik di Indonesia,tetapi yang jelas batik sudah ada sejak zaman nenek moyang. Dan adanya hubungan bangsa lain membawa dampak terhadap perkembangan batik di Indonesia.
commit to user
Pada mulanya batik di Indonesia tidak dikerjakan dengan proses lilin,akan tetapi dengan bubur ketan sebagai penolak masuknya warna yang digambarkan pada permukaan kain mori ,dengan menggunakn semacam pencil dari bamboo batiknya dikenal dengan batik sianbut. Kemudian ditemukan lilin tawon atau bees wax sebagai bahan pengganti ketan dan bahan tersebut berkembang menjadi lilin batik di Indonesia. Adapun campuran lilin tersebut mula-mula hanya sejenis lilin dari tawon,semacam lancang kemudian dicampur dengan damar dari tumbuhan ditambahkan minyak dari tmbuhan dan parafin . Setelah ditemukan bahan tersebut kemudian ditemukan alat dari bahan tembaga yang disebut canting. Semula kegiatan membatik ini dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga pada waktu luang saja sebagai pekerjaan sampingan. Lama kelamaan kegemaran masyarakat tentang batik mulai meningkat , untuk itulah orang mulai berusaha untuk memproduksi batik secara tepat dan banyak . Maka terciptalah stempel dari tembaga untuk mengecap lilin dan dihasilkan batik cap. Dengan tehnik ini dapat meningkatkan produktifitas batik. (R.M. Wiryo Suparto.1964:4)
Filosofi Batik
Batik tidak hanya sekedar wastra, tetapi karya seni budaya yang selalu hadir pada upacara-upacara tradisi dalam masyarakat Jawa. Batik selalu menyertai setiap tahapan dalam daur hidup manusia.
Filosofi dalam pola batik yang merupakan harapan-harapan atau doa itulah yang menyebabkan batik selalu ada pada setiap upacara-upacar masyarakat Jawa, dari saat dilahirkan hingga maut menjemput.
commit to user
a. Pada saat lahir si bayi di beri alas batik yang sudah tua,yang kemudian disebut kain "Kopohan" yang disimpan hingga dewasa. Setelah bayi dimandikan lalu diselimuti ( Bahasa Jawa : di Gedhong ) dengan kain milik orang tua atau neneknya. Semua itu mengandung harapan agar si bayi kelak dikarunia umur panjang.
b. Menjelang usia remaja ada upacara khitanan dan pemandian gadis saat haid pertama. Batik yang digunakan untuk anak laki-laki berpola Parang Pamor dengan harapan sebagai pria akan memiliki pamor atau kepribadian.Sedang untuk gadis setelah dimandikan dengan kain mori (putih suci), kemudian mengenakan busana jawa dengan batik berpola Parang Canthel. Permohonan yang tersirat adalah agar sigadis cepat kecanthel (bahasa jawa) atau cepat terkait (lekas mendapat jodoh).
c. Pernikahan merupakan upacara yang terbesar dalam hidup manusia. Batik yang terlibatkan sangat banyak, dengan pola-pola yang mengandung filosofi yang indah dan baik. Dimulai saat lamaran,pada waktu melamar si pemuda mengenakan batik dengan pola Satriya Manah yang mempunya arti dia akan memanah hati si gadis. Dalam hal ini si gadisnya mengenakan batik dengan pola Semen Rante pola ini melambangkan bahwa si gadis akan dirantai atau diikat dalam pernikahan.
d. Menjelang upacara pernikahan kedua calon mempelai di mandikan guna mensucikan dan menghilangkan semua halangan (upacara siraman). Ibu dari pengantin mengenakan kain berpola Nitik Cakar yang melambangkan permohonan agar putra putri pengantin kelak di beri kemudahan dalam mencari
commit to user
nafkah. Calon pengantin pria setelah siraman berbusana jawa batiknya berpola Ceplok Satriya Wibawa, yang melambangkan permohonan kelak dia menjadi pribadi yang bersifat kesatria dan penuh dengan wibawa.Ada upacara yang disebut nyantri yaitu : calon pengantin pria pada malam sebelum akad nikah ketemu calon pengantin putri dan menginap dirumah yang berdekatan. Saat itu dia harus melaui ujian dalam pengetahuannya agama sebagai seorang Islam (=nyantri)dan mengenakan batik santri.
