TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pasar Modal
2.1.1 Pengertian Pasar Modal
Pasar modal adalah tempat dimana berbagai pihak khususnya perusahaan menjual saham (stock) dan obligasi (bond) dengan tujuan dari penjualan tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai tambahan dana atau untuk memperkuat dana perusahaan (Fahmi, 2012).
Menurut UU No. 8 Tahun 1995, pasar modal adalah kegiatan Menurut UU No. 8 Tahun 1995, pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek (Tandelilin, 2010).
Pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan dana jangka panjang dengan menjual saham atau mengeluarkan obligasi (Jogiyanto, 2009). Pada dasarnya pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang biasa diperjual belikan, baik dalam bentuk utang ataupun modal sendiri. Semua yang termasuk surat berharga dapat disebut sebagai efek. Efek dapat berupa surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan sebagainya.
Menurut Yulfasni (2005:2) pasar modal dapat memainkan peranan penting dalam suatu perkembangan ekonomi suatu Negara. Karena suatu pasar modal
berfungsi sebagai :
1. Sarana untuk menghimpun dana-dana masyarakat untuk disalurkan ke dalam kegiatan-kegiatan yang produktif
2. Sumber pembiayaan yang mudah, murah, dan cepat bagi dunia usaha dan pembangunan nasional
3. Mendorong terciptanya kesempatan berusaha dan sekaligus menciptakan kesempatan kerja
4. Mempertinggi effisiensi alokasi sumber produksi
5. Memperkokoh beroperasinya mekanisme market dalam menata sistem moneter, karena pasar modal dapat menjadi sarana “ open market operation”
sewaktu-waktu oleh Bank Sentral
6. Menekan tingginya tingkat bunga menuju suatu “rate” yang reasonable 7. Sebagai alternative investasi bagi para pemodal
2.1.2 Jenis Pasar Modal
Sudirman (2015) menyatakan terdapat dua jenis pasar yang terdapat di pasar modal. :
1. Pasar Perdana (Primary Market)
Pasar perdana adalah jenis pasar pada pasar modal dimana saham dan sekuritas lainnya dijual pertama kali pada masyarakat (penawaran umum) sebelum saham dan sekuritas tersebut dicatatkan di bursa. Kegiatan ini disebut penawaran umum perdana (Initial Public Offering). Harga saham di pasar perdana ditentukan oleh emiten dan penjamin emisi (underwriter) berdasarkan faktor-faktor fundamental dan faktor lain yang perlu diidentifikasi. Underwriter
19
selain menentukan harga saham bersama emiten, juga melakukan proses penjualannya. Berikut adalah ciri – ciri pasar perdana :
a. Emiten menjual saham kepada masyarakat luas melalui penjamin emisi dengan harga yang telah disepakati antar emiten dan penjamin emisi seperti yang tertera dalam prospektus atau ada perkiraan harga apabila menggunakan sistem book building.
b. Pembeli tidak dipungut biaya transaksi.
c. Pembeli belum pasti memperoleh jumlah saham sebanyak yang dipesan apabila terjadi oversubscribed (jumlah pesanan melebihi jumlah saham yang dijual).
d. Investor membeli melalui penjamin emisi atau agen penjual yang ditunjuk.
e. Masa penawaran terbatas.
f. Penawaran melibatkan profesi akuntan publik, notaris, konsultan hukum dan perusahaan penilai.
g. Pasar perdana disebut juga dengan istilah pasar primer (primary market) atau pasar pertama (first market).
2. Pasar Sekunder (Secondary Market)
Pasar sekunder adalah pasar modal dimana saham dan sekuritas lainnya diperjualbelikan kepada umum setelah masa penjualan di pasar perdana. Pada pasar sekunder ini harga efek ditentukan berdasarkan kurs efek tersebut. Naik turunnya kurs suatu efek ditentukan oleh daya tarik menarik antara permintaan dan penawaran efek tersebut. Bagi efek yang dapat memenuhi
syarat listing dapat menjual efeknya di dalam bursa efek, sedangkan bagi efek yang tidak memenuhi syarat listing dapat menjual efeknya di luar bursa efek.
Kekuatan permintaan dan penawaran dipengaruhi oleh dua hal yakni :
a. Faktor internal perusahaan, yaitu suatu kondisi yang berada di dalam perusahaan dan biasanya dapat dikontrol oleh perusahaan dan akan mempengaruhi kelancaran kegiatan operasi perusahaan seperti kebijakan perusahaan, pembagian dividen, kinerja perusahaan, prospek perusahaan dimasa yang akan datang, dsb.
b. Faktor eksternal perusahaan, yaitu suatu kondisi yang berada di luar perusahaan dan biasanya tidak dapat dikontrol oleh perusahaan tetapi dapat mempengaruhi kelancaran kegiatan operasi perusahaan, seperti gejolak ekonomi negara, kebijakan moneter, politik, keamanan negara dan sebagainya. Hasil dari kegiatan jual beli saham ini tidak lagi akan masuk ke dalam kas perusahaan tetapi akan masuk dalam kas para pemodal.
Berikut adalah ciri – ciri pasar sekunder :
1) Harga terbentuk oleh investor (order driven) melalui perantara efek (anggota bursa) yang berdagang di Bursa Efek.
2) Transaksi dibebani biaya jual dan beli.
3) Pesanan dapat berjumlah tak terbatas.
4) Anggota bursa memasukkan tawaran jual / beli investor ke dalam komputer perdagangan yang disediakan oleh pihak bursa.
5) Anggota bursa menyelesaikan pembayaran dana kepada Sentral Kliring, kemudian menerima sahamnya dengan cara pemindahbukuan
21
oleh Sentral Kustodian dengan menunjukkan bukti pembayaran dari Sentral Kliring.
6) Anggota bursa jual menyelesaikan penyerahan saham kepada Sentral Kustodian, kemudian menerima dana dengan cara pemindahbukuan oleh Sentral Kliring dengan menunjukkan bukti penyerahan efek dari Sentral Kustodian.
7) Pasar sekunder disebut juga dengan bursa efek atau secondary market
2.1.3 Fungsi Pasar Modal
Sudirman (2015) menyatakan bahwa pasar modal memiliki peranan yang penting dalam perekonomian suatu Negara karena memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Sebagai Sarana Penambah Modal Bagi Usaha
Pasar modal dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menghindari penurunan mata uang karena inflasi.
2. Sebagai Sarana Pemerataan Pendapatan
Setelah jangka waktu tertentu, saham-saham yang telah dibeli akan memberikan deviden (bagian dari keuntungan perusahaan) kepada para pembelinya (pemiliknya). Oleh karena itu, penjualan saham melalui pasar modal dapat dianggap sebagai sarana pemerataan pendapatan.
3. Sebagai Sarana Peningkatan Pendapatan Negara
Setiap deviden yang dibagikan kepada para pemegang saham akan dikenakan pajak oleh pemerintah. Adanya tambahan pemasukan melalui pajak ini akan meningkatkan pendapatan negara.
4. Sebagai Sarana Peningkatan Kapasitas Produksi
Dengan adanya tambahan modal yang diperoleh dari pasar modal, maka produktivitas perusahaan akan meningkat.