e. Keesokan harinya pada saat akad nikah batik yang dipakai oleh kedua mempelai adalah batik berpola Wahyu Tumurun yang mempunyai makna agar selalu mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.Pada saat upacara panggih dikenakan batik berpola Bondet yang melambangkan jalinan cinta kasih. Orang tua pengantin mengenakan batik Truntum yang melambangkan berkumpulnya ke dua keluarga dan selalu tumbuh cinta. Sedangkan besan mengenakan batik berpola Wahyu Tumurun. Kedua pengantin mengenakan busana kebesaran dengan dodot alas alasan yang diprada emas.
f. Saat yang paling berbahagia adalah saat menunggu kelahiran putra pertama. Pada kehamilan yang ke tujuh bulan diadakan upacara yang melibatkan batik batik dengan pola yang mengandung harapan bagi si ibu maupun si bayi pada peristiwa ini dipakai 7 macam kain dan stu potong lurik. Pola pola kain yang dipakai antara lain :Babon angrem (lambang kasih sayang dan kesabaran),
Sidomukti,Sidoasih,Sidoluhur,Semen Rama,Semen Gendhong (mengandung
harapan agar si bayi lahir dengan selamat dan si ibu jadi menggendong putranya, satu potong lurik dengan pola Yuyu Sekandhang.
commit to user
g. Kematian yang tentu akan dialami oleh semua orang, peristiwanya pun disertai dengan pola tertentu.Untuk melayat di pakai batik dengan pola Slobog dari kata ini timbul kata Lobok dalam bahasa jawa artinya longgar , maksudnya agar yang ditinggal di beri hati yang longgar dan ikhlas, sedangkan yang pergi mendapatkan jalan yang longgar atau lapang menuju tempatnya di sisi Allah SWT. Di Puro Mangkunegaran terdapat pola Buket Pakis kain ini pun di pergunakan dalam upacara melayat.
Sehelai wastra batik tradisional bukan hanya selembaran wastra sekedar sebagai busana, tetapi pola-polanya memiliki makna yang mengandung pesan atau harapan. Oleh karena itu wastra batik tradisional mempunyai keindahan baik visual maupaun spiritual. Sehingga dalam tradisi jawa khususnya, wastra batik selalu dihadirkan dalam setiapa tahapan daur hidup manusia, dimulai dari kelahiran hingga sang pencipta memanggilnya kembali.Pada saat dilahirkan, seorang bayi setelah dimandikan, diselimuti (Jawa = digedhong) dengan wastra batik yang sudah lama dimiliki orang tau atau neneknya. Hal ini mengandung makna agar bocah tersebut dikaruniai umur panjang.
commit to user
E. Perkembangan Batik di Kota Solo
Arti kata batik: para sarjana ahli seni rupa, baik yang berkebangsaan Indonesia maupun yang bangsa asing, belum mencapai kata sepakat tentang apa sebenarnya arti kata batik itu. Ada yang mengatakan bahwa sebutan batik berasal dari kata tik yang terdapat di dalam kata titik. Titik berarti juga tetes. Memang di dalam membuat kain batik dilakukan pula penetesan lilin di atas kain putih. Ada juga yang mencari asal kata batik di dalam sumber-sumber tertulis kuno. Menurut pendapat ini, kata batik dihubungkan dengan kata tulis atau lukis. Dengan demikian, asal mula batik dihubungkan pula dengan seni lukis dan gambar pada umumnya. Batik di Indonesia sudah ada pada kerajaan majapahit. Batik dahulu hanya diperuntukan untuk keluarga raja-raja saja. Seiring dengan perkembangan zaman, batik di Indonesia pun ikut berkembang menjadi kesenian yang hampir ada di seluruh wilayah Indonesia. (www.googel/batik.com.Tanggal akses 20 November 2010,jam 20.00)
Perkembangan pembatikan di daerah-daerah luar selain dari Yogyakarta dan Solo erat hubungannya dengan perkembangan sejarah kerajaan Yogya dan Solo. Meluasnya pembatikan keluar kraton setelah berahkirnya perang Diponegoro dan kebanyakan keluarga kraton yang pindah kedarah-daerah luar Yogja dan Solo karena tidak mau kerjasama dengan pemerintah colonial . Keluarga kraton membawa para pengikut-pengikutnya kedarah baru itu dan ditempat itu kerajinan it uterus dilanjutkan dan kemudian menjadi pekerjaan untuk pencaharian.
commit to user
Kota Solo merupakan kota budaya yang penuh akan makna adat istiadat dan kental akan kebudayaan Jawannya. Kota Solo akan terus menjaga dan melestarikan kebudayaan jawa Kota Solo merupakan salah satu tempat wisata batik yang terkenal di Nusantara,antara lain kawasan Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman yang merupakan daerah pembuat batik khas Solo.
Batik Solo terkenal dengan corak tradisionalnya batik diproses cap ataupun batik tulis. Bahan-bahan yang digunakan yang dipergunakan untuk perwarnaan batik masih menggunakan bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa yang cukup terkenal sejak dulu.
F. Pemasaran Batik di Kota Solo
Di kota Solo terkenal dengan kekhasan batiknya. Di Solo juga bisa ditemukan beberapa centra pembuataan batik tulis maupun batik cap dan tempat-tempat atau grosir penjualaan batik antara lain:
1. Kampung Batik Kauman
Berbekal keahlian yang diberikan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, kini masyarakat Kauman dapat menghasilkan karya batik yang langsung berhubungan dengan motif-motif batik yang sering dipakai oleh keluarga karaton.
Dalam perkembangannya, seni batik yang ada di Kampung kauman dapat dibedakan menjadi tiga bentuk batik, yaitu batik klasik motif pakem (batik tulis), batik murni cap, dan model kombinasi antara tulis dan cap. Batik tulis bermotif pakem yang banyak dipengaruhi oleh seni batik Karaton Kasunanan merupakan
commit to user
produk unggulan Kampung Batik Kauman. Produk-produk batik Kampung batik Kauman dibuat menggunakan bahan sutra alam dan sutra tenun, dan katun jenis primisima. Kampung yang memiliki 20-30 an home industry ini menjadi langganan para pembeli secara turun temurun dan wisatawan mancanegara (Jepang, Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Serikat). Di sini wisatawan bisa berbelanja sambil mengetahui secara langsung proses pembuatan batik. Bahkan bisa juga mencoba sendiri kegiatan membatik.
Di samping produk batik, Kampung Batik Kauman juga dilingkupi bangunan bersejarah berupa bangunan rumah joglo, limasan, kolonial, dan perpaduan arsitektur Jawa dan kolonial. Bangunan-bangunan tempo dulu yang tetap kokoh menjulang di tengah arsitektur modern pusat perbelanjaan, lembaga keuangan (perbankan dan valas), homestay dan hotel yang banyak terdapat di sekitar Kampung Kauman. Fasilitas-fasilitas pendukung yang ada di sekitar Kampung Kauman ini jelas menyediakan kemudahan-kemudahan bagi segenap wisatawan yang berkunjung dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain di luar batik.
2. Kampung Batik Laweyan
Laweyan adalah salah satu sentra Batik di Solo. Kampung ini tentunya ada banyak sekali sejarah yang tertinggal di kampung ini dan menjadi ikon Batik Solo. Batik merupakan hasil karya seni tradisional yang banyak ditekuni masyarakat Laweyan.Sejak abad-19.Kampung ini sudah terkenal sebagai kampung batik. Itulah sebabnya kampong Laweyan pernah dikenal sebagai kampung juragan batik. Kawasan sentra industri batik ini sudah ada sejak zaman
commit to user
kerajaan Pajang tahun 1546 M. Seni batik tradisional yang dulu banyak didominasi oleh para juragan batik sebagai pemilik usaha batik, sampai sekarang masih terus ditekuni masyarakat Laweyan sampai sekarang.Sebagai langkah strategis untuk melestarikan seni batik, Kampung Laweyan didesain sebagai kampung batik terpadu, memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 24 ha yang terdiri dari 3 blok.
Konsep pengembangan ini untuk memunculkan nuansa batik yang dominan yang secara langsung akan mengantarkan para pengunjung pada keindahan seni batik. Di antara ratusan motif batik yang dapat ditemukan di
Kampung Batik Laweyan, jarik dengan motif Tirto Tejo dan Truntum jadi ciri
khan Batik Laweyan. Pengelolaan Kampung Batik Laweyan ditujukan untuk menciptakan suasana wisata dengan konsep utama "Rumahku adalah Galeriku". Artinya rumah memiliki fungsi ganda sebagai showroom sekaligus rumah produksi.
Keroncong, karawitan, dan rebana merupakan jenis kesenian tradisional